Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Sang Syaikh Sufi YANG SELALU BERSEMBUNYI Kisah-Kisah di sekitar kehidupan KH.Abdullah Salam

Sang Syaikh Sufi YANG SELALU BERSEMBUNYI Kisah-Kisah di sekitar kehidupan KH.Abdullah Salam

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 8 Sep 2015
  • visibility 734
  • comment 0 komentar

SEKITAR PRINSIP DAN SIKAP
Istiqomah
             Mbah Dullah di kenal dengan sikap istiqomahnya. Apalagi ibadah wajib, untuk ibadah sunahpun ,kalau sudah beliau pilih untuk di kerjakan mak akan beliau kerjakan secara istqomah. Ada saatnya ketika remaja beliau tak ragu memaksa diri tidur di tangga pintu rumah KH.Nawawi. Maksudnya agar ia bisa bangun diri di buka oleh KH.Nawawi  saat hendak berangkat sholat subuh.
Tampaknya tak ada yang memutus istiqomah ini kecuali sakit yang sangat berat.Sebagai  contoh : sejak 1998, ketika beliau mulai sakit dan tak bisa mengimami sholat berjamaah, beliau tetap berusaha untuk tidak meninggalkan kebiasaannya sholat berjamaah; meski harus tertatih-tertatih ke Musholla,bahkan pernah harus memakai kursi roda dan menjadi makmum sambil duduk .
Menurut sumber yang dekat dengan beliau,sikap istiqomah ini adalah hasil perjuangan yang terus menerus sejak beliau masih mondok di Madura. Sejak di madura itulah misalnya beliau mulai berusaha mendawamkan puasa Dawud. Ibadah yang selalu beliau lakukan hampir sepanjang hidup. Memang untuk ibadah sunnah yang beliau akan memperlakukannya, seolah-olah ibadah wajib, tak heran tiap kali bisa melakukannya, maka beliau akan segera menqodlonya di kesempatan selanjutnya.
       Beliau sangat sedikit tidur di waktu malam. Kecuali menjalankan ibadah sunnah hampir setiap malam beliau mempelajari kitab sampai bejam-jam. Bahkan usianya yang senja, beliau aktif membeli kitab-kitab baru untuk beliau pelajari.Tak heran kalau beliau kaya khazanah pemikranIslam,sekaligus bersikap terbuka dan toleran terhadap gagasan yang baru segar.Wawasan yang luas dan dalam ini pun tampaknya berusaha beliau sembunyikan dalam pergaulannya sehari-hari.
Banyak pertanyaan yang lebih suka beliau jawab’’saya tidak tahu ! ‘’tapi,bagi orang yang teliti sering mengikuti pengajian beliau,baik malam selasa maupun selasa sore di Masjid Kajen atau duajum’at sekali di desa Tunjugrejo dan pembahasannya tentang Syarah al-Hikam tiap kamis di musholla pondoknya akan segera merasakan keluasan dan kedalaman wawasan beliau tersebut.
Seringkali, beliau hanya membaca satu baris dar kitab dan menjabarkannya dengan bening selama satu jam atau bahkan lebih .Bahkan di tangan beliau tema-tema yang pelik dan abstrak sekitar tauhid misalnya, bisa dipaparkan dengan enteng dan mudah di cerna.Tentang hal ini KH.MA.Sahal Mahfudz sendiri mengakui penguasaan KH.Abdullah Salam terhadap khasanah tasawuf dan fiqih .’’Beliau itu satu satunya panutan setelah ulama Kajen banyak meninggal, sebab penguasaan tasawuf dan fiqihnya sangat memadai”demikian komentarnya.’’
Tawakal
      Mbah Dullah dikenal Tawakalnya.Saat masih muda ,rumahnya sering dimasuki  maling.Nah,saat itu ada seorang kiai yang menganjurkan beliau untuk ‘’memagari’’yang di maksud oleh kiai tersebut tentu saja berarti memberi ‘’pagar gaib’’berupa bacaan atau barang tertentu: tapi beliau malah menjawab ‘’sudah kiai’’,sudah ada pagarnya ,tapi tetap saja malingnya masih bsa menerobos masuk !’’tentu saja yang di maksud disini  adalah pagar rumah betulan yang terbuat dari bambu.Bukan hanya beliiau yang di maksud oleh kiai tersebut,tapi sejak awal  beliau lebih berpegang pada keyakinan bahwa apa yang sudah ditentukan oleh allah tak akan bisa diubah manusia. Beliau khawatir,’’pagar seperti yang di maksud kiai tersebut justru akan menodai kepercayaan mutlaknya akan penjagaan Allah.
        Pernah juga, awal-awal beliau memegang Madrasah Mathali’ul Falah, ada pihak yang jahil membuang kotoran manusia di bangku atas meja madrasah. Ini berlangsung tiap pagi dan dalam waktu cukup lama.Beliau cuma diam dan tidak menampakkan reaksi apa-apa.Melihat beliau tenag-tenang saja dengan ‘teror’ semacam ini,pihak terorispun merasa perlu meningkatkan kadar ‘teror’nya ;  pertama  jumlah kotoran manusia yang di buang lebih banyak : tapi tindakan juga tidak memancing reaksi beliau.Kedua ,kotoran yang semula Cuma ditaruh di meja murid.Kini di tingkatkan :bangku atau meja guru mulai menjadi salah satu sasarannya.Tapi ini juga tidak memancing  reaksi apa-apa dari beliau,beliau tetap ‘rajin’membersihkan kotoran-kotoran ini sambil teru-menerus tutup mulut meski para para santri mulai menampakkan keresahan.
        Melihat terornya tak mendapat reaksi seperti  yang di harapkan,tampaknya membuat sang teroris semakin kalap dan mulai bertindak ‘gila’:’’membuang kotoran manusia kedalam sumur santri.Sumur yang di gunakan banyak keperluan santri tersebut tentu saja tercemar’’nah, kali ini santri tidak cuma resah tapi sekaligus mulai menampakkan marah.Melihat gelegat yang kurang menguntungkan kali ini ,barulah beliau bereaksi ,Reaksi beliau pun bukan dengan menyelidiki dan mencari pelakunya,melainkan sekedar ajakan pada para santrinya untuk berdo’a bersama : memohon kepada allah agar membuka hati dan menghentikan tindakan pelakunya. Setelah peristiwa tersebut ,esoknya teror memang berhenti  dan pelakunya tak pernah d ketahui sampai sekarang.
        Ada juga kisah lain tentang sikap beliau ini,konon ketika terjadi kerusuhan sosial yang menyertai peristiwa G 30 SPKI Pada tahun 1965-1966 ada isu kerusuhan sosial yang berhmbus bahwa pki akan menyerbu desa kajen.Melihat eskalasi ketegangan sosialyang terjadi waktu itu, tentu saja mendorong banyak pihak di  Kajen untuk gelisah dan cenderung panik. Tak mengherankan kemudian banyak kiai yang mngungsi. Melihat keadaan ini, KH.Abdullah Salam tetap tenang saja,beliau tetap tinggal di rumah dan melakukan segenap aktifitas kesehariannya seperti biasa.
Beliau yakin allah akan melindungi dan PKI tak akan pernah menyerbu kajen.Meski demikian ,bukan berarti beliau lengah:beliau tetap waspada dan mengajak santrinya berjaga-jaga.Ternyata keyakinan beliau benar,PKI tak pernah menyerbu kajen,meskipun konon sudah sampai di desa sekarjalak yang  berdampingan dengan kajen.Beliau nyaris tak pernah menampakkan kepanikan,meskipun dalam situasi yang di anggap ‘kritis’dan berbahaya.Sejak awal,keyakinan pada allah menyebabkan beliau tak pernah terusik oleh carut-marut peristiwa sosial politik di sekitarnya : mulai dari teror penjajahan jepang,agresi militer Belanda II Tahun 1945-1949,maupun pemberontakan PKI Madiun 1949 yang juga sempat sampai kajen.
          Beliau juga di kenal tidak mengeluh, bahkan di saat sakit beratpun.Pernah suatu saat di tahun 1999 Mbah Dullah Jatuh dari tangga dan punggungnya menghantam pinggiran meja sehingga mengakibatkan tulang punggungnya menonjol  keluar sekitar dua senti.Saat itu juga tukang pijat yang menjadi  langganan beliau,dipanggil. Konon,menurut tukang pijat tersebut,beliau mengalami  patah tulang dan akan sakit sekali bila dilakukan pemijitan.Tapi ,ketika pemijitan dilakukan mbah dullah cuma diam saja , sehingga tukang pijat sendiri itu heran. Menurut tukang pijat tersebut, orang yang paling muda pun,demikian komentarnya.
          Selesai,tukang pijat tersebut menyarankan  mbah dullah agar tidak banyak berjalan :tetapi beliau tetap berjalan ke mosholla untuk sholat fardhu berjamaah,shalatnya pun beliau lakukan sambil berdiri.Akibatnya biisa di duga : belum sampai sepuluh hari tulangnya yang patah menonjol kembali,tukang pijat memijat kembali di undang untuk melakukan pemijatan ulang.Anehnya,selang beberapa selang kemudian saat beliau harus check-up tulang padahal sehabis jatuh tonjolan itu bahkan bisa dilhat dengan mata telanjang. Bersambung..
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Kiai Munadi dan Kiai Nabhan Kembali Pimpin NU Wedarijaksa

    • calendar_month Kam, 6 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 529
    • 0Komentar

    Pati, 05/10/2022. Majlis Wakil Cabang (MWC) NU Wedarijaksa menggelar Konferensi Anak Cabang untuk memilih Rois Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah. Hadir 21 Ranting se-Kecamatan Wedarijaksa dalam Konferensi yang digelar di Gedung NU Wedarijaksa (2/10/2022). Sebelum pemilihan digelar sidang komisi untuk pembahasan Tata tertib dan program lima tahun kedepan. Tujuan penyelenggaraan Konferensi dalam rangka pemilihan Rois Syuriyah […]

  • MI Tarbiyatul Banin Winong Raih 43 Medali Nasional

    MI Tarbiyatul Banin Winong Raih 43 Medali Nasional

    • calendar_month Sab, 4 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 419
    • 0Komentar

    Kabar prestasi kembali datang dari Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Banin Pekalongan Winong Pati ini. Kali ini tidak tangung-tanggung dalam satu even berhasil memboyong 43 medali beberapa waktu lalu tepatnya tanggal 27 Nopember 2021 dalam ajang Olimpiade Sains dan PAI Nasional (OSPN) Tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Edupreneur Global Indonesia. “Pertama tentu Alhamdulillah atas karunia Allah ini. […]

  • Triwulan GP Ansor, Gus Nanal: Banyak Ulama Indonesia Berkelas Internasional

    Triwulan GP Ansor, Gus Nanal: Banyak Ulama Indonesia Berkelas Internasional

    • calendar_month Ming, 6 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 638
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. – Faham Ahlus Sunnah wal Jama’ah (Aswaja) punya peran penting baik bagi pribadi maupun sosial. Kalimat ini diungkapkan oleh Kiai Sholikhin dalam sambutannya sebagai Ketua MWC NU Gembong dalam acara Triwulan GP Ansor Gembong, Sabtu (5/8) malam. “Sebagai pribadi, Aswaja penting untuk kelangsungan hidup di akhirat. Dalam lingkup sosial, Aswaja yang berprinsip moderasi dan […]

  • Photo by The Cleveland Museum of Art

    Crush Never Ending

    • calendar_month Ming, 28 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.454
    • 0Komentar

    Oleh : J. Intifada Pertanyaannya masih sama. Kenapa aku belum bisa bergerak untuk membuka hati. Sedang kamu sudah punya kebahagiaan baru. Aku masih mempertanyakan kenapa perasaanku masih begitu lekatnya. Sedang kamu sepertinya sudah hilang beban dan melepasku tanpa arah. Aku tak pernah ingin tahu kehidupanmu sekarang. Entah siapa istrimu, entah bagaimana anakmu. I don’t care. […]

  • PCNU-PATI

    Bumi Cinta

    • calendar_month Rab, 2 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 485
    • 0Komentar

    Bumi Cinta – Habiburahman El Shirazy atau biasa dipanggil dengan nama Kang Abik, merupakan salah satu penulis atau novelis asal Indonesia yang berhasil merilis buku-buku best seller, seperti novel berjudul Bumi Cinta. Beberapa karya lain milik Habiburahman El Shirazy bahkan tidak hanya dikenal di Indonesia, melainkan hingga Malaysia, Amerika Serikat, dan Australia. Salah satu karya best seller dari Kang […]

  • Dukung Kegiatan IPNU IPPNU, Ini Pesan Camat Dukuhseti

    Dukung Kegiatan IPNU IPPNU, Ini Pesan Camat Dukuhseti

    • calendar_month Kam, 5 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 388
    • 0Komentar

    DUKUHSETI – Camat Dukuhseti, Agus Sunarko memberikan pesan kepada kader Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PAC IPNU IPPNU) Kecamatan Dukuhseti, bahwa adab lebih utama daripada ilmu. Hal ini disampaikainnya saat mengisi Latihan Kader Muda (Lakmud) PAC IPNU IPPNU Dukuhseti, belum lama ini. Ia mengatakan dalam menuntut ilmu para […]

expand_less