Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Suluk Alif, Warisan Literasi Kritis Syekh Mutamakkin Kajen yang Memadukan Tauhid dan Budaya Jawa

Suluk Alif, Warisan Literasi Kritis Syekh Mutamakkin Kajen yang Memadukan Tauhid dan Budaya Jawa

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 25 Mar 2026
  • visibility 10.722
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id – Tradisi manuskrip di wilayah Kajen, Pati, bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan cermin dari keberislaman masyarakat Jawa yang khas. Filolog Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, Taufiq Hakim, mengungkapkan bahwa Islam di wilayah ini diresapi secara konvergen dan vernakular, menggabungkan ketauhidan yang kokoh dengan ekspresi rasa dan simbol budaya lokal.

​Poros dari peradaban Jawa-Muslim di Kajen ini tak lepas dari sosok Syekh Mutamakkin. Pangeran asal Tuban sekaligus waliyullah ini membangun fondasi literasi yang kritis dan kontemplatif sejak awal abad ke-18, sebuah era yang terekam jelas dalam arsitektur Masjid Kajen.

​Salah satu bukti otentik dari ajaran Syekh Mutamakkin adalah Suluk Alif. Manuskrip yang ditulis oleh santri kesayangan beliau, Syekh Abdul Karim Al Haj, menggunakan aksara Pegon dalam bentuk tembang Macapat.

​”Suluk Alif memuat riwayat perjuangan hingga ilmu-ilmu yang diajarkan Syekh Mutamakkin, yang sangat lekat dengan nuansa tradisi Jawa klasik seperti wayang,” ujar Taufiq Hakim, Selasa (24/3/2026).

​Secara turun-temurun, manuskrip ini rutin ditembangkan dalam peringatan Haul 10 Syuro di Kajen. Namun, tradisi lisan ini sempat terhenti pada tahun 1950-an karena minimnya generasi yang mampu menembangkannya.

​Dalam Suluk Alif, Syekh Mutamakkin menggunakan lakon wayang Dewa Ruci sebagai media dakwah. Beliau mengajarkan masyarakat untuk membaca keadaan melalui parameter kawruh-penggalih (pengetahuan dan kedalaman hati), bukan sekadar mengejar viralitas atau retorika.

“Manuskrip Suluk Alif yang memuat riwayat dan keilmuan Syekh Mutamakkin menjelaskan itu semua. Bahwa ‘sangkan’ manusia adalah makhluk spiritual, sedangkan ‘paran’-nya ialah kejernihan niat, keteguhan batin, konsistensi antara pikiran, perasaan, dharma dan terhadap sesama,” ungkap Taufiq Hakim.

​Inti dari ajaran tersebut dirangkum dalam bait tembang yang menekankan pentingnya penyucian jiwa.

“Aja mungsi Wêrkudara/ Iya dudu ênggone agêgampil/ luwih bangêt angèlipun/ Tan kêna salah tarka/ Amung ati putih kang katon wahu/ Singgahna ning irêng abang/ têtêpana ingkang putih//”

Artinya: Jangan tergesa-gesa, Werkudara. Sebab jalan itu tidak mudah dilalui, bahkan jauh lebih sukar. (Engkau) tidak boleh salah sangka. Hanya hati putihlah tampak sejati, singkirkanlah yang kuning, hitam dan merah. Teguhkanlah yang putih.

​Menurut Taufiq, laku keagamaan yang diajarkan Syekh Mutamakkin adalah bentuk tanggung jawab sosial-ontologis. Manusia dipandang sebagai makhluk spiritual yang tujuannya (paran) adalah kejernihan niat dan konsistensi antara pikiran, perasaan, serta dharma kepada sesama.

​Upaya membedah kembali Suluk Alif bukanlah bentuk nostalgia semata, melainkan upaya menemukan “peta jalan” yang aktual untuk menghadapi tantangan masa depan dengan batin yang teguh dan identitas yang tidak membeku.

“Ajaran ini berakar pada tradisi, berorientasi pada penghayatan, serta bertanggung jawab secara sosial-ontologis. Ini bukan nostalgia, tetapi peta jalan yang selalu diaktualisasikan untuk menghadapi masa depan. Wallaahu a’lamu bish-shawaab,” tandas dia. (Angga/LTN)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mencintai Nabi Muhammad Sejak Dini

    Mencintai Nabi Muhammad Sejak Dini

    • calendar_month Sen, 30 Jan 2017
    • account_circle admin
    • visibility 544
    • 0Komentar

    Pati. Para jajaran Guru Madrasah Tsanawiyah PIA Tayu, mengadakan maulid rosul yang dilaksankan di aula sekolah beberapa waktu yang lalu, dengan pesertanya di setiap kelas, “Kami sengaja mewajibkan setiap kelas harus mengikuti maulid rosul dengan bacaan al barzanji, dengan harapan peserta didik mulai mencintai nabinya sejak dini,”papar Afif Noor selaku kepala sekolah             Dengan harapan […]

  • Menabung Rp10 Ribu per hari, Perajin Tempe asal Soneyan Akhirnya Berangkat Haji

    Menabung Rp10 Ribu per hari, Perajin Tempe asal Soneyan Akhirnya Berangkat Haji

    • calendar_month Jum, 24 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 11.420
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Aroma kedelai fermentasi dari sebuah dapur sederhana di Dukuh Kedung Panjang, Desa Soneyan, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, bukan sekadar penanda dimulainya produksi tempe. Bagi Siti Nafiah (58), aroma itu adalah saksi bisu perjuangan selama puluhan tahun demi menggapai impian ke Tanah Suci. ​Setelah menanti belasan tahun, Siti Nafiah dijadwalkan berangkat haji pada […]

  • PCNU-PATI

    Ketum IPNU; Kecam Kasus Penganiayaan David, Kepolisian harus Usut Tuntas

    • calendar_month Rab, 1 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 412
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Ketua Umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Agil Nuruz Zaman, mengomentari dugaan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Mario Dandy Satriyo anak Ditjen Pajak Kementerian Keuangan terhadap David Latumahina yang merupakan putra pengurus pusat GP Ansor. Ia meminta polisi tak segan-segan menindak seluruh pelaku yang terlibat penganiayaan yang membuat David koma dan menjalani perawatan di […]

  • LAZIS MWCNU Tayu Klarifikasi Pemberitaan Tidak Akurat di Media Online

    LAZIS MWCNU Tayu Klarifikasi Pemberitaan Tidak Akurat di Media Online

    • calendar_month Sab, 21 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 566
    • 0Komentar

      Pati – LAZIS MWCNU Tayu Kabupaten Pati merasa perlu memberikan klarifikasi atas pemberitaan di media online yang mengatasnamakan lembaga mereka. Pemberitaan tersebut berjudul “Banjir Rob Melanda, Pemerintah Diam Membisu, LAZISNU Tayu Turun Tangan Berikan Bantuan ke Warga” yang beredar luas di platform media online. Menurut Ketua Tanfidziyah MWCNU Tayu, Ah. Syarwo, narasi yang disampaikan […]

  • PCNU PATI - Majelis an Nuronniyyah Gelar Maulid di Pinggir Waduk Gembong

    Majelis an Nuronniyyah Gelar Maulid di Pinggir Waduk Gembong

    • calendar_month Ming, 7 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 494
    • 0Komentar

    GEMBONG – Majelis Maulid an-Nuronniyyah Posono, Klakahkasihan, Kecamatan Gembong kembali membuat gebrakan antimainstream. Setelah bulan lalu meramaikan tempat wisata Bukit Kayangan, Sabtu (6/8) kemarin, majelis dibawah bimbingan Gus Mahmud Al A’shom Muhammad ini kembali membikin geger. Belokasi di tempat wisata Waduk Poncodan, Desa Pohgading Kecamatan Gembong, Majelis an Nuronniyyah lagi-lagi menggelar maulid dibawah langit Waduk […]

  • Tim Riset MA Salafiyah Kajen Pati Raih Juara 3 Kompetisi NIPRO ITS

    Tim Riset MA Salafiyah Kajen Pati Raih Juara 3 Kompetisi NIPRO ITS

    • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 410
    • 0Komentar

    PATI – Tiga siswa Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen Pati berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih juara 3 dalam kompetisi NIPRO (National Innovation Project) yang diselenggarakan oleh Departemen Teknik Kimia Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, pada 4–5 Oktober 2025. Mereka adalah Alief Fachriza Sulistyo (XII A), Muhamad Agus Zakki (XII A), dan Azza […]

expand_less