Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Puasa dan Literasi

Puasa dan Literasi

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 23 Mar 2024
  • visibility 586
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Bulan Ramadan identik dengan kegiatan pengajian kitab kuning dan tadarus Alquran baik di masjid, mushala, dan di pesantren. Kegiatan ini sudah berlaku sejak dahulu sampai sekarang. Antusias masyarakat juga sangat tinggi, hal ini bisa kita lihat baik di masjid, mushola, dan pesantren semua dipenuhi para jamaah yang ingin mendapatkan berkah di bulan yang penuh maghfirah.

Datangnya bulan Ramadan juga dimanfaatkan dengan baik oleh para santri untuk belajar. Belajar di sini tidak hanya untuk menghafal dan mengaji melainkan juga membaca dan menulis (literasi).

Tradisi literasi di pesantren saat bulan Ramadan memiliki makna tersendiri. Dimana para pengasuh pesantren berlomba-lomba menggalakkan pengajian kitab kuning selama puasa. Para qori biasanya membaca kitab kuning sehari bisa mencapai dua sampai empat kitab. Hal ini menunjukkan betapa istimewanya bulan Ramadan di kalangan pondok pesantren.

Selain itu juga saat pengajian kitab kuning berlangsung para santri secara khidmah menyimak dan menulis apa yang dibacakan oleh qori tentang makna dari kitab tersebut. Karena penting bagi santri mengikuti kajian kitab kuning, selain menambah khazanah keilmuan keislaman juga melatih skill santri dalam bidang literasi.

Dimana tanpa mereka sadari adanya kegiatan ngaji kitab kuning selama Ramadan. Ketrampilan literasi santri akan terasah dan wawasan keilmuan yang termaktub dalam kajian klasik kitab kuning juga semakin bertambah. Dengan begitu, kajian kitab kuning tidak hanya berlangsung di bulan Ramadan saja, melainkan eksistensinya akan terus berlanjut selama masih ada santri, kiai, dan pesantren.

Oleh karena itu, dari eksistensi kajian kitab kuning yang terus dijaga dan dirawat di pesantren, maka tak ayal apabila pesantren melahirkan banyak bibit-bibit unggul dan ouput yang membawa nama baik Indonesia ke kancah dunia Internasional. Misalnya dalam hal ini ada Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah, KH. Bisri Syansuri, KH. Muhammad Sahal Mahfudh, KH. Abddurrahman Wahid (Gus Dur) dan lain sebagainya.

Dari beberapa nama-nama di atas, membuktikan bahwa sumbangsih pesantren terhadap bangsa sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa pesantren serius dalam membina dan mendidik para kader muda demi tercapainya cita-cita bangsa Indonesia.

Dengan demikian, tradisi keilmuan di pesantren memang unik. Ada setidaknya tiga elemen yang membuatnya unik. Pertama, tradisi kitab kuning dapat memastikan pembelajaran berurutan, berjenjang, dan menyeluruh. Ketika santri selesai mempelajari satu kitab dasar, mereka biasanya akan melanjutkan ke kitab lain di tingkat yang lebih tinggi. Jadi, kitab itu seperti tangga: Anda harus menyelesaikan tangga pertama sebelum melangkah ke tangga kedua.

Kedua, kitab kuning memastikan bahwa keilmuan Islam bersanad, memiliki jalur yang jelas dan bersambung hingga Rasulullah Saw. Mereka juga memasukkan keilmuan Islam ke dalam kategori, seperti jika santri belajar kitab Safinah termasuk dalam kategori kitab Syafi’iyyah (mazhab Imam Syafi’i).

Dengan mengetahui judul sebuah kitab, kita dapat mengidentifikasi siapa penulisnya dan bagaimana dia berguru kepada siapa saja, menentukan apakah keilmuannya bersambung ke Rasulullah atau tidak.

Ketiga, belajar kitab kuning sekaligus memungkinkan berbagai metode pendidikan yang berbeda. Ini disebabkan fakta bahwa kitab kuning sendiri dikenal dengan berbagai nama metode pembelajaran, seperti bandongan, sorogan, musyawarah kubra, bahtsul masail, dan lain-lain. Selain itu, pola pembelajaran seperti ini menunjukkan adanya variasi pembelajaran yang saling mendukung. Jadi, ketika tradisi kitab kuning di pesantren dipelajari dengan serius, itu akan menghasilkan pengetahuan yang lengkap, luas, dan mendalam.

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Mustasyar PCNU Pati KH Abdul Mujib Sholeh Tutup Usia

    • calendar_month Jum, 26 Jan 2024
    • account_circle admin
    • visibility 492
    • 0Komentar

     Pcnupati,or.id- PATI – Mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pati, Abdul Mujib Sholeh, tutup usia, Kamis (25/1/2024) malam. Almarhum dimakamkan di kompleks pemakaman Madrasah Miftahul Huda (MMH) Tayu, Jumat (26/1/2024). Ribuan pelayat pun berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati ini. Sejumlah tokoh tampak hadir dalam pemakaman KH […]

  • PCNU-PATI

    PGMI INSINU Temanggung Kupas Tuntas Tantangan Profesonalitas Guru Abad 21

    • calendar_month Sel, 25 Jun 2024
    • account_circle admin
    • visibility 450
    • 0Komentar

    Temanggung, 22 Juni 2024 – Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung mengadakan webinar dengan tema “Tantangan Profesionalitas Guru pada Abad 21” pada Sabtu (22/6). Acara yang diselenggarakan melalui platform Zoom ini diikuti oleh lebih dari 70 peserta. Dalam kegiatan tersebut PGMI INISNU Temanggung berkolaborasi dengan UIN Saizu Purwokerto.  […]

  • Gengsi Makan Siang Gratis, Pendidikan Meringis

    Gengsi Makan Siang Gratis, Pendidikan Meringis

    • calendar_month Jum, 14 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 585
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Program makan bergizi gratis nampaknya sudah menjadi hal yang sangat urgen di mata Pemerintah era kepemimpinan Prabowo dan Gibran. Bagaimana bukan, lewat program tersebut juga mereka dapat menduduki kursi presiden dan wakil presiden di Republik ini. Hingga masih menjadi sorotan media lokal maupun internasional. Diketahui uji coba makan siang gratis ini telah […]

  • H. Dr. Ahmad Choiron, M.Ag : Tidak Perlu Program Muluk-Muluk

    H. Dr. Ahmad Choiron, M.Ag : Tidak Perlu Program Muluk-Muluk

    • calendar_month Ming, 8 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 840
    • 0Komentar

    WINONG – H. Dr. Ahmad Choiron, M.Ag, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Pati menyampaikan bahwa MWC tidak perlu membuat program yang muluk-muluk. Harapan ini disampaikan dalam sambutannya saat mewakili Ketua PCNU Kab. Pati dalam acara Konferensi MWC NU dan PAC Muslimat NU Kecamatan Winong, Ahad (08/09) pagi ini. H. Dr. Ahmad Choiron, M.Ag, mewakili Ketua PCNU Pati […]

  • KH Ali Yafie: Sang Mujaddid Fiqh Klasik

    KH Ali Yafie: Sang Mujaddid Fiqh Klasik

    • calendar_month Ming, 26 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 500
    • 0Komentar

    Oleh : Dr. H. Jamal Makmur Asmani KH. Ali Yafie adalah sosok reformer fiqh klasik. Beliau mampu menjelaskan kandungan fiqh klasik secara sistematis, argumentatif, dan kontekstual. Hal ini bisa dibaca dari karya-karya beliau yang luar. Alhamdulillah penulis bisa memiliki beberapa karya beliau yang sangat bernas. Fiqh sosial, fiqh bi’ah (fiqh lingkungan), konsultasi fiqh mengupas problematika […]

  • PCNU - PATI

    Berbagi di Bulan Muharram

    • calendar_month Sen, 8 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 412
    • 0Komentar

    Pati- Beberapa UPZIS MWC NU yang ada di Kabupaten Pati serentak menggelar kegiatan santunan Yatim Piatu dalam rangka memeriahkan Tahun Baru Islam 1444 H, Ahad (7/8). Diantaranya UPZIS MWC Gabus, UPZIS MWC Gunungwungkal, UPZIS MWC Dukuhseti, dan UPZIS MWC Sukolilo. “Bulan Muharram adalah hari rayanya anak yatim. Maka kami bermaksud membahagiakan mereka dengan menyayangi serta […]

expand_less