Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Puasa dan Solidaritas Sosial

Puasa dan Solidaritas Sosial

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 30 Mar 2024
  • visibility 308
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto, M A

Momentum bulan Puasa merupakan momentum yang datang selalu disambut dengan gagap-gempita oleh masyarakat muslim dari saentero dunia. Momentum ini sekaligus dijadikan sebagai ajang untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.

Masyarakat muslim begitu antusias dalam menyambutnya, tak ayal apabila bulan Ramadan tiba disambut dengan melakukan pelbagai kegiatan rutinitas, seperti tadarus Alquran, ngaji bandongan, dan berbagi kepada masyarakat lain. Tradisi ini dilakukan dari tahun ke tahun dengan maksud dan tujuan untuk mendapatkan rahmat dan magfirah dari Sang Khaliq.

Adapun tujuan utama dari praktek berpuasa adalah untuk mencapai keadaan manusia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini sejalan dengan perintah Allah SWT sebagaimana tercantum dalam surat Al-Baqarah: 183:

“Firman Allah SWT yang berbunyi: ‘Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.’’

Mencapai keadaan bertaqwa merupakan tujuan utama yang diharapkan seseorang setelah menunaikan ibadah puasa. Oleh karena itu, Nabi memerintahkan kepada mereka yang menjalankan puasa untuk menghindari perkataan dan perbuatan yang tidak pantas sesuai dengan ajaran yang disampaikan oleh Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Kitab Al-Muwatha’.

“Puasa itu adalah perisai, jika salah satu dari kalian sedang berpuasa, maka jangan sampai berkata kotor dan jangan pula bertingkah laku jahil (sombong, suka mengejek, atau bertengkar). Jika ada orang lain yang mengajaknya berkelahi atau menghinanya, maka hendaklah dia mengatakan: “Aku sedang puasa, aku sedang puasa.”

Hadis di atas menjelaskan bahwa seseorang yang berpuasa diperintahkan Nabi untuk tidak mengucapkan kalimat yang kotor dan bertindak bodoh, bahkan jika ada seseorang yang mengajak berkelahi atau memusuhi, ia cukup mengucapkan saya sedang berpuasa. Hal ini bertujuan untuk menjaga kesempurnaan pahala puasa, terutama menjaga ketakwaannya kepada Allah SWT.

Dalam hadis di atas dijelaskan bahwa Nabi memerintahkan orang yang berpuasa untuk menghindari mengucapkan kata-kata yang tidak sopan dan bertindak bodoh, bahkan jika seseorang mengajak berkelahi atau memusuhi mereka. Tujuannya adalah untuk menjaga pahala puasa tetap sempurna, terutama untuk mempertahankan ketakwaannya kepada Allah SWT.

Puasa dan solidaritas antar sesama

Selain puasa dijadikan sebagai momentum dalam ranah kebaikan, adakalanya puasa dijadikan sebagai momentum untuk saling membantu antar sesama. Dimana akhir-akhir ini di beberapa kota diterpa banyak bencana, mulai banjir, angin putting beliung, dan gempa. Maka, sebagai warga negara yang baik sudah sayogjanya untuk saling membantu antar sesama insan tanpa melihat atributnya.

Adapun untuk meringankan beban para korban yang terdampak bencana, ada banyak hal yang bisa kita lakukan, antara lain yaitu; memberikan bantuan baik material maupun non-material, ikut berpartisipasi dalam penggalangan dana, dan ikut membersihkan lingkungan pasca terkena bencana.

Dari beberapa contoh di atas tentunya menunjukkan rasa kepedulian dan solidaritas sosial kita antar sesama  dengan maksud untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.

Oleh karena itu, datangnya bulan Ramadan meskipun bersamaan dengan adanya bencana tidak menyurutkan niat baik kita dalam menolong antar sesama, justru kita jadikan sebagai momentum untuk meningkatkan kesalehan sosial dan rohani.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Momen Kemerdekaan, PCNU : Tanpa Ulama NU Mungkin Indonesia belum Merdeka

    Momen Kemerdekaan, PCNU : Tanpa Ulama NU Mungkin Indonesia belum Merdeka

    • calendar_month Sel, 17 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 428
    • 0Komentar

    K. Yusuf Hasyim, ketua PCNU Pati dalam diskusi Kebangsaan bersama mahasiswa KKN Gembira IPMAFA PATI-17 Agustus 76 tahun silam, proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan. Pembacaan naskah keramat ini menjadi simbol kemerdekaan Indonesia.  Masyarakat era milenial, tidak merasakan beratnya perjuangan kala itu. Maka, K. Yusuf Hasyim, ketua PCNU Pati, mengajak warga Indonesia untuk merenungi jasa-jasa pahlawan, khususnya […]

  • Silaturrahim dan Koordinasi PCNU ke Eks Kawedanan Jakenan

    Silaturrahim dan Koordinasi PCNU ke Eks Kawedanan Jakenan

    • calendar_month Ming, 22 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 440
    • 0Komentar

    JAKENAN – Roashow Turba Pengurus Cabang NU (PCNU) Kabupaten Pati kembali berlanjut. Ahad (22/9/2019) pagi, giliran MWCNU dan Ranting se-eks Kawedanan Jakenan yang dikunjungi menyusul dua gelaran serupa di eks-Kawedanan Tayu dan Pati Kota. Bertempat di Aula Kantor Camat Jakenan, PCNU Pati bertemu dengan jajaran pengurus MWCNU dan Ranting dari empat kecamatan sekaligus, Jakenan, Jaken, […]

  • Foto: Suasana takbir keliling di Desa Pancasila Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati.

    Potret Takbir Keliling di Desa Pancasila Pati, Non IsIam Ikut Menikmati

    • calendar_month Ming, 30 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 548
    • 0Komentar

      Pati – Takbir Keliling di Desa Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati, Jawa Tengah berjalan meriah, Minggu (30/3/2025). Kaum non IsIam atau nonis ikut menikmati takbir keliling di desa yang berjuluk Desa Pancasila itu. Desa Jrahi dijuluki Desa Pancasila lantaran keanekaragaman agama yang dianut warganya. Desa Jrahi memiliki warga yang menganut tiga agama. Yakni IsIam, […]

  • Lazisnu Ranting Klakah, Door to Door Santuni Yatim

    Lazisnu Ranting Klakah, Door to Door Santuni Yatim

    • calendar_month Jum, 20 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Penyaluran santunan ke rumah salah satu yatim oleh Para Pengurus Ranting Lazisnu Klakahkasihan, Gembong, Kamis (19/8) GEMBONG – Pengurus Ranting Lazisnu Klakahkasihan, Kecamatan Gembong berkeliling desa Kamis (19/8) kemarin. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyantuni anak-yatim yang berasa di desa ini.  “Karena luasnya desa, jadi kami cicil. Santunan yatama ini merupakan gelombang ke dua,” terang […]

  • Photo by Dima Solomin

    Mbak Meta

    • calendar_month Rab, 28 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 509
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Beberapa bulan kebelakang saya melihat beranda di Facebook saya berseliweran ibu-ibu baik muda atau pun setengah tua berbicara tanpa jeda. Mereka mensosialisasikan kegiatannya baik dalam urusan dapur, sumur, tapi kasurnya di skip. Sedangkan dalam unggahan tersebut di kasih tulisan-tulisan yang menghalangi vidio untuk di tonton. Jadi ketika saya melihat vidio […]

  • IPMAFA Bersholawat: Habib Bidin Ajak Para Jamaah Cinta Rasul

    IPMAFA Bersholawat: Habib Bidin Ajak Para Jamaah Cinta Rasul

    • calendar_month Kam, 29 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 344
    • 0Komentar

    “Monggo, sholawat sing banter. Ojo nonton sholawat, tapi sareng-sareng nderek maos sholawat sing banter. Insya Allah sing paling banter, utange ndang lunas (Mari berselawat yang keras. Jangan menonton selawat, tapi bersama-samalah membaca selawat yang keras. Insya Allah yang paling keras bacaannya, hutangnya segera lunas).” Demikian disampaikan Habib Ali Zainal Abidin bin Segaf Assegaf sesaat sebelum […]

expand_less