Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Meneladani Kepimpinan Abu Bakar

Meneladani Kepimpinan Abu Bakar

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 28 Mei 2015
  • visibility 123
  • comment 0 komentar

Sebagai umat Islam tentu kita pasti mengetahui siapa Abu Bakar Al-Shiddiq yaitu khalifah pertama yang akan melanjutkan dan kian menyempurnakan tugas-tugas kenabian, hingga burung-burung bernyanyi dengan riang. Abu  Bakar seorang laki-laki yang bahkan Nabi Muhammad Saw pun selalu membenarkannya. Nabi selalu berkata kepadanya, “Engkau benar, engkau benar!” tanpa rasa ragu sedikit pun.
            Dialah Abu Bakar Al-Shidiq. Seorang laki-laki yang sikapnya pada Hari Tsaqifah (naungan) telah memberikan inspirasi dan pelajaran baru yang dicatat dengan tinta emas sejarah Islam dan menjadi cermin bagi persatuan dan kesatuan umat Islam. Seorang sahabat yang dipilih Allah Swt untuk mengubah alam, membersihkan dunia, dan meluruskan serta menegakkan peri kehidupan.(hlm 11)
            Buku karya Khalid Muhammad Khalid ini berusaha memotret peran dan posisi penting nana gung dari seorang laki-laki yang bernama Abu Bakar Al-Shiddiq. Seorang guru kemanusiaan dalam seni keimanan yang akan membuat mata kita terbuka untuk membaca dan meneladani kehidupan, ketegaran dan kesungguhannya yang menakjubkan dalam menggengam kuat keimanan.
            Sebab Abu Bakar Al- Shiddiq tak pernah sedikit pun menjadi penguasa yang otoriter dan diktator. Sepanjang sejarah dunia tak ada seorang pemimpin otoriter dan diktator yang adil. Secara sederhana digambarkan, konsep keadilan adalah ketika setiap pihak yang memiliki hak bisa memperoleh haknya. Apabila diantara hak manusia itu ada, hak kemerdeaan untuk menentukan kehidupan dan nasibnya sendiri,secara otomatis kediktataoran dan keotoriteran tak berlaku.(hlm 13).
            Abu Bakar Al-Shiddiq adalah sosok yang menggantikan Rasulullah Swa, dalam memimpin kaum muslimin setelah bilau  wafat. Dia di amanahi peran sebagai khalifah untuk memimpin umat Islam mengarungi kehidupan sesuai keimanannya. Bisa di bilang Abu Bakar Al- Shiddiq cara memimpinnya sedikit banyak meneladani ke pimpinan Rasullah Saw.
            Apabila pada zaman sekarang, suatu bangsa atau Negara tak akan berdiri stabil jika tak memiliki perundang-undangan yang di junjung tinggi dan dipatuhi dalam kehidupan. Perundang-undangan itu disusun berdasarkan keyakinan adat istiadat, tradisi dan kebutuhan-kebutuhan masyarakatnya, serta mampu menampung dan menyalurkan kecenderungan mereka dalam memajukan kehidupan yang selalyu dinamis. Sekarang pertanyaannya adakah pemimpin di Negara kita yang seperti itu?
            Padahal suatu bangsa atau Negara memiliki kemampuan untuk memasukkan kebaikan dan kemaslahatan yang dikehendaki Allah Swt, ke dalam susunan perundang-undangan. Mereka dapat memasukkan nilai-nilai ketakwaan ke dalam undang-undang sehingga bisa dijalankan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
            Buku ini layak sekali untuk dijadikan referensi buat siapa saja yang ingin menjadi pemimpin dan mempelajari kepimpinan Abu Bakar Al-Siddiq yang lebih mendahulukan ke inginan umat/masyarakat dari pada ke inginan ego pribadinya dan keluarga sendiri. Karena pemimpin yang baik yaitu berjiwa melayani, mengayomi.
           
Judul               : Abu Bakar Al-Shiddiq
Penulis             : Khalid Muhammad Khalid
Penerbit           : PT Mizan Pustaka
Tahun terbit     : November 2014
Tebal               : 157 hlm
ISBN               : 978-602-9255-99-7
Peresensi         : Niam At-Majha
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tanya Jawab Bersama Syuriyah

    Tanya Jawab Bersama Syuriyah

    • calendar_month Rab, 19 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Assalamu ‘alaikum warohmatullohi wabarokatuh Pak kiai, bagaimanat pandangan syara’ tentang kepercayaan makna-makna tertentu dalam setiap prosesi adat seperti adat-adat dalam pernikahan dan sebagainya jika dikaitkan dengan hukum sebab-akibat ? Wa’alaikum salam warohmatullohi wabarokatuh Pandangan fiqih dalam masalah ini  adalah : Ø  Kepercayaan dihukumi tidak boleh dan menyebabkan seseorang menjadi kafir menurut ijma’, jika dia dengan […]

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    Semua akan NU pada Waktunya

    • calendar_month Kam, 15 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Oleh : Maulana Karim Sholikhin* Dulu, dulu sekali, diceritakan bahwa Imam Syafi’i sudah mengajar di Masjidil Haram sebelum usianya genap 12 tahun. Santrinya bukan anak-anak yang masih belajar a-ba-ta, melainkan para syaikh, pemuka agama. Bukan main! Al kisah, di suatu hari di Bulan Ramadhan, Imam Syafi’i mengajar sejak pagi sampai siang bolong. Saat mencapai tengah […]

  • MWCNU Margorejo Adakan Konferensi

    MWCNU Margorejo Adakan Konferensi

    • calendar_month Jum, 15 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Pada akhir tahun kemarin MWCNU Kec Margorejo mengadakan konferensi pergantian pengurus dengan harapan melalui pergantian pengurus ini MWCNU Kec Margorejo akan berkembang menjadi Majlis Wakil Cabang terbaik Se Kab Pati. Sebab kedepannya lembaga pendidikan milik NU akan di bangun di Kecamatan Margorejo.             “Konferensi kali ini menggunakan sistem Ahwa seperti MWCNU lainnya. Karena dengan pertimbangan […]

  • Cerita Ishaq, Santri yang Dapat Hadiah Peci dari Wagub

    Cerita Ishaq, Santri yang Dapat Hadiah Peci dari Wagub

    • calendar_month Kam, 23 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Ishaq, santri Kajen yang mendapatkan hadiah peci dari Wakil Gubernur Jawa Tengah, Gus Taj Yasin Maemun. MARGOYOSO –  Salah satu santri di pondok pesantren Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Pati, yakni Ishaq Junaidi, tak menyangka akan mendapatkan peci dari Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.  Saat itu, ia tengah menunggu antrean vaksinasi di Madrasah Alhikmah, […]

  • Strategi Menulis Opini dan Esai Bisa Pakai Dua Gaya Ini

    Strategi Menulis Opini dan Esai Bisa Pakai Dua Gaya Ini

    • calendar_month Sel, 5 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Semarang – Dalam menulis artikel populer (opini/esai), penulis bisa menggunakan dua gaya yaitu gaya teknokratis dan gaya sosiologis. Hal itu diungkapkan Kepala Sekolah SMP Tahfidz Al Furqon Karangawen Demak Junaidi Abdul Munif saat menjadi narasumber Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus Part 2 Gerakan Literasi Karya Tulis Jurnalistik bertema “Strategi Penulisan Artikel Populer (Opini/Esai) bertema Pendidikan” […]

  • Kebijakan Nadiem Makarim Belum Sesuai Delapan Indikator Ini

    Kebijakan Nadiem Makarim Belum Sesuai Delapan Indikator Ini

    • calendar_month Sab, 17 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Magelang – Bertempat di SMP Ma’arif Grabag, Kabupaten Magelang, Wakil Rektor I Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung Hamidulloh Ibda menegaskan bahwa kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) perlu terjun ke dunia politik. “Jadi tidak semuanya harus berkiprah di dunia pendidikan, entah jadi guru, dosen, peneliti, tapi sahabat-sahabati semua perlu ada yang terjun ke […]

expand_less