Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Sang Syaikh Sufi YANG SELALU BERSEMBUNYI Kisah-Kisah di sekitar kehidupan KH.Abdullah Salam

Sang Syaikh Sufi YANG SELALU BERSEMBUNYI Kisah-Kisah di sekitar kehidupan KH.Abdullah Salam

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 8 Sep 2015
  • visibility 801
  • comment 0 komentar

SEKITAR PRINSIP DAN SIKAP
Istiqomah
             Mbah Dullah di kenal dengan sikap istiqomahnya. Apalagi ibadah wajib, untuk ibadah sunahpun ,kalau sudah beliau pilih untuk di kerjakan mak akan beliau kerjakan secara istqomah. Ada saatnya ketika remaja beliau tak ragu memaksa diri tidur di tangga pintu rumah KH.Nawawi. Maksudnya agar ia bisa bangun diri di buka oleh KH.Nawawi  saat hendak berangkat sholat subuh.
Tampaknya tak ada yang memutus istiqomah ini kecuali sakit yang sangat berat.Sebagai  contoh : sejak 1998, ketika beliau mulai sakit dan tak bisa mengimami sholat berjamaah, beliau tetap berusaha untuk tidak meninggalkan kebiasaannya sholat berjamaah; meski harus tertatih-tertatih ke Musholla,bahkan pernah harus memakai kursi roda dan menjadi makmum sambil duduk .
Menurut sumber yang dekat dengan beliau,sikap istiqomah ini adalah hasil perjuangan yang terus menerus sejak beliau masih mondok di Madura. Sejak di madura itulah misalnya beliau mulai berusaha mendawamkan puasa Dawud. Ibadah yang selalu beliau lakukan hampir sepanjang hidup. Memang untuk ibadah sunnah yang beliau akan memperlakukannya, seolah-olah ibadah wajib, tak heran tiap kali bisa melakukannya, maka beliau akan segera menqodlonya di kesempatan selanjutnya.
       Beliau sangat sedikit tidur di waktu malam. Kecuali menjalankan ibadah sunnah hampir setiap malam beliau mempelajari kitab sampai bejam-jam. Bahkan usianya yang senja, beliau aktif membeli kitab-kitab baru untuk beliau pelajari.Tak heran kalau beliau kaya khazanah pemikranIslam,sekaligus bersikap terbuka dan toleran terhadap gagasan yang baru segar.Wawasan yang luas dan dalam ini pun tampaknya berusaha beliau sembunyikan dalam pergaulannya sehari-hari.
Banyak pertanyaan yang lebih suka beliau jawab’’saya tidak tahu ! ‘’tapi,bagi orang yang teliti sering mengikuti pengajian beliau,baik malam selasa maupun selasa sore di Masjid Kajen atau duajum’at sekali di desa Tunjugrejo dan pembahasannya tentang Syarah al-Hikam tiap kamis di musholla pondoknya akan segera merasakan keluasan dan kedalaman wawasan beliau tersebut.
Seringkali, beliau hanya membaca satu baris dar kitab dan menjabarkannya dengan bening selama satu jam atau bahkan lebih .Bahkan di tangan beliau tema-tema yang pelik dan abstrak sekitar tauhid misalnya, bisa dipaparkan dengan enteng dan mudah di cerna.Tentang hal ini KH.MA.Sahal Mahfudz sendiri mengakui penguasaan KH.Abdullah Salam terhadap khasanah tasawuf dan fiqih .’’Beliau itu satu satunya panutan setelah ulama Kajen banyak meninggal, sebab penguasaan tasawuf dan fiqihnya sangat memadai”demikian komentarnya.’’
Tawakal
      Mbah Dullah dikenal Tawakalnya.Saat masih muda ,rumahnya sering dimasuki  maling.Nah,saat itu ada seorang kiai yang menganjurkan beliau untuk ‘’memagari’’yang di maksud oleh kiai tersebut tentu saja berarti memberi ‘’pagar gaib’’berupa bacaan atau barang tertentu: tapi beliau malah menjawab ‘’sudah kiai’’,sudah ada pagarnya ,tapi tetap saja malingnya masih bsa menerobos masuk !’’tentu saja yang di maksud disini  adalah pagar rumah betulan yang terbuat dari bambu.Bukan hanya beliiau yang di maksud oleh kiai tersebut,tapi sejak awal  beliau lebih berpegang pada keyakinan bahwa apa yang sudah ditentukan oleh allah tak akan bisa diubah manusia. Beliau khawatir,’’pagar seperti yang di maksud kiai tersebut justru akan menodai kepercayaan mutlaknya akan penjagaan Allah.
        Pernah juga, awal-awal beliau memegang Madrasah Mathali’ul Falah, ada pihak yang jahil membuang kotoran manusia di bangku atas meja madrasah. Ini berlangsung tiap pagi dan dalam waktu cukup lama.Beliau cuma diam dan tidak menampakkan reaksi apa-apa.Melihat beliau tenag-tenang saja dengan ‘teror’ semacam ini,pihak terorispun merasa perlu meningkatkan kadar ‘teror’nya ;  pertama  jumlah kotoran manusia yang di buang lebih banyak : tapi tindakan juga tidak memancing reaksi beliau.Kedua ,kotoran yang semula Cuma ditaruh di meja murid.Kini di tingkatkan :bangku atau meja guru mulai menjadi salah satu sasarannya.Tapi ini juga tidak memancing  reaksi apa-apa dari beliau,beliau tetap ‘rajin’membersihkan kotoran-kotoran ini sambil teru-menerus tutup mulut meski para para santri mulai menampakkan keresahan.
        Melihat terornya tak mendapat reaksi seperti  yang di harapkan,tampaknya membuat sang teroris semakin kalap dan mulai bertindak ‘gila’:’’membuang kotoran manusia kedalam sumur santri.Sumur yang di gunakan banyak keperluan santri tersebut tentu saja tercemar’’nah, kali ini santri tidak cuma resah tapi sekaligus mulai menampakkan marah.Melihat gelegat yang kurang menguntungkan kali ini ,barulah beliau bereaksi ,Reaksi beliau pun bukan dengan menyelidiki dan mencari pelakunya,melainkan sekedar ajakan pada para santrinya untuk berdo’a bersama : memohon kepada allah agar membuka hati dan menghentikan tindakan pelakunya. Setelah peristiwa tersebut ,esoknya teror memang berhenti  dan pelakunya tak pernah d ketahui sampai sekarang.
        Ada juga kisah lain tentang sikap beliau ini,konon ketika terjadi kerusuhan sosial yang menyertai peristiwa G 30 SPKI Pada tahun 1965-1966 ada isu kerusuhan sosial yang berhmbus bahwa pki akan menyerbu desa kajen.Melihat eskalasi ketegangan sosialyang terjadi waktu itu, tentu saja mendorong banyak pihak di  Kajen untuk gelisah dan cenderung panik. Tak mengherankan kemudian banyak kiai yang mngungsi. Melihat keadaan ini, KH.Abdullah Salam tetap tenang saja,beliau tetap tinggal di rumah dan melakukan segenap aktifitas kesehariannya seperti biasa.
Beliau yakin allah akan melindungi dan PKI tak akan pernah menyerbu kajen.Meski demikian ,bukan berarti beliau lengah:beliau tetap waspada dan mengajak santrinya berjaga-jaga.Ternyata keyakinan beliau benar,PKI tak pernah menyerbu kajen,meskipun konon sudah sampai di desa sekarjalak yang  berdampingan dengan kajen.Beliau nyaris tak pernah menampakkan kepanikan,meskipun dalam situasi yang di anggap ‘kritis’dan berbahaya.Sejak awal,keyakinan pada allah menyebabkan beliau tak pernah terusik oleh carut-marut peristiwa sosial politik di sekitarnya : mulai dari teror penjajahan jepang,agresi militer Belanda II Tahun 1945-1949,maupun pemberontakan PKI Madiun 1949 yang juga sempat sampai kajen.
          Beliau juga di kenal tidak mengeluh, bahkan di saat sakit beratpun.Pernah suatu saat di tahun 1999 Mbah Dullah Jatuh dari tangga dan punggungnya menghantam pinggiran meja sehingga mengakibatkan tulang punggungnya menonjol  keluar sekitar dua senti.Saat itu juga tukang pijat yang menjadi  langganan beliau,dipanggil. Konon,menurut tukang pijat tersebut,beliau mengalami  patah tulang dan akan sakit sekali bila dilakukan pemijitan.Tapi ,ketika pemijitan dilakukan mbah dullah cuma diam saja , sehingga tukang pijat sendiri itu heran. Menurut tukang pijat tersebut, orang yang paling muda pun,demikian komentarnya.
          Selesai,tukang pijat tersebut menyarankan  mbah dullah agar tidak banyak berjalan :tetapi beliau tetap berjalan ke mosholla untuk sholat fardhu berjamaah,shalatnya pun beliau lakukan sambil berdiri.Akibatnya biisa di duga : belum sampai sepuluh hari tulangnya yang patah menonjol kembali,tukang pijat memijat kembali di undang untuk melakukan pemijatan ulang.Anehnya,selang beberapa selang kemudian saat beliau harus check-up tulang padahal sehabis jatuh tonjolan itu bahkan bisa dilhat dengan mata telanjang. Bersambung..
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Photo by Mufid Majnun

    Pedoman Politik ala Nahdlatul Ulama

    • calendar_month Sab, 16 Des 2023
    • account_circle admin
    • visibility 709
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, M.A Dalam menyambut pesta demokratis yang rutin bergulir setiap lima tahun sekali. Sebagai warga Negara Republik Indonesia tentunya memiliki hak pilih untuk menentukan pilihannya masing-masing. Hal ini sangat wajar karena setiap orang memiliki karakteristik dan pendapat tersendiri. Sehingga sebagai warga negara yang baik, harus bijak dan bisa menyikapi sebuah pemandangan perbedaan demi […]

  • ‎Halalbihalal Kampus Hijau Temanggung Meriah, BPP INISNU Berikan Tiga Hadiah Umrah

    ‎Halalbihalal Kampus Hijau Temanggung Meriah, BPP INISNU Berikan Tiga Hadiah Umrah

    • calendar_month Rab, 1 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.748
    • 0Komentar

    ‎ ‎Temanggung — Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Halalbihalal “Kampus Hijau Temanggung” yang digelar pada Senin, 30 Maret 2026, di Hall Babussalam NU Temanggung. ‎ ‎Hadir sivitas akademika INISNU Temanggung, AKPER Al-kautsar, TK ELPIST, MI ELPIST, KBIHU Babussalam NU, dan LP. Ma’arif NU PCNU Temanggung, hadir pula Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Temanggung, H. […]

  • Peringati Harlah ke 43, KMPP Semarang Gelar Serangkaian Kegiatan di Mangunrekso

    Peringati Harlah ke 43, KMPP Semarang Gelar Serangkaian Kegiatan di Mangunrekso

    • calendar_month Sen, 14 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 445
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Peringati Hari Lahir (Harlah) ke-43, Keluarga Mahasiswa Pelajar Pati (KMPP) Semarang adakan serangkaian kegiatan di Desa Mangunrekso, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, yakni mulai tanggal 11 hingga 13 Agustus 2023.  Ketua Umum KMPP Semarang, Yunus Dwi Yulianto mengatakan, pada Harlah KMPP ke 43 ini, pihaknya mengangkat tema “Aksi […]

  • Perkuat Pembelajaran Ke-NU-an, Ma'arif NU Jepara Gelar Workshop

    Perkuat Pembelajaran Ke-NU-an, Ma’arif NU Jepara Gelar Workshop

    • calendar_month Kam, 27 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 486
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.idJepara – Dalam rangka capacity building guru-guru ke- NU-an, LP. Ma’arif NU PCNU Jepara menggelar Workshop Penguatan Aswaja guru MI, MTs, MA, dan SMP se- Kecamatan Donorojo dan Kecamatan Keling. Kegiatan yang digelar di Gedung MWC NU Donorojo hari Selasa 25 Februari 2025 diikuti 70 guru Ke- NU- an di lingkungan LP Ma’arif NU […]

  • PCNU-PATI

    Jalan-Jalan (Berlubang)

    • calendar_month Rab, 1 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 559
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Beberapa hari ini hujan terus berdatangan. Tanpa bilang-bilang, akan tetapi meninggalkan sebuah kenangan yaitu banyak jalan yang berlubang. Jalan berlubang sebab curah hujan yang berharian; bukan sebab tikus berdasi yang melubangi jalan. Kondisi tersebut tentu sangat tak mengenakkan bagi penghuni jalan—termasuk saya dan Anda. Tapi bagaimana lagi saya dan Anda […]

  • Rangkaian Al-Khidmatul Khamsah, INISNU Kunjungi Chariyatham Suksa Foundation School Thailand

    Rangkaian Al-Khidmatul Khamsah, INISNU Kunjungi Chariyatham Suksa Foundation School Thailand

    • calendar_month Sen, 1 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 740
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id Thailand – Dalam rangkaian kegiatan Pancadharma Internasional, Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung melaksanakan serangkaian program meliputi riset, pengabdian kepada masyarakat, Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), Kuliah Kerja Lapangan (KKL), serta studi tiru di Chariyatham Suksa Foundation School, Thailand, pada Jumat (29/8/2025). Ketua Panitia Pancadharma Internasional INISNU Temanggung, Dr. Hamidulloh Ibda menjelaskan bahwa […]

expand_less