Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kolaborasi Riset Dosen UNWAHAS dan INISNU Kembangkan Game Gemar Sindosu Angkat Kearifan Lokal Sindoro Sumbing

Kolaborasi Riset Dosen UNWAHAS dan INISNU Kembangkan Game Gemar Sindosu Angkat Kearifan Lokal Sindoro Sumbing

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 24 Apr 2026
  • visibility 11.446
  • comment 0 komentar

 

Temanggung — Kolaborasi lintas perguruan tinggi kembali ditunjukkan dalam pengembangan inovasi pendidikan berbasis budaya lokal. Tim dosen dari Universitas Wahid Hasyim Semarang (UNWAHAS) dan Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung (INISNU) berkolaborasi mengembangkan game edukasi Gemar Sindosu (Game Edukasi Multimodal Anak Nusantara Sindoro Sumbing) sebagai media pembelajaran berbasis budaya lokal di wilayah Temanggung.

Kolaborasi riset ini dipimpin oleh dosen UNWAHAS, Ersila Devy Rinjani, M.Pd. sebagai ketua tim peneliti, dengan anggota Ulya Himawati, M.Pd. dan Nugroho Eko Budiyanto, S.T., M.Kom. dari UNWAHAS, serta melibatkan dosen INISNU Temanggung, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd. sebagai anggota peneliti. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata sinergi akademik dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital.

Sebagai bagian dari rangkaian penelitian, tim peneliti menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Analisis Kebutuhan Pengembangan Game Edukasi Gemar Sindosu pada Rabu, 23 April 2026 di Ndalem Kemantenan Homestay, Kranggan, Temanggung. Kegiatan ini dihadiri puluhan guru MI/SD, perwakilan kepala sekolah, serta akademisi dari berbagai lembaga pendidikan di wilayah Temanggung.

FGD diawali dengan registrasi peserta pada pukul 12.30 WIB, dilanjutkan pembukaan oleh pembawa acara, sambutan Ketua Tim Peneliti Ersila Devy Rinjani, M.Pd., serta sambutan dari pimpinan Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung yang secara resmi membuka kegiatan.

Dalam sambutannya, Ersila Devy Rinjani, M.Pd., menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi sangat penting untuk menghasilkan produk pendidikan inovatif yang berbasis kebutuhan masyarakat.

“Pengembangan game edukasi Gemar Sindosu tidak hanya bertujuan menciptakan media pembelajaran digital, tetapi juga sebagai upaya pelestarian budaya lokal melalui pendekatan teknologi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ersila juga memaparkan storyboard dari Gemar Sindosu yang sudah didesain awal sebagai draft untuk diberi masukan, kritik, dan saran dari para peserta dan narasumber FGD.

Kegiatan FGD menghadirkan narasumber pakar pendidikan dasar yang juga Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Keaswajaan INISNU Temanggung, Andrian Gandi Wijanarko, M.Pd., menyoroti pentingnya memahami karakteristik anak usia sekolah dasar dalam pengembangan game edukasi.

Mahasiswa S3 Pendidikan Dasar UNY itu menjelaskan bahwa anak-anak di era digital cenderung lebih tertarik pada media visual dan interaktif. Oleh karena itu, penggunaan game sebagai media pembelajaran menjadi solusi strategis untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.

“Game edukasi berbasis etnopedagogi dapat menjadi jembatan antara teknologi modern dan kearifan lokal. Anak-anak tidak hanya belajar teknologi, tetapi juga mengenal budaya daerahnya sendiri,” ujarnya.

Dalam sesi pemaparan kedua, pengkaji budaya sekaligus Wakil Rektor II Bidang SDM dan Kemahasiswaan Dr. Joni, M.Pd.,B.I., menjelaskan pentingnya integrasi unsur budaya lokal dalam desain konten game. Ia menyampaikan bahwa data budaya yang digunakan dalam pengembangan game diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan tokoh masyarakat di lereng Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing, termasuk tokoh lokal yang memahami tradisi setempat.

Menurut mantan Ketua Pusat Budaya dan Kajian Publik INISNU Temanggung itu, kawasan Sindoro–Sumbing memiliki kekayaan tradisi, cerita rakyat, dan simbol budaya yang sangat potensial dijadikan materi pembelajaran berbasis digital.

“Budaya lokal di kawasan Sindoro dan Sumbing memiliki nilai edukatif yang tinggi. Jika dikemas dalam bentuk game, anak-anak akan lebih mudah memahami sekaligus mencintai budaya daerahnya,” jelasnya.

Joni juga menjelaskan beberapa nilai dan local wisdom yang didapatkan dari hasil observasi dan wawancara dengan sejumlah tokoh di lereng Sindoro dan Sumbing, salah satunya adalah Pak Topo. “Hasil wawancara saya, anak-anak di lereng Sindoro atau Sumbing itu lebih mengenal budaya populer, daripada budayanya sendiri,” kata Joni.

Bahkan, menurut dia, ada fenomena Bahasa Indonesia yang dijawakan. Fenomena seperti ini menjadi bukti bahwa perlu solusi strategis agar budaya terjaga.

Sesi diskusi dalam FGD berlangsung interaktif dengan melibatkan guru, akademisi, dan tim pengembang. Para peserta memberikan berbagai masukan terhadap rancangan storyboard game Gemar Sindosu, terutama terkait konten budaya lokal dan strategi pembelajaran berbasis game.

Beberapa rekomendasi penting yang dihasilkan dalam FGD antara lain perlunya integrasi nilai budaya lokal wilayah Kedu, penguatan unsur literasi digital, serta pengembangan fitur kolaboratif yang memungkinkan siswa belajar secara interaktif.

Selain itu, pengembangan game ini mengusung tiga prinsip utama, yaitu edukatif, interaktif, dan kolaboratif. Prinsip tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi anak-anak di kawasan Sindoro–Sumbing dan sekitarnya.

Sebagai anggota tim peneliti dari INISNU, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd. menegaskan bahwa kolaborasi lintas perguruan tinggi menjadi kunci dalam menghasilkan inovasi pendidikan yang berkelanjutan.

Menurutnya, sinergi antara akademisi, budayawan, dan praktisi teknologi akan mempercepat lahirnya media pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan generasi masa kini.

“Pengembangan game edukasi seperti Gemar Sindosu bukan sekadar inovasi teknologi, tetapi juga investasi budaya. Dengan kolaborasi lintas perguruan tinggi, kita dapat menghasilkan produk pendidikan yang lebih berkualitas dan berdampak luas,” tegasnya.

Kegiatan FGD ditutup dengan penyampaian simpulan hasil diskusi serta rekomendasi pengembangan storyboard sebagai dasar produksi tahap selanjutnya. Melalui kolaborasi riset antara Universitas Wahid Hasyim Semarang dan Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung, pengembangan game Gemar Sindosu diharapkan menjadi model inovasi pembelajaran berbasis budaya lokal yang mampu meningkatkan minat belajar siswa sekaligus melestarikan kekayaan budaya Nusantara. (*)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Belajar Menjadi Bijaksana

    Belajar Menjadi Bijaksana

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 473
    • 0Komentar

                Sejak manusia lahir ke dunia sudah dibekali dengan akal dan pikiran, untuk membedakan dari makhluk Tuhan lainnya. Sehingga manusia adalah sebagai makhluk Allah yang paling sempurna. Meskipun,kesempurnaan manusia jarang  digunakan sebagai mana mestinya. Ironis jika ada manusia dengan kesempurnaanya tak bisa menolong sesamanya. Bukankah sebaik-baik manusia itu yang bermanfaat untuk orang lain.             M. […]

  • MWC NU Gelar Acara Tahtiman Al-Qur’an, Pelantikan Pengurus Ranting dan Launching Mobil MWC

    MWC NU Gelar Acara Tahtiman Al-Qur’an, Pelantikan Pengurus Ranting dan Launching Mobil MWC

    • calendar_month Kam, 27 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 467
    • 0Komentar

    Margoyoso-Pati, 26/10/2022MWC NU Margoyoso menggelar rangkaian acara Tahtiman Al-Qur’an, Pelantikan Pengurus Ranting dan Launching Mobil MWC di Masjid Ipmafa desa Purworejo Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati pada hari Rabu (26/10/2022). Turut hadir Camat Kecamatan Margoyoso, Kapolsek Margoyoso, Danramil Margoyoso. Disamping itu hadir Ketua Tangidziyah MWC NU Margoyoso, Bapak KH. Samu’in Wage, Bapak KH. Suhaili Ya’kub, pengurus […]

  • PCNU-PATI

    Angin Kencang Terjang Tayu, Kerugian Ditaksir Capai Rp 300 Juta

    • calendar_month Kam, 1 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 606
    • 0Komentar

    TAYU – Musibah bencana alam tak hanya menerjang Pati Selatab. Di Kecamatan Tayu, sedikitnya lima desa diterjang angin kencang, Rabu (30/11) siang.  Adapun lima desa itu adalah Desa Bulungan, Desa Pundenrejo, Desa Tayu Wetan, Desa Dororejo dan Desa Sambiroto. Kapolsek Tayu, Iptu Aris Pristianto menyatakan bahwa, angin kencang itu terjadi pada pukul 12.00 sampai 13.00 […]

  • Antara Dakwah Menuju Kepada Allah dan Kasih Sayang Dalam Berdakwah

    Antara Dakwah Menuju Kepada Allah dan Kasih Sayang Dalam Berdakwah

    • calendar_month Kam, 26 Feb 2015
    • account_circle admin
    • visibility 545
    • 0Komentar

    الحمد لله ثم الحمد لله الحمد حمداً يوافي نعمه ويكافئ مزيده، يا ربنا لك الحمد كما ينبغي لجلال وجهك ولعظيم سلطانك، سبحانك اللهم لا أحصي ثناءاً عليك أنت كما أثنيت على نفسك، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا ونبينا محمداً عبده ورسوله وصفيه وخليله خير نبي أرسله، أرسله […]

  • NU Pati Gelar Rapat Pleno, Tekankan Kinerja Lembaga

    NU Pati Gelar Rapat Pleno, Tekankan Kinerja Lembaga

    • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 525
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati menggelar Rapat Pleno I dengan tema “Meneguhkan Khidmat Jam’iyyah untuk Ummat”. Kegiatan itu bertempat di Aula SMKNU Pati, Ahad (13/7/2025). Rapat pleno ini dihadiri oleh pengurus PCNU Pati, ketua dan sekretaris Lembaga serta Badan Otonom (Banom), hingga para ketua Majelis Wakil Cabang (MWC). Ketua Tanfidziyah PCNU […]

  • Peringati Hari Pahlawan, Siswa MAN 1 Pati Tampilkan Drama Kolosal Perjuangan

    Peringati Hari Pahlawan, Siswa MAN 1 Pati Tampilkan Drama Kolosal Perjuangan

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.455
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Momen peringatan Hari Pahlawan 2025, siswa MAN 1 Pati tidak hanya melaksanakan Upacara Bendera, melainkan juga menampilkan drama kolosal perjuangan para pahlawan dalam mengusir penjajah pada Senin, (10/112025). Pemeran drama diikuti sebanyak 70-an siswa-siswi MAN 1 Pati yang merupakan perwakilan seluruh kelas. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan meriah di halaman madrasah dengan […]

expand_less