Review VMTS dan Redesain Kurikulum, Rektor Tekankan Relevansi dengan DUDIKA
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 8.124
- comment 0 komentar

Review VMTS dan Redesain Kurikulum, Rektor Tekankan Relevansi dengan DUDIKA
Temanggung – Bertempat di aula lantai 3, Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., menegaskan pentingnya penyelarasan Visi, Misi, Tujuan, Strategi, Tata Nilai, dan Kurikulum dengan kebutuhan zaman.
Hal itu terungkap dalam pembukaan Workshop Review VMTS dan Redesain Kurikulum Fakultas Syariah, Hukum, dan Ekonomi Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, dan Program Pascaasarjana INISNU Temanggung, Selasa (10/2/2026).
“Tuntutan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja atau DUDIKA semakin banyak. Maka kita harus siapkan Visi, Misi, Tujuan, Strategi, Tata Nilai dan kurikulum yang relevan,” kata Rektor.
Pihaknya juga menyampaikan, dalam redesain kurikulum pendidikan tinggi mengacu Outcome-Based Education (OBE), harus selaras sesuai lima komponen kurikulum, yaitu tujuan, materi (Isi), strategi pembelajaran (metode), organisasi kurikulum, dan evaluasi.
“Ini harus selaras dari penyusunan CPL, CPMK, Sub CPKM, bahan kajian, pembobotan SKS, hingga penamaan mata kuliah,” kata Ibda.

Review VMTS dan Redesain Kurikulum, Rektor Tekankan Relevansi dengan DUDIKA
Ketua FKPT Jateng itu juga menegaskan, bahwa INISNU Temanggung telah mengembangkan paradigma keilmuan bernama integrasi-kolaborasi, yaitu merupakan model paradigma keilmuan yang dibangun INISNU Temanggung dengan sebutan lain paradigma Ketupat Ilmu, Kolaborasi Keilmuan, collaboration of science, atau Takatuful Ulum. “Model paradigma keilmuan Ketupat Ilmu adalah integrasi-kolaborasi yang yang sudah tertulis dalam buku Membangun Paradigma Keilmuan Ketupat Ilmu : Integrasi-Kolaborasi: Collaboration Of Science, Takatuful Ulum, Kolaborasi Ilmu INISNU-UNISNU Temanggung,” katanya.
Selain itu, modal keilmuan INISNU Temanggung juga sudah ada melalui prinsip dasar Aswaja Annahdliyah meliputi Tawasuth (moderat), Tawazun (seimbang), I’tidal (adil/tegak lurus), dan Tasamuh (toleran). Kemudian ada Ukhuwah Nahdliyah yang terdiri atas Ukhuwan Islamiyah, Ukhuwah Wataniyah, dan Ukhuwah Basyariyah.
“Kita juga memiliki nilai-nilai Mabadi Khaira Ummah, yaitu Ash-Shidqu (kejujuran), Al-Amanah Wal Wafa’ bil ‘ahd (amanah/komitmen), At-Ta’awun (tolong-menolong), Al-‘Adalah (keadilan), dan Al-Istiqamah (konsistensi).
Semua itu, kata Dr Ibda, kita desain dalam core bisnis kita melalui Pancadharma (Al-Khidmatul Khamsah) INISNU Temanggung yaitu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, penguatan kaderisasi NU, dan pengembangan peradaban Islam.
Sementara itu, narasumber pertama dosen Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Dr. H. Karwadi, S.Ag, M.Ag., mengatakan bahwa INISNU Temanggung telah memiliki basic concept keilmuan yang mapan.
“Ini menjadi keunggulan komparatif dan distingsi dari perguruan tinggi yang lain,” kata dia.
Sementara narasumber kedua, dosen FTIK UIN K.H. Abdurrahman Wahid, Pekalongan, Yusuf Nalim, S.Si, M.si. CLOT., mempertegas bahwa kurikulum berbasis OBE adalah tuntutan zaman.
“OBE kalau di luar negeri sudah lama. Kalau di Kementerian Agama RI sjeka 2018, revisi 2020 dan terbaru lagi 2024. Jika kampus di bawah Kemdikti Saintek sudah dilaksanakan sejak 2015,” kata dia.
Pihaknya menegaskan, bahwa kurikulum Pendidikan tinggi harus adaptif dan harus menyesuaikan kebutuhan pasar. “Intinya OBE adalah pendidikan berbasis pada luaran,” tegas dia.
Dalam kesempatan itu, hadir jajaran Wakil Rektor, Dekan, Direktur Program Pascasarjana, perwakilan dari BSI, Pengadilan Agama, mahasiswa, alumni, Kakanwil Kemenag Temanggung H. Fatchur Rochman, M.Pd.I., dan tamu undangan lainnya. (*)
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar