Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Apologi Non-Muslim untuk Merumat Persatuan

Apologi Non-Muslim untuk Merumat Persatuan

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 1 Des 2021
  • visibility 345
  • comment 0 komentar

Oleh : Maulana Luthfi Karim*

1624432014-1472589
Foto : NU Online

Craig Considine, pendeta Nasrani berkebangsaan Amerika sempat berprasangka negatif terhadap islam. Bagaimanapun, citra islam terbentuk dari media massa yang menggiring opini publik untuk melakukan penilaian sepihak, terorisme.

Di barat, kecenderungan islamophobia telah berhasil mengintegrasi atau setidaknya menyejajarkan antara islam dengan ISIS, islam dengan Bin Leiden, dan islam dengan terorisme. Kamera media plus artikel-artikel yang mendukung asumsi ini bak penyedap rasa untuk kian meyakinkan masyarakat non muslim kontradiktif terhadap islam. 

Tidak bisa dipungkiri bahwa memang benar adanya sekelompok golongan internal islam yang ‘sukses’ mencitrakan islam sebagai agama yang sangar, penuh kebencian dan non islam sama dengan halal darahnya. Redaksi-redaksi semacam ini menjadi pemicu kebencian barat terhadap islam. Apalagi, Amerika dan Eropa telah menjadi sasaran empuk bagi kalangan yang belakangan dikenal sebagai islam radikal ini untuk melakukan klaim kafir dan halal dibunuh. 

Craig, awalnya juga berfikir demikian, sebelum akhirnya ia menemukan secercah cahaya saat ia menjadi mahasiswa Prof. Akbar Ahmed di American University. Pandangan lamanya terhadap islam kian luntur seiring perkenalannya dengan sang profesor. 

Ia semakin tersadar bahwa keyakinannya selama ini hanyalah permukaan. Sementara, ada yang lebih dalam dari itu. 

Melalui proses ‘perkenalan’ yang panjang, pada akhirnya ia berani mendeklarasikan bahwa Muhammad adalah nabi cinta, dan golongan internal islam yang berdakwah dengan senjata hanyalah dampak dari kesalahfahaman tafsir. Lebih jauh, jika penulis boleh menambahkan, mereka adalah korban politisasi agama. 

Demi mengubah cara pandang barat terhadap islam, Craig merelakan dirinya menjadi tumbal kebenaran. Ketika ia memproklamirkan gerakan apologi islam, dua kubu sekaligus menghantam dirinya. 

Tak sedikit agamawan nasrani dan bangsa Eropa-Amerika lain yang menghujat Craig akibat langkah berani ini. Ia dinilai telah terlalu jauh membela islam. Sementara di mata muslim, statusnya sebagai seorang pendeta pun dipermasalahkan. Jika cinta dengan nabi, kenapa tak masuk islam saja? Namun Craig tetap bertahan. (Untuk mengetahui argumentasi Craig, silakan cari di buku Muhammad Nabi Cinta karya Craig Considine).

Kembali pada apologis islam. Craig menilai bahwa apologia mempunyai makna pembelaan. Artinya, gerakan yang sedang ia garap bukan hanya sebuah demo, namun kerja nyata. Melalui beragam karya, ia telah banyak menyadarkan sarjana barat untuk hijrah dari pandangan sempit terhadap islam, agama minoritas di Eropa dan Amerika. 

Membaca karya-karya Craig, penulis merasa semakin berdosa jika tidak melakukan hal serupa dalam konteks Indonesia. Apologis non muslim, misalnya. 

Penulis tidak sedang menuju perjalanan murtad, namun, pembelaan yang penulis maksud (sama halnya yang digagas oleh Craig), adalah pembelaan hak-hak non islam sebagai warga negara dan minoritas. 

Aqidah, secara paten mengajarkan tentang kebenaran mutlaq islam. Namun kita mungkin belum sempat membayangkan bahwa di agama lain juga mengimani ajaran serupa, sehingga kita sebagai mayoritas sering kelewatan dalam ‘menikmati’ hak beragama. 

Perobohan tempat ibdadah, diskriminasi agama, ujaran kebencian terhadap etnis atau pemeluk agama lain telah menjadi makanan sehari-hari yang dihidangkan secara uncontrolled di media sosial. 

Hal ini justru menjauhkan misi islam rahmatan lil alamin yang telah dibangun oleh Nabi Muhammad SAW. Semakin dihina dan dicaci orang akan semakin kabur dari kita.

Bukan sekadar kabur, namun metode dakwah semacam ini tentu akan menimbulkan konflik berkepanjangan. Maka, dalan situasi genting ini, penulis berkeinginan untuk memotong mata rantai kebencian terhadap agama lain. 

Meminjam, istilah Gus Yaqut, kita memiliki hak beragama, namun hak kita juga dibatasi oleh hak orang lain. Dengan redaksi yang lebih konkret, sudah selayaknya kita tidak hanya menghargai hak orang lain, namun juga membela hak-hak mereka.

Sekali lagi, apologis non-muslim yang penulis gagas semata-mata untuk membela hak non islam, yang juga membela amanat UUD 1945, bukan membenarkan akidah mereka. Toh, dengan dakwah yang halus, bisa mengikis prahara diversitas religi diantara kita. Ahirul kalam, lakum diinukum waliya diin, wallahu a’lam bish showaab.

*Aktivis muda NU, owner AyamAyam

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puncak Peringatan HSN 2025, NU Tambakromo Gelar Pengajian dan Sholawat

    Puncak Peringatan HSN 2025, NU Tambakromo Gelar Pengajian dan Sholawat

    • calendar_month Ming, 26 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.131
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Tambakromo menggelar pengajian dan sholawat akbar sebagai puncak rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri, yang dilaksanakan Minggu, (26/10/2025) di Desa Pakis Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan meriah ini menghadirkan Habib Hamid bin Sholeh Baagil […]

  • Anjuran dan Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah

    Anjuran dan Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah

    • calendar_month Jum, 9 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 523
    • 0Komentar

    Jumat, 8 Dzulhijjah (9/8) dan Sabtu, 9 Dzulhijjah (10/8) umat islam di dunia diisunnahkan untuk berpuasa tarwiyah dan arofah. Dua puasa sunah Tarwiyah dan Arafah sangat dianjurkan bagi umat muslim agar dapat turut merasakan nikmatnya seperti yang dirasakan oleh para jama’ah haji. Di bulan terakhir penanggalan Hijriyyah ini, umat muslim melaksanakan agenda besar yaitu ibadah […]

  • PCNU-PATI

    Lagi, Pendekar PN Serbu Waduk Gembong

    • calendar_month Kam, 29 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 381
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id GEMBONG – Waduk Seloromo, Gembong lagi-lagi dijadikan lokasi UKT (Ujian Kenaikan Tingkat) PC Pagar Nusa Pati. Kegiatan yang melibatkan seratusan peserta ini dilangsungkan Kamis (29/12) pagi hingga petang.  Menurut Suwarto, Ketua PC Pagar Nusa Pati, para peserta antusias mengikuti UKT di Gembong karena lokasinya yang luas dan pemandangannya yang indah.  Bahkan, Hidayah, salah satu […]

  • NU PEDULI MWCNU Tambakromo Serahkan Donasi ke Posko Induk NU Peduli PCNU Kabupaten Pati

    NU PEDULI MWCNU Tambakromo Serahkan Donasi ke Posko Induk NU Peduli PCNU Kabupaten Pati

    • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.920
    • 0Komentar

      NU Peduli MWCNU Tambakromo menyerahkan bantuan donasi kepada Posko Induk NU Peduli PCNU Kabupaten Pati pada Sabtu, 24 Januari 2026. Kegiatan penyerahan donasi ini berlangsung di Posko Induk NU Peduli PCNU Kabupaten Pati dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan. Donasi diserahkan langsung oleh Nasir selaku Ketua NU Peduli MWCNU Tambakromo dan diterima oleh admin […]

  • KAAP Sedulur Pati Fodation Helat Santunan Yatim dan Khitan Massal Gratis

    KAAP Sedulur Pati Fodation Helat Santunan Yatim dan Khitan Massal Gratis

    • calendar_month Sen, 21 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 455
    • 0Komentar

    Nashiruddin (kanan) memberikan doorprize kepada salah satu peserta kegiatan sosial KAAP Sedulur Pati Fondation TAYU – Ramadhan didepan mata. Di berbagai daerah, ummat islam menyambut bulan suci ini dengan sukacita. Beragam acara dilakukan demi menggelar karpet merah untuk Ramadhan.  Salah satunya, dilakukan oleh KAAP Sedulur Pati Fondation yang bekerjasama dengan Pemkab Pati dan Pemdes Purworejo. […]

  • Unik! Ditengah Ramadhan, Pelajar NU Margoyoso Gelar Ngaji Budaya

    Unik! Ditengah Ramadhan, Pelajar NU Margoyoso Gelar Ngaji Budaya

    • calendar_month Sen, 25 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 425
    • 0Komentar

    MARGOYOSO – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kecamatan Margoyoso menggelar Gebyar Ramadan dan Workshop Kebudayaan. “Ngaji Budaya” bersama sejarawan muda Pati ini bertempat di Aula Serbaguna Kecamatan Margoyoso, Minggu (24/4/2022) Puluhan delegasi dari pimpinan ranting sekecamatan Margoyoso memadati lokasi dengan penuh antusias. Acara tersebut diisi […]

expand_less