Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » NgAllah Suluk Maleman JANGAN JADIKAN AGAMA SEBAGAI MESIN CUCI

NgAllah Suluk Maleman JANGAN JADIKAN AGAMA SEBAGAI MESIN CUCI

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 22 Feb 2026
  • visibility 8.755
  • comment 0 komentar

 

Ramadan tentu bukanlah sekadar ritual menahan lapar, melainkan momentum besar untuk melakukan muhasabah atau introspeksi total. Di tengah hiruk-pikuk dunia modern, muncul sebuah fenomena yang memprihatinkan: menjadikan agama sebagai “mesin cuci”.
Kalimat satir itu diungkapkan oleh budayawan Anis Sholeh Ba’asyin saat membuka Suluk Maleman pada Sabtu (21/2). Dia menyebut dengan beribadah, seringkali seseorang sudah merasa bisa menghapus dosa besar yang telah dilakukan.
“Seperti halnya seorang koruptor, dengan bersedekah dia sudah merasa baik, tanpa benar-benar memperbaiki esensi moralnya,” terang Anis.
Bagi Anis, puasa sebenarnya mengajarkan tentang mencegah seseorang untuk melakukan apa yang dia mampu. Seperti halnya menahan untuk tidak makan dan minum meski bisa saja melakukannya.
“Bagaimana seseorang itu menahan diri. Maka kalau seperti itu, salah satu puasa utama yang harusnya dilakukan para pejabat itu ya dengan tidak korupsi. Tidak menyalahgunakan kekuasaan meski dia mampu melakukan,” tegas dia.
Dia juga menyebut ibadah khususnya puasa mengajarkan agar manusia dapat lebih berhati-hati dan waspada. Jika selama dan sesudah puasa manusia bisa berhati-hati dalam bersikap maka bisa jadi puasa itu diterima.
“Seperti salat mengajarkan untuk menjauhkan diri dari perbuatan yang buruk dan mungkar. Kalau sudah salat tapi mungkarnya tidak berkurang maka kita bisa bertanya apakah salat itu sudah benar atau belum?” tanya dia.
Budayawan asal Pati itu kemudian menukil salah satu falsafah Jawa yang mengajarkan bagaimana “ngelmu tinemu dening laku”. Menurut Anis, falsafah itu menekankan tentang ilmu yang harus dilakukan atau diamalkan.
“Al Qur’an sendiri mengajarkan jika sesorang mengamalkan satu ilmu, akan diberi ilmu baru. Ilmu akan benar-benar ketemu kalau sudah dilakukan. Dahlan Iskan pernah menceritakan saat di Yaman ada ulama yang menerangkan keutamaan siwak. Keesokannya, muridnya tidak membawanya lalu kelas dihentikan. Ini menjelaskan bagaimana ilmu yang telah dipelajari harus dilakukan,” terang dia.
Anis menyebut ada sebuah hadis Qudsy yang menyebut “Aku sakit, kenapa engkau tidak menjengukku?”. Hal itu tentu menjadi pertanyaan besar mengingat Allah merupakan Maha Segalanya.
“Rupanya sakit itu merujuk pada tetangga si Fulan yang sakit. Kalau dia menjenguknya maka Allah disitu. Kemudian juga disebutkan ada hadis serupa namun persoalan lapar. Ini mengajarkan selain kepada Tuhan, ada sikap antar makhluk khususnya manusia yang harus kita perhatikan,” terang dia.
Bahkan dalam hadis tersebut, Anis menyebut, sikap sosial menjadi penting. Sebagai personal, kita penting untuk saling peduli dengan sesama manusia. Bahkan saat menjadi pejabat maka bertanggungjawab atas pemenuhan kebutuhan dasar bagi rakyatnya.
“Saat ada anak yang meninggal dunia karena kemiskinan, atau kondisi bencana di Aceh dan Sumatera para pejabat jelas ikut menanggug dosanya,” tegas dia.
Ratusan warga tampak antusias mengikuti ngaji budaya tersebut baik datang secara langsung maupun melalui sejumlah kanal media sosial Suluk Maleman. Suasana kian hangat dengan iringan musik Sampak GusUran.

Keterangan foto:
Anis Sholeh Ba’asyin dalam NgAllah Suluk Maleman “Aku Sakit, Kenapa Kau Tak MenjengukKu” yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Sabtu (21/2).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gandeng MWC, NU Pati Peduli Bantu Korban Banjir

    Gandeng MWC, NU Pati Peduli Bantu Korban Banjir

    • calendar_month Ming, 7 Feb 2021
    • account_circle admin
    • visibility 324
    • 0Komentar

      Pati – Banjir telah menerjang 6 kecamatan di kabupaten Pati. Tak sedikit diantara warga yang telah mengungsi akibat bencana ini. Guna mengurangi beban korban yang terdampak Nahdlatul Ulama’ dirikan Posko NU Pati Peduli. Agus Arif Mustofa, koordinator manajemen lapangan di Posko NU Pati Peduli mengungkapkan Pendirian posko ini melihat begitu banyaknya warga di 6 […]

  • Sutopo Akan Membawa Jakenan Lebih Baik

    Sutopo Akan Membawa Jakenan Lebih Baik

    • calendar_month Sab, 11 Feb 2017
    • account_circle admin
    • visibility 415
    • 0Komentar

    Pati, Jajaran Pengurus Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Masa Khidmat 2017-2022 di lantik secara resmi oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama, Kamis 9/2 kemarin. Menjadi pengurus NU adalah tabungan di akhirat, kita berdakwah harus melalui niat yang ikhlas mengabdi sepenunya terhadap masyarakat, baik melalui agama, sosial dan penguatan ekonomi,             “Jajaran pengurus setelah kami lantik, harus […]

  • Ikamba Gabus Buka Bulan Maulid dengan Az Zahir

    Ikamba Gabus Buka Bulan Maulid dengan Az Zahir

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 331
    • 0Komentar

    GABUS-Ikamba atau Ikatan Alumni Madrasah Abadiyah Gabus membuka bulan Robi’ul Awwal 1441 H. dengan cara yang istimewa. Organisasi alumnu yang dipunggawai oleh Suwarto sebagai ketua Ikamba menhadirkan Sholawat Az Zahir pada penghujung Bulan Shafar (27/10) kemarin. Habib Ali Zainal Abidin (pegang mic) dan Az Zahir saat tampil di Madrasah Abadiyah Gabus bersama Ikamba (foto : […]

  • PCNU-PATI

    MTQ ke-XXX Jawa Tengah Resmi Dibuka

    • calendar_month Jum, 26 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 329
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id –  Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXX tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2024 digelar di Kabupaten Pati. Kegiatan ini berlangsung pada 25-29 April 2024. Kompetisi MTQ kali ini terdiri atas 9 cabang dengan 24 golongan lomba yang dibagi dalam 12 Majelis. Di antaranya tilawah, hafalan, tafsir Al Qur’an, serta seni kaligrafi. Pembukaan kegiatan yang bertema […]

  • Sempat Hina Koin NU, Kadus Botok Winong Akhirnya Minta Maaf

    Sempat Hina Koin NU, Kadus Botok Winong Akhirnya Minta Maaf

    • calendar_month Ming, 30 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 320
    • 0Komentar

    PATI-Seorang perangkat desa di Kecamatan Winong nyaris dipolisikan lantaran dianggap menghina Nahdlatul Ulama (NU). Itu buntut dari postingannya di media sosial facebook tentang Koin NU.Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Winong Sabar Halim mengemukakan, pria yang menjabat sebagai Kadus Botok, Desa Bumiharjo, Kecamatan Winong sempat mengunggah foto kaleng Koin NU dengan narasi yang cenderung […]

  • Rekomendasi Kepala Kemenag, LP Ma’arif NU Pati Bentuk KKMI NU

    Rekomendasi Kepala Kemenag, LP Ma’arif NU Pati Bentuk KKMI NU

    • calendar_month Kam, 20 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 460
    • 0Komentar

    PATI – Rapat Koordinasi LP. Ma’arif NU PCNU Kab. Pati Bersama Kepala MI se Kabupaten Pati yang digelar di Gedung NU, Kamis (20/02/2020) sedianya hanya akan membahas program kerja LP. Ma’arif yang terkait Madrasah Ibtidaiyah dan persiapan penyelenggaraan Rakerdin LP. Ma’arif. Namun, saat memberikan sambutan dan pengarahan, Kepala Kantor Kementerian Agama, Imron, merekomendasikan untuk membentuk […]

expand_less