Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ratusan Santri Pati Ziarah di Makam Gus Hasyim

Ratusan Santri Pati Ziarah di Makam Gus Hasyim

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 23 Okt 2024
  • visibility 164
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati melaksanakan apel sekaligus berziarah di Taman Makam Pahlawan Giri Dharma, Selasa (22/10/2024) sore. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2024.

Satusan santri mengikuti kegiatan ini dengan khidmat.

Kegiatan apel sekaligus ziarah dipimpin oleh Penjabat (Pj) Bupati Pati Sujarwanto Dwiatmoko. Usai apel, rombongan peziarah melakukan tabur bunga dan pembacaan tahlil bersama di pusara Muhammad Hasyim Mahfudh (1929-1949).

Untuk diketahui, pahlawan yang akrab disapa Gus Hasyim ini merupakan santri dari Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Pati. Beliau merupakan putra KH Mahfudh Salam, sekaligus kakak dari KH MA Sahal Mahfudh.

Pj Bupati Pati Sujarwanto mengatakan, HSN 2024 ini sebagai momentum untuk mengenang kembali peran strategis santri dalam mencapai kemerdekaan bangsa.

“Peran santri sangat heroik pada saat menyambut resolusi jihad 22 Oktober 1945. Heroisme itu berlanjut sampai momen 10 November 1945 yang menjadi hari pahlawan,” kata dia sast diwawancarai usai berziarah.

“Kekuatan santri saat berjihad melawan penjajah menjadi semangat nasionalisme. Inilah yang dipesankan agar dewasa ini santri melanjutkan perjuangan itu untuk meraih masa depan,” lanjut dia.

Ia menuturkan, nilai-nilai juang di masa sekarang pasti berbeda dengan dahulu.

“Terpenting bagaimana dengan semangat juang itu kita menciptakan masa depan Indonesia yang lebih baik,” ucap dia.

Sementara itu Ketua PCNU Pati, KH Yusuf Hasyim berharap, dengan jumlah pesantren yang begitu besar, Kabupaten Pati bisa jadi penghasil Sumber Daya Manusia (SDM) unggul.

Menurut dia, SDM tidak hanya soal kualitas ilmu pengetahuan dan teknologi, namun juga memiliki akhlakul karimah. Oleh karena itu, pihaknya berharap dengan adanya HSN ini para santri tidak hanya mahir mengaji saja, tapi juga punya lifeskill dalam berbagai bidang.

“Kami harap para santri tidak hanya jadi kiai, tapi ada yang jadi polisi, TNI, birokrat, menjadi bupati, dan lain sebagainya,” kata dia.

Kiai Yusuf menambahkan, setiap sektor kehidupan membutuhkan peran santri. Kehadiran para santri menurut dia bisa mewarnai pembangunan di Pati dalam suasana sejuk dan bermartabat. (Angga/Ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Philip Oroni

    Puisi Puisi Eska Mariska

    • calendar_month Ming, 20 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Pesan setiap kali aku singgah di tempat yang sama rasanya begitu nyata kamu yang menatapku aku membalas malu-malu desiran ombak yang membawamu ke sisiku menyadarkanku akan kehadiranmu sesaat-menyenangkan lalu aku berbisik kepada angin untuk membawakan secarik pesan yang aku tulis di tengah kerumunan 24 Juli 2022 Tak Pernah Usai percakapan kita tak pernah usai setiap […]

  • Sakoma NU PWNU Jawa Tengah Siap Gelar Musda II

    Sakoma NU PWNU Jawa Tengah Siap Gelar Musda II

    • calendar_month Kam, 24 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 133
    • 0Komentar

      Semarang – Dalam rangka menyambung Musyawarah Darah (Musda) II, Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah melaksanakan kegiatan Pra Musda yang digelar pada Rabu malam (23/10/2024) secara virtual melalui Zoom Meeting. Kegiatan Pra Musda II ini diawali dengan pembukaan, tahlil, lagu Indonesia Raya dan Hime Pramuka, dilanjutkan sambutan sekaligus membuka acara Pra Musda […]

  • SAKO Pramuka Pandu Ma'arif NU Jawa Tengah Gelar Kemah Perdamaian dan Kemanusiaan

    SAKO Pramuka Pandu Ma’arif NU Jawa Tengah Gelar Kemah Perdamaian dan Kemanusiaan

    • calendar_month Sen, 15 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.958
    • 0Komentar

      Kota Semarang – Malam hari di bawah langit mendung Bumi Perkemahan Candra Birawa Kwartir Daerah Jawa Tengah, terdengar dengan lantang ketua sangga putra kontingen dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Jepara memimpin penyajian yel-yel. Mereka memasuki kawasan bumi perkemahan dengan semangat dan penuh energi. Gerimis tidak mampu mematahkan semangat para peserta kegiatan Kemah Perdamaian dan Kemanusiaan, […]

  • PCNU-PATI

    Penguatan SDM IPNU-IPPNU, Tim KKN IPMAFA Desa Pasucen Adakan Pelatihan MC

    • calendar_month Sel, 8 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-Tim KKN IPMAFA Desa Pasucen mengadakan kegiatan pelatihan MC dengan menggandeng IPNU dan IPPNU dari ranting pasucen dan dukuh wonokerto. Kegiatan yang diadakan di Masjid Sirojul Anam ini merupakan salah satu rangkaian program Tim KKN di pilar sosial-keagamaan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan SDM IPNU-IPPNU di bidang master of ceremony(MC). Materi yang disampaikan dalam acara […]

  • PCNU-PATI

    SMA Negeri 02 Pati Salurkan Bantuan Gempa Cianjur Lewat LAZISNU Pati

    • calendar_month Sel, 29 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. Pengurus Cabang Lazisnu Pati menerima bantuan korban gempa Cianjur Jawa Barat, Selasa siang, 29/11/2022 Dalam hal misi kemanusiaan ini kepada korban gempa bumi Cianjur SMA Negeri 02 Pati turut menyumbangkan donasi sebesar 13.127.000.00 dari partisipasi siswa-siswi serta guru dan staf SMA Negeri 02 Pati.  Kepada Tim LAZISNU Pati donasi tersebut kami terima untuk nantinya […]

  • Kiai Karismatik Dari Kajen

    Kiai Karismatik Dari Kajen

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Tokoh Ulama; Orang pertama yang disowani Gus Dur segera setelah dia jadi presiden adalah Almarhum Kiai Abdullah Salam di Kajen, Pati, yang lebih akrab dipanggil Mbah Dullah. Saat mendengar Gus Dur hendak bertandang ke rumahnya, awalnya Mbah Dullah keberatan, sebab saat itu Gus Dur sudah jadi umara (penguasa). Tetapi pada akhirnya Mbah Dullah bilang: “Kalau […]

expand_less