Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Menuju Amil Lazisnu yang Profesional dan Kreatif

Menuju Amil Lazisnu yang Profesional dan Kreatif

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 1 Nov 2020
  • visibility 194
  • comment 0 komentar

 

KH MA Sahal Mahfudh (Mbah Sahal) dikenal berhasil dalam mengembangkan zakat, infaq serta sedekah yang berhasil membangun ekonomi warga Kajen, Pati dan sekitarnya. Hal itu menjadi salah satu alasan dari Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Pati, Jawa Tengah untuk menyelenggarakan pelatihan Madrasah Amil pada Ahad (1/11).

 

 

“Keberhasilan Mbah Sahal dalam mengembangkan zakat, infaq, serta sedekah yang mana bisa membangun ekonomi warga menjadi salah satu alasan untuk menyelenggarakan Madrasah Amil ini,” ungkapnya Ketua LAZISNU Pati Muhammad Niam.

 

 “LAZISNU Pati sedang menyukseskan program Koin Muktamar dan Koin NU di Pati. Selain itu, kami juga melakukan pengelolaan zakat, infaq, dan sedekah warga NU di Pati,” tambah Niam.

 

Kegiatan yang bertempat di kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Winong Pati, Jawa Tengah ini, hadir pula Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati KH Yusuf Hasyim yang turut membuka kegiatan itu.

 

 Ia menyebutkan bahwa ada dua kekuatan utama yang bisa dimaksimalkan dalam mewujudkan kemandirian umat.

 

 

“Nahdlatul Ulama memiliki dua kekuatan, pertama jamaah, kedua jamiyah,” kata Kiai Yusuf Hasyim.

 

“Alasan disebut saling berkaitan adalah karena jamiyah tidak akan bisa berjalan tanpa adanya jamaah. Sedangkan jamaah juga akan kacau bila tidak ada jamiyah yang solid,” lanjutnya.

 

Dikatakannya, problematika yang sering terjadi saat ini adalah adanya sebagian jamaah yang enggan melaksanakan instruksi organisasi.

Ia menambahkan bahwa jamaah dan jamiyah harus saling bersinergi sehingga bisa menyukseskan tujuan dari program yang mau dijalankan.

 

Fenomena itu hingga kini perlu adanya perhatian sebab manajemen yang kurang profesional bisa menyebabkan jamaah tidak terlayani dengan baik oleh jamiyah. Dengan itu, ia mengingatkan kepada segenap pengurus NU, baik badan otonom (banom) maupun lembaga di masing-masing tingkatan untuk bisa melayani para jamaah dengan baik.

 

 

 

“Kalau jamaah yang ada ini tidak terlayani, maka jangan kecewa kalau dia akan melayani dirinya sendiri bahkan malah dilayani oleh jamiyah lain,” jelasnya.

 

Salah satu kunci agar jamiyah bisa terus melayani jamaah itu terletak ada pada peran LAZISNU. Untuk itu, dirinya memberi dorongan agar LAZISNU bisa memiliki manajemen yang baik sehingga mampu melayani jamaah dengan baik pula.

 

 

 

“LAZISNU adalah langkah awal untuk menuju kemandirian. Jika jamaah sudah terlayani maka mereka akan bergerak sendiri,” terang Kiai Yusuf Hasyim.

 

Bentuk manajemen yang baik itu bisa dimulai dari segi kesehatan, sosial-ekonomi, sehingga terbentuk kemandirian yang diharapkan oleh banyak pihak bisa terwujud.

 

“Pengelolaan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) harus dijalankan secara profesional dan dengan manajemen yang baik,” pungkasnya.

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Santri Kilat dan Santri Virtual Ramadan

    • calendar_month Sab, 6 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Setiap Ramadan, bahkan setiap hari, saya rajin menonton video Youtube para kiai-kiai yang saya kenal. Selain sosok kiai mainstream seperti Gus Baha, Gus Mus, Gus Ulil, saya sering menonton live streaming dari sejumlah channel dan kiai-kiai saya dulu seperti Kiai Muslim Assalamy, Kiai Kholilulrahman, Kiai Umar, dan lainnya yang aktif ngaji secara […]

  • city beside body of water during daytime

    Ilusi Kaum Kota: Slow Living di Desa

    • calendar_month Kam, 6 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 427
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Desa memang cenderung lebih unggul dibandingkan kota dalam urusan kualitas udara. Jumlah kendaraan berbahan bakar fosil dan industri makro yang sedikit menjadikan desa tempat yang baik untuk bernapas. Masyarakatnya juga punya kepedulian tinggi dan ramah-ramah. Gedung-gedung belum menjamah sampai ke sana, sehingga view alamnya lebih natural, tanpa solek bangunan tinggi. Nilai […]

  • PCNU - PATI Photo by Madrosah Sunnah

    Shodaqohnya WTS

    • calendar_month Ming, 26 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Seandainya WTS tersebut shodaqoh kepada faqir miskin atau masjid, sah atau tidakkah shodaqohnya ? Jawaban : Shodaqohnya tidak sah, karena syarat sahnya shodaqoh adalah halalnya harta yang disedekahkan. Referensi : Mau`idhot al-mu`minîn, Juz. 2 hal. 365 Faidl al-qodîr, Juz. 6 hal. 511 Bughyat al-mustarsyidîn, hal. 158-159

  • PCNU-PATI Photo by Igor Omilaev

    Kesalingan Bekerja di Rumah

    • calendar_month Jum, 10 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 352
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Pagi ini saat saya menjemur pakaian, saya melihat pemandangan yang menyejukkan mata. Tiga orang laki-laki beda generasi yang menjadi tetangga saya sedang mengerjakan pekerjaan rumah. Ada yang menyapu dan mengepel. Mereka terlihat begitu enjoy mengerjakan pekerjaan yang selalu tersematkan hanya untuk perempuan itu. Ketika menyaksikan itu saya mengulas senyum. Sebab dilingkungan […]

  • PCNU-PATI Photo by Masjid Pogung Dalangan

    Nur Sa’id Sosok Kyai Penebar Manfaat

    • calendar_month Jum, 17 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 364
    • 0Komentar

    Oleh : Zahra Aulia Nifatun Khasanah/Faiz Fikril Abror, M.Hum KH. Nur Sa’id adalah tokoh agama masyarakat dan Ulama di daerah Pati Kidul. Sosok yang dikenal di masyarakat, terutama masyarakat Mojolawaran dan Kuryokalangan. Beliau lahir pada tahun 1936 di Desa Sundoluhur Kecamatan Kayen Kabupaten Pati dari pasangan Bapak Sujono dan Ibu Muzariah. Beliau memiliki 6 saudara […]

  • FKPT Jateng Berperan dalam Penyusunan Instrumen Deteksi Dini Keterpaparan Anak

    FKPT Jateng Berperan dalam Penyusunan Instrumen Deteksi Dini Keterpaparan Anak

    • calendar_month Kam, 19 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.548
    • 0Komentar

      Semarang – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah turut berperan aktif dalam pembahasan penyusunan Instrumen Deteksi Dini Keterpaparan Anak dalam Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme melalui Bendahara FKPT Jateng Siti Maemunah dan Sekretaris FKPT Jateng Rahmad Winarto. Kegiatan ini digelar di Ruang Rapat Lantai 2 Bakesbangpol Provinsi Jawa Tengah, Rabu (11/2/2026), mulai pukul 10.00 […]

expand_less