Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Hampir 9.000 Siswa Serentak Uji CBT OSKANU, Kader NU Jawa Tengah Buktikan Teknologi Bukan Lagi Sekadar Wacana

Hampir 9.000 Siswa Serentak Uji CBT OSKANU, Kader NU Jawa Tengah Buktikan Teknologi Bukan Lagi Sekadar Wacana

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 1 Sep 2026
  • visibility 19.160
  • comment 0 komentar

SEMARANG, 1 September 2026 — Transformasi digital di lingkungan pendidikan Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah memasuki babak baru. Hampir 9.000 peserta Olimpiade Sains dan Ke-NU-an (OSKANU) secara serentak mengikuti uji coba Computer Based Test (CBT) yang dikembangkan oleh kader NU Jawa Tengah.

Uji coba dalam skala besar tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menguji sejauh mana infrastruktur digital pendidikan NU mampu menangani ribuan pengguna dalam waktu bersamaan.

Hasilnya cukup menggembirakan. Aplikasi CBT dapat digunakan secara serentak oleh hampir 9.000 peserta dan tidak ditemukan permasalahan signifikan, baik dari sisi aplikasi maupun performa server.

Keberhasilan tersebut menjadi indikator bahwa digitalisasi pendidikan di lingkungan LP Ma’arif NU Jawa Tengah mulai bergerak dari sekadar gagasan menuju implementasi teknologi yang konkret dan terukur.

Yang menarik, aplikasi CBT tersebut dibangun oleh kader NU Jawa Tengah sendiri. Artinya, pengembangan teknologi tidak sepenuhnya bergantung pada pihak eksternal. Kader muda NU mulai mengambil peran sebagai pengembang sekaligus penggerak inovasi digital di lingkungan pendidikan Ma’arif.

Ketua LP Ma’arif NU Jawa Tengah, Fahrudin Karmani, menegaskan bahwa kemampuan beradaptasi dengan teknologi merupakan bagian penting dari kaderisasi generasi muda NU.

«“LP Ma’arif Jawa Tengah berkomitmen membangun dan membentuk kader muda NU yang mampu beradaptasi dengan perkembangan dan kemajuan teknologi. Kita ingin potensi mereka terus digali dan dikembangkan agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan,” ujar Fahrudin.»

Bukan Sekadar Aplikasi Ujian

Menurut Fahrudin, keberhasilan uji coba CBT OSKANU tidak boleh berhenti pada kemampuan menjalankan ujian secara digital.

Lebih jauh, pengalaman tersebut menjadi pijakan untuk membangun ekosistem digital pendidikan NU yang lebih besar.

LP Ma’arif Jawa Tengah memiliki jaringan satuan pendidikan yang sangat luas dengan jumlah peserta didik mencapai ratusan ribu. Kondisi tersebut membutuhkan sistem pengelolaan data yang tidak hanya cepat, tetapi juga akurat, aman, terintegrasi, dan mampu digunakan untuk membaca kebutuhan pendidikan secara lebih komprehensif.

Karena itu, kemampuan kader NU dalam membangun aplikasi dapat dikembangkan lebih jauh menjadi sistem informasi dan database pendidikan Jawa Tengah.

Database tersebut nantinya berpotensi memuat data sekolah dan madrasah, peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, serta berbagai informasi pendidikan lainnya.

“Kalau hari ini kita mampu menguji sistem dengan hampir 9.000 peserta secara bersamaan, ke depan kemampuan ini bisa dikembangkan untuk kebutuhan yang jauh lebih besar. Kita memiliki potensi data pendidikan yang sangat besar dan harus dikelola dengan teknologi yang tepat,” ungkapnya.

Infrastruktur Siap Menopang Ribuan Pengguna

Keberhasilan uji coba CBT juga tidak terlepas dari kesiapan infrastruktur teknologi. LP Ma’arif NU Jawa Tengah telah menyiapkan server dengan spesifikasi dan kapasitas yang memadai untuk menopang aplikasi yang diakses ribuan peserta secara bersamaan.

Pengujian tersebut menjadi penting karena sistem ujian digital dengan jumlah pengguna besar membutuhkan kemampuan server dalam menangani beban akses, distribusi data, proses autentikasi peserta, hingga penyimpanan hasil ujian.

Tidak adanya gangguan signifikan dalam uji coba menunjukkan bahwa aspek infrastruktur dan aplikasi telah dipersiapkan secara serius.

Bagi LP Ma’arif NU Jawa Tengah, teknologi tidak lagi ditempatkan sebagai pelengkap administrasi pendidikan. Teknologi mulai diarahkan menjadi infrastruktur strategis untuk meningkatkan mutu, efisiensi, transparansi, dan akurasi pengelolaan pendidikan.

Dari Kaderisasi Menuju Kemandirian Teknologi

Pengembangan CBT oleh kader NU Jawa Tengah juga membawa pesan lain: kaderisasi NU tidak hanya berbicara mengenai penguatan nilai, kepemimpinan, dan tradisi keilmuan, tetapi juga tentang kemampuan menghadapi perubahan teknologi.

Di tengah perkembangan kecerdasan buatan, big data, dan digitalisasi pendidikan, organisasi pendidikan membutuhkan generasi yang mampu memahami sekaligus menciptakan teknologi.

OSKANU menjadi salah satu ruang aktualisasi bagi kader-kader tersebut.

Jika dikembangkan secara konsisten, kemampuan membangun aplikasi CBT dapat menjadi pintu masuk menuju kemandirian teknologi pendidikan NU.

Dari sistem ujian, dapat berkembang menjadi sistem database sekolah. Dari database sekolah, dapat dikembangkan menjadi dashboard pendidikan. Selanjutnya, data tersebut dapat menjadi instrumen untuk membantu perencanaan dan pengambilan keputusan berbasis data.

Dengan demikian, uji coba hampir 9.000 siswa bukan hanya agenda teknis menjelang pelaksanaan OSKANU. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi eksperimen nyata transformasi digital pendidikan NU Jawa Tengah dalam skala besar.

LP Ma’arif NU Jawa Tengah pun menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang bagi kader muda yang memiliki kemampuan teknologi agar dapat berkontribusi dalam membangun sistem pendidikan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dari ruang ujian digital, NU Jawa Tengah sedang menguji sesuatu yang jauh lebih besar: kemampuan membangun ekosistem pendidikan berbasis teknologi dan data secara mandiri.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Puasa yang Sia-sia

    • calendar_month Rab, 13 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 420
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Pertanyaan yang sering muncul saat Ramadan adalah apakah ada puasa yang sia-sia? Apa saja yang membatalkan puasa? Apa saja kiat-kiat agar puasa mendapatkan pahala? Tentu jawabannya beragam. Semua bergantung dalil yang digunakan. Dalam konteks ini, tradisi Nahdlatul Ulama mengacu sejumlah rujukan. Kita bisa menyimpulkan sejumlah pemetaan tersebut, ada hal-hal yang membatalkan puasa, […]

  • 114 Santri se-Nusantara Jalani Persiapan Keberangkatan Beasiswa LPDP

    114 Santri se-Nusantara Jalani Persiapan Keberangkatan Beasiswa LPDP

    • calendar_month Sab, 27 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 522
    • 0Komentar

    JAKARTA-Ada yang istimewa dari Persiapan Keberangkatan (PK) awardee beasiswa LPDP angkatan 144 kali ini. Para awardee LPDP yang merupakan para santri dari berbagai pelosok negeri menjadi keunikan tersendiri. Mereka adalah para penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia Program Afirmasi Santri LPDP. Wajah-wajah semangat santri penerima beasiswa LPDP. Sumber gambar : IG @lpdp_ri Para santri yang nantinya akan […]

  • PCNU-PATI

    Sekretaris PC GP Ansor Singgung Prinsip Menolong Kaum Anshor Yatsrib

    • calendar_month Jum, 30 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 390
    • 0Komentar

    GEMBONG – Konferensi Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Gembong dilaksanakan pada Jumat (30/9) siang. Pelaksanaannya dilakukan di Gedung MWC NU Kecamatan Gembong.  Dalam proses sakral tersebut, Sekretaris PC GP Ansor  Kabupaten Pati, Gus Muammar, memberikan sambutan singkat dan mendalam. Ia menyamakan GP Ansor dengan Kaum Anshor Yatsrib (Madinah).  “Prinsip utamanya adalah menolong,” tegas dia.  […]

  • Anggota DPRD Pati Respon Aksi Kadus Mbotok Winong yang Sempat Hina Koin NU

    Anggota DPRD Pati Respon Aksi Kadus Mbotok Winong yang Sempat Hina Koin NU

    • calendar_month Sen, 31 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 501
    • 0Komentar

    PATI – Baru-baru ini sedang ramai terkait adanya dugaan penghinaan terhadap Koin NU yang dilakukan oleh Suharto, seorang Kepala Dusun (Kadus) Mbotok, Desa Bumiharjo, Kecamatan Winong, Pati. Kadus ini sempat mengunggah foto kaleng Koin NU dengan narasi yang mengarah ke suatu penghinaan. Melalui akun Facebook Mangkudiponggolo Putro, Suharto mengunggah kaleng Koin NU dengan caption ”jiwa […]

  • Mushofahah (Jabat Tangan), Bisakah Melebur Dosa?

    Mushofahah (Jabat Tangan), Bisakah Melebur Dosa?

    • calendar_month Sel, 3 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 544
    • 0Komentar

    Ilustrasi : Pixabay Sudah menjadi kebiasaan kita kaum muslimin, setelah melakukan sholat `ied al-fithrikita melakukan mushôfahah (bersalaman).  Pertanyaan : Apakah mushôfahah tersebut sudah bisa melebur dosa-dosa kita (haq al-adamiy) tanpa harus menyebut dosa-dosanya ?   Jawaban :Mushôfahahtersebut belum bisa melebur dosa-dosa yang ada hubungannya dengan haq al-adamiy (hak-hak sesama manusia).   Referensi : & Kasyifah […]

  • PCNU-PATI

    Antara Istiqlal dan Katedral

    • calendar_month Kam, 30 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 551
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Salihin* Narasi toleransi yang berkaitan dengan Istiqlal dan Katedral telah banyak dipaparkan para penulis. Awalnya pun saya sangat kagum, dan kekaguman itu membawa saya pada fakta sejarah, dimana Nabi Muhammad SAW. pernah melakukan hal yang lebih fantastik dari pada “pelaminan” Katedral-Istiqlal. Kekaguman itu pun berangsur ‘surut’. Saat itu, rombongan Nasrani Najran mengunjungi […]

expand_less