Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ngruwahi Apem, Tradisi Warga Tlogorejo Menjelang Ramadan

Ngruwahi Apem, Tradisi Warga Tlogorejo Menjelang Ramadan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 12 Mar 2024
  • visibility 344
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id – Warga Desa Tlogorejo, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, punya tradisi sendiri di akhir bulan Sya’ban atau Ruwah, yaitu melakukan bancakan dan berebut kue apem. Kegiatan ini juga dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan.

Masyarakat sekitar menyebut perayaan ini dengan istilah “Ruwahan Apem” atau “Ngruwahi Sewu Apem”.

Untuk menyiapkan acara tersebut, masyarakat setempat membutuhkan waktu sekira satu bulan. Yaitu mulai dari membuat kerangka replika naga, hingga menyiapkan ribuan kue apem.

Pada Minggu (10/3/2024) selepas isya, masyarakat mengarak replika naga yang telah dilapisi kue apem dari Belik Bunton (sumber mata air) menuju balai desa. Dalam arak-arakan, juga diiringi oleh tabuhan rebana.

Sesampainya di balai desa, warga yang hadir kemudian berebut apem yang sebelumnya sudah di bacakan doa dan juga selawat.

Ketua Karang Taruna Tlogorejo Tlogowungu, Syamsul Huda menjelaskan, pada tahun ini kegiatan Ruwahan Apem digelar secara sederhana. Berbeda dari tahun lalu yang juga melibatkan kesenian setempat hingga pentas Teater.

“Tahun ini kami hanya mengambil acara puncaknya saja, yaitu rebutan apem di balai desa karena memang waktu persiapan kami terhitung mepet,” kata dia.

Ia menuturkan, kue apem tidak hanya disediakan oleh pemerintah desa saja. Akan tetapi, dua ribu kue apem yang digunakan sebagai ornamen sisik naga merupakan patungan dari warga setempat.

Sementara itu tokoh masyarakat Desa Tlogorejo, Muhammad Bahrun bercerita, replika naga yang dihadirkan diambil dari kisah rakyat yang beredar di masyarakat setempat. Berdasarkan cerita yang beredar, dahulu terdapat seekor naga yang menjadi sebab sumber mata air tersumbat, sehingga muncul dua sumber mata air di wilayah Tlogorejo.

“Katanya ekor naga itu berada di Bilik Bunton di sebelah barat. Sedangkan kepalanya menyumbat di Tlogowungu di timur desa. Jadi dengan adanya kirab naga ini kami ingin mengingatkan bahwa di tempat ini ada cerita seperti itu,” tutur dia.

Bahrun berharap, dengan adanya acara ini masyarakat kembali mengingat asal usul desa. Utamanya dalam menjaga sumber mata air yang masih digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari. (angga/Ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Memaknai Santri di Hari Santri

    Memaknai Santri di Hari Santri

    • calendar_month Sab, 26 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 770
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Santri sebagaimana kita pahami merupakan seorang individu yang mempelajari ilmu agama di pesantren. Namun, makna santri juga tidak hanya terbatas pada aspek pendidikan, melainkan meliputi identitas, nilai-nilai, dan sikap hidup yang tercermin dalam kehidupan keseharian mereka. Sedangkan memaknai santri di hari santri adalah momen penting untuk mengenang peran santri dalam sejarah perjuangan […]

  • PAC IPNU IPPNU Tambakromo sukses MAKESTAkan 51 anggotanya

    PAC IPNU IPPNU Tambakromo sukses MAKESTAkan 51 anggotanya

    • calendar_month Ming, 31 Jan 2021
    • account_circle admin
    • visibility 272
    • 0Komentar

      Pati- Langkah awal dan sekaligus pembekalan organisasi, PAC IPNU IPPNU Kec. Tambakromo sukses rekrut 51 anggotanya untuk mengikuti MAKESTA (Masa Kesetiaan Anggota) Kegiatan yang berlangsung selama dua hari satu malam  itu di mulai sejak tgl 28-29 Januari 2020.  dengan melibatkan seluruh kepnitiaan dan beberapa Instruktur yang bertugas, berhasil membuat peserta merasakan kemistri yang luar […]

  • PCNU-PATI

    Hj. Maria Ulfah, Ketua PC Muslimat NU Pati 2010-2020 Wafat

    • calendar_month Sen, 5 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 339
    • 0Komentar

    DUKUHSETI – Kabar duka kembali datang dari PC Muslimat NU Pati. Salah satu kader terbaiknya, berpulang ke rahmatullah pada Senin (5/9) pukul tujuh pagi tadi. Dia adalah Hj. Maria Ulfah Mundzir, Ketua PC Muslimat NU Pati 10 tahun, terhitung sejak 2010. Hj. Ulfah mengakhiri masa jabatannya sebagai Nakhoda kaum ibu Nahdliyyin pada 2020 lalu.  Jenazah […]

  • ‎LP Ma’arif NU Jateng Targetkan 30 Ribu Eksemplar Majalah Mopdik untuk Penguatan IPNU-IPPNU di Sekolah dan Madrasah

    ‎LP Ma’arif NU Jateng Targetkan 30 Ribu Eksemplar Majalah Mopdik untuk Penguatan IPNU-IPPNU di Sekolah dan Madrasah

    • calendar_month Kam, 12 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.023
    • 0Komentar

    ‎SEMARANG – Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menargetkan peningkatan produksi Majalah Mopdik hingga 30 ribu eksemplar pada tahun 2026. Target ini meningkat signifikan dibandingkan tahun 2025 yang mencapai sekitar 18 ribu eksemplar. ‎ ‎Hal tersebut disampaikan Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Dr. Fakhruddin Karmani dalam rapat Redaksi Majalah Mopdik yang digelar […]

  • Traninning Keuangan Lazisnu, PWNU Targetkan Kedaulatan Ummat

    Traninning Keuangan Lazisnu, PWNU Targetkan Kedaulatan Ummat

    • calendar_month Ming, 12 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 507
    • 0Komentar

    Trainning manajemen Keuangan berbasi Nucos di Hotel Kledung Pass Temanggung TEMANGGUNG –  PC Lazisnu Pati kirim dua delegasi untuk Training Manajemen Keuangan berbasis NUCOS (Nahdlatul Ulama Operating System) yang diselenggarakan oleh PW Lazisnu Jawa Tengah.  Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 10-11 Desember 2021 ini mengambil tema Akuntabilitas Keuangan Menuju Amil Profesional. Digelar di Hotel Kledung […]

  • NU Temanggung Tegaskan Komitmen NKRI Harga Mati dalam Apel 10.000 Kader

    NU Temanggung Tegaskan Komitmen NKRI Harga Mati dalam Apel 10.000 Kader

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.118
    • 0Komentar

    Temanggung – Ribuan kader Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Temanggung memadati Alun-alun Kabupaten dalam Apel dan Parade 10.000 Kader memperingati Harlah NU ke-100 Masehi. Momentum bersejarah ini menjadi ajang penegasan komitmen NU sebagai pilar utama Islam rahmatan lil alamin sekaligus penjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bupati Temanggung Agus Setiawan dalam sambutannya pada hari Sabtu Pagi […]

expand_less