Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Haul Mbah Mad Karim, Keluarga : Jangan Tinggalkan NU

Haul Mbah Mad Karim, Keluarga : Jangan Tinggalkan NU

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 20 Okt 2019
  • visibility 505
  • comment 0 komentar

GEMBONG-Habib Ali Zainal Abidin kembali hadir di Gembong untuk ke sekian kalinya. Kali ini, Minggu (20/10) Habib asal Jepara ini diundang oleh keluarga KH. Imam Shofwan untuk mengisi haul ke-36 KH. Muhammad Karim, ayah KH. Imam.

Dalam kesempatan tersebut, Habib Ali tidak hanya mengumandangkan sholawat, namun juga memberikan pencerahan kepada jama’ah. Ia berpesan agar selalu mencintai Nabi Muhammad SAW dan terus mengenang jasa para pendahulu. Dengan penuh hidmat, sekitar seribu jama’ah yang hadir memadati Ponpes Shofa Az Zahro’ tempat dimana agenda tersebut dilangsungkan, larut dalam suasana semarak.

Acara Puncak Haul ke-36 KH. Muhammad Karim bersama Habib Ali Zainal Abidin Jepara di Aula Ponpes Shofa Az Zahro’ Gembong, Minggu (20/10). (Foto : Idanov)

Rangkaian Haul ke-36 ini juga diisi dengan kegiatan-kegiatan lain seperti istighotsah, tahtimul qur’an dan ziarah massal yang telah dilaksanakan Jumat (18/10) hingga Sabtu (19/10). Sedangkan gema sholawat yang diisi oleh Habib Ali merupakan puncak acara sekaligus penutup.

Hadir pula Bupati Pati, Haryanto yang turut memberikan sambutan. Dalam sambutannya yang cukup singkat, ia sempat menyinggung soal jasa-jasa KH. Muhammad Karim dalam ranah pendidikan. Kapada para hadirin, Bupati berkumis tebal tersebut berpesan agar perjuangan para pendahulu seperi KH. Muhammad Karim ini dapat dilestarikan, sebab menurutnya menjaga hasil perjuangan juga merupakan salah satu tugas berat.

“Mari kita teladani KH. Muhammad Karim yang telah banyak berjasa dalam pendidikan. Kita juga harus mampu meneruskan perjuangan beliau” tuturnya.

Bupati Pati juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada para penyelenggara pendidikan swasta. Sebab menurutnya, pemerintah daerah tidak akan mampu menampung peserta didik secara keseluruhan tanpa bantuan lembaga pendidikan swasta.

KH. Muhammad Karim

KH. Muhammad Karim atau akrab disapa Mbah Mad Karim merupakan salah satu tokoh pendidikan, tokoh NU dan tokoh perjuangan melawan kolonialisme. Rumahnya pernah digunakan sebagai markas kedua Tentara Kita saat masa penjajahan Belanda dan Jepang. Hal ini sampai membuat nama Muhammad Karim menjadi DPO penjajah.

Kiprahnya di NU diawali paska kemerdekaan sebagai ketua ranting NU Gembong. Pun dalam hal pendidikan, santri KH. Salam Kajen ini juga pelopor pendidikan yang kini besar dan bernama Yayasan Al Ma’arif Gembong.

“Bapak saya pernah berpesan agar kami, anak-anaknya jangan sampai meninggalkan NU. Pesan ini saya sampaikan lagi kepada bapak-ibu, khususnya bagi santri Al Ma’arif dan Ponpes Shofa Az Zahro'” ungkap K. Sholikhin, putra bungsu Mbah Mad Karim dalam sambutan panitia siang tadi.(karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peran Enterprenuer Bagi Stabilitas Roda Organisasi

    Peran Enterprenuer Bagi Stabilitas Roda Organisasi

    • calendar_month Sel, 26 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 518
    • 0Komentar

    Jika melihat berdirinya NU dari segi sisi ekonomi yaitu bisa dilihat dari lahirnya Nahdatut tujjar (Kebangkitan Para Pedagang) pada tahun 1918. Gagasan ini berawal dari kecerdasan seorang KH. Wahab Chasbulah karena melihat NU akan bisa maju dan mempunyai kemandirian Embrio berdirinya NU berasal dari tiga organisasi. Masing-masing bergerak dalam bidang yang berbeda, Nahdlatut Tujjar pada […]

  • RMI-NU Pati Pertemukan 140 Pengasuh Pesantren

    RMI-NU Pati Pertemukan 140 Pengasuh Pesantren

    • calendar_month Sab, 10 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 786
    • 0Komentar

    MARGOYOSA-RMI (Rabithah Ma’ahid Islamiyah) NU kabupaten Pati, hari ini, Sabtu (10/8) mengadakan Silaturrahmi Pengasuh Pesantren untuk mendiskusikan program-program pemerintah yang berkaitan dengan pesantren. Suasana silaturrahim pengasuh pondok pesantren se-Kabupaten Pati di Ponpes Raudla at Thohiriyah, Kajen Acara yang berlangsung di Pesantren Raudlah At-Thohiriyah tersebut dihadiri sedikitnya 140 pengasuh pesantren se-kabupaten Pati. Turut hadir ketua Forum […]

  • Meriah, 3 Guru SMKN 4 Purworejo Ikuti Festival Panen Belajar PGP

    Meriah, 3 Guru SMKN 4 Purworejo Ikuti Festival Panen Belajar PGP

    • calendar_month Sel, 3 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 466
    • 0Komentar

    Purworejo – Program Pendidikan Guru Penggerak Kemdikbudristek Angkatan 11 memasuki acara puncak. Acara digelar secara serentak di kabupaten kota Provinsi Jawa Tengah mulai 28 November hingga 4 Desember 2024. Salah satunya di Kabupaten Purworejo. Acara yang berlangsung meriah ini bertempat di GOR SMA N 3 Purworejo. Acara yang bertajuk Pameran Pendidikan Panen Hasil Belajar ini […]

  • PCNU-PATI

    Bukan hanya PAC, Tambakromo Adakan Pelantikan 12 Ranting Serempak

    • calendar_month Sel, 14 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 428
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id TAMBAKROMO – PAC Fatayat NU Tambakromo menggelar agenda wajib, Pelantikan. Bukan hanya Anak Cabang, 12 Pimpinan Ranting Fatayat di kecamatan tersebut juga dilantik. Kegiatan tersebut dilangsungkan di Gedung Haji Tambakromo pada Ahad (12/3) mulai pagi hingga pukul 11.00 WIB. Dalam hal ini, MWC NU Tambakromo merespon positif agenda tersebut. Bahkan pengurus MWC di tingkat […]

  • Gus Muwaffiq Hadir di Gembong? Ini Jawaban Panitia

    Gus Muwaffiq Hadir di Gembong? Ini Jawaban Panitia

    • calendar_month Kam, 25 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 483
    • 0Komentar

    GEMBONG-Isyu akan hadirnya seorang kiai nyentrik, Gus Muwaffiq di Gembong kian menggema. Beberapa pecinta Gus asal Jogja ini mulai mempertanyakan kebenaran kabar burung ini. Namun tidak seorangpun bisa memberikan jawabab pasti. Entah darimana info ini beredar, yang jelas masyarakat menginginkan kejelasan akan berita ini. Dari kiri : K. Sholikhin (ketua MWC-NU Gembong), M. Subhan (ketua […]

  • NU dan Wirausaha Masyarakat

    NU dan Wirausaha Masyarakat

    • calendar_month Jum, 17 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 519
    • 0Komentar

    Sejak berdirinya tahun 1926, Nahdlatul Ulama menjadi organisasi Islam terbesar di Indonesia. NU mempunyai keunikan tersendiri karena berbasis di pedesaan (urban-based organization), unggul dalam mengembangkan pendidikan Islam tradisional, yaitu pesantren yang tersebar terutama di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimatan Selatan, Sulawesi Selatan dan Mataram. Hal ini menyakinkan kita semua bahwa NU memang organisasi […]

expand_less