Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Semua Orang Menjual Diri

Semua Orang Menjual Diri

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 25 Mei 2023
  • visibility 371
  • comment 0 komentar


Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

“Lowongan Pekerjaan, Pria/Wanita max. 25 tahun, ijazah minimal SMA/se derajat dan Good Looking.”

Pamflet semacam ini sering kita temukan di mana-mana. Good looking menjadi standar baru dalam kehidupan masa kini. Artinya, setiap orang perlu ‘menjual diri’.

Wait, jangan ngeres dulu!

Misalnya, seorang pria yang bekerja sebagai sales mobil mewah, dituntut memoles dirinya sedemikian rupa. Atasan jas dan celana bahan senada. Sepatu pantofel licin dan rambut klimis juga diperlukan untuk menggaet ‘nafsu beli’ klien. Dia memang sedang menjual mobil, tapi sebelum itu, ia harus mampu menjual diri.

Seorang ustadz atau kiai, pada level berbeda pun demikian. Bayangkan ada seorang ustadz yang tersohor, seusai mengisi ceramah, dia mampir karaokean. Semua kata-kata yang baru ia lontarkan di hadapan jama’ah, pasti akan ‘cuih’-kan, meskipun itu adalah ayat Tuhan. Citranya sebagai pembawa kebenaran, ambruk seketika ditimpa satu kesalahan.

Artinya, iapun harus menjual diri dengan modal akhlak (kadang-kadang juga perlu kostum yang menunjang) agar semua yang diucapkan bisa diikuti jamaah.

“Tidak. Saya tidak melakukannya. Saya tidak menjual apapun dari diri saya. Hidup yang singkat ini, saya fokuskan untuk beribadah hanya untuk-Nya. Tidak ada transaksi antara satlya dan Tuhan,” kata seorang pengagum tasawuf.

Terdengar anggun dan mempesona, tapi maaf, dengan redaksi yang anda pilih untuk mengelak takdir, sebenarnya anda pun sedang menjual diri, kisanak. Bedanya salesman ‘menjual diri’ dengan good looking-nya, ustadz ‘menjual diri’ dengan akhlak, dan sufi, menjual diri dengan ibadahnya.

Perbedaan berikutnya ada pada goal dan pangsa pasar. Salesman menjual mobil kepada orang-orang kaya agar dia mendapatkan lebih banyak komisi. Ustadz menjual dirinya kepada jama’ah dengan akhlak yang baik, agar mereka percaya dengan apa yang ia ucapkan. Sementara kaum sufi pun menjual diri dengan laku mereka. ‘Pasarnya’ adalah Tuhan.

Nah, yang terakhir inilah model ‘jual diri’ dengan transaksi terindah yang pernah ada. Sebab, alat tukarnya adalah cinta, bukan lagi uang atau pun popularitas.

*Penulis adalah Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LAZISNU Pati Akan Adakan Santunan

    LAZISNU Pati Akan Adakan Santunan

    • calendar_month Rab, 5 Jul 2017
    • account_circle admin
    • visibility 536
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pengurus LAZISNU mengadakan rapat untuk mempersiapkan santunan di bulan ramadhan 8/6 kemarin di kantor NU Pati dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama. LAZISNUseperti  orang ketahui sebagai Lembaga Amil Zakat dan Infak yang identik dengan santunan kepada yatama dan dhuhafa’ pada bulan Ramadlan dan Suro. Maka persepsi demikian adalah salah karena banyak dari program LAZISNU […]

  • Lazisnu Salatiga Bantu Korban Banjir Pati

    Lazisnu Salatiga Bantu Korban Banjir Pati

    • calendar_month Sab, 21 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 323
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. – PATI – Lagi, PC Lazisnu Pati menerima bantuan dari PC Lazisnu Kota Salatiga, Sabtu (21/01). Penyerahan donasi tersebut sebagai bentuk peduli kemanusiaan dari PC Lazisnu Salatiga untuk warga Pati yang terdampak banjir. Selain mebyalurkan donasi, dalam misi kemanusiaan ini, tim PC Lazisnu Kabupaten Salatiga yang diwakili oleh ketua dan beberapa timnya juga menyampaikan […]

  • PCNU - PATI Photo by FRANCESCO TOMMASINI

    Dunia Anak Tak Datang Dua Kali

    • calendar_month Jum, 15 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 398
    • 0Komentar

    Kemarin sewaktu saya ke indomart saya melihat pemandangan sebuah keluarga yang tengah duduk di teras ruko tersebut. Kedua orang tuanya tengah asyik bermain ponsel, sedangkan kedua anaknya asyik makan es krim dengan belepotan dan saling berebut. Kedua orang tua tersebut tak bergeming saat anak perempuannya yang kecil menangis ketika sang kakak merebut es krimnya. Saya […]

  • PCNU-PATI

    Santri Harus Punya Peran di Berbagai Bidang

    • calendar_month Kam, 2 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 489
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Jepara – Madrasah Aliyah (MA) Walisongo Pecangaan Jepara menggelar tasyakkur (syukuran) ke-44 tahun yang berlangsung di mushala madrasah setempat, Selasa (31/10) pagi.  Hadir sebagai pemantik acara bertajuk “Santri Milenial dan Tantangan Global” Ketua STKIP PGRI Pacitan H Mukodi dan akademisi UIN Walisongo Semarang, H Fakhrudin Aziz.  Selain sivitas akademika MA Walisongo, hadir pula Ketua […]

  • PCNU-PATI

    Kemah ‘Arobiyyah, Cara Jitu dalam Mengembangkan Kemampuan Muhadatsah

    • calendar_month Rab, 2 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 405
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. – Qismu Al-Lughoh Al-‘Arobiyyah (Qol’ah) Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Pati berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (HMPS PBA) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati, selenggarakan kegiatan Al-Mukhoyyam Al-‘Aroby Al-Khorijiy atau biasa disebut dengan Kemah Bahasa Arab Eksternal. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 27-28 Oktober 2022, di kampus IPMAFA. Adapun tujuan […]

  • Guru Madrasah Kembangkan Penelitian Tindakan Kelas

    Guru Madrasah Kembangkan Penelitian Tindakan Kelas

    • calendar_month Sab, 20 Mei 2017
    • account_circle admin
    • visibility 419
    • 0Komentar

    Pati. Bertempat di Gedung NU lantai III Pengurus Cabang LP Ma’arif Pati mengadakan diskusi terkait pengembangan Guru Madrasah yang harus mengembangkan Penelitian Tindakan Kelas, sebanyak 60 guru madrasah dari berbagai jenjang mulai MI, MTs. dan MA di wilayah kabupaten Pati yang tergabung dalam LP Ma’arif, acara berlangsung selama sehari penuh antusias mengikuti kegiatan pengembangan diri […]

expand_less