Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Peluncuran Koin Muktamar NU

Peluncuran Koin Muktamar NU

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 2 Feb 2020
  • visibility 352
  • comment 0 komentar

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati menegaskan dukungannya atas pelaksanaan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU).

 

Itu ditandai dengan peluncuran Koin Muktamar saat acara Tasyakuran Harlah ke-94 Nahdlatul Ulama di gedung PCNU Pati, Minggu (2/2/2020).

 

“Kemandirian NU menjadi harapan semua nahdliyin. Koin Mukmatar menjadi bagian gerakan kemandirian itu,” ujar Ketua Tanfidziyah PCNU Pati Kiai Yusuf Hasyim.

 

Tayaskuran diikuti jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU, Majelis Wakil Cabang (MWC), dan badan otonom (Banom) NU yakni GP Ansor, Muslimat, Fatayat, IPNU, IPPNU, dan lainnya.

Yusuf mengatakan, gerakan Koin Muktamar yang dikelola Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) akan menjangkau seluruh wilayah di Kabupaten Pati. Tidak hanya di tingkat MWC (kecamatan), tetapi hingga menyentuh level ranting (desa/kelurahan).

 

“Mukmatar NU yang akan berlangsung di Lampung pada Oktober tidak meminta bantuan pemerintah. Karena itu, nahdliyin di segala penjuru ikut berkontribusi dari sisi pendanaan dan dalam bentuk dukungan lain,” ujarnya.

 

Lebih lanjut dia menjelaskan, berdasar informasi sampai saat ini gerakan Koin Muktamar telah menghimpun dana lebih dari Rp 5 miliar. Jumlah tersebut akan bertambah lantaran belum semua daerah Koin Muktamar belum tuntas.

 

“Itu belum termasuk beras dan bantuan dalam bentuk lain yang dikumpulkan warga NU di seluruh Lampung. Bantuan makanan itu tidak hanya untuk peserta Muktamar tetapi juga disediakan bagi warga NU dari seluruh penjuru Indonesia yang ikut meramaikan Muktamar,” katanya.

 

Dalam kesempatan itu Yusuf juga menekankan sejumlah gerakan yang harus dilakukan secara massif. Gerakan dakwah dengan memanfaatkan berbagai ruang dan media menjadi penekanan khusus.

 

Yusuf mengemukakan, dakwah yang menjadi bagian gerakan keagamaan (harakah diniyah) tidak sebatas di forum nahdliyin. Menurutnya, gerakan dakwah harus diperluas ke ruang publik dan ruang digital.

 

“Media sosial menjadi ruang yang perlu dimanfaatkan dalama harakah diniyah. Pesan keagamaan yang menjernihkan dan menyejukkan harus lebih massif disampaikan,” tandasnya.

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Turi Atmoko, A’wan PCNU Pati Meninggal Dunia

    Turi Atmoko, A’wan PCNU Pati Meninggal Dunia

    • calendar_month Jum, 9 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 298
    • 0Komentar

    Turi Atmoko, ketua BPKAD Kabupaten Pati yang wafat pada Jumat (9/7) pukul 18.45 WIB.  GABUS-Kabar duka menyelimuti warga nahdliyyin Pati. Salah satu A’wan PCNU Pati, Turi Atmoko meninggal dunia, Jumat (9/7).  Pria yang juga merupakan kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten tersebut menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 18.45 WIB petang tadi.  Turi […]

  • Pelajar NU untuk Bangsa

    Pelajar NU untuk Bangsa

    • calendar_month Jum, 10 Feb 2017
    • account_circle admin
    • visibility 487
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pengurus Cabang IPNU dan IPPNU mengadakan Pendidikan dan Latihan sebagai salah satu faktor penting dalam kehidupan dan jalannya roda regenerasi dalam sebuah Organisasi. Yang mana dalam DIKLAT tersebut terjadinya proses regenerasi dan transfer ilmu pengetahuan serta doktrin awal tentang organisasi. Tidak terkecuali Corp Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) yang merupakan […]

  • Adzan Dua Kali Menjelang Sholat Jum’at

    Adzan Dua Kali Menjelang Sholat Jum’at

    • calendar_month Sen, 28 Apr 2014
    • account_circle admin
    • visibility 543
    • 0Komentar

    Adzan Dua Kali Menjelang Shalat Jum’at Pada awalnya untuk menandai datangnya shalat Jum’at dikumandangkan adzan satu kali, yaitu ketika khatib sedang duduk di mimbar. Praktek demikian berlangsung sejak jaman Rasulullah hingga Khalifah Umar bin Al Khatthab. Kemudian saat menjabat khalifah, Utsman bin Affan menambahkan satu adzan yaitu sesaat sebelum khatib naik mimbar. Hal itu dia […]

  • Hujan Siang, dengan Mendung Pekat. Photo by Lyndon Li on Unsplash.

    Hujan Siang, dengan Mendung Pekat

    • calendar_month Ming, 24 Des 2023
    • account_circle admin
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Oleh : J. Intifada Mendung pekat siang ini. Cuaca panas tak dirasakan lagi. Tiap kali awan pekat datang terkadang hanya sekedar lewat saja. Sedang sungai-sungai telah mengering. Sumur-sumur sudah kehabisan sumbernya. Masyarakat mulai mencari bantuan. Hujan siang ini begitu membawa harapan. Halaman depan rumah dan seluruh kota merasakan kesejukan. Sejuknya seperti lama tak jumpa. Derasnya […]

  • white concrete building during daytime

    Santri dan Literasi

    • calendar_month Sab, 25 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 333
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Pesantren pada umumnya merupakan model pendidikan yang menekankan pada khazanah keilmuan kitab kuning dan ilmu agama. Sehingga pesantren lebih terkenal di lingkungan masyarakat sebagai lembaga pendidikan non formal yang fokus pada pendidikan keagamaan dan pendidikan karakter terhadap para santri. Sedangkan santri sendiri di dalam pondok pesantren merupakan salah satu unsur penting yang […]

  • Memandikan Jenazah sambil Membaca Dzikir

    Memandikan Jenazah sambil Membaca Dzikir

    • calendar_month Ming, 14 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 692
    • 0Komentar

      Pertanyaan : Disuatu daerah ada orang yang saat memandikan jenazah sambil membaca asma’ul husna, tasbih dan dzikir-dzikir yang lain.Apakah hal itu diperbolehkan syara`? Jawaban :Syeikh isma’il zain al-yamaniy al-makkiymenyebutkan dalam kitab kumpulan fatwanya ;Qurrotul ‘Ain : Bahwa membaca tahlil, tasbih dan dzikir-dzikir yang lain saat memandikan jenazah dan prosesi tajhiz yang lain ( seperti […]

expand_less