Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang Bocorkan Ciri-ciri Guru Stres

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang Bocorkan Ciri-ciri Guru Stres

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 5 Des 2024
  • visibility 710
  • comment 0 komentar
Semarang – Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang, Erwan Rachmat memberikan pengarahan, bahwa Deep Learning bukanlah kurikulum baru melainkan hanya pendekatan pembelajaran. Sejak dulu, dikatakannya, telah banyak berkembang pendekatan dan model pembelajaran seperti Active Learning, Contextual Theaching Learning, Cooperative Learning, dan lainnya.
Pihaknya juga menghimbau agar guru di wilayah Kecamatan Gajahmungkur aktif dan inovatif dalam mendesain pembelajaran berbasis digital. Hal itu tentu sudah diwadahi oleh PGRI karena menurutnya, PGRI adalah organisasi paripurna.
“Guru itu tidak boleh stres. Ciri-ciri guru stres itu ngantukan, sering berbicara sendiri, mudah marah, sering memagang kepala, memegang pipi, dan memegang dagu” katanya dalam Workshop bertajuk “Penguatan Deep Learning melalui AIEd” yang digelar PGRI Cabang Gajahmungkur, Kota Semarang pada Rabu (4/12/2024) di SDN Petompon 02 Kota Semarang.
Dengan adanya workshop tersebut, diharapkan guru-guru di Kecamatan Gajahmungkur bisa membawa dampak positif utamanya bagi pembelajaran di kelas.
Sementara itu, narasumber kegiatan workshop
itu, dosen sekaligus Wakil Rektor I INISNU Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda mengatakan bahwa Artificial Intelligence in Education (AIEd) dan Machine Learning (ML) sangat memudahkan guru dalam memberkat penerapan deep learning di sekolah.
“AIEd itu bagian dari AI. Karena AI itu bisa digunakan dalam bidang ekonomi, industri, manufaktur, hukum, sosial, termasuk pendidikan. Berbicara AI ya tidak bisa lepas dengan deep learning. Berbicara deep learning, tidak bisa lepas juga dari AIEd atau machine learning,” imbuh Ibda.
Dikatakannya, deep learning itu hakikatnya pendekatan pembelajaran, bukan kurikulum baru. “Deep learning itu secara konseptual ya pendekatan pembelajaran, bukan kurikulum baru yang kemarin viral di media. Untuk menerapkan dan memperkuat deep learning, mau tidak mau ya melalui AIEd maupun Machine Learning,” kata Ibda dalam workshop yang digelar di SDN Petompon Semarang tersebut
Dikatakan Hamidulloh Ibda, bahwa deep learning adalah pembelajaran dalam atau pembelajaran mendalam. “Deep learning dikenal juga deep structured learning (pembelajaran struktural mendalam), atau hierarchical learning (pembelajaran hierarki) yang merupakan salah satu cabang dari ilmu machine learning (pemelajaran mesin) yang terdiri atas algoritma pemodelan abstraksi tingkat tinggi pada data menggunakan sekumpulan fungsi transformasi non-linear yang ditata berlapis-lapis dan mendalam,” kata reviewer pada 30 jurnal internasional terindeks Scopus tersebut.
Simpelnya, kata Ibda, deep learning adalah pendekatan pembelajaran dalam konteks teknologi, ilmu komputer, dan disiplin ilmu lain termasuk STEM, Humaniora, dll. Namun, DL dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum sebagai mata pelajaran atau modul pembelajaran.
Dalam paparannya, Ibda menjelaskan juga sejarah munculnya deep learning yang berkembang sejak1940 dengan perkembangan awal dengan cybernetics, dan secara resmi muncul tahun 2006.
“Orang yang mengenalkan Deep Learning adalah Geoffrey Hinton, ilmuwan komputer asal Kanada yang dijuluki Bapak Deep Learning,” lanjut Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah tersebut.
Dari konsep itu, Ibda menjelaskan alasan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu’ti yang mengelaborasi dan mengintegrasikan sejumlah toeri. “Kalau Prof Mu’ti, sebenarnya merujuk sejumlah teori besar. Kemarin, Prof Suyanto menulis di Kompas, ia menyebut bahwa sejumlah teori yang dirujuk Mendikdasmen dalam mengembangkan Deep Learning meliputi John Dewey “Learning by Doing” akhir abad ke-19, Jean Piaget (1923) The Child Conception of of the World, Howard Gardner (1983) The Theory of Multiple Intelligences, Ellen Langer (1997) Power of Mindful Learning, Jon Kabat-Zinn Mindfulness Based Stress Reduction (MBSR),” kata dia.
Dari Deep Learning itu, muncul Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning. “Mindful Learning itu intinya memberikan kesempatan bagi murid untuk aktif berdiskusi dan bereksperimen dengan memperhatikan kebutuhan serta potensi setiap individu. Contohnya: guru tidak sekadar menyampaikan teori saat belajar numerasi, tetapi juga membantu siswa memahami peran tersebut dalam kehidupan sehari-hari dalam kehidupan luas. Meaningful Learning itu intinya mengajak siswa memahami alasan di balik setiap materi yang dipelajari.  Sebagai contoh, guru menjelaskan manfaat konsep matematika dalam pengelolaan keuangan atau logistik. Pemahaman ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Sedangkan Joyful Learning berfokus pada kepuasan dari pemahaman mendalam, tidak hanya menciptakan pengalaman belajar menyenangkan. Contoh: Guru demonstrasi atau diskusi saat belajar sejarah agar siswa memahami konsep/desain teorinya, bukan sekadar menghafal,” kata dia.
Dalam kesempatan itu, penulis buku Guru Dilarang Mengajar! tersebut menyampaikan juga ragam AIEd dan demo, yaitu AIED Chatbots, AIED Games, AIED Videos and Songs, AIED for Learning, Adaptive Learning Systems (Smart Sparrow, DreamBox Learning, ALEKS), Intelligent Tutoring Systems/ITS (Carnegie Learning, Knewton, AutoTutor), Virtual Assistants (ChatGPT, IBM Watson Tutor, Google Assistant), Learning Analytics Platforms (Brightspace Insights, Tableau for Education), Content Creation and Management Tools (Canva AI for Education, Articulate 360), Assessment and Grading Tools (Gradescope, Turnitin with AI), dan Speech and Language Processing Tools (Duolingo, Lingvist, Speechify).
Setelah pemaparan materi konseptual, Ibda melakukan praktik atau demonstrasi penggunaan AIEd Chatbots, AIEd Games, AIEd Video dan AIED Music dengan menggunakan Suno AI.
Sementara itu, Kepala SDN Gajahmungkur 03 Kota Semarang Dian Marta Wijayanti narasumber kedua, menjelaskan bahwa AIEd sangat beragam yang bisa membantu guru dalam pembelajaran, salah satunya adalah Fliki AI untuk membuat video pembelajaran.
“Fliki AI merupakan platform yang menggunakan AI untuk mengubah teks menjadi video dan ucapan. Fliki AI dapat digunakan untuk membuat konten berkualitas tinggi dengan biaya yang lebih murah,” kata Dian.
Sebelumnya, Ketua PGRI Cabang Gajahmungkur Kota Semarang Siti mengatakan bahwa kegiatan itu merupakan rangkaian Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-79 dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2024.
Koordinator Satuan Pendidikan Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang Suparno mengapresiasi kegiatan itu. Pihaknya berharap agar guru selalu inovatif dalam mengembangkan pembelajaran. ().
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Video Joget-Joget dalam Haflah Akhirussanah Ternyata Bukan di Pati

    Video Joget-Joget dalam Haflah Akhirussanah Ternyata Bukan di Pati

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.734
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan adanya sekelompok perempuan mengenakan pakaian drumband yang tengah joget-joget di atas panggung dalam acara Haflah Akhirussanah. Dalam video itu dinarasikan bahwa drumband bermama Mahadewa pentas dalam acara Haflah Akhirussanah di Madrasah Diniyah I’anatut Thalibin Pati Jawa Tengah. Postingan tersebut menuai beragam tanggapan warganet. Sebab kostum […]

  • Sah! Fatayat NU Winong Dilantik, Pengurus Ngotot Buat Fatayat Olshop

    Sah! Fatayat NU Winong Dilantik, Pengurus Ngotot Buat Fatayat Olshop

    • calendar_month Sel, 7 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 505
    • 0Komentar

    Asmonah (kanan), Ketua PC Fatayat NU Pati secara simbolis menyerahkan jabatan PAC Fatayat NU Winong kepada Ana Nailu Rohmah, ketua PAC usai acara pelantikan PAC Fatayat NU Winong. WINONG – PAC Fatayat NU Winong resmi dilantik pada Minggu (5/12) lalu. Bukan hanya pemgurus anak cabang, para Pengurus Ranting Fatayat NU juga turut dilantik dalam satu […]

  • Stakeholder Dorong Pendampingan dan Pengawasan JKN-KIS, Kolaborasi Akatiga-Fatayat NU

    Stakeholder Dorong Pendampingan dan Pengawasan JKN-KIS, Kolaborasi Akatiga-Fatayat NU

    • calendar_month Jum, 10 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 508
    • 0Komentar

    PATI – Kegiatan Monev Tim Global Partnership for Social Accountability (GPSA) PC Fatayat NU Kabupaten Pati oleh AKATIGA & PP Fatayat NU berlangsung lancar. Agenda tindak lanjut dari program pendampingan dan pengawasan masyarakat terkait JKN-KIS di Kabupaten Pati ini dibukan pada Rabu (8/6) lalu di Gedung Pragolo Kabupaten Pati. “Memang jangkauan kami saat ini baru […]

  • Memaknai Satu Abad NU

    Memaknai Satu Abad NU

    • calendar_month Sab, 11 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 559
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Tepat pada tanggal 7 Februari 2023 Nahdlatul Ulama (NU) berusia 100 tahun atau lebih tepatnya satu abad menurut kalender hijriyah. Tentunya di usia satu abad ini, NU memiliki kontribusi besar terhadap Indonesia dan dunia dalam hal dunia Islam. Dalam usia satu abad NU, ada tonggak-tonggak sejarah yang patut dicatat dan dikenang. Adapun […]

  • LAZISNU Pati Luncurkan Aplikasi SiKupat dan CroPat.Go, Ini Fungsinya

    LAZISNU Pati Luncurkan Aplikasi SiKupat dan CroPat.Go, Ini Fungsinya

    • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 886
    • 0Komentar

      Pati – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Pati meluncurkan dua aplikasi bernama SiKupat (Sistem Informasi Keuangan LAZISNU Pati) dan CroPat.Go (Crowdfunding Lazisnu Pati Go), pada Ahad (27/7/2025). Peluncuran aplikasi-aplikasi tersebut sebagai komitmen LAZISNU Pati dalam memperkuat tata kelola keuangan dan inovasi sosial. Ketua LAZISNU Pati, menjelaskan bahwa aplikasi SiKupat […]

  • PMII Komisariat Syekh Mutamakkin Laksanakan Kewajiban Tahunan

    PMII Komisariat Syekh Mutamakkin Laksanakan Kewajiban Tahunan

    • calendar_month Sab, 2 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 486
    • 0Komentar

    TAYU-Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Syekh Mutamakkin menyelenggarakan Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba). Ini merupakan tahap paling dini dalam organisasi PMII. Dengan mengikuti Mapaba, para calon anggota telah secara resmi menjadi bagian formal dari PMII. Paska Mapaba, masih ada beberapa step lagi untuk menunjang jiwa organisasia anggota. M. Shofyan al Nashr, salah satu pemantik […]

expand_less