Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Tolak Mediasi, Jurnalis di Pati Pilih Lanjutkan Kasus Penghalangan Pers ke Meja Hijau

Tolak Mediasi, Jurnalis di Pati Pilih Lanjutkan Kasus Penghalangan Pers ke Meja Hijau

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
  • visibility 8.227
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id – Pengadilan Negeri (PN) Pati menggelar sidang lanjutan perkara penghalangan kerja jurnalis dengan agenda pemeriksaan saksi dan upaya perdamaian, Kamis (29/1/2026). Dalam persidangan tersebut, dua jurnalis yang menjadi korban, Mutia Parasti (Lingkar TV) dan Umar Hanafi (Murianews), secara tegas menolak upaya mediasi yang ditawarkan pihak terdakwa.

Diketahui Umar Hanafi merupakan pengurus Lembaga Ta’lif Wan Nasyr (LTN) Nahdlatul Ulama (NU) Pati.

​Penolakan ini didasari komitmen untuk memberikan efek jera serta memberikan edukasi kepada publik mengenai perlindungan hukum terhadap profesi jurnalis.

​Penasihat hukum korban, Tandyono Adhi Triutomo, menegaskan bahwa perkara ini bukan sekadar urusan pribadi, melainkan menyangkut kepentingan publik dan kebebasan pers yang dilindungi Undang-Undang.

“Secara tegas dan jelas (mediasi) ditolak karena ini terkait dengan perkara kepentingan publik. Aktivitas pers dan jurnalistik harus tetap dilindungi,” kata Tandyono usai persidangan.

Meski terdakwa sempat membantah adanya tindakan fisik, Tandyono menyebut bukti rekaman video di lokasi kejadian menunjukkan fakta sebaliknya. Dalam video tersebut terdengar teriakan “Tarik! Tarik!” yang mengindikasikan adanya upaya paksa untuk menghalangi kerja korban.

“Saksi korban menyatakan tetap kukuh bahwa ada videonya. Ada tindakan menghalang-halangi kegiatan pers sebagaimana laporan yang diperiksa hari ini,” tambahnya.

Terkait konstruksi hukum, Tandyono menegaskan bahwa fokus utama dakwaan tetap merujuk pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Hal ini dikarenakan tindakan yang dialami para korban berkaitan erat dengan profesi mereka sebagai jurnalis, bukan masalah pribadi.

Sekretaris PWI Kabupaten Pati, Nur Cholis, mengungkapkan rasa syukurnya atas progres hukum yang berjalan. Ia menegaskan bahwa ini adalah pertama kalinya kasus pelanggaran terhadap Undang-Undang Pers sampai ke meja hijau di Kabupaten Pati.

“Kami bersyukur karena ini menjadi awal bagi dunia pers untuk terus berkembang,” ujar Nur Cholis.

Ia menyebut, fokus penanganan kasus ini tidak hanya berhenti pada terdakwa yang saat ini disidangkan. PWI Pati telah berkoordinasi dengan tim pengacara untuk menggali lebih dalam mengenai aktor intelektual dalam peristiwa tersebut.

“Tidak hanya pelaku atau terdakwa yang akan diusut, tapi sebisa mungkin tim pengacara kami akan mengusut dalang di balik penghalang-halangan terhadap wartawan itu,” tegas dia.

Cholis menambahkan, tindakan yang dialami oleh kedua jurnalis tersebut merupakan upaya nyata untuk membungkam karya jurnalistik.

​Perwakilan Tim Advokasi IJTI Muria Raya, Andi Eko Prasetyo, berharap persidangan ini dapat menjadi momentum atau pemicu untuk menegaskan posisi jurnalis di mata hukum. Ia menegaskan bahwa tindakan menghalang-halangi kerja jurnalistik merupakan pelanggaran yang telah diatur secara spesifik dalam undang-undang.

“Dalam Undang-Undang Pers diatur bahwa siapapun tidak boleh menghalang-halangi kinerja jurnalis,” tutur dia.

Sementara itu, Juru Bicara PN Pati, Retno Lastiani, menyampaikan, terdapat dua nomor register perkara terkait hal ini.

Pertama, perkara nomor 3/Pid.Sus/2026/PN Pti dengan terdakwa Didik Kristianto bin K. Soewardi. Kedua, perkara nomor 4/Pid.Sus/2026/PN PTI dengan terdakwa Hernan Quryanto alias Seman bin Sarmin. Kedua terdakwa tersebut dijerat dengan pasal yang sama terkait pelanggaran kemerdekaan pers.

“Keduanya didakwa dengan Pasal 18 ayat 1 juncto Pasal 4 ayat 3 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers,” ujar Retno Lastiani.

Mengenai komitmen pengadilan terhadap kasus yang menyita perhatian publik ini, Retno menegaskan bahwa PN Pati mendukung penuh kebebasan pers. Namun, sebagai juru bicara, ia membatasi diri untuk tidak berkomentar lebih dalam mengenai materi perkara yang sedang berjalan.

​Kronologi Kejadian
​Insiden ini berakar pada peristiwa 4 September 2025 di Gedung DPRD Pati. Saat itu, Umar dan Mutia tengah meliput Rapat Pansus Hak Angket terkait Pemakzulan Bupati Sudewo.

​Kegaduhan terjadi saat saksi yang dihadirkan, Torang Manurung (Ketua Dewas RSUD Soewondo saat itu), melakukan aksi walk-out. Ketika para jurnalis mencoba melakukan wawancara cegat (doorstop), dua pria yang diduga pengawal Torang Manurung menarik paksa lengan kedua jurnalis hingga Mutia terjatuh ke lantai.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ansor - Fatayat NU Buka Lapak

    Ansor – Fatayat NU Buka Lapak

    • calendar_month Ming, 29 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 447
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id -GEMBONG – Ada satu hal yang unik di sela-sela Hajatan Resepsi 1 Abad NU MWC NU Gembong dan Harlah ke-37 Pagar Nusa, Ahad (29/1). Dengan kreatifitasnya, para punggawa dari PAC GP Ansor dan Fatayat NU Gembong menggelar lapak di halaman parkir Lapangan Futsal Desa Gembong. Produk-produk khas Gembong dijajakan di lapak tersebut. Mulai dari […]

  • LP Maarif NU Jateng adakan Seminar Kerukunan Umat Beragama

    LP Maarif NU Jateng adakan Seminar Kerukunan Umat Beragama

    • calendar_month Ming, 8 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 589
    • 0Komentar

    Semarang – Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah bekerjasama dengan Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama RI menggelar Seminar Kerukunan Pelajar/Mahasiswa Lintas Agama bertajuk “Harmoni dalam Keberagaman” yang bertempat di Universitas Wahid Hasyim Semarang pada Sabtu, 7 Desember 2024. Dalam acara ini dihadiri oleh Rektor Unwahas Prof. Dr. H. Mudzakir Ali, Sekretaris LP […]

  • Panitia Gelar Manaqiban dan Doa Bersama, Jelang Pelaksanaan Porsema

    Panitia Gelar Manaqiban dan Doa Bersama, Jelang Pelaksanaan Porsema

    • calendar_month Rab, 8 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 531
    • 0Komentar

    Semarang – Bertempat di kantor PCNU Kabupaten Semarang, Pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah dan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PCNU Kabupaten Semarang sebagai panitia menggelar kegiatan tumpengan dan doa bersama, Rabu malam (8/2/2023). Hal itu dilaksanakan menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XII pada 9-12 Februari 2023 besuk. Seperti diketahui, Porsema […]

  • PCNU-PATI

    NU Harus Berfungsi

    • calendar_month Sab, 31 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 600
    • 0Komentar

    Oleh : Dr. H. Jamal Makmur Asmani KH. M. Aniq Muhammadun, Rais Syuriyah PCNU Pati sekaligus Wakil Rais Syuriyah PBNU, mendorong pengurus NU untuk aktif menggerakkan potensi organisasi agar mampu memberikan manfaat nyata bagi warga NU, warga negara, bangsa dan umat manusia. Jangan sampai keberadaan NU tidak punya manfaat apa-apa. Dawuh beliau, NU jangan sampai […]

  • Rekomendasi Kepala Kemenag, LP Ma’arif NU Pati Bentuk KKMI NU

    Rekomendasi Kepala Kemenag, LP Ma’arif NU Pati Bentuk KKMI NU

    • calendar_month Kam, 20 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 602
    • 0Komentar

    PATI – Rapat Koordinasi LP. Ma’arif NU PCNU Kab. Pati Bersama Kepala MI se Kabupaten Pati yang digelar di Gedung NU, Kamis (20/02/2020) sedianya hanya akan membahas program kerja LP. Ma’arif yang terkait Madrasah Ibtidaiyah dan persiapan penyelenggaraan Rakerdin LP. Ma’arif. Namun, saat memberikan sambutan dan pengarahan, Kepala Kantor Kementerian Agama, Imron, merekomendasikan untuk membentuk […]

  • Ketua MWC NU Gembong : Pengurus NU Jangan 'Omdo'

    Ketua MWC NU Gembong : Pengurus NU Jangan ‘Omdo’

    • calendar_month Ming, 19 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 617
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id. – Pengurus Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah (Lazisnu) MWC-NU Gembong menggelar Diskusi Upzis – Lazisnu di MI Hidayatul Islam (MHI). Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad (19/1) siang. Shodiq, Ketua Lazisnu Gembong, dalam pengantarnya pengantar menyatakan bahwa, agenda ini dilaksanakan untuk me-refresh kepengurusan Upzis di tingkat Ranting NU. “Maka kami hadirkan para Pengurus […]

expand_less