Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Puisi » Puisi-Puisi Ardhi Ridwansyah

Puisi-Puisi Ardhi Ridwansyah

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 21 Mei 2023
  • visibility 215
  • comment 0 komentar

ELEGI BUKA PUASA

Ramah azan menyapa senja

Lepas dahaga biar tak usang

Ucap syukur termaktub dalam tetes air

Yang melintasi kerongkongan;

Rekah jiwa di bulan berkah.

Ingin lekas hati pulang

Namun jalan tak lekas luang

Mobil motor berbagi ruang

Saling tegur mesin menderu jalang.

Ingat opor ayam kepala meriang

Dan kurma goda selera menuai bara

Hendak rasa berguguran usai kepala

Pandang iri ibu ayah santap sendiri.

Jakarta, 2023

TIKUS SIANG HARI

Tikus-tikus siang hari

Sembunyi bersuara lirih

Pelan-pelan ke dapur menyisir piring

Apa yang ada siap ditaksir.

Ada raga bersembunyi

Lupa diri hilang kendali

Satu dua suap nasi

Hanya sisa nafsu babi.

Tikus-tikus siang hari

Baru belajar satu hari

Esok lagi tahu diri

Puasa kudu tahan diri.

Jakarta, 2023

SAHUR

Dini hari muda-mudi

Sapa jalan begitu sepi.

Lantang suara bangunkan diri

Dari buai mimpi-mimpi

Suntuk jiwa kantuk jemawa

Namun ingat dahi mulai mengerut

Dan esok wajib tahan diri

Tak bebas santap sana-sini.

Telur bulat sambal balado

Aduhai seksi menawan hati 

Tak tahan menikmati

Hingga azan mengetuk

Layar televisi.

Jakarta, 2023

MALAM BEKU

Bising kendara pelipur lara

Renung mata ringkus malam beku

Gugur mimpi satu per satu

Datang lapar tubuh tepar

Lalu lalang doa ibu

Tertera di gerobak berdebu

Adik kakak lelap berkawan gigil udara

Kardus air mineral jadi selimut kentara.

“Apakah Tuhan ada di pinggir jalan?”

Pertanyakan hakikat cobaan

Yang menempa kepala sekukuh beringin

Tak lepas dari sang akar yang erat menancap.

Dari tanah harapan.

Jakarta, 2023

MALAM RAMADAN

Genit mata muda mudi

Sajadah terbentang azan berdentang

Riuh doa rekah bersemi

Seraya mata menatap waktu

Bibir bertasbih menuai kasih

Tiap sujud kenang diri

“Aku pada-Mu sampai mati.”

Malam-malam tak lagi sepi.

Jakarta, 2023

MOMEN LAMPAU

Sebab wajahmu lenyap

Di selimuti debu-debu

Terbentang di jalanan

Dengan derai klakson berjejalan

Pecah hening di kening

Kepul asap kecup mata bening

Merah geram sapa langit kelam

Jadi risalah pemecah pening.

Namun suara itu telah parau

Terasa gersang dada kemarau

Telah tewas lagu galau

Redam risau sakit terlampau

Jakarta, 13 April 2023

LAPAR

Tikus beranak pinak di perut

Cericit yang menyiksa

Menggema di daksa

Bau kemarau panjang

Mengetuk hidung jalang

Sedang tandus bibir menerjang

Kering kerontang jatuh kejang

Layu di terik siang

Lalat bersenang-senang.

Butir beras dalam kenang.

Jakarta, 10 April 2023

Ardhi Ridwansyah kelahiran Jakarta, 4 Juli 1998.  Puisinya “Memoar dari Takisung” dimuat di buku antologi puisi “Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival 2019”. Termasuk 115 karya terbaik dalam Lomba Cipta Puisi Bengkel Deklamasi 2021. Puisinya juga dimuat di media seperti labrak.co, litera.co.id,  kawaca.com, balipolitika.com, galeribukujakarta.com, Majalah Kuntum, Majalah Elipsis, Radar Cirebon, Radar Malang, koran Minggu Pagi,  Harian Bhirawa, Dinamika News, Harian Fajar, koran Pos Bali, Riau Pos, Suara Merdeka, Radar Malang,  Radar Madiun, Radar Banyuwangi, Radar Kediri, Nusa Bali,  Suara Sarawak (Malaysia), koran Merapi, Pontianak Post, Harian Waspada, Radar Tuban, Babel Pos, Harian Analisa, dan Media Indonesia. Instagram: @ardhigidaw.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Photo by Ismi Fitri Hodijah

    Gerimis Malam Minggu

    • calendar_month Ming, 11 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Oleh : J. Intifada Uwes syahdu durung. Ngeyup ning ngarep alun-alun, ngombe es beng-beng mbi nyemil maklor. Ngemper ngarep ruko mbi bakul cilok, bakul pentol, bakul kopi. Nikmat tiada tara. Mbayangke janjian mbi awakmu malam mingguan. Muteri alun-alun sambil ngobrol ngalur ngidul. Ahh yuw ora bakal. Wong kowe uwes gonne wong liyo. Opo meneh kok […]

  • BLKK An Noor Cetak Santri Barista Profesional

    BLKK An Noor Cetak Santri Barista Profesional

    • calendar_month Jum, 27 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Pengurus Yayasan An Noor, Ziyad Naim Shobah (kiri) bersama para peserta pelatihan barista di BLKK An Noor Kajen MARGOYOSO – Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) An-Noor Kajen yang berbasis kompetensi Barista telah mengakhiri pelatihan, Selasa (24/8) lalu. Sedikitnya ada 16 peserta yang mayoritas lolos dalam pelatihan di BLKK yang berada di bawah naungan Yayasan An […]

  • Perdana, PCNU Selenggarakan Rakor Sensus Warga NU

    Perdana, PCNU Selenggarakan Rakor Sensus Warga NU

    • calendar_month Rab, 19 Agu 2020
    • account_circle admin
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Ahmad Saiku, koordinator admin PCNU Pati sedang memberi arahan kepada para admin Ranting NU se-Kawedanan Pati kota Tambahkan tek GEMBONG-Hari ini, Rabu (19/8) untuk pertama kalinya PCNU Pati menyelenggarakan Rapat Koordinasi Sensus Warga NU. Kegiatan tersebut diikuti oleh admin Pengurus Ranting NU yang ada di wilayah eks-kawedanan Pati Kota.  Sedikitnya, ada 60 peserta dari empat […]

  • PCNU-PATI

    Rumi

    • calendar_month Sen, 24 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Oleh: M Iqbal Dawami Mungkin ada yang belum tahu Jalaluddin Rumi. Ia adalah sufi cum penyair yang terkenal. Ia berasal dari Balkh, Afghanistan. ia belajar tasawuf kepada beberapa guru, tapi yang paling mempengaruhinya adalah Syamsuddin al-Tabrizi atau Syamsi Tabriz. Sebelum tampil menjadi ahli tasawuf Rumi adalah seorang guru yang memiliki banyak murid. Sekian lama mengajar, […]

  • Gelar Pelatihan, Fordaf Komitmen Lahirkan Daiyah Cinta NKRI

    Gelar Pelatihan, Fordaf Komitmen Lahirkan Daiyah Cinta NKRI

    • calendar_month Ming, 1 Des 2019
    • account_circle admin
    • visibility 229
    • 0Komentar

    PATI-Strategi dakwa selalu berubah sesuai dengan konteks zaman. Walisongo merupakan salah satu pionir dakwah kontekstual pada zamannya. Strategi ini yang kemudian diadopsi oleh dai masa kini. Dengan beragam media yang ada, para penceramah tersebut mulai menyebarkan pencerahan. Para peserta pelatihan daiyah yang diselenggarakan oleh Forum Daiyah Fatayat (Fordaf) Usai mengikuti pelatihan di aula PC NU […]

  • Upaya Menghidupkan Jiwa Kebangsaan Melalui Gerakan Kebudayaan

    Upaya Menghidupkan Jiwa Kebangsaan Melalui Gerakan Kebudayaan

    • calendar_month Jum, 1 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Oleh : M. Jadul Maula Dewasa ini berbagai tantangan kehidupan kebangsaan kita semakin abstrak, dan kemudian hal itu berdampak nyata berupa absurdnya aktualisasi nilai-nilai kebangsaan kita. Saat ini kita cenderung lebih memuja sesuatu yang verbal, yang hanya berorientasi pada sesuatu yang bersifat material, dan menomorduakan yang substansial dan spiritual. Lesbumi atau Lembaga Seni dan Budaya […]

expand_less