Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Puisi » Puisi-Puisi Puji Pistols

Puisi-Puisi Puji Pistols

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 28 Mei 2023
  • visibility 562
  • comment 0 komentar

Boneka Perca

– Marina Tsvetaeva

Di Elabuga

kutemukan ia

kepalanya pecah

berdarah

dekat karangan bunga

ada tanda merah

Musim dingan

hanya angin

tandang dan pulang

Siapa mencipta suara senapan di tepian hutan?

Di Elabuga

pesona matamu

dibekukan buku

karam – bersalju

– Rumah Tikar Hujan ’Februari 2013

Cerita Tentang “Cien Sonetos De Amor”

– Kepada: Mattilde Urrutia

Kisah penyair tak seperti syair

di meja kayu selalu ia sisakan catatan,

menahun…

terbang terbuang di bawah kolong tahun

ya.. tahun pun terus mencibir kesepian penyair

suatu hari, kita mabuk di tumpukan sampah koran bekas dan terikat

untuk setia pada narasi puisi

puisi sebatang kara yang menua di pinggiran media?

Mattilde…

berhentilah tersenyum.

ia bukan milikmu…

kau tahu seperti apa sisa rintih, perih yang tak bosan kau bawa pulang

seperti jejaring waktu, tiap 10 menit kau lepas pesan

seperti kabar terbiar di tikungan akhir pekan

akankah mataku sebiru matamu

beku yang selalu kau tunggu di daun pintu

Mattilde….

suatu hari pernah kau tulis kisah seekor anjing pudle yang melintas di jalan “PARRAL”

katamu ia dungu

sepertinya ada kabut di sudut matanya

tapi kau memilih mengamati warna debu

yang mewarnai sepasang sepatu

sepasang sepatu yang mengingatkanmu

saat kau mengulum dua jari ibu

saat itu Ibumu bersenandung tentang

“CIEN SONETOS DE AMOR”

Ya…

21 tahun yang lalu aku, kamu, dan ibumu kenapa bisa begitu?

Mattilde…

ah…usia selalu mencatat sesuatu untuk setia pada kisah kata-kata

kisah kata kata yang pernah tertinggal

di kamar ibu

juga biru langit kesukaanmu

kini ia tak lagi kita tempati

aku, syair,

kau penyair

pilih berpisah atau berkisah

Pati, Agustus 2010

Catatan kaki:

  • PARRAL: Kota Kelahiran penyair PABLO NERUDA (1904-1973)
  • CIEN SONETOS DE AMOR : puisi puisi NERUDA yang di persembahkan Buat istrinya MATTILDE URRUTIA


Imaji Kota-Kota Tak Bernama

Andy Warhol-Berdansa di bawah baliho Rock ‘n’ Hedonisme

Begitulah

Dari lubang dunia maya kita selingkuh

Meminjam es krim bekas jilatan lidah Marillyn Monroe

Fukuoka Art Musium yang sedih menyimpan rekaman

Ada kurator dan tukang foto berbagi tanda tangan ber – inisial A.W.

“I like anything that is American”

Ilusi, refleksi, mediasi, halusinasi, pulang pergi menemani mesin cetak.

Dan kau kembali rutin mengatur drawing pada sebuah kertas.

Viva Mao Wallpaper !

Teriakan keras keluar dari mulutmu yang selalu rapi.

Gerakan Pop Art di Amerika pada tahun 1960 tak seperti mengemas antologi puisi

(sial, aku selalu tak pandai membaca diskusi sejarah para akademisi)

Ada bau industri pada labirin otakmu

Sejarah tak harus berdarah

Ia bisa lebih manis dari adegan ciuman dua perempuan sesama jenis.

Seperti tembang melankoli

“Love Me Tender”

Thank’s Warhol

Beruntung kita berselingkuh di dunia maya selama 8 jam

Kau menikmatinya ?

Kau bilang ini “Last Supper”

Ziarah berhenti pada lapisan bantal-bantal warna pasta

Dimana cinta dan lupa tidur bersebelahan

Hiruk pikuk perempuan berdada montok saling bersapa di Pittsburgh.

Seorang seniman berdasi sewarna hitam dan merah muda

Berada di dunia penuh fiesta.

Konsumerisme !

Candu menggairahkan, membawa kita berjalan mulai dari awal

Menikmati mesin-mesin hasrat.

Uang – kekuasaan – miniatur perusahaan

Berapa hari kita berpose di ruang ini ?

Piringan hitam kembali melagukan “Love Me Tender”

Angkuh dan tampak tua

Dan ingatan kota muram – menunggu kereta berjalan

Pati, April 2013

Kaligrafi Untuk Takuan Soho

Aku hanya ingin tahu

siapa pelajang

pengantar kaligrafi pulang ? 

Acapkali ia kau sebut

rumah haiku

tempat kanak-kanak belajar menunggu

sambil belajar menyusun sejumlah serpihan bangau kertas origami

seusia ibu 

Boleh kukatakan. 

haiku tak lagi lugu

ia terinstal mesin

kemarin

pengembara Zenrin membuat kaligrafi bergambar cermin

yang tak memantulkan apa-apa

sekuntum kembang sakura jatuh

memenuhi halaman kuil Tokaiji

sedikit putih

seperti mimpi kaligrafi soho

 Pati, Februari 2014

Kenangan Pada Sajak Despedida

Tersebab sajak cinta Garcia lorca

Demikianlah kitapun memilih menaiki kuda kurus

Berhenti di sebuah garis tebing

“mungkin seseorang akan terbaring ragu disini

Pada garis tebing kitapun melepas imaji sapu tangan

Terbang menjauh dari fantasi kamar tidur

Jauh tak terukur

Dari warna pagi kau lihat kuda kurus membutakan kedua mata

Konon merindukan bau kuning rumput

Kau disana ?

Begitu lama balada Romancero Gitano tercecer dalam perjalanan

Pernghujan terlalu santun mengirim kesepian

-Surga melahirkan rumah, hanya rundung, mengantar murung

Biarkan dia pergi

Biarkan..

Ada tangan, luka melepas Sonata berucap “Despedida”

-Rumah akar hujan, Pati, Maret 2013

Puji Pistols Lahir di Pati. Bekerja sebagai penjual kopi di kampung. Penikmat sastra Tiongkok serta Latin. Buku puisinya berjudul Tokoh-Tokoh dalam Sepuluh Lompatan (Basabasi, 2019).

*Puisi-puisi tersebut pernah di muat di antologi Puisi Mata Angin Mata Gelombang (Fire Publiser, 2016)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Membaca Perempuan dalam Perspektif Gender - PCNU PATI

    Membaca Perempuan dalam Perspektif Gender

    • calendar_month Sab, 9 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 535
    • 0Komentar

    Berbicara mengenai perempuan, tentunya banyak sekali perspektif yang disematkan kepada-Nya. Mulai dari macak, masak, dan manak. Hal ini tentunya sangat lumrah di kehidupan masyarakat. Selain itu perempuan juga dipandang lemah dan tidak memiliki kekuatan sepertihalnya laki-laki. Sehingga dari situ, perempuan dinilai tidak sepadan dengan laki-lki. Karena dalam kodratnya perempuan memang ditakdirkan sebagai pendamping suami dalam […]

  • KH. Idris Kamali, salah satu menantu Hadratusy Syaikh Hasyim Asy'ari

    Kyai Idris Kamali, Menantu Kyai Hasyim yang Jika Namanya Disebut, Jin Lari Tunggang Langgang.

    • calendar_month Sen, 25 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 709
    • 0Komentar

    KH. Idris Kamali, salah satu menantu Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari KH. Idris Kamali adalah sepupu ibu saya, Afifah binti Harun bin Abdul Jalil. Kalau KH. Idris bin Kamali bin Abdul Jalil. Kiai Abdul Jalil berasal dari Ndoro, Pekalongan. Pergi ke Kedondong Cirebon, mendirikan pondok di Kedondong. Kini pondok tersebut sudah tidak ada. Punya anak namanya […]

  • PC IPNU : Saatnya Hijaukan Pati Sejak Dini

    PC IPNU : Saatnya Hijaukan Pati Sejak Dini

    • calendar_month Sen, 22 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 427
    • 0Komentar

    PATI-Pengurus Cabang IPNU IPPNU Kabupaten Pati tak henti-henti melakukan sosialisasi ke-IPNU/IPPNU-an. Hal ini dilakukan secara masif untuk menggalakkan keaktifan pengurus di berbagai level. Mengingat, dari total 21 kecamatan di Kab. Pati, baru 19 yang memiliki Pengurus Anak Cabang (PAC). Proses sosialisasi IPNU/IPPNU Pati Kota “Masih kurang dua (PAC). Insya Allah dalam waktu dekat akan kita […]

  • Photo by Madrosah Sunnah

    Menghitung Mundur

    • calendar_month Sen, 1 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 505
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Kita sedang menghitung mundur, 10 malam terakhir Ramadan. Setiap detik yang berlalu semakin mendekatkan kita pada penghujung bulan suci ini, bulan yang telah memberikan kita banyak pelajaran, dan kesempatan untuk introspeksi diri. Dalam diam, kita mengingat kembali hari-hari yang telah dilewati, penuh dengan ibadah, doa, dan kebersamaan. Hari-hari terakhir ini […]

  • Zakat Mal Vs Zakat Mall

    Zakat Mal Vs Zakat Mall

    • calendar_month Kam, 27 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 843
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Saat perjalanan ke DIY dari Sukoharjo, Sabtu malam (22/3/2025), suasana Kota Sukoharjo ramai. Macet parah lah. Utamanya, di mall, toko di komplek alun-alun Sukoharjo. “Kok ramai tenan” celetuk Gus Taqim yang semobil dengan saya. Saya pun menjawab ringan “Ini sudah saatnya zakat mall. Dadine ya kebak wong antre di mall.” Ya, menjelang […]

  • NU sebagai Civil Society

    NU sebagai Civil Society

    • calendar_month Sab, 11 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 721
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Nahdlatul Ulama (NU) merupakan salah satu organisasi sosial-keagamaan terbesar di Indonesia, bahkan di dunia. Sejak didirikan pada 1926, NU memiliki peran yang sangat signifikan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk sosial, politik, dan budaya. Sebagai organisasi yang berbasis pada ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah, NU tidak hanya berfokus pada pengembangan agama, tetapi […]

expand_less