Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » 70 Desa di Kabupaten Pati Kekeringan

70 Desa di Kabupaten Pati Kekeringan

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 5 Okt 2023
  • visibility 487
  • comment 0 komentar


Pcnupati.or.id
 – Sebanyak 70 desa di Kabupaten Pati alami kekeringan. Akibatnya, lebih dari 106 ribu jiwa terdampak. Ini berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati.

Adapun 70 desa yang mengalami kekeringan, tersebar di 10 kecamatan. Antara lain Kecamatan Jaken, Jakenan, Winong, Tambakromo, Gabus, Kayen, Sukolilo, Batangan, Pucakwangi dan Kecamatan Tayu. 

Penjabat (Pj) Bupati Pati Henggar Budi Anggoro pun menetapkan status tanggap darurat bencana di Kabupaten Pati mulai Selasa (3/10/2023) kemarin. Status  ini berlaku selama 14 hari ke depan, yaitu sampai Senin (17/10/2023) mendatang. Namun, apabila bencana kekeringan masih meluas, status tanggap darurat bencana bakal diperpanjang. 

”Sebenarnya minimal tiga desa terdampak bencana sudah bisa ditetapkan status tanggap darurat. Tapi ini kan lebih 70 desa. Ada sawah kita terdampak sangat luas, sumber air masih mati,” kata dia. 

Dengan status tanggap darurat bencana ini, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Pati diminta ikut mengatasi bencana kekeringan. 

”Setelah kekeringan ini berjalan 30 September kita lakukan evaluasi bersama DKP, Ketapang, Dinas Kelautan. Ternyata kondisi saat ini sudah saatnya meningkatkan status,” tutur Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya. 

Sementara berdasarkan data dari Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Kabupaten Pati, kekeringan di Kabupaten Pati sudah merembet ke 12 kecamatan. Selain 10 kecamatan di atas, kekeringan juga sudah melanda Kecamatan Margorejo dan Kecamatan Trangkil. 

Diketahui, kekeringan di Kabupaten Pati ini sudah terjadi sejak bulan Juli 2023 lalu. Kemarau panjang membuat sumber air di puluhan desa mengering.

Kecamatan yang paling parah terdampak kekeringan yaitu Kecamatan Pucakwangi, ada sekitar 14 desa yang kesulitan air bersih. Kemudian Jakenan sejumlah 12 desa, dan Jaken mencapai 11 desa. (angga/LTN).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesan Rois Syuriah PCNU Pati dalam Musyawarah Kerja Cabang

    Pesan Rois Syuriah PCNU Pati dalam Musyawarah Kerja Cabang

    • calendar_month Sen, 8 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 598
    • 0Komentar

    Pati, Jajaran Pengurus Cabang Nahlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati melaksanakan kegiatan Pelantikan, Musyawarah Kerja dan Halal Bi Halal, bertempat di Kampus IPMAFA Margoyoso Pati, Ahad 7 Juli 2019. Dalam kesempatan tersebut Rois Syuriah KH. M. Aniq Muhammad memberi pengarahan terhadap pengurus baru, baik lembaga, atau pun banomnya. ” Kita harus bersaing dengan organisasi lain, harus […]

  • PCNU-PATI

    Pesantren sebagai Agen Perubahan Sosial Masyarakat

    • calendar_month Sab, 1 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 492
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Pondok pesantren sebagaimana kita ketahui merupakan salah satu institusi pendidikan tertua di Indonesia yang ada dalam masyarakat dan mempunyai peran yang sangat urgent dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Karena di dalam pesantren tidak hanya memberikan pengetahuan dan ketrampilan teknis kepada santri, melainkan yang lebih penting adalah menanamkan nilai-nilai agama, […]

  • PCNU-PATI

    Ramadan: Diniati, Dilakoni, Diistikamahi

    • calendar_month Sel, 12 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 422
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda*   Datangnya 1 Ramadan 1445 H pada Selasa, 12 Maret 2024 yang ditetapkan melalui Sidang Isbath yang ditetapkan pemerintah dengan metode rukyatul hilal, menjadi momentum untuk mengawali menata niat, menaja hati untuk nglakoni (melakukan), dan istiqamah (istikamah). Jika sudah tertata, Ramadan menjadi bulan penyegaran spiritual bagi umat Islam di muka bumi. […]

  • PCNU-PATI

    Ramadan: antara Pati, Semarang, Blora, Temanggung, dan Jogja

    • calendar_month Ming, 24 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 454
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda*  Setiap tempat menyimpan enigma, rasa, karsa, budaya, dan juga kata-kata. Terutama saat Ramadan seperti ini. Ramadan sebagai bulan yang penuh berkah dan rahmat, merupakan salah satu momen yang paling dinantikan oleh umat muslim di seluruh dunia. Jika mengingat tempat-tempat tertentu saat Ramadan, yang paling saya ingat tentu Pati, Semarang, Blora, Temanggung, dan […]

  • Mengenal Lebih Dekat Sosok KH Maimoen Zubair

    Mengenal Lebih Dekat Sosok KH Maimoen Zubair

    • calendar_month Kam, 9 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 534
    • 0Komentar

    KH. Maimoen Zubair merupakan sosok kiai yang ‘alim, faqih, relegius, dan pemersatu bangsa. Kiai Maimoen Zubair juga merupakan mata air keteladanan. Ulama karismatik ini membaktikan seluruh hidupnya untuk santri dan pesantren. Mbah Maimoen, demikian sapaan akrabnya beliau, begitu telaten dalam mendidik santri-santri yang datang dari berbagai penjuru negeri. Ia tak sekedar mengajar, tetapi juga menjadi […]

  • Struktur dan Pola Pikir Keilmuan Bahasa Indonesia MI/SD Perlu Direformulasi

    Struktur dan Pola Pikir Keilmuan Bahasa Indonesia MI/SD Perlu Direformulasi

    • calendar_month Sen, 8 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 404
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Yogyakarta – Dalam Seminar Nasional Online (Sensasi Online) ke-7 yang digelar Perkumpulan Dosen PGMI Indonesia bertajuk “Reformasi Struktur dan Pola Pikir Keilmuan Bahasa Indonesia untuk MI/SD” secara virtual melalui Zoom Meeting pada Sabtu (6/4/2024), disimpulkan bahwa struktur dan pola pikir keilmuan Bahasa Indonesia untuk MI/SD perlu direformulasi. Narasumber kegiatan tersebut yaitu dosen PGMI INISNU […]

expand_less