Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » NgAllah Suluk Maleman JANGAN JADIKAN AGAMA SEBAGAI MESIN CUCI

NgAllah Suluk Maleman JANGAN JADIKAN AGAMA SEBAGAI MESIN CUCI

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 22 Feb 2026
  • visibility 8.815
  • comment 0 komentar

 

Ramadan tentu bukanlah sekadar ritual menahan lapar, melainkan momentum besar untuk melakukan muhasabah atau introspeksi total. Di tengah hiruk-pikuk dunia modern, muncul sebuah fenomena yang memprihatinkan: menjadikan agama sebagai “mesin cuci”.
Kalimat satir itu diungkapkan oleh budayawan Anis Sholeh Ba’asyin saat membuka Suluk Maleman pada Sabtu (21/2). Dia menyebut dengan beribadah, seringkali seseorang sudah merasa bisa menghapus dosa besar yang telah dilakukan.
“Seperti halnya seorang koruptor, dengan bersedekah dia sudah merasa baik, tanpa benar-benar memperbaiki esensi moralnya,” terang Anis.
Bagi Anis, puasa sebenarnya mengajarkan tentang mencegah seseorang untuk melakukan apa yang dia mampu. Seperti halnya menahan untuk tidak makan dan minum meski bisa saja melakukannya.
“Bagaimana seseorang itu menahan diri. Maka kalau seperti itu, salah satu puasa utama yang harusnya dilakukan para pejabat itu ya dengan tidak korupsi. Tidak menyalahgunakan kekuasaan meski dia mampu melakukan,” tegas dia.
Dia juga menyebut ibadah khususnya puasa mengajarkan agar manusia dapat lebih berhati-hati dan waspada. Jika selama dan sesudah puasa manusia bisa berhati-hati dalam bersikap maka bisa jadi puasa itu diterima.
“Seperti salat mengajarkan untuk menjauhkan diri dari perbuatan yang buruk dan mungkar. Kalau sudah salat tapi mungkarnya tidak berkurang maka kita bisa bertanya apakah salat itu sudah benar atau belum?” tanya dia.
Budayawan asal Pati itu kemudian menukil salah satu falsafah Jawa yang mengajarkan bagaimana “ngelmu tinemu dening laku”. Menurut Anis, falsafah itu menekankan tentang ilmu yang harus dilakukan atau diamalkan.
“Al Qur’an sendiri mengajarkan jika sesorang mengamalkan satu ilmu, akan diberi ilmu baru. Ilmu akan benar-benar ketemu kalau sudah dilakukan. Dahlan Iskan pernah menceritakan saat di Yaman ada ulama yang menerangkan keutamaan siwak. Keesokannya, muridnya tidak membawanya lalu kelas dihentikan. Ini menjelaskan bagaimana ilmu yang telah dipelajari harus dilakukan,” terang dia.
Anis menyebut ada sebuah hadis Qudsy yang menyebut “Aku sakit, kenapa engkau tidak menjengukku?”. Hal itu tentu menjadi pertanyaan besar mengingat Allah merupakan Maha Segalanya.
“Rupanya sakit itu merujuk pada tetangga si Fulan yang sakit. Kalau dia menjenguknya maka Allah disitu. Kemudian juga disebutkan ada hadis serupa namun persoalan lapar. Ini mengajarkan selain kepada Tuhan, ada sikap antar makhluk khususnya manusia yang harus kita perhatikan,” terang dia.
Bahkan dalam hadis tersebut, Anis menyebut, sikap sosial menjadi penting. Sebagai personal, kita penting untuk saling peduli dengan sesama manusia. Bahkan saat menjadi pejabat maka bertanggungjawab atas pemenuhan kebutuhan dasar bagi rakyatnya.
“Saat ada anak yang meninggal dunia karena kemiskinan, atau kondisi bencana di Aceh dan Sumatera para pejabat jelas ikut menanggug dosanya,” tegas dia.
Ratusan warga tampak antusias mengikuti ngaji budaya tersebut baik datang secara langsung maupun melalui sejumlah kanal media sosial Suluk Maleman. Suasana kian hangat dengan iringan musik Sampak GusUran.

Keterangan foto:
Anis Sholeh Ba’asyin dalam NgAllah Suluk Maleman “Aku Sakit, Kenapa Kau Tak MenjengukKu” yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Sabtu (21/2).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Tradisi Buka Puasa Bersama

    • calendar_month Ming, 31 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 358
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Baru-baru ini ditetapkan, tradisi buka puasa bersama ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya tak benda. Menarik memang. UNESCO mencatat bahwa budaya berbuka puasa bersama menjadi daftar warisan budaya tak benda yang secara resmi diakui sejak 2023 lalu dan diklaim sebagai budaya warisan milik seluruh umat muslim di dunia. Menurut UNESCO, berbuka puasa diartikan […]

  • GP Ansor Gagas Agenda-Agenda Besar

    GP Ansor Gagas Agenda-Agenda Besar

    • calendar_month Sen, 2 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 357
    • 0Komentar

    PATI – Pimpinan Cabang Ansor Kabupaten Pati menggelar Rapat Koordinasi (Rakor), Senin (2/9). Ada beberapa agenda yang dibahas dalam rakor tersebut. Diantaranya adalah koordinasi Selametan Bumi Pesantenan, Pembaretan seribu Banser, istighotsah kubro dan khotmil qur’an bil ghoib sebanyak seratus khataman. “Banyak program kerja yang harus kita selesaikan. Ada proker jangka pendek dan jangka panjang. Dan […]

  • KONFERESI PAC GP Ansor Kec. Tayu

    KONFERESI PAC GP Ansor Kec. Tayu

    • calendar_month Kam, 14 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 364
    • 0Komentar

    Konferensi merupakan forum konstitusional organisasi sebagai evaluasi dan pergantian kepengurusan PAC GP Ansor Kec. Tayu dilaksanakan pada hari (Ahad 13/12 2015) bertepatan dengan 1 Rabiul Awwal 1437 H. di Pondok Pesantren Darun Nasri Tayu Wetan.  “Generasi muda Ansor  hari mampu menjadi pelayan masyarakat, mengabdi untuk agama dan masyarakat. Dengan demikian keberadaan kita di akui oleh […]

  • PCNU-PATI

    Mahasiswa PPL IPMAFA Diterima Lazisnu

    • calendar_month Kam, 19 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 360
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- PC Lazisnu Pati kembali menerima mahasiswa PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) dari kampus Institut Pesantren Matholi’ul Falah pada rabu (18/10). Acara tersebut berlangsung di kantor PC Lazisnu Pati.  Dalam pelaksanaan program praktik pengalaman lapangan (PPL) dimaksudkan untuk menciptakan mahasiswa yang unggul dalam bidangnya yaitu manajemen zakat dan wakaf. Dalam hal ini Institut Pesantren Matholi’ul Falah […]

  • INISNU Temanggung Rayakan Dies Natalis ke-56, Tegaskan Komitmen Kampus Berdampak dan Go Internasional

    INISNU Temanggung Rayakan Dies Natalis ke-56, Tegaskan Komitmen Kampus Berdampak dan Go Internasional

    • calendar_month Rab, 6 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 13.374
    • 0Komentar

      Temanggung — Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung memperingati Dies Natalis ke-56 dengan penuh khidmat di Hall KBIHU Babussalam NU Temanggung, Selasa (5/5/2026). Momentum ini mengusung tema “Tripama Kawedhar, INISNU Sumunar” yang sarat makna filosofis tentang keteladanan dan semangat menjadi kampus yang terus bersinar bagi masyarakat, bangsa, dan dunia. Dalam sambutannya, Rektor INISNU Temanggung […]

  • Koalisi Baru, Dua Lembaga dan Satu Banom NU Tanda Tangani MoU

    Koalisi Baru, Dua Lembaga dan Satu Banom NU Tanda Tangani MoU

    • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.346
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Tiga Lembaga di bawah naungan PWNU Jawa Tengah teken MoU. Acara sakral tersebut berlangsung di Ponpes API Tegalrejo, Magelang pada Sabtu (25/10) lalu. Dua lembaga yang meneken kontrak tersebut adalah LP Ma’arif NU dan RMINU. Sementara satu lembaga yanf terlibat dalam MoU ialah Ikatan Pencak Silat NU Pagar Nusa. Ketua PWNU Jawa […]

expand_less