Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Launching Jurnal Khittah dan Majalah Nuansa Turut Meramaikan Harlah NU ke 89

Launching Jurnal Khittah dan Majalah Nuansa Turut Meramaikan Harlah NU ke 89

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 2 Feb 2015
  • visibility 336
  • comment 0 komentar
Kabar. NU. Pati Sabtu 31 Januari. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memperingati hari lahir (Harlah) NU yang ke-89 di gedung PCNU setempat,
Acara tersebut dimulai dengan launcing Jurnal “Khittah” yang diterbitkan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam)  dan peluncuran Majalah “Nuansa” yang diterbitkan Lajnah Ta’lif wan-Nasyr (LTN).
Dalam kedua acara tersebut, panitia menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Wakil Ketua PCNU Pati Jamal Makmur, Pemimpin Redaksi Majalah Nuansa Faiz Aminuddin, juga Ketua Lakpesdam PCNU Pati Andi Irawan. Peserta terdiri dari siswa-siswi Madrasah Nahdlatul Ulama se-Kabupaten Pati. Ujar Farid Abbad selaku ketua panitia.
Acara ini bertema “Saatnya Kaum Muda NU Menguasai Media”. Tema diambil karena di Pati dinilai masih banyak anak muda NU yang hanya jadi penonton dan konsumen berita. Padahal potensi menulis ada, dan PCNU telah memberikan ruang bagi mereka di media majalah dan jurnal.
“Saatnya kita menguasai media, karena sangat urgen bagi pengembangan berita di wilayah lokal Pati, dan kita sedang dihimpit dua aliran besar yang sudah mempunya media baik televisi, maupun radio. Mereka adalah aliran radikal dan aliran liberalisme,” kata Jamal Makmur.
Jika upaya itu tidak dilakukan, tambahnya, NU akan tertinggal dan sekadar menjadi penonton. Apalagi mereka yang telah menguasai media mulai sering menyudutkan dan menjelek-jelekkan Islam ala Ahlussunah wal Jamaah.
Faiz Aminuddin menjelaskan, kini banyak penulis buku yang memvonis NU sebagai kelompok bid’ah dan sesat dengan mengaku sebagai mantan kiai NU, mantan Santri NU, atau mantan syuriah NU.
“Karena mereka pernah aktif di NU dan sekarang ikut jaringan radikal dengan menerbitkan buku yang menjelek-jelekkan NU dengan perspektif mereka sendiri,” ujarnya.
Ketua Lakpesdam PCNU Kabupaten Pati Ratna Andi Irawan menerangkan, jurnal “Khittah” berisi sejumlah topik di sekitaran Pati, seperti bahaya HIV/AIDS, penyaluran zakat, perkembangan pesantren NU seiring sistem pendidikan nasional, juga kiat menjadi penulis muda NU. Dan juga member sumbangsih pemikiran NU kedepan tandasnya.(Ni’)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU PATI - Ilustrasi Belajar Pendidikan Perdamaian dari Gus Dur

    Pendidikan Perdamaian dalam Perspektif Abdurrahman Wahid

    • calendar_month Kam, 19 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 372
    • 0Komentar

    KH. Abdurrahman Wahid atau yang lebih dikenal dengan panggilan Gus Dur lahir dan dibesarkan dalam lingkungan pesantren yang kental dengan pendidikan keislaman. Sejak kanak-kanak Gus Dur mendapatkan bimbingan dari orang tuanya. Sehingga dari keluarga pesantren dan tumbuh kembang dari pendidikan pesantren kelak akan memberikan warna bagi perkembangan intelektualitasnya hingga tumbuh dewasa. Sejak menuntut ilmu di […]

  • Ketika Musa Memukul Laut Merah dengan Tongkat

    Ketika Musa Memukul Laut Merah dengan Tongkat

    • calendar_month Sen, 1 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 401
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami “Apakah kau ingat film The Ten Commandments?”             “Tentu aku ingat. Ada adegan ketika Musa—yang diperankan Charlton Heston—mengangkat tongkatnya, lalu air laut pun terbelah, dan bangsa Israel bisa menyeberang,” ujarnya.             “Padahal di Alkitab tidak demikian,” kata teman saya. “Di Alkitab, Allah berkata kepada Musa, ‘Berbicaralah kepada bangsa Israel dan […]

  • Pesan Rois Syuriah PCNU Pati dalam Musyawarah Kerja Cabang

    Pesan Rois Syuriah PCNU Pati dalam Musyawarah Kerja Cabang

    • calendar_month Sen, 8 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 559
    • 0Komentar

    Pati, Jajaran Pengurus Cabang Nahlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati melaksanakan kegiatan Pelantikan, Musyawarah Kerja dan Halal Bi Halal, bertempat di Kampus IPMAFA Margoyoso Pati, Ahad 7 Juli 2019. Dalam kesempatan tersebut Rois Syuriah KH. M. Aniq Muhammad memberi pengarahan terhadap pengurus baru, baik lembaga, atau pun banomnya. ” Kita harus bersaing dengan organisasi lain, harus […]

  • LAZIS MWCNU Tayu Klarifikasi Pemberitaan Tidak Akurat di Media Online

    LAZIS MWCNU Tayu Klarifikasi Pemberitaan Tidak Akurat di Media Online

    • calendar_month Sab, 21 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 532
    • 0Komentar

      Pati – LAZIS MWCNU Tayu Kabupaten Pati merasa perlu memberikan klarifikasi atas pemberitaan di media online yang mengatasnamakan lembaga mereka. Pemberitaan tersebut berjudul “Banjir Rob Melanda, Pemerintah Diam Membisu, LAZISNU Tayu Turun Tangan Berikan Bantuan ke Warga” yang beredar luas di platform media online. Menurut Ketua Tanfidziyah MWCNU Tayu, Ah. Syarwo, narasi yang disampaikan […]

  • PCNU-PATI

    Jelang Konfercab, PC IPNU IPPNU Pati Gelar Rapimcab

    • calendar_month Jum, 16 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 351
    • 0Komentar

    Pcnu.pati.or.id-MARGOYOSO – PC IPNU IPPNU Kabupaten Pati mengadakan Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab) di MA Darunnajah Ngemplak Kidul, Margoyoso, Pati, Jumat (16/6/2023). Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU IPPNU se-Kabupaten Pati. Dengan mengangkat tema “Eling Kancane, Eling Organisasine, Barokah Uripe”, kegiatan ini sebagai persiapan pelaksanaan Konferinsi Cabang (Konfercab) IPNU IPPNU Pati ke-XIV. […]

  • PCNU - PATI

    IPNU Pati Pertanyakan Wacana Pemangkasan Usia

    • calendar_month Jum, 22 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 345
    • 0Komentar

    PATI – Sekretaris PC IPNU Pati, Mohammad Hafidz menilai wacana pemangkasan umur membuat membuat kaget kader Pelajar NU di seluruh Indonesia. Menurutnya, jika peremajaan usia ditetapkan sampai ke Pusat bakal menimbulkan ketidakpercayaan kader terhadap Pusat. Pasalnya, usia maksimal 24 tahun dinilai belum siap untuk menahkodai Pimpinan Pusat. “Tentunya kalau pemangkasan umur itu di serentakkan sampai […]

expand_less