Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Memaknai Santri di Hari Santri

Memaknai Santri di Hari Santri

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 26 Okt 2024
  • visibility 997
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Santri sebagaimana kita pahami merupakan seorang individu yang mempelajari ilmu agama di pesantren. Namun, makna santri juga tidak hanya terbatas pada aspek pendidikan, melainkan meliputi identitas, nilai-nilai, dan sikap hidup yang tercermin dalam kehidupan keseharian mereka.

Sedangkan memaknai santri di hari santri adalah momen penting untuk mengenang peran santri dalam sejarah perjuangan bangsa serta kontribusinya terhadap perkembangan keislaman di Indonesia.

Peringatan ini pada umumnya jatuh pada tanggal 22 Oktober setiap tahunnya, yang diresmikan oleh pemerintah Indonesia untuk mengenang Resolusi Jihad yang digagas oleh KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.

Resolusi ini bertujuan untuk memobilisasi santri dan masyarakat untuk berjuang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari ancaman kolonial yang terus membombardir di Nusantara. Oleh karena itu, resolusi jihad ini tersebar secara luas baik kepada santri maupun masyarakat untuk jihad dan memukul mundur Belanda.

Makna santri sendiri di Hari Santri juga melampaui sejarah dan perjuangan fisik. Hari ini menjadi pengingat akan peran santri sebagai penjaga moralitas dan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. Santri adalah simbol kesederhanaan, kedisiplinan, dan semangat belajar yang tinggi, baik dalam ilmu agama maupun pengetahuan umum.

Kalau kita telisik lebih detail kata “Santri” memiliki makna yang lebih luas. Karena kata santri dalam bahasa Arab terdiri dari lima huruf yakni, Sin, Nun, Ta’, Ra’ dan Ya’.

Pertama, Sin yang memiliki arti Saafiqul Khoir pelapor kebaikan. Seorang santri harus memiliki kebaikan dimanapun ia berada. Karena kebaikan ini akan terus melekat kepada diri santri dimanapun ia berada. Istilah ini berasal dari bahasa Arab, di mana saafiqul berarti “yang bergegas” atau “yang bersegera,” dan khoir berarti “kebaikan.” Sehingga, saafiqul khoir dapat diterjemahkan sebagai “orang yang bergegas dalam kebaikan.”

Kedua, Nun yang berarti Naasibul Ulama dalam diri santri mengandung konsep yang mendalam tentang hubungan antara santri dan para ulama. Istilah ini berasal dari bahasa Arab, di mana naasib berarti “penerus” atau “pewaris,” dan ulama berarti “para cendekiawan atau ahli agama.” Dengan demikian, Naasibul Ulama dapat diartikan sebagai “pewaris para ulama.”

Ketiga, Ta’ yang berarti Taarikul Ma’ashi dalam diri santri adalah tentang kesadaran dan komitmen untuk meninggalkan segala bentuk kemaksiatan atau perbuatan dosa. Istilah ini berasal dari bahasa Arab, di mana Taarik berarti “yang meninggalkan” dan Ma’ashi berarti “kemaksiatan” atau “perbuatan dosa.” Jadi, Taarikul Ma’ashi secara harfiah bermakna “orang yang meninggalkan kemaksiatan.” Dalam kehidupan santri, konsep ini menjadi bagian penting dari pendidikan dan pembentukan karakter mereka.

Keempat, Ra’ yang berarti Raghibun fil khairat mencerminkan semangat yang tinggi dalam diri santri untuk selalu berbuat baik dan mencari peluang untuk melakukan kebaikan, baik dalam bentuk ibadah maupun dalam amal sosial. Santri yang memiliki sifat ini selalu termotivasi untuk melakukan hal-hal yang positif, seperti memperbanyak ibadah, membantu sesama, dan berkontribusi dalam kegiatan-kegiatan sosial di masyarakat.

Kelima, Ya’ yang berarti Yarjus salamah fid-dunya wal-akhirah menggambarkan keinginan santri untuk selalu berada dalam perlindungan dan kasih sayang Allah, baik dalam kehidupan di dunia ini maupun setelah kehidupan dunia berakhir, yaitu di akhirat. Keselamatan yang dimaksud mencakup kesehatan, kedamaian, dan perlindungan dari berbagai marabahaya dan kemaksiatan.

Dengan demikian, berbekal dari lima makna di atas, Hari Santri tidak hanya menjadi momen peringatan secara seremonial saja, tetapi juga refleksi untuk terus menguatkan peran santri sebagai (agen of change) atau agen perubahan yang membawa nilai-nilai kebaikan dalam masyarakat.

 

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Struktur dan Pola Pikir Keilmuan Bahasa Indonesia MI/SD Perlu Direformulasi

    Struktur dan Pola Pikir Keilmuan Bahasa Indonesia MI/SD Perlu Direformulasi

    • calendar_month Sen, 8 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 440
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Yogyakarta – Dalam Seminar Nasional Online (Sensasi Online) ke-7 yang digelar Perkumpulan Dosen PGMI Indonesia bertajuk “Reformasi Struktur dan Pola Pikir Keilmuan Bahasa Indonesia untuk MI/SD” secara virtual melalui Zoom Meeting pada Sabtu (6/4/2024), disimpulkan bahwa struktur dan pola pikir keilmuan Bahasa Indonesia untuk MI/SD perlu direformulasi. Narasumber kegiatan tersebut yaitu dosen PGMI INISNU […]

  • Fatayat Se-Kabupaten Pati Sepakati 5 Poin Babon

    Fatayat Se-Kabupaten Pati Sepakati 5 Poin Babon

    • calendar_month Sen, 30 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 435
    • 0Komentar

    PATI-PC Fatayat NU Pati menggelar pertemuan rutin perdana dengan PAC-PAC yang ada, Minggu (29/9). Madrasah Manbauk Ulum, Sinoman Pati menjadi lokasi bertemunya puluhan pimpinan Anak Cabang Fatayat se-Kabupaten Pati tersebut. Pertemuan ini nantinya akan berjalan selama tiga bulan sekali. Lokasinya disebar di seluruh PAC. Untuk putaran pertama ini, jatuh pada PAC Pati Kota. Para Pengurus […]

  • PCNU - PATI

    PCNU Pati Donasi Uang Tunai Rp. 300 Juta Korban Semeru 

    • calendar_month Sel, 19 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 425
    • 0Komentar

    PCNU Kabupaten Pati berkunjung ke PCNU Kabupaten Lumajang pada sabtu (16/7) lalu. Maksud kunjungan ini adalah untuk menyerahkan donasi bagi warga yang terdampak erupsi Semeru akhir tahun 2021.  Pihak PCNU Kabupaten Pati terdiri dari Dr. Choiron selaku wakil ketua, Maskan selaku sekretaris, Dr. Qosim selaku ketua LKNU dan ketua NU Peduli Pati, serta perwakilan LAZISNU […]

  • Ranting IPNU IPPNU Alasdowo Tanam 500 Bibit Tanaman

    Ranting IPNU IPPNU Alasdowo Tanam 500 Bibit Tanaman

    • calendar_month Sen, 4 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 665
    • 0Komentar

    Para pengurus IPNU dan IPPNU jelang penananman bibit tanaman DUKUHSETI – PR IPNU IPPNU Desa Alasdowo sukses menggelar progam penghijauan desa, Minggu (3/10). Kegiatan tersebut terlaksana atas kerjasama dengan mahasiswa IAIN Kudus. Penghijauan tersebut dilakukan di beberapa titik. Diantaranya, di lapangan desa, kantor balai desa, puskesmas kecamatan dan di tepian sungai. Kegiatan dilakukan dengan menanam […]

  • NU 'Wali Nikah' Budaya - Agama. Photo by Agung Raharja on Unsplash.

    NU ‘Wali Nikah’ Budaya – Agama

    • calendar_month Kam, 9 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 493
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Perkawinan adalah langkah membangun beradaban. Mengawinkan dua sijoli yang berbeda genre hingga latar belakang lingkungan akan menghasilkan generasi melalui proses romantisme dalam naungan gerimis malam-malam yang penuh kenikmatan. Semua karena di dasari cinta. Maka, cinta adalah prinsip nomor dua. Sebab, prinsip pertamanya adalah perbedaan. Kita dilarang menikah dengan sesama jenis, meski […]

  • Kemenag Pati Gelontorkan Zakat Rp 782 Juta untuk Bedah Rumah dan Modal Usaha

    Kemenag Pati Gelontorkan Zakat Rp 782 Juta untuk Bedah Rumah dan Modal Usaha

    • calendar_month Kam, 9 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16.643
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh jajaran Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati. Memasuki pertengahan tahun ini, Kemenag Pati melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) resmi menggelontorkan dana zakat dengan total mencapai Rp 782 juta. Dana yang terkumpul sepanjang triwulan kedua tersebut dialokasikan langsung untuk mendongkrak kesejahteraan warga, mulai dari urusan pemenuhan kebutuhan pokok, modal […]

expand_less