Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Gong Cik: Seni Tradisi Pati yang Menyulam Silat, Seni, dan Filosofi Hidup

Gong Cik: Seni Tradisi Pati yang Menyulam Silat, Seni, dan Filosofi Hidup

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
  • visibility 1.165
  • comment 0 komentar
ditulis: Arif Khilwa (Ketua Lesbumi PCNU Pati) Seni tradisi bukan sekadar pertunjukan warisan masa silam. Ia adalah cermin nilai-nilai luhur, identitas kolektif, sekaligus denyut kebudayaan yang senantiasa hidup di tengah masyarakat. Di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kita menjumpai sebuah bentuk seni tradisi yang unik dan sarat makna: Gong Cik, sebuah ekspresi kebudayaan yang memadukan seni bela diri dan seni pertunjukan, sekaligus menyiratkan filosofi sosial yang mendalam. Gong Cik tumbuh dan berkembang di beberapa desa di Pati, meski dengan penyebutan yang beragam, ada yang menyebutnya Mencik, ada pula yang menyebutnya ncak-ncik. Namun akar dan ruhnya tetap sama: sebuah seni bela diri silat yang dibalut dalam bentuk tarian ritmis, guna menghibur masyarakat sekaligus menyampaikan pesan-pesan kebajikan. Di Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Gong Cik masih dilestarikan secara turun-temurun. Menurut Ahmad Faozi, salah satu pewaris Gong Cik Pasucen, kesenian ini bermula dari masa kolonial Belanda sekitar tahun 1835. Kala itu, pemerintah kolonial melarang praktik bela diri karena dikhawatirkan bisa membangkitkan semangat perlawanan rakyat. Namun di sinilah tampak kecerdasan budaya masyarakat lokal. Silat tidak ditinggalkan begitu saja, melainkan disamarkan dalam bentuk seni pertunjukan yang memukau, lahirlah Gong Cik sebagai kamuflase budaya yang cerdik. Silat tetap diajarkan secara diam-diam, sedangkan Gong Cik dipertontonkan kepada khalayak luas sebagai bentuk hiburan rakyat. Namun nilai Gong Cik tak berhenti pada kelihaian gerak dan ketajaman strategi beladiri semata. Lebih dalam dari itu, Gong Cik memuat nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh para pelakunya. Muchtar Faqih, seorang pesilat dan pelestari Gong Cik dari Pasucen, menjelaskan filosofi yang hidup dalam tubuh kesenian ini: “Srawung Tanpa Nyandhung.” Srawung bermakna menjalin silaturahmi, membangun hubungan baik antar individu dalam konteks Gong Cik, ini berarti hubungan harmonis antarpemain dan dengan masyarakat. Sementara Nyandhung berarti menjatuhkan atau mencelakai, baik secara fisik maupun mental. Maka, “Srawung Tanpa Nyandhung” adalah prinsip luhur yang mengajarkan bahwa dalam permainan Gong Cik, tidak boleh ada gerakan yang melukai, mempermalukan, atau menjatuhkan lawan main. Serangan dan pertahanan dilakukan secara bergantian, dalam semangat kesepahaman dan keharmonisan. Inilah estetika sekaligus etika dalam Gong Cik. Nilai ini lantas melampaui panggung pementasan. Ia menjadi cermin kehidupan sosial, bahwa hidup bermasyarakat menuntut kita untuk saling memberi dan menerima, tanpa saling mencederai. Bahwa kehidupan yang harmonis dibangun bukan dengan adu kekuatan, melainkan dengan saling pengertian. Dalam Gong Cik, setiap gerak adalah bahasa dan setiap bahasa menyampaikan kebajikan. Kesenian Gong Cik adalah bukti bahwa seni tradisi tidak pernah sekadar pelengkap pesta rakyat. Ia adalah bentuk perlawanan, ruang edukasi, dan wahana spiritualitas sosial. Melalui Gong Cik, kita diajak kembali kepada akar kebudayaan yang menghargai keselarasan, menjunjung martabat kemanusiaan, dan menolak kekerasan dalam bentuk apa pun. Di tengah gelombang modernisasi dan budaya massa yang kerap menenggelamkan tradisi lokal, Gong Cik berdiri sebagai saksi kekuatan budaya rakyat. Ia mengajarkan bahwa seni adalah jalan untuk bertahan, dan bahwa dalam setiap gerakan tari dan silat, tersimpan pesan damai yang bisa diwariskan lintas generasi. Pati, 22 Juli 2025   Lihat Dokumentasi di sini.
  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Afif Imam Anshary Pimpin Ansor Juwana

    Afif Imam Anshary Pimpin Ansor Juwana

    • calendar_month Ming, 4 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 555
    • 0Komentar

    Afif Imam Anshary terpilih menjadi ketua PAC GP Ansor Kec, Juwana. Pemilihan ketua baru ini dilaksanakan melalui Konferensi Anak Cabang Ansor (Konferancab) yang berlangsung sejak Ahad (4/8) pagi. Afif Imam Anshary menggantikan pemimpin lama, H. Muhammad Sutomo. Sebagaimana diberitakan NU Pati sebelumnya, PAC GP Ansor Kecamatan Juwana menggelar Konferensi Anak Cabang Ansor (Konferancab) pada Ahad […]

  • PCNU-PATI

    Yuk Berdonasi, Untuk Meringankan Sesama

    • calendar_month Rab, 9 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 490
    • 0Komentar

    Pati- NU Care Lazisnu Pati terhitung mulai hari ini Selasa (8/11) melakukan penggalangan donasi untuk adik Andini Karisma Putri Ramadhani, warga desa Ngablak Kecamatan Cluwak Kabupaten Pati.  Andini mengalami musibah ketumpahan minyak panas yang mengakibatkan kulitnya melepuh. Putri dari pasangan surini dan arif setyawan ini kini harus menjalani perawatan untuk mengobati luka yang dideritanya.  PC […]

  • PCNU-PATI Photo by Haotian Zheng

    Bagai Pungguk Menjerat Bulan Part 7

    • calendar_month Ming, 8 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 498
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin “Apaan sih?” gumamnya tak sadar ketika baru saja sampai kamar. Sesaat setelah ia menutup pintu kamarnya rapat-rapat, wajah itu kembali membayang di pelupuk matanya. Wajah dengan sepasang mata sendu penuh tanya, hidung bangir, dagu terbelah, dan seulas senyum tipis dari balik partisi kaca pesarean. Wajah yang ia dapati saat baru saja […]

  • Keutamaan Ilmu dan Ibadah

    Keutamaan Ilmu dan Ibadah

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 782
    • 0Komentar

     الحمد لله ثم الحمد لله الحمد حمداً يوافي نعمه ويكافئ مزيده، يا ربنا لك الحمد كما ينبغي لجلال وجهك ولعظيم سلطانك، سبحانك اللهم لا أحصي ثناءاً عليك أنت كما أثنيت على نفسك، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا ونبينا محمداً عبده ورسوله وصفيه وخليله خير نبي أرسله، أرسله […]

  • PCNU-PATI

    Pedagogi Ramadan

    • calendar_month Rab, 27 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 692
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Beragam sebutan untuk bulan Ramadan. Mulai dari Ramadhan Syahrul Mubarak (Ramadan bulan penuh berkah), Ramadhan Syahrul Adhim (Ramadan bulan agung), Ramadhan Syahrul Maghfiroh (Ramadan bulan penuh ampunan), Ramadhan Syahrul Quran (Ramadan bulan Al-Quran karena bulan Nuzulul Quran), dan sebutan lain. Bagi saya, yang paling berkesan selain sebutan-sebutan atau fungsi-fungsi di atas adalah […]

  • NgAllah Suluk Maleman; Refleksi Kemerdekaan untuk Kedaulatan, Kemerdekaan di Mulai dari Pikiran

    NgAllah Suluk Maleman; Refleksi Kemerdekaan untuk Kedaulatan, Kemerdekaan di Mulai dari Pikiran

    • calendar_month Rab, 19 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 18.099
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id.Pada momen bulan kemerdekaan, Suluk Maleman kembali mengajak untuk merenung. Budayawan Anis Sholeh Ba’asyin menyebut merdeka harus diartikan mandiri atau berdaulat. Anis menyebut bahwa istilah merdeka dalam konteks geopolitik adalah terjemahan dari kata independen, yakni tidak bergantung pada yang lain. Dalam kaitan proklamasi kemudian diartikan sebagai pernyataan terlepas dari cengekeraman penjajah. “Jika kemerdekaan hanya dimaknai […]

expand_less