Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Sang Syaikh Sufi YANG SELALU BERSEMBUNYI Kisah-Kisah di sekitar kehidupan KH.Abdullah Salam

Sang Syaikh Sufi YANG SELALU BERSEMBUNYI Kisah-Kisah di sekitar kehidupan KH.Abdullah Salam

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 8 Sep 2015
  • visibility 789
  • comment 0 komentar

SEKITAR PRINSIP DAN SIKAP
Istiqomah
             Mbah Dullah di kenal dengan sikap istiqomahnya. Apalagi ibadah wajib, untuk ibadah sunahpun ,kalau sudah beliau pilih untuk di kerjakan mak akan beliau kerjakan secara istqomah. Ada saatnya ketika remaja beliau tak ragu memaksa diri tidur di tangga pintu rumah KH.Nawawi. Maksudnya agar ia bisa bangun diri di buka oleh KH.Nawawi  saat hendak berangkat sholat subuh.
Tampaknya tak ada yang memutus istiqomah ini kecuali sakit yang sangat berat.Sebagai  contoh : sejak 1998, ketika beliau mulai sakit dan tak bisa mengimami sholat berjamaah, beliau tetap berusaha untuk tidak meninggalkan kebiasaannya sholat berjamaah; meski harus tertatih-tertatih ke Musholla,bahkan pernah harus memakai kursi roda dan menjadi makmum sambil duduk .
Menurut sumber yang dekat dengan beliau,sikap istiqomah ini adalah hasil perjuangan yang terus menerus sejak beliau masih mondok di Madura. Sejak di madura itulah misalnya beliau mulai berusaha mendawamkan puasa Dawud. Ibadah yang selalu beliau lakukan hampir sepanjang hidup. Memang untuk ibadah sunnah yang beliau akan memperlakukannya, seolah-olah ibadah wajib, tak heran tiap kali bisa melakukannya, maka beliau akan segera menqodlonya di kesempatan selanjutnya.
       Beliau sangat sedikit tidur di waktu malam. Kecuali menjalankan ibadah sunnah hampir setiap malam beliau mempelajari kitab sampai bejam-jam. Bahkan usianya yang senja, beliau aktif membeli kitab-kitab baru untuk beliau pelajari.Tak heran kalau beliau kaya khazanah pemikranIslam,sekaligus bersikap terbuka dan toleran terhadap gagasan yang baru segar.Wawasan yang luas dan dalam ini pun tampaknya berusaha beliau sembunyikan dalam pergaulannya sehari-hari.
Banyak pertanyaan yang lebih suka beliau jawab’’saya tidak tahu ! ‘’tapi,bagi orang yang teliti sering mengikuti pengajian beliau,baik malam selasa maupun selasa sore di Masjid Kajen atau duajum’at sekali di desa Tunjugrejo dan pembahasannya tentang Syarah al-Hikam tiap kamis di musholla pondoknya akan segera merasakan keluasan dan kedalaman wawasan beliau tersebut.
Seringkali, beliau hanya membaca satu baris dar kitab dan menjabarkannya dengan bening selama satu jam atau bahkan lebih .Bahkan di tangan beliau tema-tema yang pelik dan abstrak sekitar tauhid misalnya, bisa dipaparkan dengan enteng dan mudah di cerna.Tentang hal ini KH.MA.Sahal Mahfudz sendiri mengakui penguasaan KH.Abdullah Salam terhadap khasanah tasawuf dan fiqih .’’Beliau itu satu satunya panutan setelah ulama Kajen banyak meninggal, sebab penguasaan tasawuf dan fiqihnya sangat memadai”demikian komentarnya.’’
Tawakal
      Mbah Dullah dikenal Tawakalnya.Saat masih muda ,rumahnya sering dimasuki  maling.Nah,saat itu ada seorang kiai yang menganjurkan beliau untuk ‘’memagari’’yang di maksud oleh kiai tersebut tentu saja berarti memberi ‘’pagar gaib’’berupa bacaan atau barang tertentu: tapi beliau malah menjawab ‘’sudah kiai’’,sudah ada pagarnya ,tapi tetap saja malingnya masih bsa menerobos masuk !’’tentu saja yang di maksud disini  adalah pagar rumah betulan yang terbuat dari bambu.Bukan hanya beliiau yang di maksud oleh kiai tersebut,tapi sejak awal  beliau lebih berpegang pada keyakinan bahwa apa yang sudah ditentukan oleh allah tak akan bisa diubah manusia. Beliau khawatir,’’pagar seperti yang di maksud kiai tersebut justru akan menodai kepercayaan mutlaknya akan penjagaan Allah.
        Pernah juga, awal-awal beliau memegang Madrasah Mathali’ul Falah, ada pihak yang jahil membuang kotoran manusia di bangku atas meja madrasah. Ini berlangsung tiap pagi dan dalam waktu cukup lama.Beliau cuma diam dan tidak menampakkan reaksi apa-apa.Melihat beliau tenag-tenang saja dengan ‘teror’ semacam ini,pihak terorispun merasa perlu meningkatkan kadar ‘teror’nya ;  pertama  jumlah kotoran manusia yang di buang lebih banyak : tapi tindakan juga tidak memancing reaksi beliau.Kedua ,kotoran yang semula Cuma ditaruh di meja murid.Kini di tingkatkan :bangku atau meja guru mulai menjadi salah satu sasarannya.Tapi ini juga tidak memancing  reaksi apa-apa dari beliau,beliau tetap ‘rajin’membersihkan kotoran-kotoran ini sambil teru-menerus tutup mulut meski para para santri mulai menampakkan keresahan.
        Melihat terornya tak mendapat reaksi seperti  yang di harapkan,tampaknya membuat sang teroris semakin kalap dan mulai bertindak ‘gila’:’’membuang kotoran manusia kedalam sumur santri.Sumur yang di gunakan banyak keperluan santri tersebut tentu saja tercemar’’nah, kali ini santri tidak cuma resah tapi sekaligus mulai menampakkan marah.Melihat gelegat yang kurang menguntungkan kali ini ,barulah beliau bereaksi ,Reaksi beliau pun bukan dengan menyelidiki dan mencari pelakunya,melainkan sekedar ajakan pada para santrinya untuk berdo’a bersama : memohon kepada allah agar membuka hati dan menghentikan tindakan pelakunya. Setelah peristiwa tersebut ,esoknya teror memang berhenti  dan pelakunya tak pernah d ketahui sampai sekarang.
        Ada juga kisah lain tentang sikap beliau ini,konon ketika terjadi kerusuhan sosial yang menyertai peristiwa G 30 SPKI Pada tahun 1965-1966 ada isu kerusuhan sosial yang berhmbus bahwa pki akan menyerbu desa kajen.Melihat eskalasi ketegangan sosialyang terjadi waktu itu, tentu saja mendorong banyak pihak di  Kajen untuk gelisah dan cenderung panik. Tak mengherankan kemudian banyak kiai yang mngungsi. Melihat keadaan ini, KH.Abdullah Salam tetap tenang saja,beliau tetap tinggal di rumah dan melakukan segenap aktifitas kesehariannya seperti biasa.
Beliau yakin allah akan melindungi dan PKI tak akan pernah menyerbu kajen.Meski demikian ,bukan berarti beliau lengah:beliau tetap waspada dan mengajak santrinya berjaga-jaga.Ternyata keyakinan beliau benar,PKI tak pernah menyerbu kajen,meskipun konon sudah sampai di desa sekarjalak yang  berdampingan dengan kajen.Beliau nyaris tak pernah menampakkan kepanikan,meskipun dalam situasi yang di anggap ‘kritis’dan berbahaya.Sejak awal,keyakinan pada allah menyebabkan beliau tak pernah terusik oleh carut-marut peristiwa sosial politik di sekitarnya : mulai dari teror penjajahan jepang,agresi militer Belanda II Tahun 1945-1949,maupun pemberontakan PKI Madiun 1949 yang juga sempat sampai kajen.
          Beliau juga di kenal tidak mengeluh, bahkan di saat sakit beratpun.Pernah suatu saat di tahun 1999 Mbah Dullah Jatuh dari tangga dan punggungnya menghantam pinggiran meja sehingga mengakibatkan tulang punggungnya menonjol  keluar sekitar dua senti.Saat itu juga tukang pijat yang menjadi  langganan beliau,dipanggil. Konon,menurut tukang pijat tersebut,beliau mengalami  patah tulang dan akan sakit sekali bila dilakukan pemijitan.Tapi ,ketika pemijitan dilakukan mbah dullah cuma diam saja , sehingga tukang pijat sendiri itu heran. Menurut tukang pijat tersebut, orang yang paling muda pun,demikian komentarnya.
          Selesai,tukang pijat tersebut menyarankan  mbah dullah agar tidak banyak berjalan :tetapi beliau tetap berjalan ke mosholla untuk sholat fardhu berjamaah,shalatnya pun beliau lakukan sambil berdiri.Akibatnya biisa di duga : belum sampai sepuluh hari tulangnya yang patah menonjol kembali,tukang pijat memijat kembali di undang untuk melakukan pemijatan ulang.Anehnya,selang beberapa selang kemudian saat beliau harus check-up tulang padahal sehabis jatuh tonjolan itu bahkan bisa dilhat dengan mata telanjang. Bersambung..
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KH. Ali Munfaat, Ketua PCNU 2013-2019 Berpulang

    KH. Ali Munfaat, Ketua PCNU 2013-2019 Berpulang

    • calendar_month Ming, 14 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 473
    • 0Komentar

    PATI – Berita duka menyelimuti warga Nahdliyyin Kabupaten Pati. KH. Ali Munfaat, ketua PCNU Pati periode 2013-2019 dikabarkan wafat pada Senin (15/11) pukul 02.52 dini hari tadi.  Berita ini telah dikonfirmasi oleh beberapa pihak. PCNU Pati, melalui ketua tanfidziyah, K. Yusuf Hasyim sendiri membenarkan kabar duka tersebut.  Rencananya, jenazah akan diberangkatkan dari rumah duka yang […]

  • 1000 Kotak Koin NU Digelontorkan Lazisnu Juwana

    1000 Kotak Koin NU Digelontorkan Lazisnu Juwana

    • calendar_month Ming, 1 Des 2019
    • account_circle admin
    • visibility 552
    • 0Komentar

    JUWANA-NU Care – Lazisnu MWC Juwana mengadakan Pelatihan Pengelolaan dan Peluncuran 1000 Kotak Koin NU di Gedung Markas Ansor Langgenharjo Juwana. Pelatihan diikuti 57 peseta dati 29 Pengurus Ranting NU se-Kecamatan Juwana, Minggu (1/12). Pelatihan Amil Zakat dan Pendistribusian 1000 kotak koin NU oleh NU Care-Lazisnu Juwana Ketua MWC Juwana menyampaikan bahwa Juwana sangat potensial […]

  • Tanggapi Perpres Nomor 82 Tahun 2021, PCNU : Memang Sudah Kewajiban Pemerintah

    Tanggapi Perpres Nomor 82 Tahun 2021, PCNU : Memang Sudah Kewajiban Pemerintah

    • calendar_month Ming, 19 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 491
    • 0Komentar

    K. Yusuf Hasyim saat diwawancarai oleh rekan-rekan wartawan terkait Perpres Nomor 82 Tahun 2021 usai trasyakuran atas disahkannya Perpres tersebut PATI – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati, Kiai Yusuf Hasyim mengatakan bahwa terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) nomor 82 tahun 2021 menjadi angin segar bagi Pesantren. Hal itu ia ungkapkan saat menghadiri tasyakuran atas […]

  • Pelantikan Pengurus Majlis Wakil Cabang NU Kec Sukolilo

    Pelantikan Pengurus Majlis Wakil Cabang NU Kec Sukolilo

    • calendar_month Jum, 15 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 446
    • 0Komentar

    Bertempat di gedung IPHI Sukolilo Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama melaksanakan pelantikan terhadap Pengurus MWC NU masa khitmad 2015-2020,Jumat  8 Januari 2015 kemarin.             “Saya mengharapkan dengan pergantian kepengurusan yang baru ini, mampu membawa dan mengamalkan ajaran ahlussunah waljama’ah di Kecamatan Sukolilo secara khusus dan kab Pati secara umum. Bukan hanya itu saja berjuang di Nahdlatul […]

  • Eksistensi NU dalam Menjaga Nasionalisme Bangsa

    Eksistensi NU dalam Menjaga Nasionalisme Bangsa

    • calendar_month Kam, 29 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 447
    • 0Komentar

     Oleh: Siswanto Nahdlatul Ulama (NU) sebagaimana yang kita ketahui merupakan organisasi sosial kemasyarakatan keagamaan terbebesar di Indonesia. Bahkan, ada yang mengatakan organisasi terbesar di dunia. Menurut Greg Fealy (2003), hadirnya NU sebagai organisasi sosial keagamaan yang mendorong lahirnya tatanan kehidupan bernegara yang berkeadaban. Selain sebagai organisasi terbesar di Indonesia, NU juga ikut bertanggungjawab untuk memberikan […]

  • PCNU-PATI

    10.000 Muslimat NU Se Kab Pati Hadiri Peresmian Gedung Baru Muslimat NU

    • calendar_month Sel, 1 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 767
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Pimpinan Cabang Muslimat NU dan seluruh Muslimat se Kabupaten Pati mengadakan sholawatan dan istigasah dalam rangka peresmian gedung muslimat NU di Gedung Muslimat NU Desa Muktiharjo, Sabtu (29/7). Hadir dalam acara tersebut dihadiri oleh selurus PAC Muslimat se kabupaten Pati baik dari pengurus atau tidak, selain itu juga dihadiri oleh Rois Syuriah Pengurus Cabang […]

expand_less