Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Adab Bertamu

Adab Bertamu

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 22 Sep 2023
  • visibility 423
  • comment 0 komentar

Oleh: Inayatun Najikah

Hari itu ketika anak-anak datang kerumah untuk belajar, saya mendapati hal yang tak seperti biasanya. Saya yang baru saja tiba dirumah setelah bekerja, memutuskan untuk mandi dan sholat terlebih dahulu sebelum diserbu oleh kedatangan mereka. Saat itu saya tengah selesai melakukan ibadah sholat maghrib tiba-tiba ada yang memanggil dari depan. Dalam batin saya, pasti anak-anak yang hendak belajar ini.

Setelah selesai memanjatkan keinginan yang hendak saya capai, saya bergegas membukakan pintu. Karena sudah menjadi kebiasaan selepas adzan maghrib pintu rumah saya bahkan beberapa tetangga juga tertutup. Begitu pintu saya buka, anak-anak yang memanggil tak ada didepan. Tampaknya mereka tengah bersembunyi di sebelah sisi rumah. Saya abaikan begitu saja tanpa menyuruh mereka masuk. Sebab tanpa dipersilahkan masuk, kadang mereka nyelonong dengan sendirinya.

Saya maupun bapak dan ibu tak pernah keberatan jika anak-anak masuk tanpa menunggu kami persilahkan terlebih dahulu. Kami merasa senang akan hal itu. Karena dalam fikiran kami, anak-anak ini telah menganggap rumah kami seperti rumahnya sendiri. Tak ada rasa sungkan seperti awal-awal mereka mulai belajar dirumah.

Setelah saya membuka pintu tersebut, saya kembali ke kamar untuk melipat mukena dan bersiap memakai jilbab. Setelah urusan dikamar selesai, saya tak menjumpai anak-anak maupun tasnya di ruang tamu. Padahal sebelumnya saat mereka keluar untuk sekadar beli jajan, buku dan tas yang mereka bawa pasti akan ditinggal. Kemudian saya mengecek keluar rumah. Ternyata yang saya dapati bukan anak-anak biasanya melainkan para sepupu saya.

Ini kali pertama mereka datang kerumah dengan maksud ingin belajar bersama. Saat saya menjumpai mereka, lantas saya bertanya mengapa tak langsung masuk saja. Salah satu keponakan saya menjawab sebab saya tak mempersilahkan mereka untuk masuk. Alhasil mereka memutuskan untuk menunggu diteras. Saya tersenyum atas jawabannya dan segera mempersilahkan mereka untuk masuk.

Ada perasaan bangga sekaligus bahagia manakala mereka yang notabene masih menyandang sebagai siswa di salah satu sekolah negeri, dengan sangat sopan dan santun memahami bagaimana adab bertamu. Meski rumah yang mereka kunjungi masih ada ikatan keluarga, tapi tak lantas membuat mereka merasa jemawa dan bertindak seenaknya.

Saya masih teringat ketika waktu itu belajar bersama anak-anak yang sudah sering kerumah sebelum mereka. Waktu itu kami sampai pada pelajaran Aqidah Akhlak. Pelajaran keagamaan menjadi hal yang tak ketinggalan sebab mereka mengenyam pendidikan di Madrasah. Salah satu bacaan yang sedang kami pelajari adalah tentang adab bertamu.

Beberapa poin yang menjadi pokok tentang bagaimana adab bertamu yang masih saya ingat diantaranya mengucapkan salam, tidak mengintip, dan sopan santun dalam bersikap dan bertutur. Ketiga poin tersebut rupanya diaplikasikan oleh keponakan saya yang hendak belajar malam itu. Padahal disekolahnya mereka tak begitu mempelajari secara mendalam soal pelajaran keagamaan. Maka saya percaya hal itu akan menjadi modal dasar untuk mereka berkesalingan dengan masyarakat yang lebih luas nantinya.

Semoga saja adab bertamu yang dipraktikkan oleh para keponakan saya ini mampu menjadi inspirasi untuk kita semua. Anak kecil saja bisa, apalagi kita yang sudah dewasa. Seharusnya lebih bisa memberikan contoh yang baik untuk anak-anak dan generasi dibawah kita. Lagi pula salah satu pepatah juga menyebutkan bahwa adab lebih tinggi kedudukannya daripada sebuah ilmu. Sekian.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ansor Pati Launching Aplikasi Berbasis Android

    Ansor Pati Launching Aplikasi Berbasis Android

    • calendar_month Jum, 29 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 437
    • 0Komentar

      Para pengurus GP Ansor berpose bersama para pegawai PT Pos Indonesia dalam acara Launching Aplikasi Sobat Bayar, buah kerjasama keduanya PATI – Kamis (28/10) Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Pati melaunching aplikasi baru untuk OS Android. Mengambil tajuk aplikasi ‘Sobat Bayar’, Organisasi sayap pemuda NU ini bekerja sama dengan PT. Pos Indonesia untuk merealisasikannya.  […]

  • Dinkes : Mengunggah Sertifikat Vaksin di Sosmed Bisa Sangat Berbahaya

    Dinkes : Mengunggah Sertifikat Vaksin di Sosmed Bisa Sangat Berbahaya

    • calendar_month Kam, 2 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 449
    • 0Komentar

    Ruang webinar Kesehatan yang diselenggarakan oleh KKN MDR Super Ipmafa 2021 menggandeng Dinas Kesehatan Kabupaten Pati PATI – KKN MDR Super Ipmafa mendapatkan kesempatan berharga memperluas pengetahuan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Pati. Kegiatan positif ini merupakan rangkaian program kelompok KKN tersebut.  Selasa (31/8) kemarin KKN MDR Super menyelenggarakan seminar berbasis online (webinar) tentang kesehatan. Dengan […]

  • MHI Rutinkan Student Match Setiap Jelang 17-an

    MHI Rutinkan Student Match Setiap Jelang 17-an

    • calendar_month Rab, 14 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 418
    • 0Komentar

    GEMBONG-Aroma kemerdekaan sudah tercium dari sekarang. Agustus memang dikenal sebagai bulannya Bangsa Indonesia. Peristiwa bersejarah 17 Agustus 1945 sebagai tonggak kemerdekaan menjadi pengingat beratnya perjuangan merebut kemerdekaan. Meskipun setelah proklamasi masih ada beberapa upaya untuk merebut kedaulatan Indonesia, namun secara de facto, Indonesia telah meredeka sejak tanggal tersebut. Itulah yang disampaikan oleh Sholikhin, S.Pd.I., kepala […]

  • Photo by Andrew varnum

    Pluralisme sebagai Pilar Kerukunan

    • calendar_month Sab, 11 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 614
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Dalam tataran empiris, kerukunan antar-umat beragama di Indonesia sudah mulai kelihatan progres perkembangnya dalam kehidupan sosial-kemasyarakatan. Hal ini tidak lepas dari peran dari elemen masyarakat, lebih-lebih saat Gus Dur menjabat sebagai presiden. Dimana, beliau selalu memberikan contoh sikap yang menjunjung tinggi keadilan dan menghargai kemajemukan tanpa membedakan, agama,ras, etnik, adat-istiadat, dan […]

  • Safari di Malam Hari, Sholat Subuhnya Bagaimana ?.

    Safari di Malam Hari, Sholat Subuhnya Bagaimana ?.

    • calendar_month Ming, 1 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 578
    • 0Komentar

     Si Amelakukan perjalanan Pati-Surabaya, perjalanan tersebut sengaja ditempuh Apada malam hari, padahal dia sudah tahu setelah sampai tujuan nanti dia tidak akan bisa melakukan sholat subuh pada waktunya karena waktunya sudah habis.  Pertanyaan :  Bagaimana  caranya Amelakukan sholat subuh pada waktu dia masih dalam perjalanan ?   Jawaban : Tafsil, ü  Apabila A bisa turun, […]

  • Jakenan; Pelaksanaan PKPNU Pertama Tingkat MWCNU

    Jakenan; Pelaksanaan PKPNU Pertama Tingkat MWCNU

    • calendar_month Sel, 8 Sep 2015
    • account_circle admin
    • visibility 450
    • 0Komentar

    Warta MWC NU: Jakenan Pada hari sabtu s/d Ahad tanggal 5-6 September 2015 MWCNU Kec Jakenan mengadakan Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU). Jakenan menjadi MWC NU pertama yang telah melakukan PKPNU ini. “Dari panitia sangat bersyukur sekali dengan terlaksananya PKPNU ini, persiapannya bisa di bilang sangat cepat hanya dalam kurun waktu satu minggu saja, […]

expand_less