Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Puasa dan Produktivitas Kerja

Puasa dan Produktivitas Kerja

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 5 Mar 2025
  • visibility 105
  • comment 0 komentar

Oleh Hamidulloh Ibda*

Pasa-pasa kok nglemprek le le. Ya, ungkapan ini sering kita dengarkan dari para orang tua kita saat memberikan nasihat kepada anak-anaknya. Sebab, meski berpuasa, kita dituntut untuk produktif bekerja, belajar, sekolah, kuliah, beribadah, beraktivitas sesuai dengan tupoksi masing-masing, di lembaganya masing-masing.

Puasa di bulan Ramadan adalah ibadah yang diwajibkan bagi umat Islam, tetapi sering kali dianggap sebagai penghalang produktivitas kerja. Banyak orang yang merasa lemas, kurang berenergi, dan memilih untuk bermalas-malasan selama berpuasa. Padahal, dengan manajemen waktu dan pola hidup yang tepat, puasa justru bisa meningkatkan produktivitas kerja, menjaga kesehatan, dan memperkuat disiplin diri.

Puasa Bukan Alasan untuk Malas

Bulan Ramadan telah tiba. Selain menjadi momen untuk meningkatkan ibadah, bulan ini juga seringkali dianggap sebagai bulan “mager” alias malas gerak. Padahal, puasa tidak seharusnya menjadi penghalang bagi kita untuk tetap produktif dalam bekerja. Justru, dengan berpuasa, kita bisa melatih kedisiplinan dan mengendalikan diri. Hal ini tentu saja akan berdampak positif pada produktivitas kerja kita.

Sering kali puasa dijadikan alasan untuk menurunkan intensitas kerja. Pola pikir ini perlu diubah. Banyak tokoh besar dalam sejarah Islam yang tetap aktif bekerja dan bahkan memimpin peperangan saat berpuasa. Rasulullah saw. dan para sahabatnya tetap melakukan aktivitas berat, bahkan dalam kondisi sulit sekalipun.

Produktivitas tidak harus menurun saat berpuasa. Sebaliknya, dengan niat yang benar, puasa dapat menjadi momen untuk lebih fokus, meningkatkan efisiensi, dan menghindari hal-hal yang tidak bermanfaat. Jika energi dikelola dengan baik, seseorang bisa tetap bekerja secara optimal tanpa merasa kelelahan yang berlebihan.

Puasa bukanlah alasan untuk merasa malas atau menunda-nunda pekerjaan. Meskipun kita berpuasa, tubuh kita tetap bisa berfungsi dengan baik jika kita mengatur waktu dan energi dengan bijak. Dengan mindset yang tepat, kita tetap bisa menjalani aktivitas dengan produktif selama bulan puasa. Apa yang biasanya kamu lakukan untuk menjaga semangat saat berpuasa?

 

Tips Produktif saat Berpuasa

Berpuasa harus tetap produktif. Banyak buku, artikel, tutorial, dan podcast yang mengajarkan hal itu. Saya merangkumnya ke dalam beberapa aspek mendasar. Pertama, sahur bergizi. Nek ora isa bergizi minimal sing sehat. Sedikit minyaknya, dan lemaknya. Pilih makanan yang kaya protein, serat, dan karbohidrat kompleks agar energi bertahan lebih lama. Kita harus pastikan untuk sahur dengan makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, dan serat. Makanan seperti ini akan memberikan energi yang cukup selama berpuasa.

Kedua, istirahat yang cukup, bukan kebablasen. Usahakan untuk tidur yang cukup di malam hari. Kurang tidur dapat menyebabkan kita merasa lelah dan sulit berkonsentrasi saat bekerja. Ketiga, atur jadwal kerja. Buatlah jadwal kerja yang efektif. Prioritaskan pekerjaan-pekerjaan yang penting dan mendesak.

Keempat, manfaatkan waktu istirahat. Gunakan waktu istirahat dengan bijak. Anda bisa menggunakannya untuk salat, membaca Al-Quran, atau sekadar beristirahat sejenak. Kelima, jaga kesehatan. Tetaplah aktif bergerak dan berolahraga ringan. Hal ini akan membantu menjaga kebugaran tubuh selama berpuasa.

Keenam, hindari stres.  Sebab, stres dapat menurunkan produktivitas kerja. Carilah cara untuk mengelola stres, seperti dengan meditasi atau yoga. Ketujuh, berpikir positif: ojo ngeres, ngelindur, dan ngawur. Berpikir positif akan membantu kita tetap termotivasi dan produktif dalam bekerja.

Puasa Bukan Penghalang untuk Produktif

Puasa bukanlah alasan untuk bermalas-malasan. Justru, dengan berpuasa, kita bisa menjadi lebih produktif dan disiplin. Puasa mengajarkan disiplin dalam mengatur waktu makan, ibadah, dan aktivitas lainnya. Disiplin ini juga dapat diterapkan dalam dunia kerja. Dengan mengelola waktu secara efektif, kita bisa lebih produktif dan tidak mudah terdistraksi oleh hal-hal yang kurang penting. Selain itu, puasa melatih kesabaran dan ketahanan diri dalam menghadapi tantangan pekerjaan sehari-hari.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu supaya kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183).

Ayat ini menjelaskan bahwa tujuan puasa adalah untuk mencapai ketakwaan. Orang yang bertakwa adalah orang yang selalu menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya.

Dengan berpuasa, kita belajar untuk menahan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa, seperti makan, minum, dan perbuatan yang tidak baik. Hal ini tentu saja akan berdampak positif pada kehidupan kita sehari-hari, termasuk dalam bekerja.

Puasa Ramadan adalah momen yang tepat bagi kita untuk meningkatkan ibadah dan produktivitas kerja. Dengan mengikuti tips-tips di atas, kita bisa tetap aktif, sehat, dan bugar selama berpuasa. Jangan biarkan puasa menjadi penghalang bagi kita untuk meraih kesuksesan di dunia dan akhirat.

Puasa bukanlah alasan untuk bermalas-malasan atau menurunkan produktivitas kerja. Dengan pola makan yang sehat, manajemen waktu yang baik, serta tetap aktif secara fisik, kita bisa tetap produktif dan bugar selama Ramadan. Justru, puasa adalah momen yang tepat untuk melatih kedisiplinan, meningkatkan efisiensi kerja, dan memperkuat karakter diri. Oleh karena itu, mari jadikan puasa sebagai sarana untuk bekerja lebih baik dan lebih bersemangat. Ngono!

*Dr. Hamidulloh Ibda, penulis lahir di Pati, dosen dan Wakil Rektor I Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung (2021-2025), Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah (2024-2029), reviewer 31 Jurnal Internasional terindeks Scopus, Editor Frontiers in Education terindeks Scopus Q1 (2023-sekarang), dan dapat dikunjungi di website Hamidullohibda.com.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 5000 Banser Ikuti Pembaretan dalam Acara Selametan Bumi Pesantenan

    5000 Banser Ikuti Pembaretan dalam Acara Selametan Bumi Pesantenan

    • calendar_month Sab, 21 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 110
    • 0Komentar

    PATI-Ribuan warga Pati memadati Stadion Joyo Kusumo, Jumat (20/9) malam tadi. Lima ribu diantaranya adalah para anggota Banser (Barisan Ansor Serba Guna) dari seluruh Satkoryon yang ada di Kabupaten Pati. Kehadiran mereka ialah untuk mengikuti acara Selametan Bumi Pesantenan dan pembaretan 5000 Banser. KH. Agus Ali Masyhuri (memakai jas) dalam acara Selametan Bumi Pesantenan dan […]

  • PCNU-PATI

    Unforgattable

    • calendar_month Jum, 12 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Ini kisah dari sang waktu tentang mereka yang menunggu. Cerita seorang perempuan yang bersembunyi di balik halaman buku dan seorang lelaki yang siluetnya membentuk mimpi di liku tidur sang perempuan. Ditemani krat-krat berisi botol vintage wine yang berdebu, aroma rasa yang menguar dari cairan anggur di dalam gelas, derit kayu di rumah usang, dan lembar […]

  • Mushofahah (Jabat Tangan), Bisakah Melebur Dosa?

    Mushofahah (Jabat Tangan), Bisakah Melebur Dosa?

    • calendar_month Sel, 3 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Ilustrasi : Pixabay Sudah menjadi kebiasaan kita kaum muslimin, setelah melakukan sholat `ied al-fithrikita melakukan mushôfahah (bersalaman).  Pertanyaan : Apakah mushôfahah tersebut sudah bisa melebur dosa-dosa kita (haq al-adamiy) tanpa harus menyebut dosa-dosanya ?   Jawaban :Mushôfahahtersebut belum bisa melebur dosa-dosa yang ada hubungannya dengan haq al-adamiy (hak-hak sesama manusia).   Referensi : & Kasyifah […]

  • Pencarian Surtini. Photo by Markus Winkler On Unsplash.

    Pencarian Surtini

    • calendar_month Ming, 31 Des 2023
    • account_circle admin
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Oleh : J. Intifada Pagi buta Surtini sudah bangun, mandi lalu melakukan sholat malam. Di dalam munajatnya dia meminta kebahagiaan dan keselamatan keluarganya. Dilanjutkan membaca ayat-ayat cinta dari Sang Kekasih. Sebuah rutinitas menjelang pagi tak pernah terlewat sekalipun. Selesai mengadu dan berkomunikasi dengan penciptaNya, dia mulai melakukan pekerjaan rumah. Mulai dari mencuci baju kotor yang […]

  • Kirab Budaya NU

    Kirab Budaya NU

    • calendar_month Sel, 19 Des 2017
    • account_circle admin
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Pati. Panji-panji NU dikibarkan di tengah kondisi kebangsaan yang terus digerus isu perpecahan. Para santri mendukung kiprah NU untuk berada di garda terdepan mengawal keutuhan NKRI. Ratusan santri Pondok Pesantren Roudhotul Tholibin mengibarkan panji-panji Nahdlatul Ulama (NU) saat menggelar kirab budaya dengan mengelilingi Desa Trimulyo, Kayen, 11/12/2017, kemarin. Terlebih, kelompok garis keras yang mengatasnamakan Islam […]

  • PCNU-PATI

    Dosen dan Mahasiswa Prodi PGMI INISNU Borong Tujuh Penghargaan Nasional

    • calendar_month Sel, 1 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-Temanggung – Dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung mendapatkan (7) tujuh penghargaan dari Perkumpulan Dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PD-PGMI) se-Indonesia dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke-9 PD-PGMI yang diselenggarakan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Jawa Barat pada hari terakhir, Ahad […]

expand_less