Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Sudah Saatnya Warga Nahdliyyin Melek Politik

Sudah Saatnya Warga Nahdliyyin Melek Politik

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 27 Mar 2015
  • visibility 598
  • comment 0 komentar

LAKPESDAM NU — Wakil Ketua PBNU As’ad Sa’id Ali menyatakan, warga nahdliyyin harus berpolitik agar tidak mudah diombang-ambing pihak manapun. Selain tiu, dengan melek politik, cita-cita NU untuk menjaga NKRI dapat terwujud.
Hal itu dikatakan As’ad dalam acara pembukaan Program Pengembangan Wawasan Keulamaan (PPWK), di Pondok Pesantren Raudlatul Muta’allimin, Desa Langgardalem, Kecamatan Kota, Jumat (20/3) lalu.
“Warga Nu harus berpolitik, khususnya mereka yang aktif di partai politik. Dengan begitu, NU akan semakin kuat dan bisa mewujudkan keutuhan NKRI,” kata As’ad.
Tanpa berpolitik, rakyat Indonesia, khususnya warga NU yang merupakan mayoritas penduduk di negeri ini, akan mudah digoyang pihak asing. Sebagaimana dalam ekonomi yang tak dikuasai warga Nahdliyyin, ekonomi Indonesia sekarang ini mudah terombang-ambing karena dikuasai asing.
Dia mengatakan, politik yang dijalankan harus tetap dalam koridor NU ala paham Ahlus Sunnah wal Jamaah. Politik NU harus lemah lembut, tidak menjegal satu sama lain. Dan politik dalam NU tidak mengenal kekerasan.
Selain itu, kata As’ad, dalam berpolitik warga Nahdliyyin harus menebar nilai-nilai kebaikan. Politik NU itu mengajak, bukan menakuti. Karena prinsip yang terus dijaga NU yakni menyebar nilai Islam yang member rahmat bagi semesta.
“Dalam berpolitik, warga NU juga tidak boleh haus kekuasaan. Seperti contoh guru kita Gus Dur, yang tidak pernah berniat menjadi presiden. Namun ketika dikehendaki rakyat, beliau amanah”, ujarnya.
Dia menambahkan, politik harus didasari kekuatan ekonomi. Selahingga dalam berpolitik tidak rakus harta. Kudus bisa menjadi contoh. Karena semangat dagang warga Kudus yang sebagian besar warga Nahdliyyin, menunjukkan kekuatan ekonomi. Sehingga saat terjun ke dunia politik, mereka tidak silau dengan harta.
“Saya bangga menjadi orang Kudus. Karena dengan semangat berdagang yang dimiliki, menjadi kekuatan tersendiri bagi warga yang terjun ke dunia politik. Mereka tidak akan silau dengan harta, dan akan bekerja untuk rakyatnya secara sungguh-sungguh”, jelasnya.
Sumber: Koran Muria (Faisol Hadi Suwoko/Imron Lakpesdam NU)
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Catur Dharma Aswaja Annahdliyah Keunggulan INISNU Punya

    • calendar_month Sab, 16 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 413
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-Temanggung – Dalam Studium Generale bertajuk “Mandiri Bersama Melalui Catur Dharma Perguruan Tinggi” pada Sabtu (16/9/2023), Kasubdit Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag RI Muhammad Aziz Hakim mengatakan bahwa apa yang telah ditetapkan dan dilaksanakan oleh sivitas akademika Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung melalui Catur Dharma Perguruan Tinggi telah […]

  • Patut Ditiru, Pelajar NU Pagerharjo Ajak Warga Hidupkan Sholawat

    Patut Ditiru, Pelajar NU Pagerharjo Ajak Warga Hidupkan Sholawat

    • calendar_month Sen, 6 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 520
    • 0Komentar

    Para kader IPNU sedang melantunkan sholawat dalam agenda rutin ‘Berjanjenan Sarebg Rekan IPNU’, Senin (6/9) WEDARIJAKSA – Keluarga besar IPNU Pagerharjo baru saja menggelar acara bertajuk ‘Berjanjenan Bareng Sareng Rekan IPNU’ yang ke-5 kalinya, Senin (6/9). Agenda ini bertujuan untuk meningkatkan cinta pelajar NU kepada Nabi Muhammad SAW. Dimulai Ba’dal Isya’ dan bertempat di Musholla […]

  • PCNU-PATI

    Turba dan Rakorcab, PC IPNU IPPNU Pati Sampaikan Hasil Rakercab 2

    • calendar_month Sen, 28 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 660
    • 0Komentar

    JUWANA – Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Pati mengadakan Turun ke Bawah (Turba) dan Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) di MI Al-Fattah pada Minggu (27/11/2022). Kegiatan ini diikuti oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU IPPNU se-Kawedanan Juwana. Meliputi, PAC Trangkil, PAC Wedarijaksa, PAC Juwana, dan PAC Batangan. […]

  • Rayakan HUT ke-4, Paguyuban Sopir Pati Gelar Dialog Interaktif

    Rayakan HUT ke-4, Paguyuban Sopir Pati Gelar Dialog Interaktif

    • calendar_month Sab, 27 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.794
    • 0Komentar

      ​Pcnupati.or.id – Paguyuban Sopir Pati (PSP) memeriahkan hari jadinya yang ke-4 dengan semangat kebersamaan. Perayaan tahun ini dikemas secara edukatif melalui Dialog Interaktif bertajuk “Melakukan Sebuah Kebaikan, Dilakukan Oleh Siapa Saja” yang digelar di Yutaka Farm, Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Sabtu (27/12/2025) sore. ​Acara yang berlangsung meriah ini menjadi momentum penting bagi para pengemudi […]

  • PCNU-PATI

    IKA PMII Pati Gelar Halalbihalal, Munculkan Kader NU untuk Maju Pilbup

    • calendar_month Sen, 22 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 433
    • 0Komentar

    Pcnupati- Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Kabupaten Pati menyatakan dukungan terhadap Muh Zen untuk maju dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) 2024. Sosok Muh Zen dianggap ideal untuk mempimpin kabupaten berjuluk Bumi Mina Tani ini. Dukungan terhadap pria yang merupakan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah ini muncul saat acara Halalbihalal IKA […]

  • Seperti Ini Potret Toleransi di Desa Jrahi<br>

    Seperti Ini Potret Toleransi di Desa Jrahi

    • calendar_month Sab, 30 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 484
    • 0Komentar

    PATI -Desa Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati, terkenal dengan sebutan Desa Wisata Pancasila. Di sana terdapat beberapa agama. Namun dengan kerukunan dan toleransi yang ada, masyarakat bisa hidup berdampingan.  Di sana, ada tiga agama dan satu penghayat kepercayaan yang dipeluk. Yakni, Agama Islam, Kristen, Budha dan Sapto Darmo.  Potret kerukunan di Desa Jrahi terlihat saat […]

expand_less