Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Patrick Kluivert dalam Botol Kaidah Fikih

Patrick Kluivert dalam Botol Kaidah Fikih

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 16 Jan 2025
  • visibility 1.774
  • comment 0 komentar

 

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Semarak bola Indonesia tengah gundah gulana. Kisah-kisah manis Shin Tae-yong terpaksa harus segera menjadi kenangan. Sedangkan nakhoda baru, Patrick Kluivert datang berlapis tuxedo dan berjalan diatas karpet merah bermerk PSSI dengan penuh kepercayaan diri.

Self confident seorang Kluivert jelas nampak saat berhadapan dengan Najwa Shihab dalam sebuah wawancara. Meski sesekali tampak gelagapan menyahut pertanyaan Mbak Nana, namun dari tutur katanya, menunjukkan bahwa, pria Holand ini cukup PD.

Dari wawancara yang cukup singkat itu, alih-alih turut membully–seperti kebanyakan fans Timnas–penulis berusaha mengambil hikmah dari kalam-kalam yang dilontarkan oleh Kluivert. Seraya merenung, penulis juga memcoba memadu-padankan ungkapan demi ungkapan Kluivert dalam kaidah-kaidah fikih.

Tentu ini bukan sekadar iseng atau gurauan. Ada makna yang hendak penulis sampaikan, bahwa, kaidah fikih bisa diimplementasikan di mana saja, baik pelakunya menyadari telah mempergunakan kaidah islam tersebut atau tidak. Atau setidaknya, kita bisa belajar bahkan dari orang yang dicap negatif oleh khalayak, ternyata menyimpan mutiara, walaupun hanya pada level kata (karena kita belum melihat kerjanya).

Pertama, Meski aktivis media sosial menghujat, pengamat bola sampai politisi mengundat masa lalunya, Kluivert tetap tenang dan nyaman dengan status baru yang resmi di dapat, kepala pelatih Timnas Indonesia. Isu judi bola yang sempat menyeret namanya, tak membuat Kluivert minder sedikitpun. Gelagat dan body language saat wawancara dengan Najwa Shihab, menunjukkan bahwa ia cukup tenang menghadapi cacian masyarakat.

Ketika ditanya soal apakah ia ingin memberi klarifikasi dan menanggapi respon warganet plus enam dua, dia tidak menjawab juga enggan mengklarifikasi. Ia hanya mau fokus membahas sepak bola, dan nggak ikut campur soal pro dan kontra bola mania terhadap pribadinya.

Ini sesuai dengan ungkapan Imam Suyuthi bahwa, keluar dari perselisihan itu lebih disukai (lebih baik). Kuivert memilih keluar dari geger gedhen yang sedang terjadi di kalangan gila bola dan memilih menjawab pertanyaan seputar bola saja, alih-alih menanggapi komentar netizen.

Di samping itu, kaidah al furudhu afdhalu min an nafli (fardhu itu lebih utama dari pada sunnah), juga masih relevan. Kewajiban pelatih asal Amsterdam ini adalah menjalankan tugas melatih bola. Adapun menanggapi tudingan-tudingan itu hukumnya mubah, semau-maunya dia. Jadi, berangkat dari nalar ini, jawaban Kluivert yang emoh memberi tanggapan sangat tepat.

Hanya saja, pemerhati bola juga ada benarnya. Mereka menerapkan kaidah: tidak dianggap sebagai dzan (praduga) sesuatu yang sudah jelas salahnya. Sekandal judi dan duta judi bola adalah sesuatu yang melekat pada diri Kluivert. Akan tetapi, untuk urusan ini, penulis tidak mau memanjangkannya (insya Allah akan dibahas di lain waktu).

Ke dua, Kluivert mengakui keagungan Shin Tae-yong dan segenap prestasinya dengan Timnas Indonesia. Ia memuji dan akan melanjutkan perjuangan Shin. Bahkan ia akan tetap mempertahankan banyak squad utama pilihan Shin untuk menjadi peluru kendalinya.

Kluivert juga mengoreksi kekurangan seniornya itu dan akan menambalnya dengan racikannya sendiri. Agaknya, kaidah fikih menjaga tradisi lama yang masih relevan dan menerapkan pembaharuan, cocok dengan rencana pelatih timnas ini.

Ke tiga, saat ditanya bagaimana style-nya di ruang ganti, ia menjawab dengan sempurna, katanya: “tidak perlu memberikan pemain banyak informasi, karena pemain akan semakin banyak berfikir.”

Terkait afirmasi ini, ada kaidah fikih yang mengatakan, “al masyghul laa yasyhgul”, yang sudah sibuk jangan ditambah sibuk. Di ruang ganti, tentu para pemain sudah terkuras tenaga dan mentalnya. Lanjut Kluivert, mereka sudah tau apa yang harus dilakukan. Jadi, benar saja, memberi informasi dalam kondisi ini justru malah menyibukkan otak pemain, yang tentu di dalamnya ada banyak perkara yang difikirkan untuk empat puluh lima menit ke depan.

Ke empat, jelang akhir wawancara, Najwa Shihab berusaha menggoyahkan ‘iman’ Kluivert dengan memberikan bayang-bayang menyeramkan akan tujuh poin yang wajib didapat Timnas Indonesia di laga-laga yang tersisa. Ditambah lagi, bar-barnya supporter bola Indonesia di media sosial yang sudah menjadi prestasi internasional juga ditegaskan lagi oleh Mbak Nana. Namun, Kluivert dengan PD menjawab, “i’m ready!.” Al yaqiinu laa yuzaalu bis syaak, kelas bosku!.

*Mudir Ponpes Shofa Az Zahro’ Gembong-Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Moderasi Beragama sebagai Langkah Mengajarkan Cara Pandang Beragama dengan Santun

    • calendar_month Sel, 1 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 464
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengadakan sosialisasi moderasi beragama, di Aula Bakorwil Jawa Tengah Pati, Senin (31/7/2023) kemarin. Pada kesempatan itu pihaknya mendatangkan Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara (UNISNU), Mayadina Rohmi Musfiroh. Hadir dalam kegiatan itu, ratusan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dari SMA maupun SMK di Pati. Agenda […]

  • PCNU-PATI

    Pesantren dan Pengembangan Ekonomi Umat

    • calendar_month Sab, 14 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 421
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Pesantren sebagaimana kita ketahui merupakan sebuah lembaga pendidikan tertua di Indonesia yang konsen dalam bidang keagamaan. Pesantren juga bisa diartikan sebagai sebuah ‘institusi budaya’ yang lahir atas prakarsa dan inisiatif tokoh masyarakat yang bersifat otonom. Sejak awal berdirinya, pesantren merupakan potensi strategis yang ada di tengah-tengah kehidupan sosial masyarakat. Karena mayoritas pesantren […]

  • PCNU Pati: Takbir Keliling Pakai Sound Horeg Melenceng dari Nilai Islam

    PCNU Pati: Takbir Keliling Pakai Sound Horeg Melenceng dari Nilai Islam

    • calendar_month Ming, 15 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.249
    • 0Komentar

      Pati – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati tak sepakat dengan peraturan yang memperbolehkan takbiran keliling menggunakan sound horeg. Mereka menilai hal tersebut sudah melenceng dengan tradisi dan nilai IsIam. PKetua PCNU Pati, Yusuf Hasyim, menjelaskan esensi takbir keliling di malam Idulfitri yakni mengagungkan asma Allah. Bukan untuk hura-hura atau bersenang-senang di tengah […]

  • PCNU-PATI Photo by Yusuf Onuk

     Penyabar dan Ringan Tangan, Sosok Kiai Haji Anwar

    • calendar_month Jum, 6 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 1.128
    • 0Komentar

    Oleh: Umi Nur Hasanah Kyai Haji Anwar merupakan salah satu ulama karismatik yang ada di kawasan Pucakwangi Pati. Ia memiliki perhatian besar pada dakwah Islam di kalangan masyarakat pedesaan. Sosok kyai kelahiran 1871 di Dukuh Nganguk Desa Sidomulyo Kecamatan  Jakenan- Pati tersebut, berpindah ke Dukuh Gragalan Desa Sokopuluhan Pucakwangi karena mengikuti sang Istri, yakni Nyai […]

  • Turba Perdana PCNU; MWC Harus menata Ranting sebagai Ujung Tombak Jam’iyyah.

    Turba Perdana PCNU; MWC Harus menata Ranting sebagai Ujung Tombak Jam’iyyah.

    • calendar_month Sen, 9 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 521
    • 0Komentar

    Dukuhseti, NU News. Menindaklanjuti hasil rapat koordinasi  tanggal 25 Agustus 2019 bersama MWCNU se-Kab Pati dan lembaga-lembaga PCNU maka pada Ahad (8/9/2019) bertempat di Gedung Haji Kecamatan Dukuhseti dilaksanakan acara Silaturahim dan Konsolidasi PCNU bersama MWCNU dan ranting Nahdlatul Ulama se-eks Kawedanan Tayu. Silaturahim ini merupakan Turba perdana yang rencananya akan dilaksanakan di lima eks-kawedanan. Hadir […]

  • Menguak Misteri Dunia Dengan Al-Quran

    Menguak Misteri Dunia Dengan Al-Quran

    • calendar_month Ming, 18 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 754
    • 0Komentar

      Kendati manusia sudah sangat lama menghuni bumi, tetapi masih banyak misteri di dunia ini yang belum terkuak. Sebut saja beberapa misteri seperti; adakah Alien? Peri, fakta atau mitos? Berbagai misteri fenomena alam yang menakjubkan, dan sebagainya. Buku ini mencoba memaparkan 50 misteri dunia menurut Al-Quran.             Buku ini secara garis besar terdiri atas tiga […]

expand_less