Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » KH. Sirodj: Sosok Cerdas Pencetus Pondok Pesantren Wetan Banon

KH. Sirodj: Sosok Cerdas Pencetus Pondok Pesantren Wetan Banon

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 10 Mei 2024
  • visibility 931
  • comment 0 komentar

Oleh. Natasya Avnal Maulida

Siapakah KH Sirodj

Sosok Kiai Haji Sirodj merupakan salah satu kiai besar di desa Kajen, kecamatan Margoyoso, kabupaten Pati, beliau adalah pendiri sekaligus pengasuh di pondok pesantren Wetan Banon yang kini lebih dikenal sebagai pondok pesantren Salafiyah Kajen.

Beliau terlahir pada tahun 1865 di desa Kajen. Ayahnya bernama Ishaq bin Sawijah binti R. Danum bin Toyyibah binti Muhammad Hendro Kusumo bin Ahmad Mutamakkin, sedangkan ibunya bernama Saimah adalah keturunan Kiai Haji Ahmad Mutamakkin dari Nyai Alfiah (Mbah Godek).[1]

Kiai Haji Ahmad Mutamakkin adalah seorang kiai yang diyakini sebagai waliyullah yang tinggal di desa Kajen kecamatan Margoyoso kabupaten Pati. Beliau juga dipercaya sebagai penyebar Islam di daerah ini.

Dari beliaulah terlahir para kiai besar di daerah Kajen dan sekitarnya, seperti Kiai Haji Sirodj mendirikan pondok pesantren Wetan Banon, KH. Nawawi putra dari KH. Abdullah mendirikan Pondok Kulon Banon yang kemudian bernama Taman Pendidikan Islam Indonesia (TPII), dan KH. Abdussalam (Mbah Salam) mendirikan Pondok Pesantren Polgarut yang dikemudian hari bernama Pondok pesantren Maslakul Huda Polgarut Utara.[2]

Keturunan KH. Sirodj

Sirodj menikah dengan Nyai Hajah Khadijah dari Juana. Beliau memiliki dua orang putra dan dua orang putri. Putra beliau adalah KH. Baidlowie, dan KH. Hambali, sedangkan dua putri beliau adalah Nyai Halimah dan Nyai Fatimah. Kedua putra beliaulah yang kemudian meneruskan perjuangan beliau dalam mengelola pondok pesantren Wetan Banon.

Geneologi KH. Sirodj

Terlahir dari seorang elit kiai dan dibesarkan di lingkungan santri tentulah KH. Sirodj memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi, bahkan tidak hanya ilmu tentang agama namun beliau juga memiliki kecerdasan tentang ilmu pengetahuan lain seperti ilmu Kimia. Hal ini terkonfirmasi dari hasil penuturan cicitnya yaitu Kiai Faturrahman pengasuh pondok pesantren Salafiyah Kajen 1, bahwa Kiai Faqih yaitu putra dari Kiai Baedlowi menuturkan jika Kiai Haji Sirodj sanggup membuat zat senyawa baru untuk mendukung usaha niaganya. Namun sayangnya senyawa kimia ini tidak terbukukan sehingga tidak dapat dilacak lagi penemuan tersebut.

Sirodj juga seorang yang alim, dimana tanda kealimannya ini dipercaya ketika beliau bermimpi meminum air sumur peninggalan KH. Ahmad Mutamakkin hingga airnya habis bahkan kekurangan.

Sirodj menceritakan mimpinya tersebut pada KH. Abdussalam, dan beliau menganjurkan kepada KH. Sirodj untuk bersyukur karena menurut beliau KH. Sirodj akan mendapatkan hidayah dan keistimewaan dalam hal keilmuan dari Allah SWT.

Hal tersebut benar adanya, sebagaimana yang disampaikan oleh Zainul Milal Bizawi yaitu salah satu cicit beliau, bahwa KH. Sirodj mendapatkan ilmu pengetahuan tanpa proses pembelajaran yang sering disebut sebagai ilmu Ladunni.

Sirodj sering mengikuti pengajian dan musyawarah di Pondok Pesantren Kajen Tengah yang diasuh oleh Kiai Ismail, sekalipun KH. Sirodj belum pernah membaca bahkan membuka kitab tersebut namun beliau bisa mengkoreksi dan membandingkan dengan kitab lain bahkan disebutkan dalil dan nomor serta baris kitab tersebut. Beberapa orang meyakini bahwa KH. Sirodj juga memiliki kemampuan supranatural. Beliau mengetahui isi hati orang lain yang sedang berbicara atau berhadapan dengannya.

Pendiri Pondok Pesantren Wetan Banon

Sirodj sebelum akhirnya mendirikan pondok pesantren Wetan Banon adalah seorang saudagar yang cukup kaya raya, memiliki harta yang melimpah dan tanah yang luas. Bahkan beliau juga sering membantu orang-orang yang meminta saran serta pendapat ataupun solusi atas masalah mereka, bisa dikatakan KH, Sirodj layaknya seorang advokad.

Namun pada saatnya beliau mengalami kebangkrutan yang sangat besar, hingga membuat harta kekayaannya semakin menyusut. Dari kejadian ini, KH. Sirodj mengambil sebuah hikmah bahwa harta maupun jabatan atau kekuasaan tidaklah berharga dibandingkan dengan amal kebaikan. Hal inilah yang selalu diajarkan beliau kepada anak cucunya.

Pada tanggal 12 Mei 1902 KH. Sirodj mendirikan Pondok Pesantren Wetan Banon, yang menjadi embrio dari Pondok Pesantren Salafiyah Kajen dan Lembaga Pendidikan formal mulai dari PAUD, MI, MTs, MA dan SMK Salafiyah Kajen saat ini.

Pondok Pesantren Wetan Banon lahir ketika dunia Islam mulai bangkit, salah satu pemicu kenapa beliau mendirikan pondok tersebut adalah karena kondisi pada saat itu, telah berkembang gerakan-gerakan modernisasi seperti Wahabi, yang mana menurut beliau harus dilakukan tindakan defensive untuk meredam gejolak perkembangan wahabiah dan semakin bengisnya penjajahan kolonial Belanda.

Pondok Wetan Banon didirikan di sekitar 100 meter di sebelah Timur makam KH. Ahmad Mutamakkin. Beliau membuat mushola dan pesantren yang sangat sederhana. Beliau mulai mengadakan pengajian rutin yang membahas tentang masalah keagamaan dan kemasyarakatan.

Pondok pesantren tersebut diasuh langsung oleh KH. Sirodj hingga akhir hayatnya bersama putra-putranya dan dibantu Mbah Abdul Aziz. Bahkan beliau mengijinkan KH. Baedlowie untuk mengenyam pendidikan di Makkah.

Beberapa ulama besar yang pernah menjadi santri KH. Sirodj adalah KH. Bisri Syamsyuri, Pendiri Pesantren Denanyar Jombang, KH. Hambali Waturoyo dan KH. Soleh Tayu, selain itu juga ada banyak santri menyebar mulai dari Pati, Rembang dan Demak.

Wafatnya KH.Sirodj

  1. Sirodj wafat dalam usia 63 tahun, tepatnya pada hari Kamis tanggal 20 Rabiul Awal 1347/1928. Beliaudimakamkan di sebelah Timur makam KH. Ahmad Mutamakkin.
  2. Sirodj adalah sosok yang sangat menghormati leluhurnya, hingga beliau membangun pasujudan yang pada masa KH. Ahmad Muttamakin sering digunakan untuk sholat dhuha. Hal tersebut dilakukan oleh KH Sirodj agar tempat tersebut terawatt dan terjaga dengan baik.
  3. Sirodj telah banyak memberikan teladan bagi kita santri yang hidup di era revolusi industri 4.0 bahkan 5.0 dimana dunia semakin global, membuat manusia semakin hedonis, banyak yang kufur nikmat, haus kekayaan dan kekuasaan, agar kita tidak termasuk orang-orang tersebut, dengan selalu menanamkan nilai-nilai keikhlasan dalam menegakkan kebenaran agama Allah.

* Naskah ini di ikutkan dalam Lomba Menulis Biografi Kiai Lokal  Porsema XII PC LP Maarif Pati

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 90 Santri Lirboyo Diberangkatkan PCNU Pati

    90 Santri Lirboyo Diberangkatkan PCNU Pati

    • calendar_month Sab, 14 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 545
    • 0Komentar

    PATI – Sebanyak 90 santri Lirboyo yang berasal dari Kabupaten Pati kembali ke pondok pesantren, Jumat (13/5/2022) pagi. Puluhan santri itu diberangkatkan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati. Ketua PCNU Pati, Yusuf Hasyim, mengatakan, pihaknya secara rutin memfasilitasi para santri, baik  berhubungan dengan pemberangkatan maupun kepulangan. “Termasuk kegiatan-kegiatan yang terkait dengan santri yang lain […]

  • PCNU-PATI

    NU Dalam Membangun Cita-Cita Keadaban Bangsa

    • calendar_month Sab, 7 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 432
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Dewasa ini bangsa Indonesia sedang dihadapkan dengan persoalan yang pelik, mulai dari tingginya angka kemiskinan, maraknya praktik korupsi, suap, dan konflik antar agama. Problematika ini tentunya melapukkan proses keadaban bangsa kita, terutama para pemangku kebijakan serta semua elemen masyarakatuntuk tergerak dalam membangun kesadaran yang berlandaskan pada moralitas bangsa, dan bukan berdasarkan pada […]

  • PCNU- PATI

    Gandeng KPI UNISNU, SMK Az Zahra Mlonggo Gelar Workshop Film Pendek

    • calendar_month Sel, 23 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 552
    • 0Komentar

    Jepara – SMK Az Zahra Mlonggo Jepara menyelenggarakan Workshop Film Pendek yang berlangsung di aula SMK, Sabtu (20/8). Bekerja sama dengan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara, kegiatan yang melibatkan 36 siswa jurusan Broadcasting itu bertujuan untuk memperkenalkan bagaimana produksi film pendek dari mulai proses ide hingga pasca […]

  • Twibbon 1 Abad NU, PCNU: Desainnya Macho

    Twibbon 1 Abad NU, PCNU: Desainnya Macho

    • calendar_month Sab, 4 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 537
    • 0Komentar

    JAKARTA – PBNU merilis twibbon dalam rangka menyambut resepsi 1 abad NU, Senin (7/2) mendatang. Twibbon berbentuk persegi tersebut memperlihatkan kesiapan pemakai twib untuk menjadi bagian sejarah 1 abad NU. “SAYA SIAP MENJADI BAGIAN SEJARAH 1 ABAD NU,” begitu isi twibbon tersebut. Ketua PCNU Pati, KH. Yusuf Hasyim menilai desain twibbon 1 Abad NU yang […]

  • Twib Bikinan Sekretaris NU Jakenan Trending

    Twib Bikinan Sekretaris NU Jakenan Trending

    • calendar_month Sel, 7 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 390
    • 0Komentar

    Twib ‘Siap PTM’ karya Ali Munir menempati posisi trending #6 dan #8 di portal twibbon terkemuka, twibbonize.com. sementara twib PMII Kece menempati posisi trending #2 di portal yang sama PATI – Usia bukan ukuran untuk berkreasi. Banyak orang dengan usia yang tak lagi muda, namun masih bisa memproduksi beragam ide. Bahkan tidak jarang, ide-ide itupun […]

  • PCNU - PATI

    Ayat Ayat Cinta

    • calendar_month Ming, 17 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 507
    • 0Komentar

    Ini adalah kisah cinta. Tapi bukan cuma sekadar kisah cinta yang biasa. Ini tentang bagaimana menghadapi turun-naiknya persoalan hidup dengan cara Islam. Fahri bin Abdillah adalah pelajar Indonesia yang berusaha menggapai gelar masternya di Al-Azhar. Berjibaku dengan panas-debu Mesir. Berkutat dengan berbagai macam target dan kesederhanaan hidup. Bertahan dengan menjadi penerjemah buku-buku agama. Semua target […]

expand_less