Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Resep Ampuh Mbah Bisri Untuk Menjadi Penulis Produktif

Resep Ampuh Mbah Bisri Untuk Menjadi Penulis Produktif

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 26 Mar 2022
  • visibility 461
  • comment 0 komentar

 

Menulis merupakan salah satu bentuk ketrampilan dengan cara mengungkapkan gagasan, ide, perasaan melalui bentuk tulisan. Sedangkan aktivitas menulis bisa terbentuk apabila diimbangi dengan memperbanyak membaca dan terus berlatih untuk menulis. Karena esensi menulis pada dasarnya merupakan sebuah bentuk komunikasi yang harus dituangkan dalam bentuk tulisan. Maka dengan begitu, tradisi menulis baik di sekolah, pesantren, dan di masyarakat akan terus berjalan apabila budaya membaca dan menulis sudah menjadi kebutuhan dan kegiatan rutinitas bagi mereka.

Dalam hal ini, salah satu kiai yang sangat penting untuk diteladani berkaitan dengan tradisi menulis adalah KH. Bisri Mustofa Rembang. Beliau adalah ayahanda KH. Mustofa Bisri atau yang lebih kita kenal dengan panggilan Gus Mus. KH. Bisri Mustofa merupakan sosok kiai yang produktif dalam bidang tulis-menulis pada zamannya. Hal ini dijelaskan menurut salah satu putra beliau KH. M. Cholil Bisri bahwa “karangan-karangan beliau yang sudah dicetak  jumlahnya ada 276 judul dan semuanya sudah dijual ke penerbit.”  Hal ini menunjukkan semangat untuk menulis dan terus berkaya selalu melekat pada diri beliau, sehingga menulis bagi beliau sudah seperti bernafas.

Etos dalam dunia tulis-menulis yang dibawa oleh Mbah Bisri sapaan akrab KH. Bisri Mustofa, memang patut untuk dijadikan teladan. Dalam keadaan apa pun, baik itu di rumah, di perjalanan, di hotel, dan bahkan di dalam mobil, beliau tetap selalu menulis. Beliau menulis didasari dengan rasa senang. Rasa senang membuat aktivitas apa pun yang dilakukan beliau menjadi enak dan menyenangkan untuk dijalani. Sehingga, menulis bagi beliau sudah menjadi rutinitas untuk mendapatkan keberkahan dan reziki.

Apa sebenarnya resep ampuh yang dilakukan oleh Mbah Bisri sampai sedemikian produktif? Gus Mus pernah bercerita, suatu ketika Mbah Bisri bertemu dengan Kiai Ali Maksum Krapyak. Mereka berdua berbincang-bincang.

“Apa sih resep sampeyan bisa begitu produktif menulis, sementara saya setiap kali mau menyelesaikan tulisan selalu gagal di pertengahan jalan? Sedangkan kalau soal kealiman, Insya Allah saya tidak kalah dari sampeyan,” ujar Kiai Ali Maksum. Mendengar pertanyaan tersebut, jawaban Mbah Bisri cukup mengejutkan. “Lha soalnya sampeyan menulis lillahi ta’ala sih!” Kiai Ali Maksum kemudian bertanya kembali. “Lha kiai kok noatnya tidak lillahi ta’ala, terus niatnya apa?”  

“Saya niat menulis itu nyambut gawe. Saya seperti halnya penjahit. Lihatlah penjahit, walaupun ada tamu, penjahit tidak akan berhenti menjahit. Dia menemani tamunya sambil terus menjahit, jika tidak, dia tidak bisa makan. Saya juga begitu. Kalau diawali dengan niat mulia, setan akan mengganggu sampeyan dan tulisan sampeyan tidak akan selesai. Nanti kalau tulisan sudah jadi, dan akan diserahkan ke penerbit, baru kita niati yang mulia-mulia, linasyril ‘ilmi misalnya. Jadi, setan perlu kita tipu,” jawab Mbah Bisri panjang lebar.

Potret Mbah Bisri sebagai seorang kiai yang sangat produktif dalam bidang menulis, penting untuk dijadikan teladan. Sekarang ini memang semakin banyak kiai yang produktif menulis. Akan tetapi, harus diakui bahwa jumlah kiai yang menekuni dunia literasi masih sangat sedikit dibandingkan keseluruhan jumlah kiai yang ada. Padahal, dari sisi khazanah pengetahuan yang dimiliki, para kiai tersebut jelas memiliki modal berlimpah untuk menulis. Mungkin hanya kebiasaan dan kemauan untuk menulis saja yang harus ditumbuhkembangkan. Karena menulis membutuhkan ketekunan dan keseriusan.

Oleh karena itu, untuk bisa menjadi penulis yang produktif, perlu kiranya niat kita pertama harus kita luruskan, jangan langsung lillahi ta’ali, melainkan untuk nyambut gawe. Sebagaimana tadi dijelaskan oleh Mbah Bisri. Baru setelah tulisan sudah jadi, dan akan diserahkan ke penerbit, baru kita niatilillahi ta’ala atau niat yang mulia. Dengan begitu, produktivitas dalam dunia tulis-menulis santri akan terus terjaga dan menghasilkan sebuah karya. (Siswanto, Pecinta Buku)

 

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PAC GP Ansor Tambakromo Bersholawat, Jadi Pembuka Rangkaian Konferancab X

    PAC GP Ansor Tambakromo Bersholawat, Jadi Pembuka Rangkaian Konferancab X

    • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 524
    • 0Komentar

      Tambakromo, 30 Agustus 2025 – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Tambakromo telah sukses menyelenggarakan acara akbar “PAC GP Ansor Tambakromo Bersholawat” pada Jumat malam, 29 Agustus 2025. Acara yang mengusung tema “Satu Barisan Membangun negeri” dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia dan Maulidurrasul Muhammad SAW serta selapanan PAC GP […]

  • ‎Mensos Launching Program NU Pendidikan PWNU Jawa Tengah

    ‎Mensos Launching Program NU Pendidikan PWNU Jawa Tengah

    • calendar_month Kam, 9 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.961
    • 0Komentar

    ‎Semarang – Bertempat di MG Setos Hotel Semarang, Menteri Sosial Republik Indonesia Drs. KH. Saifullah Yusuf (Gus Ipul), secara resmi melaunching Program NU Pendidikan PWNU Jawa Tengah pada Kamis (9/4/2026). ‎ ‎Hal itu terungkap dalam rangkaian kegiatan Halalbihalal dan Launching Program NU Pendidikan PWNU Jawa Tengah kerjasama antara LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, LAZISNU […]

  • PCNU-PATI Photo by Harmoni Widiya

    (Ter)bedah Buku

    • calendar_month Rab, 14 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 425
    • 0Komentar

    Oleh: Niam At Majha Hari ini, sejak malam tadi adalah jadwal saya untuk menulis di setiap Rabu. Sebuah aktifitas sederhana untuk mengejawantahkan segala renik-renik pemikiran yang bersarang di kepala. Dan soal buah pemikirannya nanti bagus atau pun tak tergantung siapa yang membaca dan mengomentarinya. Terpenting yaitu rutinitas di hari Rabu harus tetap berjalan, bagaimana pun, […]

  • Forum Diskusi Santri : Santri Bisa Jadi Apa Saja

    Forum Diskusi Santri : Santri Bisa Jadi Apa Saja

    • calendar_month Sel, 29 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 549
    • 0Komentar

    WEDARUJAKSA-Momen Hari Santri Nasional yang berdekatan dengan Hari Sumpah Pemuda dimanfaatkan oleh para peserta didik Yayasan Pendidikan Bustanul Ulum, Pagerharjo, Wedarijaksa. Peserta didik yang tergabung dalam Himpunan Siswa Bustanul Ulum ini menggelar diskusi publik pada Senin (28/10) kemarin. Acara bertajuk Forum Diskusi Santri (Santri Indonesia untuk Perdamaian Bangsa) tersebut menghadirkan para praktisi dari berbagai latar […]

  • Forsimasu Gelar Expo Kampus, Beberkan Informasi Seputar Kampus

    Forsimasu Gelar Expo Kampus, Beberkan Informasi Seputar Kampus

    • calendar_month Ming, 23 Jan 2022
    • account_circle admin
    • visibility 420
    • 0Komentar

    Syamsul Ma’arif, dengan penuh semangat memaparkan materi dalam acara Expo Kampus Formasu PATI – Forum Silaturahmi Mahasiswa Silahul Ulum (FORSIMASU) menggelar kegiatan expo kampus bagi para siswa MA Silahul Ulum, Minggu (23/1). Expo Kampus tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk membantu para siswa dalam memperoleh informasi terkait dunia kampus. Imam Sholikin, Ketua FORSIMASU menuturkan, bahwa kegiatan […]

  • GP Ansor Pati Ikut Demo di Ponpes Ndholo Kusumo, Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Dugaan Pelecehan Seksual

    GP Ansor Pati Ikut Demo di Ponpes Ndholo Kusumo, Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Dugaan Pelecehan Seksual

    • calendar_month Ming, 3 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 13.354
    • 0Komentar

      ​Pcnupati – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pati mengambil sikap tegas dengan ikut serta dalam aksi massa menggeruduk Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Sabtu (2/5/2026). ​Ansor Pati mendesak pihak kepolisian untuk segera meringkus pengasuh pesantren terduga pelaku berinisial A dan memberikan hukuman maksimal guna menyelamatkan masa depan […]

expand_less