Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Hari Raya Idul Fitri Momentum untuk Saling Memaafkan

Hari Raya Idul Fitri Momentum untuk Saling Memaafkan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 20 Apr 2024
  • visibility 472
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto, MA

Setelah menjalankan Ibadah Ramadan selama sebulan penuh, tiba saatnya umat Muslim di penjuru dunia merayakannya dengan kemenangan yang kita kenal dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri atau yang lebih terkenal dengan sebutan lebaran.

Datangnya Idul Fitri ini, tentunya disambut dengan penuh suka-cita oleh seluruh umat Muslim untuk merayakannya dengan cara beranekaragam. Di Indonesia, tradisi lebaran mungkin berbeda dengan Idul Fitri di negeri-negeri lain. Tradisi ini justru lebih meriah, bahkan dari Hari Raya Kurban yang sering disebut juga Hari Raya Akbar.

Sedangkan perayaan Idul Fitri di Indonesia tak cukup dirayakan hanya sehari saja, melainkan lebih dari itu. Di beberapa daerah orang merayakannya lebih dari sepekan. Bahkan, bila kita hitung acara halal bihalal, bisa sebulan penuh. Uniknya lagi, Hari Raya Idul Fitri di Indonesia tidak hanya dirayakan umat Islam saja, melainkan melibatkan hampir seluruh elemen masyarakat.

Hari Raya bukan hanya tentang kebahagiaan dan kemenangan, itu juga adalah waktu untuk merenungkan nilai-nilai luhur, salah satunya adalah memaafkan satu sama lain. Dengan memaafkan satu sama lain, kita bukan hanya bisa merasa lebih baik dalam diri kita sendiri, tetapi juga dapat mempererat hubungan kita satu sama lain dan memperkuat ikatan persaudaraan kita.

Setiap tahun, Idul Fitri adalah kesempatan untuk saling memaafkan. Namun, penting bagi kita semua untuk meminta maaf kepada orang-orang yang kita sayangi, baik itu secara sadar maupun tidak.

Meminta maaf dan memaafkan adalah sikap yang menunjukkan permintaan atau pemberian pengampunan dan pembebasan atas kesalahan kita sendiri dan orang lain. Tindakan memaafkan juga melibatkan kesediaan kita untuk melepaskan dendam dan kebencian kita terhadap orang yang melakukan kesalahan kita, serta memberikan kesempatan dan ruang untuk menjalin kembali hubungan yang telah rusak.

Dan memaafkan dapat membantu seseorang melepaskan beban emosional negatif seperti kemarahan, kesedihan, atau kebencian, sehingga seseorang dapat merasa lebih tenang, bahagia, dan stabil secara emosional. Memaafkan juga dapat menghapus luka di hati seseorang sehingga rasa dendam tidak berlarut-larut.

Oleh karena itu, momentum Hari Raya Idul Fitri ini merupakan momentum untuk saling memaafkan dari pelbagai suku, ras, bahasa, adat-istiadat, dan tanpa terkecuali latar belakang masyarakat. Hal ini juga dijelaskan dalam surat al-hujarat ayat 13 yaitu;

‘manusia diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling mengenal dan menghormati.’

Dari ayat di atas sangat jelas, bahwa orang yang paling mulia di antara mereka di sisi-Nya ialah orang yang paling bertakwa kepada-Nya. Dan siapa yang paling takwa, hanya Allah yang mengetahui.

Dengan demikian, tradisi lebaran yang khas di negeri kita ini sudah sepatutnya diterapkan sebagai suatu tradisi yang memiliki nilai lebih baik dihadapan manusia maupun dihadapan Sang Kholiq. Lebaran untuk melebur dosa kita terhadap Allah sekaligus terhadap sesama.

Dengan begitu, bisa diharapakan diri kita untuk kembali menjadi bersih dari segala dosa dan kembali ke fitrah, untuk kemudian berusaha menjaga kebersihannya dengan menjaga pergaulan dan hubungan baik kita, baik dengan Sang Pencipta maupun dengan sesame hamba-Nya.

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kunjungi PBNU, Menteri HI China Dukung Kiprah NU

    Kunjungi PBNU, Menteri HI China Dukung Kiprah NU

    • calendar_month Sen, 20 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 513
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Liu Jianchao, Menteri HI China menyambangi PBNU, Sabtu (18/1) lalu. Dalam kunjungan kali ini, ia menjajaki kemungkinan kerjasama antara PBNU dengan pemerintah Tiongkok. “Kami harap komunitas agama di Indonesia juga berkontribusi dalam hubungan kuat antara Tiongkok dan Indonesia,” terangnya. Di Jakarta, Jianchao ditemui langsung oleh Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf […]

  • PCNU-PATI

    Ribuan Santri Meriahkan Silahul Ulum Bersholawat

    • calendar_month Sab, 4 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 489
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-TRANGKIL – Yayasan Silahul Ulum Asempapan, Trangkil, Pati menggelar Silahul Ulum Bersholawat dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kegiatan dilangsungkan di halaman Gedung MI-MTs Silahul Ulum, Sabtu (28/10/2023). Sholawatan dipimpin oleh Habib Nabil bin Naqib Assegaf dari Kudus dengan iringan grun rebana Khoirul Amilin. Sementara Maidhoh Hasanah diisi oleh KH. Ahmad Nadhif dari Tayu. […]

  • Pentas Seni Warnai Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian Sako Pandu Ma’arif NU Jateng

    Pentas Seni Warnai Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian Sako Pandu Ma’arif NU Jateng

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.748
    • 0Komentar

      Kegiatan Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian yang diselenggarakan oleh Sako Pandu Ma’arif NU Jawa Tengah di Bumi Perkemahan (Buper) Candrabirawa, Ungaran, Kabupaten Semarang, berlangsung semarak. Salah satu agenda yang menyedot perhatian adalah pentas seni dari perwakilan kabupaten dan kota se-Jawa Tengah, yang digelar pada Selasa (16/12/2025) malam. Sebanyak 700 peserta dari berbagai daerah menampilkan ragam […]

  • Bukan Sekadar Tempat Nongkrong, Kedai Nuk Inuk di Gerit Cluwak Tawarkan Konsep 'Kopi, Buku, Makan Enak'

    Bukan Sekadar Tempat Nongkrong, Kedai Nuk Inuk di Gerit Cluwak Tawarkan Konsep ‘Kopi, Buku, Makan Enak’

    • calendar_month Ming, 5 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 281
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Aroma kopi yang harum menyeruak di antara pilar-pilar kayu sebuah rumah tua di Desa Gerit, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati. Di sudut ruangan, sebuah radio kuno dan mesin ketik ditata apik, memberikan kesan vintage rustic yang kuat. Di sinilah Mirza (38), anggota Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama Pati, menyemai mimpi […]

  • PCNU-PATI

    Peringati 1 Abad NU, Ribuan Warga NU Pati Sholawatan Bareng Habib Ali Zainal Abidin

    • calendar_month Kam, 23 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 436
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. PATI – Ribuan warga nahdliyin padati Alun-alun Kabupaten Pati, Rabu (22/2/2023) malam. Mereka menghadiri selawatan bareng Habib Ali Zainal Abidin dalam rangkaian peringatan 1 Abad NU yang digelar oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati. Selawatan itu juga dihadiri oleh Wakil Ketua Umum PBNU K.H Zulfa Mustofa, jajaran Forkopimda, jajaran Syuriah dan Tanfidziyah PCNU […]

  • Mathali’ul Falah Raih 5 Mendali di MQK Nasional

    Mathali’ul Falah Raih 5 Mendali di MQK Nasional

    • calendar_month Jum, 8 Des 2017
    • account_circle admin
    • visibility 730
    • 0Komentar

    Pati. Musabaqah Ditjen Pendis Kemenag RI di Balekambang Jepara, 1-5/12 kemarin. Qiraatil Kutub (MQK) tingkat nasional ke-VI 2017 yang diselenggarakan oleh Perguruan Islam Mathaliul Falah Kajen-Margoyoso-Pati ikut berpartisipasi pada event tersebut dengan menyumbangkan lima mendali yang diraih oleh Juara 1 Balaghah Wustha ( Nadilla),Juara 2 Balaghah ‘Ulya ( Basmah Nafisah),Juara 2 Tarikh ‘Ulya ( Moh. […]

expand_less