Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » 70 Desa di Kabupaten Pati Kekeringan

70 Desa di Kabupaten Pati Kekeringan

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 5 Okt 2023
  • visibility 488
  • comment 0 komentar


Pcnupati.or.id
 – Sebanyak 70 desa di Kabupaten Pati alami kekeringan. Akibatnya, lebih dari 106 ribu jiwa terdampak. Ini berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati.

Adapun 70 desa yang mengalami kekeringan, tersebar di 10 kecamatan. Antara lain Kecamatan Jaken, Jakenan, Winong, Tambakromo, Gabus, Kayen, Sukolilo, Batangan, Pucakwangi dan Kecamatan Tayu. 

Penjabat (Pj) Bupati Pati Henggar Budi Anggoro pun menetapkan status tanggap darurat bencana di Kabupaten Pati mulai Selasa (3/10/2023) kemarin. Status  ini berlaku selama 14 hari ke depan, yaitu sampai Senin (17/10/2023) mendatang. Namun, apabila bencana kekeringan masih meluas, status tanggap darurat bencana bakal diperpanjang. 

”Sebenarnya minimal tiga desa terdampak bencana sudah bisa ditetapkan status tanggap darurat. Tapi ini kan lebih 70 desa. Ada sawah kita terdampak sangat luas, sumber air masih mati,” kata dia. 

Dengan status tanggap darurat bencana ini, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Pati diminta ikut mengatasi bencana kekeringan. 

”Setelah kekeringan ini berjalan 30 September kita lakukan evaluasi bersama DKP, Ketapang, Dinas Kelautan. Ternyata kondisi saat ini sudah saatnya meningkatkan status,” tutur Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya. 

Sementara berdasarkan data dari Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Kabupaten Pati, kekeringan di Kabupaten Pati sudah merembet ke 12 kecamatan. Selain 10 kecamatan di atas, kekeringan juga sudah melanda Kecamatan Margorejo dan Kecamatan Trangkil. 

Diketahui, kekeringan di Kabupaten Pati ini sudah terjadi sejak bulan Juli 2023 lalu. Kemarau panjang membuat sumber air di puluhan desa mengering.

Kecamatan yang paling parah terdampak kekeringan yaitu Kecamatan Pucakwangi, ada sekitar 14 desa yang kesulitan air bersih. Kemudian Jakenan sejumlah 12 desa, dan Jaken mencapai 11 desa. (angga/LTN).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harlah Fatayat NU Diwarnai Agenda Serba 70

    Harlah Fatayat NU Diwarnai Agenda Serba 70

    • calendar_month Sab, 25 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 413
    • 0Komentar

    Logo resmi HUT Fatayat NU ke-70 PATI-Perayaan Hari Lahir (Harlah) Fatayat NU ke 70 dirayakan dengam berbagai agenda. Masing-masing daerah memeiliki legiatan sendiri-sendiri untuk menyambutnya. Salah satunya adalah Pengurus Cabang Fatayat NU Pati. Dengan tajuk ‘Bhakti untuk Negeri Merawat Bumi, PC Fatayat NU Pati menggelar beberapa kegiatan. Agenda 70 Khataman, 70 selawat thibbul qulub, 70 […]

  • Menjawab Adzan di TV

    Menjawab Adzan di TV

    • calendar_month Kam, 21 Des 2017
    • account_circle admin
    • visibility 466
    • 0Komentar

    Assalamu’alaikum Wr Wb. Bagaimana hukumnya menjawab adzan dari radio ataupun televisi yang biasa sering kita dengar dan apakah adzannya radio ataupun televisi sudah mencukupi sunatnya adzan di tempat itu? Wa’alaikumsalam Wr Wb. Hukum menjawabnya adzan adalahsunat, apabila suara adzan tersebut langsung dari mu`addzinnya, dan apabila dari kaset rekamanmaka tidak sunat. Dan adzan tersebut tidak mencukupi […]

  • PCNU-PATI

    Biografi KH. M. Aniq Muhammadun, Rois Syuriah NU Kab Pati

    • calendar_month Jum, 19 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 1.235
    • 0Komentar

    KELAHIRAN KH. Aniq Muhammadun atau yang kerap disapa dengan panggilan KH. Aniq lahir pada 30 Desember 1952 di Pondohan, Tayu, Pati. Beliau merupakan putra ketujuh dari sepuluh bersaudar, dari pasangan KH. Muhammadun dengan Nyai Nafisatun. KELUARGA KH. Aniq Muhammadun melepas masa lajangya dengan menikahi Nyai Hj. Salamah (Sarang) pada sekitar tahun 1982. PENDIDIKAN KH. Aniq […]

  • MWC-NU Gembong Sowani Gus Muwaffiq, Apa Hasilnya?

    MWC-NU Gembong Sowani Gus Muwaffiq, Apa Hasilnya?

    • calendar_month Sel, 17 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 407
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA-Rombongan pengurus MWC-NU Gembong disambut hangat di kediaman KH. Ahmad Muwaffiq di Perum Jombor Pratama nomor 19, Mlati, Sleman, Yogyakarta. K. Sholihin, ketua MWC-NU Gembong beserta tamu-tamu lain menemui Gus Muwaffiq sekitar pukul 09.00 hingga pukul 10.00 WIB, Selasa (17/9). Gus Muwaffiq (tengah) sedang Bencanda dengan K. Sholikhin (kiri) dan M. Subhan (kanan) Dalam acara […]

  • Heboh, 12 Pimpinan Ranting Plus 2 Anak Rantong Fatayat NU Dilantik

    Heboh, 12 Pimpinan Ranting Plus 2 Anak Rantong Fatayat NU Dilantik

    • calendar_month Ming, 31 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 498
    • 0Komentar

    Ketua PC Fatayat NU, Asmonah (pegang kertas) sedang melantik para Pengurus 12 Ranting dan 2 Pengurus Anak Ranting Fatayat NU yang ada di Kecamatan Trangkil  TRANGKIL – PAC Fatayat NU Trangkil baru melangsungkan pelantikan Pimpinan Ranting (PR). Tak hanya satu, namun 12 PR Fatayat NU dilantik dalam satu majelis pada Jumat (29/10) lalu. Jumlah tersebut […]

  • PCNU-PATI

    Filantropi Zakat Fitrah

    • calendar_month Jum, 5 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 509
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Momentum Ramadan menjadi urgen untuk meningkatkan filantropi zakat fitrah dan zakat lain dari sisi penghimpunan dan pendistribusian. Di tengah kehidupan modern yang sering kali dikuasai oleh komersialisme, konsumsi berlebihan, njajan okeh, konsep filantropi seringkali terasa jauh dari kehidupan sehari-hari. Bahkan, kata filantropi masih asing bagi sebagian umat Islam. Duh! Akan tetapi, di […]

expand_less