Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Islam Nusantara Di-Bahtsul Masail-kan

Islam Nusantara Di-Bahtsul Masail-kan

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 20 Nov 2015
  • visibility 471
  • comment 0 komentar

Majlis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Trangkil Pati mengadakan bahtsul masail atau forum kajian keagamaan yang mengkaji tentang Islam Nusantara di Masjid Al-Huda desa Pasucen Trangkil Pati kemarin.
Bahtsul Masail ini dipimpin oleh KH. Abdul Madjid selaku Wakil Rais Syuriyah MWCNU Trangkil. Peserta terdiri dari para kiai utusan ranting se-Kecamatan Trangkil. Pengurus MWCNU Trangkil, Ranting dan tokoh masyarakat juga aktif mengikuti, seperti Rais Syuriyah KH. Badruddin Syathibi, Ketua Tanfidziyah Bapak Taifur Alam, S.Ag., Bapak Sya’roni, M.Pd., K. Susanto, Bapak K. Nursalim, K. Rahmat, Bapak K. Nurkasio, K. Said, KH. Ihsan Shobari, K. Supandi, K. Irham Asmani, K. Ruhani, dan lain-lain.
Dalam Bahtsul Masail ini beberapa akademisi datang, yaitu Dr. H. Abdul Karim, H. Zumradi, M.Ag, dan Dr. Jamal Ma’mur, MA. Dalam perdebatan sengit tentang Islam Nusantara akhirnya disepakati bahwa Islam Nusantara adalah Islam ala Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyyah dengan sifat tasawwuth (moderat), tasamuh(toleran), infitah (inklusif), tawazun (seimbang), dan i’tidal(tegak lurus) yang dipraktekkan oleh Walisongo dan para ulama pendiri NU, seperti Hadlratussyekh KH. M. Hasyim Asy’ari.
Adapun metodologi yang digunakan Islam Nusantara adalah sebagai berikut: Pertama, berorientasi kepada tujuan hukum syariat (maqasidus syariah), yaitu menjaga agama, jiwa, harta, akal, dan keturunan. Kedua, menggunakan sumber-sumber hukum utama dan pengembangannya, seperti al-Qur’an, hadis, ijma’, qiyas, maslahah, istihsan, ‘urf, dan saddu al-dzari’ah. Ketiga, melakukan kontekstualisasi teks-teks fiqh. Keempat, verifikasi mana ajaran yang ushul (pokok) yang tidak berubah dan mana ajaran yang furu’ (cabang) yang bisa berubah. Kelima, menjadikan fiqh sebagai etika sosial, bukan hukum positif Negara.
Para peserta bahtsul masail dihimbau untuk mengembangkan manhaj istinbath hukum, dari qauli (tekstual) menjadi manhaji (metodologis) sesuai keputusan Munas Lampung tahun 1992 yang memperbolehkan bermadzhab secara manhaji dengan aplikasi kaidah fiqh (qawaid fiqhiyyah) dan kaidah ushul fikih (qawaid ushuliyyah) jika tidak ada pendapat ulama yang mampu menjawab masalah.
 Referensi yang digunakan juga harus bersifat jama’i(kolektif) yang saling melengkapi dalam satu rumusan yang komprehensif, karena masalah yang dijawab bersifat jama’i, tidak hanya berkaitan dengan satu hal saja.
Dalam bahtsul masail ini para peserta menjadi sadar bahwa mendakwahkan Islam harus mempertimbangkan konteks sosial yang ada supaya Islam bisa diterima dengan legowo. Para Walisongo, khususnya Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, dan Sunan Muria, sangat lihai membaca budaya lokal sebagai pintu masuk mendakwahkan ajaran-ajaran Islam.
Budaya lokal tidak dijadikan penghalang dalam berdakwah, justru sebagai senjata dalam berdakwah dengan memberikan sentuhan nilai-nilai Islam sehingga masyarakat tertarik dan masuk Islam tanpa paksaan, tapi dengan kesadaran dirinya sendiri. Tradisi selametan, manakiban, tahlil, halal bi halal, dan lain-lain merupakan karya sosial religius Walisongo yang harus dilestarikan karena mampu menggabungkan dimensi keislaman dan budaya lokal sebagai kekayaan bangsa yang luar biasa.
Bisa dibayangkan jika Walisongo datang kemudian melarang praktek-praktek budaya lokal yang ada, maka kemungkinan yang terjadi adalah perlawanan sengit masyarakat terhadap ajaran yang dibawa Walisongo. Islamisasi budaya yang menjadi strategi dakwah Walisongo terbukti efektif mengislamkan orang-orang Jawa yang sebelumnya memeluk ajaran Hindu-Budha. Walisongo mengikuti cara dakwah Nabi yang mengedepankan keteladanan dan kelembutan, tidak dengan paksaan dan permusuhan.(ni’)
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU - PATI Photo by allybally4b

    Perjalanan Ke Utara

    • calendar_month Rab, 29 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 494
    • 0Komentar

    Senja adalah waktu paling di tunggu. Selain pulang ke rumah, tentu ada waktu untuk rehat dan menikmati secangkir kopi. Sebelum kembali menjalani rutinitas harian dengan keluarga. Kedai Kopi adalah tempat tenang sekaligus asyik untuk sekadar melepas penat. Di Kedai kadang sendirian, sering pula dengan perempuan yang saya sayangi; Laberre Coffe menjadi langganan saat ini. Di […]

  • Sah! Alfi Yasin akan Pimpin Ansor Gabus sampai 2026

    Sah! Alfi Yasin akan Pimpin Ansor Gabus sampai 2026

    • calendar_month Sel, 21 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 589
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id. – Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Gabus melakukan konferensi pada Senin (20/5) malam di MA Miftahul Huda, Sugih Rejo, Gabus. Pemilihannya sendiri berlamgsung cukup singkat, yaitu mulai pukul 19.00 WIB dan usai pada 22.00 WIB. Konferensi ini, adalah untuk melahirkan ketua PAC GP Ansor Gabus periode 2024-2026. Melalui forum demokrasi ini, Miftah […]

  • 300 Sembako Lazisnu Didistribusikan untuk Marbot dan Yatama di Trangkil

    300 Sembako Lazisnu Didistribusikan untuk Marbot dan Yatama di Trangkil

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 422
    • 0Komentar

    PC Lazisnu memberikan paket sembako kepada anak-anak yatim. Tentu targetnya bukan hanya untuk anak yatim, namun lebih kepada wali yang merawat anak yatim tersebut. TRANGKIL-PC Lazisnu Kabupaten Pati kembali memberikan paket sembako. Kali ini Lazisnu beraksi di Kecamatan Trangkil. Dengan ditemani Pengurus Lazisnu tingkat MWC, Minggu (19/4) kemarin PC Lazisnu menghabiskan 300 paket sembako untuk […]

  • PCNU PATI - Pembukaan Kongres IPNU XX - IPPNU XIX Molor

    Pembukaan Kongres IPNU XX – IPPNU XIX Molor

    • calendar_month Sab, 13 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 643
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pembukaan Kongres IPNU XX – IPPNU XIX yang dilaksanakan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur mundur dari yang dijadwalkan, Jumat (12/8/2022). Sesuai jadwal, pembukaan dilaksanakan pukul 13.30 WIB. Namun, realitanya pembukaan dilaksanakan di 15.15 WIB.     Molornya pembukaan Kongres IPNU dan IPPNU ini dikarenakan kesepakatan para panitia dan tamu VIP untuk menunggu kehadiran […]

  • Madrasah Bertransformasi Digital, LP Ma’arif NU Pekalongan Latih Guru Coding dan AI

    Madrasah Bertransformasi Digital, LP Ma’arif NU Pekalongan Latih Guru Coding dan AI

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.388
    • 0Komentar

      Pekalongan – Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan Bidang Madrasah Ibtidaiyah (MI) menyelenggarakan Pelatihan Coding dan Artificial Intelligence (AI) selama dua hari, Selasa–Rabu (6–7/1/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Rumah Makan Kulu Asri, Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, dan diikuti oleh 105 guru MI di bawah naungan LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan. Pelatihan ini […]

  • Harlah ke-70, Pelajar NU Pati Harapkan IPNU Jadi Pelopor bagi Pelajar

    Harlah ke-70, Pelajar NU Pati Harapkan IPNU Jadi Pelopor bagi Pelajar

    • calendar_month Sab, 24 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 529
    • 0Komentar

      PATI – Tepat pada tanggal 24 Februari 2024, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’ (IPNU) berusia ke-70 tahun. Usia yang tidak muda lagi bagi sebuah organisasi. Oleh karena itu, Pimpinan Cabang (PC) IPNU Kabupaten Pati berharap momentum Harlah ke-70 tahun ini dapat membuat organisasi semakin matang, sehingga dapat terus mencetak generasi yang unggul. “Ini adalah momentum […]

expand_less