Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Zakat Produktif Ala Kiai Sahal Didiskusikan

Zakat Produktif Ala Kiai Sahal Didiskusikan

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 15 Jan 2016
  • visibility 341
  • comment 0 komentar
 KH. MA. Sahal Mahfudh sebagai seorang ulama besar yang peduli terhadap kesejahteraan umat berpikir dan bertindak untuk umat. Salah satu buah pemikiran Kiai Sahal adalah zakat produktif, yakni zakat yang mampu mengubah orang-orang miskin menjadi sejahtera dan mandiri secara ekonomi. Pusat Studi Zakat dan Wakaf Prodi Manajemen Zakat Wakaf Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati kemarin mengadakan diskusi untuk menajamkan pemikiran zakat produktif Kiai Sahal. “Kiai Sahal ingin zakat tidak sekedar simbolis, artinya sekedar diberikan kepada fakir-miskin tanpa ada dampak jangka panjangnya, tapi harus betul-betul mengubah ekonomi umat dari serba kekurangan menjadi sejahtera” kata Faizun, mahasiswa Prodi Zakat Wakaf IPMAFA. Winda, aktivis Prodi Zawa lainnya mengatakan bahwa sudah saatnya zakat di Indonesia digali dan dikembangkan supaya mampu berkontribusi dalam mengentaskan kemiskinan dan keterbelakangan rakyat Indonesia.
Dr. Jamal Ma’mur Asmani, MA  Wakil Ketua Nu Pati menjadi narasumber dalam diskusi tersebut mengatakan bahwa Kiai Sahal mempunyai idealisme besar bagaimana zakat dimaknai secara sosial sebagai ibadah yang mampu mengangkat perekonomian umat. Meskipun demikian, kata Jamal, Kiai Sahal juga melihat ketentuan yang ada dalam kitab-kitab fikih yang menjadi pegangan umat. Dalam kitab fikih disebutkan bolehnya mendayagunakan harta zakat dengan izin orang-orang yang berhak menerima zakat (mustahik). Oleh sebab itu, ijin mustahik sangat penting untuk legalitas zakat produktif. Ijin mustahik tidak dimaknai secara pasif, tapi aktif. Artinya, ijin mustahik didapatkan ketika mereka sudah diberi pemahaman yang luas tentang fungsi zakat, pentingnya menata ekonomi untuk masa depan, dan peluang zakat yang bisa digunakan sebagai instrument menuju kesejahteraan.
Oleh sebab itu, dalam aplikasi zakat produktif, lanjut Jamal, Kiai Sahal mempunyai teamworkyang bekerja secara professional untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat dalam bentuk sosialisasi pendayagunaan zakat, urgensi manajemen ekonomi keluarga, usaha-usaha produktif, dan akuntabilitas keuangan. Setelah masyarakat sadar akan pentingnya kesejahteraan ekonomi, maka mereka memberikan ijin dan zakat yang diberikan bisa dikelola secara produktif melalui bantuan lembaga keuangan. Lembaga keuangan dibutuhkan untuk mengatur manajemen keuangan supaya berjalan secara transparan, akuntabel, dan efektif. Tim yang dibentuk Kiai Sahal juga berjalan untuk memonitoring pelaksanaan zakat produktif, sehingga dari proses sampai tujuan berjalan sesuai target yang ditentukan.
Potensi zakat di Indonesia yang mencapai 217 triliyun adalah angka yang sangat besar yang harus digali secara optimal untuk mengentaskan kemiskinan dan kebodohan umat. Realisasi pengumpulan zakat di Indonesia masih sangat rendah. Oleh sebab itu, peran perguruan tinggi, tokoh masyarakat, pemerintah, dan media sangat penting untuk menggerakkan kesadaran berzakat dan mengelola zakat dengan manajemen professional, sambung Jamal.
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KH. Ali Munfaat, Ketua PCNU 2013-2019 Berpulang

    KH. Ali Munfaat, Ketua PCNU 2013-2019 Berpulang

    • calendar_month Ming, 14 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 307
    • 0Komentar

    PATI – Berita duka menyelimuti warga Nahdliyyin Kabupaten Pati. KH. Ali Munfaat, ketua PCNU Pati periode 2013-2019 dikabarkan wafat pada Senin (15/11) pukul 02.52 dini hari tadi.  Berita ini telah dikonfirmasi oleh beberapa pihak. PCNU Pati, melalui ketua tanfidziyah, K. Yusuf Hasyim sendiri membenarkan kabar duka tersebut.  Rencananya, jenazah akan diberangkatkan dari rumah duka yang […]

  • PAC IPNU IPPNU Tambakromo sukses MAKESTAkan 51 anggotanya

    PAC IPNU IPPNU Tambakromo sukses MAKESTAkan 51 anggotanya

    • calendar_month Ming, 31 Jan 2021
    • account_circle admin
    • visibility 245
    • 0Komentar

      Pati- Langkah awal dan sekaligus pembekalan organisasi, PAC IPNU IPPNU Kec. Tambakromo sukses rekrut 51 anggotanya untuk mengikuti MAKESTA (Masa Kesetiaan Anggota) Kegiatan yang berlangsung selama dua hari satu malam  itu di mulai sejak tgl 28-29 Januari 2020.  dengan melibatkan seluruh kepnitiaan dan beberapa Instruktur yang bertugas, berhasil membuat peserta merasakan kemistri yang luar […]

  • Siapkan Program Kerja, FKPT Jateng Gelar Rapat Koordinasi

    Siapkan Program Kerja, FKPT Jateng Gelar Rapat Koordinasi

    • calendar_month Kam, 17 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 387
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Semarang – Bertempat di Ruang Rapat lt. 2 Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah, pengurus Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah menggelar rapat koordinasi perdana pada Kamis sore (17/4/2025). Dalam sambutannya, Ketua FKPT Jawa Tengah Dr. Hamidulloh Ibda mengatakan bahwa sejak ditetapkan oleh tim formatur pada 26 Juli 2024 lalu, kepengurusan FKPT Jawa Tengah […]

  • Nuzulul Quran: Embrio Kecerdasan Buatan!

    Nuzulul Quran: Embrio Kecerdasan Buatan!

    • calendar_month Ming, 16 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 305
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda*   Nuzulul Quran (malam turunnya Al-Quran) diperingati setiap tanggal 17 Ramadan adalah momen bersejarah bagi umat Islam. Pada malam itu, Al-Quran, kitab suci yang menjadi pedoman hidup, diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan Malaikat Jibril. Peristiwa ini bukan sekadar penurunan wahyu, tetapi juga merupakan manifestasi dari kecerdasan […]

  • PCNU- PATI Photo by ddimitrova

    Memahami Bahasa Anak

    • calendar_month Jum, 12 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 294
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Pada minggu yang lalu, saya membantu ibu mempersiapkan hidangan untuk menyambut teman-teman bapak yang hendak singgah ke rumah. Mereka datang dari kota seribu candi, berniat ziarah ke makam salah satu wali yang ada di kota kelahiran saya ini. Dibalik kesibukan didapur, keponakan saya Tsania tiba-tiba merengek minta ditemani belajar membaca. Maklum […]

  • Ganyang FDS

    Ganyang FDS

    • calendar_month Sel, 22 Agu 2017
    • account_circle admin
    • visibility 298
    • 0Komentar

    Banyak tokoh yang menyatakan bahwa sedekah terbaik adalah meninggalkan generasi dengan kualitas unggul. Anak-anak yang dilahirkan dari rahim ibunya bukanlah hard diskyang hanya dijejali dengan bermacam program (yang dianggap) unggulan. Mereka bukan pula sebuah objek yang digunakan sebagai kelinci percobaan dalam eksperimen regulasi pendidikan. dengan presepsi demikian, maka selain harus mendapatkan nutrisi otak, anak juga […]

expand_less