Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Peran Tasawuf dalam Perkembangan Islam di Indonesia

Peran Tasawuf dalam Perkembangan Islam di Indonesia

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 8 Agu 2019
  • visibility 386
  • comment 0 komentar

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan tingkat keragaman –baik budaya, karakteristik, watak, ras, agama, dll- yang tinggi. Tingginya tingkat keragaman berpotensi besar menimbulkan perselisihan dan konflik. Maka salah satu nilai penting yang dibutuhkan bangsa ini dalam menghadapi perbedaan adalah toleransi. Hal itu yang dilakukan oleh Walisongo dalam menyebarkan Islam di nusantara.

Islam menjadi agama mayoritas di Indonesia bukan tanpa alasan, pendekatan tasawuf yang digunakan oleh Walisongo memberi pengaruh besar terhadap berkembangnya Islam di Indonesia dan Asia Tenggara. Bandingkan dengan negara lain di mana Islam datang melalui peperangan atau senjata, Islam sulit berkembang.

Para pendakwah Islam datang ke nusantara membawa ajaran agama Islam, bukan kemasan namun substansinya. Walisongo sukses mengajarkan substansi Islam menggunakan pendekatan tasawuf melalui berbagai bidang kehidupan masyarakat.

Sebelum Islam, di Indonesia telah ada berbagai macam aliran kepercayaan, animisme, dinamisme, Hindhu, dan Buddha. Budaya yang telah melekat dalam kehidupan bermasyarakat tidak lantas diharamkan dan dihancurkan, namun tetap dijalankan sedemikian rupa sehingga masyarakat tidak merasakan ancaman.

Sebagai contoh penggunaan Bedug sebelum Adzan, tradisi wayang, kondangan, atau peringatan 7 hari, 100 hari, 1000 hari dari meninggalnya saudara. Oleh Walisongo berbagai kekayaan tersebut dihiasi dengan ajaran agama Islam sehingga tidak ada yang menyimpang. Tradisi nusantara itu menyatu dengan alam, dan ini sesuai dengan ajaran agama Islam.

Pernah suatu ketika seorang sahabat melihat seseorang sholat menghadap pohon, kemudian dilaporkan kepada Rasulullah. Rasulullah bertanya ciri-ciri orang yang dimaksud kemudian menjawab, “itu adalah (Nabi) Khidzir, sampaikan salamku kepadanya”. Apakah Khidzir musyrik? Beliau sudah mencapai tingkat tertinggi dalam tasawuf di mana tidak ada yang benar-benar wujud kecuali Allah SWT. Alam ada karena diciptakan oleh Allah, penampakan alam hanyalah kamuflase –dalam bahasa kita wujud yang relatif-, Allah menyebut dirinya Al-Haqq sementara alam adalah tajallinya Allah, seluruh alam berzikir kepada Allah.

Dengan demikian kita tidak akan mudah mengkafirkan orang lain, kalau masih ada orang yang mudah menyalahkan maka ia harus banyak lagi belajarnya. Kebenaran dalam Islam itu ada dimana-mana maka ambillah yang tercecer di antara kamu sekalian. Orang Arif tidak pernah mencari kambing hitam, namun diam-diam menyelesaikan masalah tanpa menepuk dada.

Tasawuf jika diterapkan dalam berbagai bidang akan sangat menyejukkan dan membawa kita hidup dalam kedamaian. Tasawuf adalah teosofi, pendalamannya berkelanjutan. Tasawuf dan fiqh adalah dua hal yang saling menopang dalam garis vertikal dan sama-sama berangkat menuju garis horizontal –menuju Allah-. Maka dalam beragama, tasawuf dan fiqh tidak bisa ditinggalkan salah satunya tetapi saling mengisi dan melengkapi.

Begitu pula dalam mencari ilmu, epistemologi keilmuan kita jangan hanya terpaku pada materi, harus ditambah dengan epistemologi ilmu laduni, ilmu yang diberikan langsung oleh Allah. Ilmuwan muslim abad pertengahan mampu menghasilkan karya yang gemilang dalam bidang astronomi, matematika, kimia, atau kedokteran padahal laboratorium belum secanggih sekarang, tetapi perhitungan mereka tepat. Tidak lain karena Allah yang mengajarinya, ‘allamal insana ma lam ya’lam, mengajari manusia apa yang tidak diketahuinya.

Alangkah miskinnya seorang murid, jika gurunya hanya manusia. Belajar kepada guru yang alim adalah jalan mendapatkan ilmu, berguru pada Allah maka akan mendapatkan ilmu yang tidak kita ketahui. Ilmuwan muslim dulu selalu berguru dengan “sajadah tengah malam”, qiyamullail sehingga petunjuk Allah langsung datang pada kita.

Dirangkum oleh : Sofyan An Nasyr (Divisi Diklat LTN-NU Pati, Dosen IPMAFA)
Disarikan dari penyampaian
Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A;
Imam Besar Masjid Istiqlal dan Rektor PTIQ Jakarta
Dalam Seminar Internasional “Toleransi di Kawasan Asia Tenggara”
Oleh MUI Kota Salatiga, 3 Agustus 2019

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konsolidasi Fatayat NU Margoyoso Digelar Minggu Kemarin

    Konsolidasi Fatayat NU Margoyoso Digelar Minggu Kemarin

    • calendar_month Sen, 9 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 201
    • 0Komentar

    MARGOYOSO – Fatayat NU Pati termasuk salah satu Badan Otonom (Banom) yang giat melaksanakan kegiatan. Di masing-masing PAC, Fatayat NU di Kabupaten Pati secara rutin menyelenggarakan konsolidasi melalui rutinan. Ahad (8/1), giliran PAC Fatayat NU Margoyoso yang menyelnggarakan rutinan tersebut. Selain dihadiri internal NU, seperti Syuriyah dan juga elemen Fatayat NU sendiri, kegkatan ini juga […]

  • PCNU- PATI Photo by Sergiu Jurca

    Puisi-Puisi Ngadi Nugroho

    • calendar_month Ming, 2 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Tak Pernah Kembali Tak terpikir waktu hanyalah benar-benar sekejap Kita sekumpulan sunyi yang numpang lewat Kemarin ada yang datang Tiba-tiba ada yang pamit untuk segera pulang Belum terlalu genaplah kecupan ini mendingin Di dahimu yang menyimpan kerutan hari-hari kemarin Di bawah temaram, batu-batu murung Mencari jejak sirip-sirip kehidupan Ingin ditanamnya sekali lagi ingatan itu Di […]

  • MWCNU Gembong Gelar Pengajian Akbar

    MWCNU Gembong Gelar Pengajian Akbar

    • calendar_month Sab, 3 Sep 2016
    • account_circle admin
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Pati, Pengurus Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Gembong mengadakan Pengajian Akbar dalam Rangka Halal bi halal dan memperingati harlah NU ke 90, pengajian bertempat di MI Kendil desa Klakahkasian dengan pembicara KH. Imron Rosyadi dari Pati, Minggu 24/7 kemarin.             KH. Imam Sofwan sebagai wakil dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama mengemukakan untuk menjalin silaturahmi yang […]

  • Pelantikan Fatayat NU Gembong, MWC : Pemudi Harus Melek Politik

    Pelantikan Fatayat NU Gembong, MWC : Pemudi Harus Melek Politik

    • calendar_month Ming, 12 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Para pengurus baru PAC Fatayat NU Gembong yang baru saja dilantik, tampak bersemangat untuk mewujudkan program-program kerja mereka GEMBONG – PAC Fatayat NU Gembong baru saja melangsungkan pelantikan pengurus pada Minggu (12/12) pagi tadi. Pelaksanaan kegiatan pengukuhan pengurus hasil konferensi Oktober lalu ini dilaksanakan di aula lantai dua Ponpes Shofa Az Zahro’.  Sederet tokoh agama […]

  • Ranting NU Margoyoso Kini Punya Mobil Layanan Ummat

    Ranting NU Margoyoso Kini Punya Mobil Layanan Ummat

    • calendar_month Sab, 14 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-MARGOYOSO – Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (NU Care-LAZISNU) Ranting Desa Margoyoso secara resmi melaunching Mobil Layanan Umat (MLU), Jum’at (13/01/2023). Bertempat di halaman Masjid Nurul Amin Desa Margoyoso, launching MLU ditandai dengan pengguntingan pita oleh Ketua Pengurus Ranting NU Desa Margoyoso, KH. Abbas Shiddiq. Selain pengurus ranting dan Lazisnu sendiri, turut […]

  • MWCNU Wedarijaksa Gelar Lailatul Ijtima 94 Tahun NU

    MWCNU Wedarijaksa Gelar Lailatul Ijtima 94 Tahun NU

    • calendar_month Sab, 8 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 205
    • 0Komentar

    WEDARIJAKSA – MWC NU Kec. Wedarijaksa menggelar Lailatul Ijtima’ sekaligus guna memperingati Hari lahir ke-94 NU Tahun 2020, Jum’at (07/02/2020). Acara dihadiri sedikitnya 40 peserta yang berasal dari pengurus MWC NU Wedarijaksa dan banom-banom yang ada di kecamatan tersebut. Diantaranya dari Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor dan Banser, dan IPNU-IPPNU Wedarijaksa. Acara diselenggarakan di […]

expand_less