Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Secangkir Kopi, Doa, dan Jalan Panjang Menuju Aceh

Secangkir Kopi, Doa, dan Jalan Panjang Menuju Aceh

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
  • visibility 7.179
  • comment 0 komentar

 

Malam belum sepenuhnya ramah ketika rombongan relawan NU Peduli PWNU Jawa Tengah kembali menghidupkan mesin. Di sebuah rest area sunyi, secangkir kopi hitam berpindah dari tangan ke tangan. Hangatnya sederhana, namun cukup untuk menjaga mata tetap terjaga dan hati tetap kuat. Di situlah, di antara lelah dan doa, perjalanan kemanusiaan menuju Aceh Timur terus dilanjutkan.

Sebanyak 22 relawan berangkat membawa satu niat: hadir untuk saudara-saudara yang terdampak banjir di Aceh. Mereka datang dari latar belakang berbeda—tukang, sopir, tenaga sanitasi, pendamping trauma healing, hingga relawan dapur umum—namun disatukan oleh semangat yang sama: mengabdi tanpa pamrih.

Perjalanan ribuan kilometer bukan tanpa cerita. Jalan panjang dari Jambi menuju Pekanbaru, Dumai, hingga Medan, dipenuhi persinggahan singkat di SPBU, masjid, rumah makan sederhana, dan rest area. Di tempat-tempat itulah kopi kembali diseduh, bukan sekadar pelepas kantuk, melainkan penanda kebersamaan. Ada tawa kecil, ada keluh lelah, namun lebih banyak doa yang diam-diam terucap.

Di tengah malam, saat sebagian orang terlelap, rombongan harus berhenti karena kendala kendaraan. AC mobil mati, lampu sein bermasalah, dan panas mulai menyergap kabin. Namun tak ada keluhan panjang. Beberapa relawan membuka kap mesin, sebagian lainnya menyiapkan air minum. Semua bekerja dalam senyap, dengan keyakinan bahwa perjalanan ini lebih besar dari rasa tidak nyaman.

Menjelang subuh, ketika azan berkumandang dari kejauhan, langkah kembali diperlambat. Sholat, rehat sejenak, lalu kembali melaju. Total 1.916 kilometer telah dilalui, dan masih ada ratusan kilometer lagi sebelum Aceh Timur menyambut mereka. Jauh? Ya. Lelah? Pasti. Namun tak satu pun yang berniat berhenti.

“Selama saudara-saudara kita masih membutuhkan, lelah ini tidak ada artinya,” ujar (Kang mukhlisin) pimpinan relawan salah satu relawan sambil menyeruput kopi terakhir sebelum kendaraan kembali melaju.

Perjalanan ini bukan sekadar tentang sampai tujuan. Ia adalah tentang niat yang dijaga, doa yang dipanjatkan, dan langkah yang terus diayunkan. Dan di setiap transit, secangkir kopi menjadi saksi bahwa kemanusiaan selalu menemukan jalannya—meski harus ditempuh dengan malam panjang dan jalan yang tak selalu mulus.

Doa terus mengiringi perjalanan relawan NU Peduli Jawa Tengah, agar mereka tiba dengan selamat, bekerja dengan ikhlas, dan pulang membawa cerita tentang harapan yang tumbuh dari kepedulian.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Hasil Keputusan Kombes 2012

    • calendar_month Rab, 28 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 495
    • 0Komentar

    Buku hasil Munas Alim Ulama dan Mubes NU memiliki dua nilai penting, Pertama dari sisi konten, buku ini memberikan banyak informasi penting tentang hasil Bahtsul Masail yang berhubungan dengan masalah-masalah terkini mengenai hukum pajak, hukum koruptor, dan juga review beberapa Undang-undang. Hal ini sangat penting bagi masyarakat Nahdliyyin yang terbiasa menjawab segala persoalan berdasar pada […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Masjid dan Media Sosial

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.730
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Masjid menjadi penting dalam pembangunan spiritualitas masyarakat muslim. Perannya sudah kentara dan jelas sejak zaman Kanjeng Nabi Muhammad Saw. Dalam konteks Ramadan, banyak sekali dakwah-dakwah berbasis digital berseliweran di gawai kita. Namun masalahnya, apakah masjid masih memiliki otoritas dibandingkan media sosial? Secara tradisional, masjid dilihat sebagai ruang fisik, bangunan, tempat untuk bersujud, […]

  • PCNU-PATI Photo by Anita Austvika

    Bandar

    • calendar_month Rab, 14 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 593
    • 0Komentar

    Oleh :  Niam At Majha Sabtu kemarin saya sedang menikmati liburan di Kemuning Tawangmangu. Sebenarnya bukan liburan, akan tetapi diskusi membahas berbagai hal, dengan agenda utama menyikapi hiruk pikuk tahun politik sudah dihadapan sidang pemirsa. Bagaimana saya akan bersikap dengan adanya manuver-manuver senggol sana, sikut sini demi satu tujuan pemenangan. Dan rumah-rumah, kios-kios pemenangan telah […]

  • Karya Siswa DKV dan Multimedia SMK Cordova Dipamerkan

    Karya Siswa DKV dan Multimedia SMK Cordova Dipamerkan

    • calendar_month Kam, 10 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 545
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. – Ratusan karya siswa desain komunikasi visual (DKV) dan mutimedia, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Cordova, Margoyoso, Pati, dipamerkan di aula sekolahan setempat. Kegiatan ini mulai Rabu 9 November sampai dengan Jumat 11 November 2022. Pada pameran yang bertajuk Semangat Berkarya (Sekar) ini, ratusan karya siswa ditampilkan. Seperti film, fotografi, hingga merchandise. Ketua Jurusan DKV […]

  • Turba di Tayu, Ketua IPNU : Kita Ingin Jalin Kedekatan

    Turba di Tayu, Ketua IPNU : Kita Ingin Jalin Kedekatan

    • calendar_month Jum, 15 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 553
    • 0Komentar

    TAYU-Pelaksanaan Turba (Turun Ke Bawah) yang diagendakan Pengurus Cabang IPNU/IPPNU Kabupaten Pati mendarat di Tayu. Ini merupakan kali pertama PC IPNU/IPPNU melaksanakan Turba. Kegiatan Turba PC IPNU/IPPNU di Gedung Istighotsah Al Asyiq, Pule, Tayu Tujuan diagendakannya kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan program-program kerja cabang. Harapannya, para pengurus IPNU/IPPNU yang hadir dalan kesempatan tersebut dapat mendukung […]

  • Menengok Vonis Harvey Moeis dan Viralnya Ceramah KH Zainuddin MZ

    Menengok Vonis Harvey Moeis dan Viralnya Ceramah KH Zainuddin MZ

    • calendar_month Sel, 7 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 588
    • 0Komentar

    Oleh: Umar Hanafi Pati – Belakangan ini publik Indonesia gemas dengan vonis terdakwa korupsi tambang timah Bangka Belitung, Harvey Moeis. Edan saja, dengan kerugian negara mencapai Rp 300 triliun, suami aktris cantik Sandra Dewi itu hanya divonis 6,5 tahun penjara. Vonis Harvey Moeis menyayat rasa keadilan masyarakat.  Publik pun membanding-bandingkan dengan vonis kasus pidana lainnya. […]

expand_less