Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Tantangan NU Menuju Satu Abad

Tantangan NU Menuju Satu Abad

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 18 Feb 2016
  • visibility 566
  • comment 0 komentar

            Pada tanggal 31 Januari 2015 lalu, Nahdlatul Ulama baru saja berulang tahun yang ke 90tahun, dan kurang 10 tahun lagi NU akan memasuki usia satu abad. 90 tahun adalah usia kematangan suatu oragnisasi seperti NU. Kendati demikian, NU ke depan memiliki tantangan yang cukup serius yang perlu direspon dan dicarikan solusi secara konkrit, yaitu maraknya ideologi radikalisme dan memudarnya nasionalisme lesunya ekonomi masyarakat nahdliyin, dan dekadensi moralitas masyarakat. Tiga tantangan tersebut menurut hemat penulis menjadi problem besar bangsa Indonesia saat ini yang memperlukan partisipasi keaktifan NU dalam menyelesaikannya.
Sebagaimana kita saksikan di sejumlah daerah dan di berbagai media, gerakan radikalisme atau transnasional semakin mengecambah mengelilingi seluruh sudut kehidupan warga Indonesia. Gerakan keagaamaan yang bernuansa kekerasan (tatharruf) dan takfiri ini menyalahi hakikat ajaran Islam yang telah dibawa Nabi Muhammad Swa, yang menjunjung tinggi moralitas (akhlaqul karimah), toleransi (samhah) dan kedamaian serta cinta kasih bagi seluruh manusia (rahmatal lil’alamin). Ekses negatif yang timbul dari paham radikalisme adalah tereduksinya Islam menjadi agama yang seram, galak, intoleran, dan tidak humanis, serta memudarnya nasionalisme dalam diri masyarakat. Hal ini tentu mengancam terpecahnya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan pada pancasila dan UUD 1945. Padahal pancasila sebagai dasar negara menurut NU telah final, karena di dalam kelima silanya terkandung inti ajaran Islam, yaitu ketuhanan, keadilan, moralitas, persatuan, demokrasi, dan kesejaateraan sosial. Artinya, secara konsep Indonesia sebagai negara tidak perlu lagi ditentang dan diperdebatkan, sebab sudah sesuai dengan pesan Islam.  
Karena itu, dalam persoalan radikalisme, NU bisa menangkalnya dengan gerakan “ijtihad intelektual”. Ijtihad intelektual merupahan usaha deradikalisasi yang dilakukan melalui interpretasi terhadap esensi dan substansi ajaran agama Islam yang moderat, toleran, kontekstual dan akomodatif serta membuang interpretasi yang skriptualis dan literalis. Ijtihad intelektual dilakukan secara kolektif oleh para ulama, kiayi, tokoh masyarakat, mubaligh, asatidz, orang tua dan para guru melalui lembaga pendidikan, baik formal, informal maupun nonformal, seperti sekolahan, madrasah, perguruan tinggi, pesantren, masjid, mushollah, rumah, majlis ta’lim,  komunitas atau forum kajian ilmiah. Lembaga-lembaga pendidikan tersebut hendaknya melakukan rekonstruksi kurikulum yang bermuatan nilai-nilai Islam moderat, inklusif, toleran, akomodatif, dan nasionalisme serta merumuskan pendekatan dan metode yang efektif dalam mentranfer nilai-nilai tersebut.
Di samping itu, persoalan ekonomi sampai detik ini juga masih menjadi problem bangsa kita. Kemiskinan, pengangguran, dan PHK semakin bertambah jumlahnya. Bahkan, kemiskinan tak jarang menjadi faktor penyebab kemurtadan seorang muslim dan berpindahnya dari paham yang moderat menuju paham yang radikal. Dalam konteks ini, program ekonomi menjadi salah satu strategi lawan NU untuk merekrut dan mempengaruhi masyarakat. Karena itu, pemberdayaan ekonomi adalah solusi satu –satunya untuk mengurai keruwetan persoalan kelesuan ekonomi masyarakat nahdliyin dengan mendorong gerakan berwiraswasta, mendirikan koperasi-koperasi syari’ah, dan mengefektifkan program-program Laziznu (NuPreneur, NuCare, NuSkill, NuSmart). Ketiga agenda ini menjadi modal dan kekuatan besar NU menuju kemandirian ekonomi, baik secara jam’iyah maupun jama’ah.
Kemudian, dekadensi moral dan menurunnya religuisitas masyarakat saat ini juga menjadi problem akut kita bersama. Setiap hari di berbagai media masa terpampang berita pembunuhan, pencurian dan perampokan, pemerkosaan, narkoba, sek bebas, pergaulan bebas dikalangan  remaja, prostitusi, miras, pertengkaran antar warga, dan bentuk-bentuk tindakan amoral lainya. Realitas demikian tentu memprihatinkan dan seyogyanya kita terpanggil untuk ikut menyelasaikan atau minimal mengurangi kebobrokal moral yang ada.  Dalam kondisi demikian, NU melalui pesantren, madrasah, perguruan tinggi, masjid, mushalla, majlis ta’lim, dan organisasi kepemudaan secara massif dan senergis bisa melakukan perbaikan moral masyarakat, terutama moral generasi muda. Seluruh lembaga tersebut pelu diefektifkan dan direvitalisasi melalui optimalisasi pengurus lembaga, MWC, lembaga Banom, dan terutama pengurus Ranting yang berada di tengah-tengah masyarakat.   
Sudah saatnya NU dan Warga Nahdliyin menggeliat dan bergerak bersama-sama untuk menyelesaikan persoalan radikalisme, kemiskinan, dan kerusakan moral. Sejatinya NU memiliki modal yang besar untuk melakukan semua itu dengan jumlah pengikut mayoritas dan komplitnya unsur organisasi. Saat ini kita hanya butuh bersatu dan menyatukan persepsi. Semoga Allah Swt, senantiasa memberi NU dan warganya kekuatan dan perjalanan yang mudah dan berkah menuju satu abad  sebagai pilar peradaban Islam Indonesia yang  rahmatal lil’alamin .  (Oleh :R. Andi Irawan Penulis adalah Ketua LAKPESDAM NU Pati)
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MMH Tayu  mengadakan Kuliah Subuh dan dialog Ramadhan

    MMH Tayu mengadakan Kuliah Subuh dan dialog Ramadhan

    • calendar_month Kam, 30 Jun 2016
    • account_circle admin
    • visibility 740
    • 0Komentar

    Pati.  Bertempat di Masjid alun-alun Tayu ratusan siswa-siwsi MA Miftahul Huda Tayu mengadakan kuliah subuh dan dialog Ramadhan, 10/6, kemarin Kuliah subuh ini bertujuan untuk memberikan motivasi terhadap para siswa dan siswi, meskipun bulan puasa jangan sampai malas atau mengurangi kegiatan karena alasan lemas dan capek. Melalui siraman rohani ini, kita di ajak menyelami nikmatnya […]

  • Peluncuran Koin Muktamar NU

    Peluncuran Koin Muktamar NU

    • calendar_month Ming, 2 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 456
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati menegaskan dukungannya atas pelaksanaan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU).   Itu ditandai dengan peluncuran Koin Muktamar saat acara Tasyakuran Harlah ke-94 Nahdlatul Ulama di gedung PCNU Pati, Minggu (2/2/2020).   “Kemandirian NU menjadi harapan semua nahdliyin. Koin Mukmatar menjadi bagian gerakan kemandirian itu,” ujar Ketua Tanfidziyah PCNU Pati Kiai […]

  • IPNU/IPPNU Galakkan Sambung Silaturrohim Alumni

    IPNU/IPPNU Galakkan Sambung Silaturrohim Alumni

    • calendar_month Rab, 31 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 425
    • 0Komentar

    KAYEN-Pengurus Cabang IPNU/IPPBU melakukan kegiatan sambung silaturrohim alumni. Acara ini dimaksudkan agar hubungan antara pengurus dengan para alumni IPNU/IPPNU senantiasa terhubung. Foto bersama PC IPNU/IPPNU Pati dengan Ummi Nadziroh, salah satu alumni IPPNU Hal ini sangat penting untuk memahami jejak pergerakan organisasi dari masa ke masa. Selain itu, agenda ini bertujuan agar para kader IPNU/IPPNU […]

  • Ajarilah dengan Cinta

    Ajarilah dengan Cinta

    • calendar_month Jum, 16 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 589
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Ada sesuatu yang membuat saya menyadari bahwa anak-anak tak bisa jika dibentak. Mereka akan menjadi seorang yang penakut dan kemungkinan lainnya akan menjadi seorang pemberontak, nantinya. Mereka tak akan pernah mau patuh pada aturan atau perintah siapapun, termasuk kedua orang tuanya sendiri. Pengalaman yang saya alami saat tanpa sengaja saya membentak […]

  • DKC CBP-KPP Gelar Diskusi, Ini Hasilnya

    DKC CBP-KPP Gelar Diskusi, Ini Hasilnya

    • calendar_month Ming, 25 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 496
    • 0Komentar

      Para peserta diskusi yang terdiri dari DKC CBP-KPP IPNU IPPNU se-Kabupaten Pati sedang antusias menerima materi. PATI-Dewan Koordinasi Cabang Corps Brigade Pembangunan dan Korp Pelajar Putri (DKC CBP-KPP) IPNU IPPNU Pati menggelar diskusi di Aula Gedung NU Pati Lantai 3 pada Minggu (25/7). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pelatih CBP-KPP Se Kabupaten Pati. Matsna Zakiyatus […]

  • LP Ma’arif NU Jateng Siap Kirim Peserta Magang di Jepang

    LP Ma’arif NU Jateng Siap Kirim Peserta Magang di Jepang

    • calendar_month Sel, 2 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15.756
    • 0Komentar

    Pekalongan – Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) PWNU Jawa Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul berdaya saing global. Bersama Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dan IM Japan, LP Ma’arif NU Jawa Tengah dipercaya menyelenggarakan Pelatihan Tahap I Daerah Program Pemagangan ke Jepang yang berlangsung di SMK Syafi’i Akrom Kota […]

expand_less