Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » 5000 Banser Ikuti Pembaretan dalam Acara Selametan Bumi Pesantenan

5000 Banser Ikuti Pembaretan dalam Acara Selametan Bumi Pesantenan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 21 Sep 2019
  • visibility 324
  • comment 0 komentar

PATI-Ribuan warga Pati memadati Stadion Joyo Kusumo, Jumat (20/9) malam tadi. Lima ribu diantaranya adalah para anggota Banser (Barisan Ansor Serba Guna) dari seluruh Satkoryon yang ada di Kabupaten Pati. Kehadiran mereka ialah untuk mengikuti acara Selametan Bumi Pesantenan dan pembaretan 5000 Banser.

KH. Agus Ali Masyhuri (memakai jas) dalam acara Selametan Bumi Pesantenan dan Pembaretan 5000 Banaer di Stadion Joyo Kusumo Pati (20/9)

Hadir pula dalam majelis tersebut, KH. Agus Ali Masyhuri Sidoarjo untuk memberikan mauidloh hasanah. Selain itu tokoh-tokoh NU lain juga tak luput hadir dalam acara yang digelar oleh PC Ansor dan Satkorcab Banser X7 Pati tersebut.

KH. Ali Masyhuri berpesan kepada para anggota Banser yang hadir untuk tetap berani menjalani kehidupan. Seperti diketahui bersama, Banser memang menjadi salah satu organisasi yang sangat ditakuti oleh kalangan radikalis. Itulah sebabnya, mereka sering mengkambinghitamkan bahkan memfitnah Banser dengan tuduhan-tuduhan yang terkesan memaksakan.

Melalui momen tersebut, KH. Ali Masyhuri memberikan motivasi melalui ibaroh (contoh). Ia menceritakan bahwa salah satu karakter wali Allah adalah berani menjalani hidup. Selain itu, KH. Ali juga mendoakan agar Bansser selalu diberi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Pembaretan

Ribuan anggota Banser memadati Ssstadion Joyo Kusumo untuk mengikuti Pembaretan, Jumat (20/9) malam

Satkorcab Banser Pati, Arbain menjelaskan agenda pembaretan tersebut adalah untuk memperkuat idealisme anggota. Dengan hadirnya para ulama, khususnya KH. Agus Ali Masyhuri, baik Arbain maupun Itqon Hakim, ketua PC Ansor Pati berharap agar semangat juang generasi muda NU khususdnya Ansor dan Banser dapat terus meningkat.

Prosesi pembaretan sendiri dilakukan secara simbolik oleh dua orang tokoh penting dalam NU dan Ansor. Ini merupakan representasi Banser yang selalu siap menjaga ulama. Dari kalangan NU, diwakili oleh K. Yusuf Hasyim selaku ketua PC NU Pati. Sementara dari kalangan Ansor sendiri diwakili oleh Gus Fahsin dari PW Ansor Jawa Tengah.(karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Teks Istighosah

    • calendar_month Sen, 10 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 354
    • 0Komentar
  • PCNU-PATI

    Dalam Dekapan Ukhuwah

    • calendar_month Kam, 3 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Alangkah syahdu menjadi kepompong, berkarya dalamdiam, bertahan dalam kesempitan. Tetapi bila tiba waktuuntuk jadi kupu-kupu, tak ada pilihan selain terbangmenari; melantun kebaikan di antara bunga, menebarkeindahan pada dunia.Dan angin pun memeluknya, dalam sejukdan wangi surga.Alangkah damai menjadi bebijian; bersembunyi dikegelapan, menanti siraman hujan, menggali hunjamandalam-dalam. Tapi bila tiba saat untuk tumbuh dan mekar,tak ada pilihan […]

  • PCNU PATI - Ilustrasi Belajar Pendidikan Perdamaian dari Gus Dur

    Pendidikan Perdamaian dalam Perspektif Abdurrahman Wahid

    • calendar_month Kam, 19 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 241
    • 0Komentar

    KH. Abdurrahman Wahid atau yang lebih dikenal dengan panggilan Gus Dur lahir dan dibesarkan dalam lingkungan pesantren yang kental dengan pendidikan keislaman. Sejak kanak-kanak Gus Dur mendapatkan bimbingan dari orang tuanya. Sehingga dari keluarga pesantren dan tumbuh kembang dari pendidikan pesantren kelak akan memberikan warna bagi perkembangan intelektualitasnya hingga tumbuh dewasa. Sejak menuntut ilmu di […]

  • PCNU - PATI Photo by Madrosah Sunnah

    Sajadah yang Lebar

    • calendar_month Kam, 30 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 448
    • 0Komentar

    Setiap hari ketika jama`ah biasa kita lihat ada ruang–ruang kosong yang tidak cukup untuk 1 orang, tapi jika ahli shof tadi mau merapatkan barisan, maka beberapa ruang tadi bisa cukup untuk 1 bahkan 2 orang. Hal ini disebabkan pemakaian sajadah yang lebar, sementara orang yang di sampingnya tidak menindih (menggunakan) bagian dari sajadah tadi. Pertanyaan […]

  • Aswaja: Manhaj Nahdlatul Ummah

    Aswaja: Manhaj Nahdlatul Ummah

    • calendar_month Sen, 27 Jun 2016
    • account_circle admin
    • visibility 308
    • 0Komentar

    Aswaja adalah golongan yang konsisten mengikuti tradisi dan metode yang dipraktekkan Nabi dan Para sahabat (ma ana alaihi al-yauma wa ashhabi).Aswaja dalam kontek Indonesia adalah golongan yang secara mayoritas mengikuti Imam Abu Hasan al-Asy’ari dalam bidang akidah, Imam Asy-Syafi’I dalam bidang fiqih, dan Imam Abu Hamid Al-Ghazali dan Imam Abi al-Hasan Asy-Syadzili dalam bidang tasawuf. […]

  • Dosen Asal Pati Jadi Reviewer Jurnal Internasional Milik Florida Gulf Coast University Amerika Serikat dan JL4D Canada

    Dosen Asal Pati Jadi Reviewer Jurnal Internasional Milik Florida Gulf Coast University Amerika Serikat dan JL4D Canada

    • calendar_month Sab, 22 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Temanggung – Menjadi reviewer atau peninjau ahli di jurnal ilmiah menjadi tugas tambahan seorang dosen atau akademisi. Sebab, dosen hanya wajib melaksanakan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan-pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. “Kalau menjadi editor atau reviewer di jurnal ilmiah, even kegiatan seminar, itu aslinya tugas tambahan dan nilai plus meski bisa integral […]

expand_less