Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang Bocorkan Ciri-ciri Guru Stres

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang Bocorkan Ciri-ciri Guru Stres

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 5 Des 2024
  • visibility 689
  • comment 0 komentar
Semarang – Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang, Erwan Rachmat memberikan pengarahan, bahwa Deep Learning bukanlah kurikulum baru melainkan hanya pendekatan pembelajaran. Sejak dulu, dikatakannya, telah banyak berkembang pendekatan dan model pembelajaran seperti Active Learning, Contextual Theaching Learning, Cooperative Learning, dan lainnya.
Pihaknya juga menghimbau agar guru di wilayah Kecamatan Gajahmungkur aktif dan inovatif dalam mendesain pembelajaran berbasis digital. Hal itu tentu sudah diwadahi oleh PGRI karena menurutnya, PGRI adalah organisasi paripurna.
“Guru itu tidak boleh stres. Ciri-ciri guru stres itu ngantukan, sering berbicara sendiri, mudah marah, sering memagang kepala, memegang pipi, dan memegang dagu” katanya dalam Workshop bertajuk “Penguatan Deep Learning melalui AIEd” yang digelar PGRI Cabang Gajahmungkur, Kota Semarang pada Rabu (4/12/2024) di SDN Petompon 02 Kota Semarang.
Dengan adanya workshop tersebut, diharapkan guru-guru di Kecamatan Gajahmungkur bisa membawa dampak positif utamanya bagi pembelajaran di kelas.
Sementara itu, narasumber kegiatan workshop
itu, dosen sekaligus Wakil Rektor I INISNU Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda mengatakan bahwa Artificial Intelligence in Education (AIEd) dan Machine Learning (ML) sangat memudahkan guru dalam memberkat penerapan deep learning di sekolah.
“AIEd itu bagian dari AI. Karena AI itu bisa digunakan dalam bidang ekonomi, industri, manufaktur, hukum, sosial, termasuk pendidikan. Berbicara AI ya tidak bisa lepas dengan deep learning. Berbicara deep learning, tidak bisa lepas juga dari AIEd atau machine learning,” imbuh Ibda.
Dikatakannya, deep learning itu hakikatnya pendekatan pembelajaran, bukan kurikulum baru. “Deep learning itu secara konseptual ya pendekatan pembelajaran, bukan kurikulum baru yang kemarin viral di media. Untuk menerapkan dan memperkuat deep learning, mau tidak mau ya melalui AIEd maupun Machine Learning,” kata Ibda dalam workshop yang digelar di SDN Petompon Semarang tersebut
Dikatakan Hamidulloh Ibda, bahwa deep learning adalah pembelajaran dalam atau pembelajaran mendalam. “Deep learning dikenal juga deep structured learning (pembelajaran struktural mendalam), atau hierarchical learning (pembelajaran hierarki) yang merupakan salah satu cabang dari ilmu machine learning (pemelajaran mesin) yang terdiri atas algoritma pemodelan abstraksi tingkat tinggi pada data menggunakan sekumpulan fungsi transformasi non-linear yang ditata berlapis-lapis dan mendalam,” kata reviewer pada 30 jurnal internasional terindeks Scopus tersebut.
Simpelnya, kata Ibda, deep learning adalah pendekatan pembelajaran dalam konteks teknologi, ilmu komputer, dan disiplin ilmu lain termasuk STEM, Humaniora, dll. Namun, DL dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum sebagai mata pelajaran atau modul pembelajaran.
Dalam paparannya, Ibda menjelaskan juga sejarah munculnya deep learning yang berkembang sejak1940 dengan perkembangan awal dengan cybernetics, dan secara resmi muncul tahun 2006.
“Orang yang mengenalkan Deep Learning adalah Geoffrey Hinton, ilmuwan komputer asal Kanada yang dijuluki Bapak Deep Learning,” lanjut Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah tersebut.
Dari konsep itu, Ibda menjelaskan alasan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu’ti yang mengelaborasi dan mengintegrasikan sejumlah toeri. “Kalau Prof Mu’ti, sebenarnya merujuk sejumlah teori besar. Kemarin, Prof Suyanto menulis di Kompas, ia menyebut bahwa sejumlah teori yang dirujuk Mendikdasmen dalam mengembangkan Deep Learning meliputi John Dewey “Learning by Doing” akhir abad ke-19, Jean Piaget (1923) The Child Conception of of the World, Howard Gardner (1983) The Theory of Multiple Intelligences, Ellen Langer (1997) Power of Mindful Learning, Jon Kabat-Zinn Mindfulness Based Stress Reduction (MBSR),” kata dia.
Dari Deep Learning itu, muncul Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning. “Mindful Learning itu intinya memberikan kesempatan bagi murid untuk aktif berdiskusi dan bereksperimen dengan memperhatikan kebutuhan serta potensi setiap individu. Contohnya: guru tidak sekadar menyampaikan teori saat belajar numerasi, tetapi juga membantu siswa memahami peran tersebut dalam kehidupan sehari-hari dalam kehidupan luas. Meaningful Learning itu intinya mengajak siswa memahami alasan di balik setiap materi yang dipelajari.  Sebagai contoh, guru menjelaskan manfaat konsep matematika dalam pengelolaan keuangan atau logistik. Pemahaman ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Sedangkan Joyful Learning berfokus pada kepuasan dari pemahaman mendalam, tidak hanya menciptakan pengalaman belajar menyenangkan. Contoh: Guru demonstrasi atau diskusi saat belajar sejarah agar siswa memahami konsep/desain teorinya, bukan sekadar menghafal,” kata dia.
Dalam kesempatan itu, penulis buku Guru Dilarang Mengajar! tersebut menyampaikan juga ragam AIEd dan demo, yaitu AIED Chatbots, AIED Games, AIED Videos and Songs, AIED for Learning, Adaptive Learning Systems (Smart Sparrow, DreamBox Learning, ALEKS), Intelligent Tutoring Systems/ITS (Carnegie Learning, Knewton, AutoTutor), Virtual Assistants (ChatGPT, IBM Watson Tutor, Google Assistant), Learning Analytics Platforms (Brightspace Insights, Tableau for Education), Content Creation and Management Tools (Canva AI for Education, Articulate 360), Assessment and Grading Tools (Gradescope, Turnitin with AI), dan Speech and Language Processing Tools (Duolingo, Lingvist, Speechify).
Setelah pemaparan materi konseptual, Ibda melakukan praktik atau demonstrasi penggunaan AIEd Chatbots, AIEd Games, AIEd Video dan AIED Music dengan menggunakan Suno AI.
Sementara itu, Kepala SDN Gajahmungkur 03 Kota Semarang Dian Marta Wijayanti narasumber kedua, menjelaskan bahwa AIEd sangat beragam yang bisa membantu guru dalam pembelajaran, salah satunya adalah Fliki AI untuk membuat video pembelajaran.
“Fliki AI merupakan platform yang menggunakan AI untuk mengubah teks menjadi video dan ucapan. Fliki AI dapat digunakan untuk membuat konten berkualitas tinggi dengan biaya yang lebih murah,” kata Dian.
Sebelumnya, Ketua PGRI Cabang Gajahmungkur Kota Semarang Siti mengatakan bahwa kegiatan itu merupakan rangkaian Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-79 dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2024.
Koordinator Satuan Pendidikan Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang Suparno mengapresiasi kegiatan itu. Pihaknya berharap agar guru selalu inovatif dalam mengembangkan pembelajaran. ().
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU- PATI Photo by Maurits Bausenhart

    Ngumbah Godhong Gedang

    • calendar_month Kam, 9 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 639
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Malam Nisfu Sya’ban, malam spesial bagi sebagian kalangan Muslim. Banyak argumen temtang letak keistimewaannya hingga amalan khusus untuk menyambutnya. Tentunya ada lusinan pro dan kontra dalam cara merayakannya, terutama dari golongan islam konservatif yang patok bangkrong hanya melihat ayat dan hadits.  Di kalangan masyarakat Lereng Muria, memedomani bahwa beberapa malam sebelum […]

  • PCNU - PATI

    Definisi Aswaja

    • calendar_month Sen, 8 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 456
    • 0Komentar

    Dalam dekade terakhir ini, keberadaan beberapa tokoh dan lembagakeagamaan dinilai berhasil menarik perhatian masyarakat Indonesia.Terlebih lagi dalam kasus kontroversi aliran Ahmadiyah yang hampirbrsamaan dengan krisis politik dan implikasi sosial yang ditimbulkannya.Memang bukan wacana baru dalam konteks kehidupan sosial keagamaandi Indonesia. Namun keberadaan aliran sesat ini mampu menarikperhatian semua kalangan. Fenomena perkembagan alian-alirankeagamaan tidak lagi bisa […]

  • Memahami Mukjizat Al Qur’an

    Memahami Mukjizat Al Qur’an

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 513
    • 0Komentar

    Sebagai umat Islam kita tentu sangat yakin apabila Al Quran adalah mukjizat nabi Muhammad Saw, melalui kitab suci tersebut Nabi Muhammad menyebarkan ajaran agama Islam yang sampai saat ini semakin berkembang. Al-Quran adalah kitab suci umat Islam diseluruh dunia, sebagai penuntun hidup di dunia maupun di akhirat.Mukjizat al-Quran adalah mukjizat (bukti kebenaran) yang terdapat di […]

  • IPNU-IPPNU Pagerharjo Gelar Pelatihan Public Speaking

    IPNU-IPPNU Pagerharjo Gelar Pelatihan Public Speaking

    • calendar_month Kam, 16 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 501
    • 0Komentar

    Pembukaan patihan public speaking untuk mengasah bakat berbicara di depan umum. Kegiatan ini dihelat oleh Pimpinan Ranti IPNU-IPPNU Pagerharjo, Wedarijaksa. WEDARIJAKSA – Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pagerharjo, Wedarijaksa telah menyelenggarakan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Public Speaking, Sabtu, (11/12). Kegiatan yang dimulai pada pukul  13.00 WIB hingga 16.30 WIB ini dipusatkan di Surau Lisung Al-Khijaz dan […]

  • PCNU - PATI

    Benturan NU- PKI

    • calendar_month Ming, 3 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 485
    • 0Komentar

    Benturan NU-PKI 1948-1965” langsung ada rasa ketertarikan untuk segera membacanya. Namun pada akhirnya banyak rasa kekecewaan pada buku tersebut. Kekecewaan pertama yang muncul adalah buku tersebut hanya setebal 200-an halaman. Saya sebenarnya mengharapkan isi buku lebih tebal sehingga dapat saya baca lebih lama dari ‘menikmati secangkir kopi’. Bukan tanpa alasan, karena untuk peristiwa serumit itu […]

  • PCNU-PATI

    Hijrah, Berubah untuk Masa Depan

    • calendar_month Sel, 22 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 477
    • 0Komentar

    Jika kau rasa hidupmu membosankan. Jika kau rasa hari-harimu menyedihkan. Kau perlu berhijrah, kawan. Agar harimu kembali cerah, agar senyummu kembali merekah.Namun, jika saat ini kau telah merasa nyaman. Hari-harimu sudah menyenangkan. Bukan berarti kau tak perlu berhijrah. Kau tetap harus berhijrah, berubah menuju arah yang lebih baik karena perubahan adalah keniscayaan.Kita pasti ingin hidup […]

expand_less