Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Saat Timnas Garuda dan Pejuang Kemerdekaan Merebut Takhta

Saat Timnas Garuda dan Pejuang Kemerdekaan Merebut Takhta

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 18 Mei 2023
  • visibility 374
  • comment 0 komentar


Oleh: Maulana Karim Sholikhin*


SEA Games Kamboja 2023 bakal menjadi kenangan manis di album Timnas Garuda. Bagi penulis dan pastinya Sebagian besar manusia Indonesia, sepakat bahwa, kita tak perlu jadi juara umum, asalkan tim bola kita menang, itu sudah lebih dari cukup.

Pasalnya, puasa gelar dalam SEA Games selama 32 tahun akhirnya terbayar. Timnas sepak bola Indonesia sukses menggulungkomingkan bangsa Thai. Layaknya burung ababil, burung garuda pun bisa menakhlukkan pasukan gajah. Itulah dua jenis burung terkuat di muka bumi.

Hanya saja, penulis tidak ingin membahas jenis-jenis burung. Namun, penulis pingin menelisik karakteristik perjuangan Bangsa Indonesia. Sebab, dari kaca mata penulis, ada garis linier antara perjuangan Timnas Garuda dan perjuangan moyang kita ketika melawan penjajah.

Penantian Lama

Terakhir kali tim bola kita menyabet medali emas dalam SEA Games adalah 1991 lalu, seterusnya, Indonesia jadi spesialis runner up. Baru pada tahun ini, Timnas Garuda Kembali memperoleh fadlun ‘adhimun berupa kemenangan dalam babak final VS Thailand.

Sama halnya dengan perjuangan bangsa Indonesia masa itu. 350 tahun lebih kita berjuang mati-matian melawan penjajah Portugis hingga Jepang. Pada akhirnya, perjuangan dan penantian panjang itu membuahkan hasil. Merdeka!

Banjir Darah
Banjir kartu merah yang dialami Timnas juga analogi banjir darah pengorbanan dari para pejuang kita. Sebelum lanjut baca, untuk para pahlawan, lahum, al faatihah.

Fakta ini menunjukkan bahwa dalam setiap kemenangan, ada keringat dan darah bercucuran. Ada pengorbanan dan kepayahan luar biasa. Ada tangis perih yang hanya bisa diredakan oleh satu kata, Merdeka!.

Kena Prank

Sebelum benar-benar merdeka 1945, Indonesia pernah di-prank kaum Nippon. Jepang berjanji memberikan kemerdekaan, namun lagi-lagi, kita kena PHP. Bahkan Jepang menjajah kita dengan sangat pedih.

Hal ini persis seperti yang dialami Timnas Garuda. Pada menit extra time, Indra Sjafrie menyangka pertandingan telah usai dan Indonesia sudah jadi juara. Gilanya, mereka sempat sujud syukur. Namun ternyata, pertandingan belum berakhir.

Ngilunya lagi, detik-detik terakhir pertandingan, gawang kita kebobolan yang membuat skor imbang dan memaksa perpanjangan waktu. Untung akhirnya Timnas Garuda menang, slash, untung akhirnya pejuang ’45 sukses menggulung Jepang.

Dorongan Mental dan Spiritual

Secara fisik, Timnas telah mulai lelah dan nyaris menyerah. Bisa dilihat dari tampang-tampang mereka yang kumut-kumut. Namun–salah satu yang penulis lihat–Pak Erik Thohir datang memberikan semangat dan lesatan energi itu pun ‘muda’ lagi.

Kurang lebih, pak Erik berkata bahwa, yang terpenting adalah mental. Soal hasil jangan jadikan masalah, yang penting berikan permainan terbaik untuk bola enthusiast Indonesia.

Dulu, pada masa penjajahan, energi kita pun terkuras, senjata kita tak secanggih Eropa dan Jepang. Tapi, barokah dorongan moral dari para Ulama, kaum santri nekad maju meski hanya bermodal bambu runcing.

Mental, menjadi kata kunci kemerdekaan Indonesia. Bahkan di antara mereka, banyak yang diangkat namanya sebagai pahlawan nasional, meski sejarah menyembunyikan identitas santri yang mereka miliki.

Dari pengalaman ini, penulis penasaran, apakah karakter bangsa kita memang seperti itu? Mudah kena tipu, mudah percaya tapi daya juangnya tiada duanya. Tinggi sekali!. Dan lagi, ‘keimanan’ terhadap tokoh panutan masih sangat tinggi.

*Penulis adalah Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Porsema XII didukung Pemkab Semarang secara Penuh

    Porsema XII didukung Pemkab Semarang secara Penuh

    • calendar_month Kam, 9 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 486
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Semarang – Dalam rangka menyambut peserta Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XII, Bupati Kabupaten Semarang menggelar Welcom Party Porsema XII Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah yang bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Sidomulyo, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis malam (9/2/2023). Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah KH. M. […]

  • Selamat! KH. Sofyan Kembali Pimpin NU Kayen

    Selamat! KH. Sofyan Kembali Pimpin NU Kayen

    • calendar_month Ming, 12 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 886
    • 0Komentar

    Konferensi MWC NU Kayen yang memandatkan KH. Sofyan sebagai ketua, berlangsung lancar KAYEN – MWC NU Kayen sukses melaksanakan Konferensi yang ke 9. Acara tersebut bertempat di Gedung MWC NU Kec. Kayen pada Minggu (12/12) Perhelatan Konferensi yang di jadwal di bulan Oktober sesuai dengan batas akhir SP yang berlaku, baru bisa terlaksana di bulan […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Sound Horeg dan Marwah Takbir Keliling

    • calendar_month Sel, 17 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.869
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda   Sejak merantau di Semarang sekira 2008 silam, saya sudah tak terlalu aktif mengikuti perkembangan takbir keliling di Kabupaten Pati. Wajar ya, karena sudah tak menetap di sana. Saya amati, dalam satu dekade terakhir, tiap acara rakyat dipastikan ada horeg atau sound horeg (ada yang menulis sound horek). Entah itu acara […]

  • Stakeholder Dorong Pendampingan dan Pengawasan JKN-KIS, Kolaborasi Akatiga-Fatayat NU

    Stakeholder Dorong Pendampingan dan Pengawasan JKN-KIS, Kolaborasi Akatiga-Fatayat NU

    • calendar_month Jum, 10 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 466
    • 0Komentar

    PATI – Kegiatan Monev Tim Global Partnership for Social Accountability (GPSA) PC Fatayat NU Kabupaten Pati oleh AKATIGA & PP Fatayat NU berlangsung lancar. Agenda tindak lanjut dari program pendampingan dan pengawasan masyarakat terkait JKN-KIS di Kabupaten Pati ini dibukan pada Rabu (8/6) lalu di Gedung Pragolo Kabupaten Pati. “Memang jangkauan kami saat ini baru […]

  • PC IPNU IPPNU Pati Serius Kawal Kaderisasi

    PC IPNU IPPNU Pati Serius Kawal Kaderisasi

    • calendar_month Jum, 4 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 539
    • 0Komentar

      Salah satu prosesi dalam kaderisasi IPNU IPPNU PATI – Masna Zakiyyatus Salwa, Ketua PC IPNU Pati mengungkapakan, bahwa Nahdlatul Ulama (NU) telah memberikan amanah besar kepada IPNU IPPNU untuk mengembangkan kaderisasi. Hal ini karena tumbuh berkembangnya NU berada ditangan pengkaderan pertama yaitu dari banom IPNU IPPNU. “Amanah serius ini yang selalu membuat segenap pengurus […]

  • Kandidat Ketua IPNU IPPNU Adu Visi-Misi

    Kandidat Ketua IPNU IPPNU Adu Visi-Misi

    • calendar_month Ming, 22 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 536
    • 0Komentar

      Show Kandidat Calon Ketua PC IPNU IPPNU Pati. SUKOLILO-Para kandidat calon Ketua Pimpinan Cabang IPNU dan IPPNU Pati periode 2021-2022 menyampaikan visi dan misi masing-masing. Adu visi-misi ini dilaksanakan di Gedung Madrasah Tsanawiyah Sunan Prawoto, Minggu (22/8). Agenda intelektual bertajuk ‘Show Kandidat Calon Ketua PC IPNU IPPNU Pati’ ini diselenggarakan untuk menghadapi Konfercab yang […]

expand_less