Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ngruwahi Apem, Tradisi Warga Tlogorejo Menjelang Ramadan

Ngruwahi Apem, Tradisi Warga Tlogorejo Menjelang Ramadan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 12 Mar 2024
  • visibility 452
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id – Warga Desa Tlogorejo, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, punya tradisi sendiri di akhir bulan Sya’ban atau Ruwah, yaitu melakukan bancakan dan berebut kue apem. Kegiatan ini juga dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan.

Masyarakat sekitar menyebut perayaan ini dengan istilah “Ruwahan Apem” atau “Ngruwahi Sewu Apem”.

Untuk menyiapkan acara tersebut, masyarakat setempat membutuhkan waktu sekira satu bulan. Yaitu mulai dari membuat kerangka replika naga, hingga menyiapkan ribuan kue apem.

Pada Minggu (10/3/2024) selepas isya, masyarakat mengarak replika naga yang telah dilapisi kue apem dari Belik Bunton (sumber mata air) menuju balai desa. Dalam arak-arakan, juga diiringi oleh tabuhan rebana.

Sesampainya di balai desa, warga yang hadir kemudian berebut apem yang sebelumnya sudah di bacakan doa dan juga selawat.

Ketua Karang Taruna Tlogorejo Tlogowungu, Syamsul Huda menjelaskan, pada tahun ini kegiatan Ruwahan Apem digelar secara sederhana. Berbeda dari tahun lalu yang juga melibatkan kesenian setempat hingga pentas Teater.

“Tahun ini kami hanya mengambil acara puncaknya saja, yaitu rebutan apem di balai desa karena memang waktu persiapan kami terhitung mepet,” kata dia.

Ia menuturkan, kue apem tidak hanya disediakan oleh pemerintah desa saja. Akan tetapi, dua ribu kue apem yang digunakan sebagai ornamen sisik naga merupakan patungan dari warga setempat.

Sementara itu tokoh masyarakat Desa Tlogorejo, Muhammad Bahrun bercerita, replika naga yang dihadirkan diambil dari kisah rakyat yang beredar di masyarakat setempat. Berdasarkan cerita yang beredar, dahulu terdapat seekor naga yang menjadi sebab sumber mata air tersumbat, sehingga muncul dua sumber mata air di wilayah Tlogorejo.

“Katanya ekor naga itu berada di Bilik Bunton di sebelah barat. Sedangkan kepalanya menyumbat di Tlogowungu di timur desa. Jadi dengan adanya kirab naga ini kami ingin mengingatkan bahwa di tempat ini ada cerita seperti itu,” tutur dia.

Bahrun berharap, dengan adanya acara ini masyarakat kembali mengingat asal usul desa. Utamanya dalam menjaga sumber mata air yang masih digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari. (angga/Ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PERJUSA di SMA Negeri 1 Tayu

    PERJUSA di SMA Negeri 1 Tayu

    • calendar_month Kam, 19 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 518
    • 0Komentar

    Tayu.Gudep 08.09 – 08.10 SMA Negeri 1 Tayu mengadakan kegiatan yang lebih di kenal dengan PERJUSA ( Pelantikan Jumat Sabtu) Kegiatan tersebut dalam rangka Pelantikan Penegak Bantara Pangeran Diponegoro & RA Kartini Jumat – Sabtu, 13-14 Desember 2024 kemarin Rangkaian jenis kegiatan PERJUSA meliputi, Apel Pembukaan, Hiking, Materi bela negara dan PBB, Outbound, Apel sore, […]

  • LP Maarif NU Jateng Gelar Temu Penulis dan Sastrawan

    LP Maarif NU Jateng Gelar Temu Penulis dan Sastrawan

    • calendar_month Sab, 9 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 478
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. – Pimpinan Wilayah (PW) Lembaga Pendidikan (LP) Maarif Nahdlatul Ulama Jawa Tengah, adakan temu penulis dan sastrawan terpilih, serta memberikan penghargaan kepada sejumlah media massa. Kegiatan bertema “Bahagia dalam berliterasi” itu digelar selama dua hari, yakni pada 9 dan 10 September 2023 di Hotel Muria, Kota Semarang. Panitia kegiatan, Hamidulloh Ibda, mengatakan, terdapat empat […]

  • Presiden Pecinta Sholawat Berikan Sembako ke Dapur Umum NU Peduli Pati

    Presiden Pecinta Sholawat Berikan Sembako ke Dapur Umum NU Peduli Pati

    • calendar_month Ming, 4 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 372
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Presiden Pecinta Sholawat, Muh Zen, berikan sembako ke dapur umum NU Peduli Pati, yang berada di kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati, Sabtu (3/12/2022) siang. Muh Zen memberikan sembako berupa beras, minyak goreng dan lainnya. Sembako itu ia salurkan untuk membantu para relawan NU Peduli Pati dalam menyupali makanan untuk korban banjir.  […]

  • Bingkai Foto Profil 94 Tahun Nahdlatul Ulama

    Bingkai Foto Profil 94 Tahun Nahdlatul Ulama

    • calendar_month Ming, 26 Jan 2020
    • account_circle admin
    • visibility 460
    • 0Komentar

    Untuk menyemarakkan peringatan Harlah Ke-94 NU atau 94 Tahun Nahdlatul Ulama, Admin NU Pati, menyediakan beberapa bingkai foto profil bertema Harlah Ke-94 Nahdlatul Ulama. Bingkai foto profil atau frame ini merupakan salah satu fitur yang disediakan oleh facebook untuk menghiasi foto profil penggunanya dengan ornamen atau hiasan khusus. Pun dengan frame facebook Harlah Ke-94 Nahdlatul […]

  • Bagi-Bagi Masker oleh Pelajar NU Gembong Tuai Pujian

    Bagi-Bagi Masker oleh Pelajar NU Gembong Tuai Pujian

    • calendar_month Rab, 22 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 393
    • 0Komentar

    Salah satu pengurus IPNU membagikan dan  memakaikan masker kepada pengendara yang lewat di Pasar Gembong GEMBONG-Para pelajar NU Kecamatan Gembong yang tergabung dalam organisasi IPNU dan IPPNU kembali membuat gebrakan. Kali ini, Rabu (22/4) dengan menggandeng Polsek dan Koramil Gembong, para pelajar tersebut membagi 1000 masker untuk menanggulangi covid 19. Program ini diinisiasi oleh PAC […]

  • PCNU-PATI Photo by Sincerely Media

    Kasus Penulis Muda dan Redaktur Lulusan Rusia: Urgensi Basa-Basi Komunikasi

    • calendar_month Kam, 16 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 352
    • 0Komentar

    Oleh : Akhmad Idris Baru-baru ini, dunia kepenulisan kembali dibuat gaduh. Jika kegaduhan sebelumnya disebabkan oleh ulah seorang penulis veteran yang mengirimkan cerpen karya ‘muridnya’ dengan atas nama dirinya, maka kegaduhan teranyar kali ini disulut oleh unggahan tangkapan layar di media sosial seorang penulis muda dan redaktur lulusan Rusia yang berisi teks percakapan mereka berdua. […]

expand_less