Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Rabiah al-Adawiyah Sang Sufi Pecinta Sejati

Rabiah al-Adawiyah Sang Sufi Pecinta Sejati

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 30 Jul 2022
  • visibility 273
  • comment 0 komentar

Oleh: Siswanto

Rabiah al-Adawiyah adalah seorang sufi wanita yang terkenal dengan kesucian dan kecintaannya kepada Allah. Ia dikenal sebagai seorang sufi yang zuhud dan hanya menghabiskan waktunya untuk beribadah dan bermunajat kepada Allah. Sehingga tidak mengherankan apabila di kemudian hari, ia tumbuh menjadi seorang sufi yang begitu dikenal, disegani, dan dihormati pada masanya.

Rabiah al-Adawiyah juga dianggap sebagai sufi perempuan yang telah berhasil menjelaskan konsep cinta Ilahi. Cinta itu, ia jelaskan melalui satu kerangka kehidupan yang penuh perjuangan dan pengorbanan.

Melalui perjalanan cinta dan zuhudnya inilah, Rabiah al-Adawiyah mewariskan pelajaran yang sangat berharga, yakni berupa sketsa keteladanan laku ritual yang sempurna jalan untuk menuju kekasih sejati. 

Bagi Rabiah al-Adawiyah kehidupan zuhud  seorang sufi telah dipilihnya dan dia secara tegas memaknai sebagai proses perjalanan spiritual sebagai sebuah kondisi yang harus dibebaskan sepenuhnya dari ketergantungan kehidupan dunia. Terlebih dalam pengalaman konsep zuhud yang selama ini banyak dipahami orang sebagai cara pengendalian diri dari pengaruh hingar-bingar kehidupan dunia. Maka, Rabiah al-Adawiyah melakukan hidup menyendiri hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Oleh karena itu, berangkat dari pengendalian diri dalam menjalankan konsep zuhudnya. Maka, seorang zahid lebih mengutamakan untuk mengejar kehidupan akhirat yang kekal dan abadi daripada mengejar kehidupan dunia  fana yang hanya sepintas saja. Demikian pula, dengan Rabiah al-Adawiyah yang bertekad dengan keimanan dan kecintaannya, memaknai sikap hidup zuhud sebagai pengendalian diri sekaligus sebagai salah satu pembuktian dari rasa mahabbah-nya kepada Allah.

Selain itu dalam perjalanan spiritualitasnya, Rabiah al-Adawiyah lebih menghabiskan waktunya untuk menjalani hidup zuhud dan meninggalkan hiruk-pikuk kehidupan dunia. Itu semua dia lakukan hanya semata untuk mengharap dan mendapatkan ridho Allah.

Maka dalam hal ini, Rabiah al-Adawiyah telah mengenalkan kepada umat Nabi Muhammad, bahwa cinta adalah tanda spiritual semua insan. Sebab, iman dalam Islam ditegakkan di atas cinta dan rahmat (kasih sayang).

Dengan demikian, Rabiah al-Adawiyah telah bertekad kuat untuk hadir di tengah-tengah umat Nabi Muhammad dengan membawa cerita tentang cinta, kehidupan yang penuh cinta, dan warisan semerbak wangi cinta yang secara keseluruhan keindahannya dapat kita petik dari kisah-kisahnya yang mulia. Berikut kisah-kisah seputar Rabiah al-Adawiyah:

Dikisahkan, suatu hari Rabiah al-Adawiyah berdiskusi dengan beberapa darwis dan melontarkan pertanyaan kepada mereka:

“Kalian beribadah kepada Allah dan mengharap balasan surga, serta takut kepada neraka, bagaimana seandainya kelak tidak ada surga dan neraka? Untuk apa ibadah kalian?

Mereka menjawab dengan balik bertanya, “Dan kau, wahai Rabiah, kenapa engkau menyembah Allah?”

Dia menjawab, “Aku menyembah hanya untuk Zat-Nya. Apakah tidak cukup bagiku untuk bersyukur atas nikmat yang telah diberikan-Nya, kepadaku, dengan Allah menyuruhku beribadah kepada-Nya?”

Dan pertanyaan lain juga dilontarkan, ketika Rabiah al-Adawiyah ditanya tentang pandangannya terkait dengan surga, ia menjawab; “al-Jaar tsumma al-Daar.” Maksudnya dalam ibadah hendaknya kita mendahulukan sembahan kepada Zat-Nya, baru kemudia berharap surga.”

 Demikianlah cara Rabiah al-Adawiyah untuk  menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan oleh para darwis dan beberapa ulama lainnya. Sehingga mereka terbuat terkagum-kagum atas semua jawaban yang diberikan oleh Rabiah al-Adawiyah.

Oleh karena itu, semua kisah dan rekaman langkah perjalanan hidup Rabiah al-Adawiyah harus kita catat dan kita pahami. Sebagai perjalanan hidup dan bagian dari perjalan mahabbah kita kepada Allah. Terlebih kita tengah berada pada tekad besar untuk menemukan sesuatu yang amat berharga, dari kehidupan Rabiah al-Adawiyah yang  selanjutnya dapat dijadikan sebagai pedoman hidup, serta dapat menghantarkan kita untuk mencapai kesuksesan dunia dan akhirat.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Organisasi, PCNU Pati Gelar Rapat Koordinasi se-Eks Kawedanan Kayen

    Perkuat Organisasi, PCNU Pati Gelar Rapat Koordinasi se-Eks Kawedanan Kayen

    • calendar_month Ming, 28 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 245
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati menggelar Rapat Koordinasi bersama MWC NU dan Pengurus Ranting se-eks Kawedanan Kayen, pada Ahad (28/9/2025). Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor MWC NU Kecamatan Sukolilo dengan dihadiri jajaran pengurus dari berbagai tingkatan kepengurusan NU di wilayah tersebut. Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran PCNU Kabupaten Pati, […]

  • Program Beasiswa Pendidikan dari Lazisnu Pati

    Program Beasiswa Pendidikan dari Lazisnu Pati

    • calendar_month Sen, 26 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 305
    • 0Komentar

     Pati- Program beasiswa yang akan diluncurkan oleh PC Lazisnu Pati siap membantu anak bangsa khususnya yang berdomisili di Pati untuk meraih pendidikan pada jenjang strata dan diploma di Perguruan tinggi yang ada di wilayah Pati.   Teguh santoso, selaku pengurus PC Lazisnu Pati yang diberi tanggung jawab atas program ini mengatakan bahwa program ini sudah […]

  • Wakil Ketua PWNU Sebut Ma'arif Jateng Jadi Kawah Candradimuka Penyemaian generasi Ahlussunnah Waljamaah

    Wakil Ketua PWNU Sebut Ma’arif Jateng Jadi Kawah Candradimuka Penyemaian generasi Ahlussunnah Waljamaah

    • calendar_month Sab, 11 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 329
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Kendal – Bertempat di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kabupaten Kendal, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah resmi melakukan Kick Off (pembukaan) Rapat Kerja Dinas (Rakerdin) Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Sabtu (11/1/2025). Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Fakhrudin Karmani menyampaikan bahwa Rakerdin ini adalah tindak lanjut dari Rakerwil yang […]

  • Peduli Korban Banjir Rob di Pesisir Pati, Lazisnu Tayu Salurkan Bantuan

    Peduli Korban Banjir Rob di Pesisir Pati, Lazisnu Tayu Salurkan Bantuan

    • calendar_month Kam, 12 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 196
    • 0Komentar

    PATI – Unit Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah (UPZIS) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, menyalurkan bantuan untuk warga terdampak banjir rob di Desa Tunggulsari dan Desa Dororejo, Rabu (11/6/2025). Ketua UPZIS MWCNU Tayu Moh Fatchurrohman mengatakan, pihaknya menyalurkan seratusan paket sembako dan sejumlah uang tunai ke dua desa tersebut. Bantuan didistribusikan oleh […]

  • UKT Pagar Nusa Gembong Didominasi Pendekar Putri

    UKT Pagar Nusa Gembong Didominasi Pendekar Putri

    • calendar_month Ming, 30 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 264
    • 0Komentar

    GEMBONG – Ujian Kenaikan Tingkatan (UKT) menjadi syarat wajib bagi para pendekar pencak silat NU, Pagar Nusa (PN). Hal ini disampaikan oleh Andif Prasetyo, Pengurus Cabang PN Kabupaten Pati dis sela-sela agenda UKT di Gembong, Ahad (30/10) siang tadi. UKT yang diselenggarakan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pagar Nusa Gembong tersebut diikuti sedikitnya 13 peserta. […]

  • Melacak Nasionalisme KH Maimun Zubair

    Melacak Nasionalisme KH Maimun Zubair

    • calendar_month Ming, 18 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Oleh: Jamal Ma’mur Asmani* Foto : Zahir Media Hari ini, Sabtu, 17 Agustus 2019 – 16 Dzulhijjah 1440 adalah Hari kemerdekaan bangsa Indonesia yang ke 74. Usia yang tidak muda lagi untuk ukuran manusia. Diharapkan di usia 74 ini, Indonesia semakin matang demokrasinya, nasionalismenya, Dan mampu menegakkan sila ke 5 Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi […]

expand_less