Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Puisi » Puisi-Puisi Melisa Yusrina

Puisi-Puisi Melisa Yusrina

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 14 Agu 2021
  • visibility 333
  • comment 0 komentar

 

Sepucuk Kata Untuk Rekanita

 

Keringatmu adalah semangat

Lelahmu adalah cambuk kehidupan

Langkahmu tanda perjuangan

Pengabdianmu tanda cinta

 

Semua itu hanya untuk satu tujuan

Untuk menyirnakan kegelepan

Untuk tetap melanjutkan perjuangan sang panutan

Mekar seribu bunga di taman

Mekar cinta pada ikatan

Sehat selalu rekanita tersayang

Tetaplah belajar, berjuang, dan bertaqwa tanpa bosan.

 

 

Namamu

 

Namamu akan selalu ku kenang

Dalam dekapan maupun pelukan

 

Namamu akan selalu ku kenang

Dalam syair doa atau pun sedang duduk saja

Dalam lamunan ketika senja

Dalam fajar menjemput mega

 

Ketika dirimu hadir atas nama rindu yang telah tertakdir

Segalanya berubah

Melihat langit ada wajahmu

Melihat bulan ada senyummu

Melihatmu, aku menemukan masa depanku

 

Lorong Rindu

 

Ku tuju jalan rindu di kalbu

Menyusuri lorong kenang demi kenang

Menjumpai percikan cerita di tiap jam dulu

Kala kita bisa bertemu

 

Kala waktu dan jarak tak lagi sebab ku mengadu

Mengadu pada Sang Pemilik Rindu

 

Hatiku yang kian membatu akan rindu

Ku curahkan pada angin malam

Ku curahkan pada Bintang bintang

Biar mereka membantu menyampaikan keinginan

Bahwa ku rindu senyuman

 

Ku inginkan sebuah pertemuan

Ku inginkan juga sebuah ikatan

Ku curahkan tentang kamu di sepertiga malam

Namamu,  dan harapan ku di penghujung doaku

 

 

Selembar Kertas

 

Suatu ketika hati berkata

Bertutur sedemikian indah

Bertutur sambil menengadah tangan terbuka

Jika Tuhan tak memberi nafas

Mungkin diri ini hanya selembar kapas

Terombang ambing terbawa angin

Jika Tuhan tak memberi iman

Mungkin diri ini seperti batu jalanan

Berjalan tanpa tujuan

Hidup tanpa dasar

Hanya mengandalkan hembusan angin membawa diri kesana kemari

Telah jauh rasa syukur dalam diri

Tak puas dengan segala yang dimiliki

Tak ingat di luar sana masih banyak nyawa yang tak makan berhari-hari,

 

 

Kemarilah

 

Kemarilah,

Dua kursi menunggu kita untuk bertukar cerita,

Dua kursi menunggu kita untuk rindu yang terpisah

Bahkan senja ikut menyambut dengan penuh suka ria,

Kemarilah,

 

*Melisa Yusrina,Pasucen 05/06 Trangkil, Pengurus Cabang IPPNU Pati, Masiswi IPMAFA Pati : fb: Melisa Yusrina ig: @melisa_ysrn

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PGSI Gandeng Fatayat-Muslimat untuk Adakan Jalan Santai Berhadiah Umroh

    PGSI Gandeng Fatayat-Muslimat untuk Adakan Jalan Santai Berhadiah Umroh

    • calendar_month Sel, 13 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 250
    • 0Komentar

    PATI-PGSI (Persatuan Guru Seluruh Indonesia) Pati akan mengadakan kegiatan Jalan Santai dengan hadiah utama umroh. Kegiatan dalam rangka Hari Lahir PGSI ke -8 dan HUT Kemerdekaan RI ke-74 ini sekaligus menggandeng Fatayat, Muslimat, dan IGPAUD Kabupaten Pati. Kegiatan akan dilaksanakan pada hari Ahad, 18 Agustus 2019 dengan start dan finish di Pendopo Kabupaten Pati. Rapat […]

  • Tazkiyatul Muthmainnah (tengah jas batik) anggota komisi E DPRD Jateng usai melakukan FGD dengan Kader GPSA Fatayat NU Pati

    Tazkiyatul Muthmainnah Respon Perempuan Bersuara Mengawal JKN-KIS

    • calendar_month Ming, 12 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 327
    • 0Komentar

    PATI – Fatayat NU Pati semakin hari menunjukkan progres yang signifikan. Kolaborasi demi kolaborasi dilakukan dalam rangka memberikan manfaat kepada masyarakat. Mulai dari kerja sama dengan berbagai kementerian hingga stakeholder non pemerintah. Terakhir, PC Fatayat NU Pati baru saja melakukan evaluasi atas kerja samanya dengan Akatiga. Program bertajuk Monev Global Partnership for Social Accountability (GPSA) […]

  • KH. Arwan Kholil Tutup Usia

    KH. Arwan Kholil Tutup Usia

    • calendar_month Sab, 5 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 326
    • 0Komentar

    GEMBONG-Kabar duka menyelimuti Kecamatan Gembong. Pasalnya, salah satu ulama kharismatik dari Kecamatan yang berada di Lereng Muria tersebut berpulang Sabtu (9/10) sore. Potret KH. Arwan Kholil (peci putih) saat pemilu 2019 Dialah K.H. Arwan Kholil, pengasuh Ponpes Darul Hikmah, Gembong. Di usia yang belum tergolong sepuh (56 tahun), ulama ahli fikih tersebut harus kembali ke […]

  • PCNU Temanggung Gelar RKAT 2025, LAZISNU Paparkan Laporan Program dan Keuangan

    PCNU Temanggung Gelar RKAT 2025, LAZISNU Paparkan Laporan Program dan Keuangan

    • calendar_month Jum, 11 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 350
    • 0Komentar

      Temanggung, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Temanggung menggelar Rapat Kerja Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahunan (RKAT) Tahun 2025 pada Rabu (9/7/2025) di Aula Gedung PCNU Temanggung. Kegiatan ini dihadiri jajaran Pengurus Harian PCNU, serta perwakilan lembaga dan badan otonom di lingkungan PCNU Temanggung. RKAT tahun ini menjadi momen penting dalam penyusunan arah strategis […]

  • PCNU-PATI Photo by Masjid Pogung Dalangan

    Nur Sa’id Sosok Kyai Penebar Manfaat

    • calendar_month Jum, 17 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 397
    • 0Komentar

    Oleh : Zahra Aulia Nifatun Khasanah/Faiz Fikril Abror, M.Hum KH. Nur Sa’id adalah tokoh agama masyarakat dan Ulama di daerah Pati Kidul. Sosok yang dikenal di masyarakat, terutama masyarakat Mojolawaran dan Kuryokalangan. Beliau lahir pada tahun 1936 di Desa Sundoluhur Kecamatan Kayen Kabupaten Pati dari pasangan Bapak Sujono dan Ibu Muzariah. Beliau memiliki 6 saudara […]

  • Puasa; Balas Dendam saat Berbuka. Photo by Ali Inay on Unsplash.

    Puasa; Balas Dendam Ketika Berbuka

    • calendar_month Rab, 29 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At MajhaSepekan saya dan Anda menjalani ibadah puasa. Pun telah banyak permintaan berbuka bersama dari teman kerja, kolega bisnis atau pun dari lainnya. Dan hanya untuk makan saja saya dan Anda harus bersama-sama. Jadi teringat pepatah Jawa makan tak makan yang penting kumpul. Bisa jadi ini yang dimaksud dengan pepatah itu. Kemarin […]

expand_less