Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ngruwahi Apem, Tradisi Warga Tlogorejo Menjelang Ramadan

Ngruwahi Apem, Tradisi Warga Tlogorejo Menjelang Ramadan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 12 Mar 2024
  • visibility 220
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id – Warga Desa Tlogorejo, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, punya tradisi sendiri di akhir bulan Sya’ban atau Ruwah, yaitu melakukan bancakan dan berebut kue apem. Kegiatan ini juga dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan.

Masyarakat sekitar menyebut perayaan ini dengan istilah “Ruwahan Apem” atau “Ngruwahi Sewu Apem”.

Untuk menyiapkan acara tersebut, masyarakat setempat membutuhkan waktu sekira satu bulan. Yaitu mulai dari membuat kerangka replika naga, hingga menyiapkan ribuan kue apem.

Pada Minggu (10/3/2024) selepas isya, masyarakat mengarak replika naga yang telah dilapisi kue apem dari Belik Bunton (sumber mata air) menuju balai desa. Dalam arak-arakan, juga diiringi oleh tabuhan rebana.

Sesampainya di balai desa, warga yang hadir kemudian berebut apem yang sebelumnya sudah di bacakan doa dan juga selawat.

Ketua Karang Taruna Tlogorejo Tlogowungu, Syamsul Huda menjelaskan, pada tahun ini kegiatan Ruwahan Apem digelar secara sederhana. Berbeda dari tahun lalu yang juga melibatkan kesenian setempat hingga pentas Teater.

“Tahun ini kami hanya mengambil acara puncaknya saja, yaitu rebutan apem di balai desa karena memang waktu persiapan kami terhitung mepet,” kata dia.

Ia menuturkan, kue apem tidak hanya disediakan oleh pemerintah desa saja. Akan tetapi, dua ribu kue apem yang digunakan sebagai ornamen sisik naga merupakan patungan dari warga setempat.

Sementara itu tokoh masyarakat Desa Tlogorejo, Muhammad Bahrun bercerita, replika naga yang dihadirkan diambil dari kisah rakyat yang beredar di masyarakat setempat. Berdasarkan cerita yang beredar, dahulu terdapat seekor naga yang menjadi sebab sumber mata air tersumbat, sehingga muncul dua sumber mata air di wilayah Tlogorejo.

“Katanya ekor naga itu berada di Bilik Bunton di sebelah barat. Sedangkan kepalanya menyumbat di Tlogowungu di timur desa. Jadi dengan adanya kirab naga ini kami ingin mengingatkan bahwa di tempat ini ada cerita seperti itu,” tutur dia.

Bahrun berharap, dengan adanya acara ini masyarakat kembali mengingat asal usul desa. Utamanya dalam menjaga sumber mata air yang masih digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari. (angga/Ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Belajar Hidup Dari Rumi

    Belajar Hidup Dari Rumi

    • calendar_month Ming, 26 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Kisah-kisah ini di tangan Rumi memiliki nilai imaji yang kaya karena keterampilan puitisnya. Bila ia mulai puisinya dengan kisah, lalu disusul oleh kisah lain, seakan-akan ditumpangkan atau dikaitkan begitu saja; hal ini ia lakukan untuk memberikan asosiasi, yang tampaknya beragam, tetapi tetap dalam kesatuan makna. Banyak kita jumpai berbagai kisah dalam satu puisi Rumi, kisah […]

  • Inisnu Lestarikan Nyadran, Ketua PCNU Sebut “Ben Ora Kepaten Obor”

    Inisnu Lestarikan Nyadran, Ketua PCNU Sebut “Ben Ora Kepaten Obor”

    • calendar_month Sab, 22 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 335
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Temanggung – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1446 H tahun 2025, keluarga besar Kampus Hijau yang terdiri atas Inisnu Temanggung, Akper Alkautsar, TK/PAUD ELPIST, MI ELPIST, KBIHU Babussalam NU Temanggung menggelar Nyandran Kampus Hijau bertajuk “Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Mempererat Silaturahmi” pada Jumat (21/2/2025). Kegiatan yang berlokasi di halaman rektorat Inisnu Temanggung itu […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Lailatul Qadar dan Teknologi Alquran

    • calendar_month Ming, 15 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.980
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda   Al-Quran bagi saya adalah kitab teknologi. Agak aneh po kedengarannya? Ya, bisa jadi demikian. Nah, di dalam momentum akhir Ramadan ini, kita perlu mengkaji lagi Lailatul Qadar (baku: Lailatulqadar) sebagai “bonus” yang diberikan Allah Swt di bulan suci Ramadan.   Lazim kita jumpai, suasana spiritual umat Islam di dunia sering […]

  • PCNU-PATI

    Bolak Balik Mundak

    • calendar_month Rab, 21 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” Kemarin sore saat saya melakukan perjalanan dari Bumi Mina ke kota Atlas dengan menggunakan travel langganan petugasnya berujar jika tarifnya naik menyesuaikan dengan harga bahan bakar yang sekarang sedang melabung tinggi. Saya hanya diam, mengangguk pertanda saya setuju. Akan tetapi orang yang di sebelah […]

  • PENGUATAN KADER, PENDIDIK SEBAYA  (LELAKI BERESIKO TINGGI DAN PEKERJA SEKS) HIV&AIDS.

    PENGUATAN KADER, PENDIDIK SEBAYA (LELAKI BERESIKO TINGGI DAN PEKERJA SEKS) HIV&AIDS.

    • calendar_month Sel, 27 Okt 2015
    • account_circle admin
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Peran dan keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan Progam Pencegahan dan Penanggulangan  HIV& AIDS di Kabupaten Pati secara promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative yang berkesinambungan dapat mempertajam kepekaan dan tindakan terhadap kasus HIV-AIDS sejak dini oleh masyarakat . Menindaklanjuti hal tersebut diatas KPA Kabupaten Pati mengoptimalkan  koordinasi  penguatan progam pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS KPA Kab. Pati dengan […]

  • Jakenan Bentuk Panitia Hari Santri 2019

    Jakenan Bentuk Panitia Hari Santri 2019

    • calendar_month Kam, 26 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 277
    • 0Komentar

    JAKENAN – Komponen masyarakat di kecamatan Jakenan, Kamis (26/9/2019) pagi membentuk panitia peringatan Hari Santri Nasional 2019. Dengan prakarsa MWCNU Kecamatan Jakenan, pertemuan yang dilaksanakan di Aula Kantor Camat Jakenan itu akhirnya berhasil menyusun kepanitian Hari Santri 2019 yang terdiri atas berbagai komponen di Jakenan. Rais dan Ketua MWCNU Jakenan bersama Kapolsek, Danramil, Kepala KUA, […]

expand_less