Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Pemimpin Tegas Pemberani

Pemimpin Tegas Pemberani

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 21 Apr 2023
  • visibility 183
  • comment 0 komentar

Oleh : Dr. Jamal Makmur

Salah satu kader terbaik NU Pati telah berpulang ke rahmatullah, yaitu KH. Imam Shofwan. Beliau pernah menduduki posisi puncak sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Pati periode 2009-2013.

Beliau terpilih bersama KH. Asmui Syadzali dalam konferensi NU di Pondok Ar-Roudloh At-Thohiriyyah asuhan KH. A. Mu’adz Thohir Kajen Margoyoso Pati. Beliau menggantikan KH. A. Mu’adz Thohir dalam menakodai NU Pati.

Pada waktu itu pemilihan dilakukan oleh semua pengurus ranting, sehingga terjadi gesekan yang cukup keras. KH. MA. Sahal Mahfudh memberikan taushiyah supaya NU dijauhkan dari politik praktis dan kembali ke khitttah sesuai amanat Muktamar Situbondo tahun 1984.

Konferensi terus berjalan dan terpilihlan KH. Asmui Syadzali sebagai Rais Syuiyah dan KH. Imam Shofwan sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Pati peroode 2019-2013.

Tegas Pemberani

Salah satu gebrakan KH. Imam Shofwan ketika memimpin NU Pati adalah ketegasannya dalam menolak tempat-tempat maksiat. Beliau tidak mau kompromi kepada tempat-tempat yang diduga digunakan untuk mesum dan hal-hal lain yang dilarang agama.

Beliau mempertaruhkan jiwa dan raga demi tegaknya syiar Islam dan hangusnya kebatilan, kemaksiatan dan kemungkaran.

Beliau berani menghadapi para pebisnis dan orang-orang suruhannya yang bisnisnya terganggu oleh separ terjang KH. Imam Shofwan yang sangat berani dan tidak kenal kompromi.

Internalisasi Aswaja

Salah satu gebrakan KH. Imam Shofwan yang lain dalam memimpin NU Pati adalah kegigihannya dalam melakukan internalisasi-indoktrinasi paham Aswaja di seluruh wilayah di Kabupaten Pati.

Penulis bersama kader-kader muda, seperti KH. M. Faishol Muzammil, KH. Umar Faruq, KH. Yusuf Hasyim, dan dibimbing kader-kader senior seperti KH. Minanurrahman dan KH. Dr. Abdul Karim keliling kabupaten Pati untuk mengadakan program hebat ini.

KH. Imam Shofwan semangat mengawal tim ini dari satu MWC ke MWC yang lain sebagai bentuk militansinya dalam membumikan paham Aswaja Nahdliyyah.

Tidak Pernah Pensiun

Meskipun beliau sakit, namun semangat NU-nya tidak pernah padam. Bagi beliau, aktif di NU tidak hanya karena menjadi pengurus struktural. Aktif di NU adalah panggilan nurani yang harus dilakukan.

NU adalah organisasi keagamaan yang harus dihidupkan demi hidupnya agama dan organisasi kemasyarakatan yang harus digalakkan demi tegaknya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, bahkan dunia.

Beliau terus memberikan kontribusi maksimal dalam situasi dan kondisi apapun. Tidak ada kata pensiun dalam berkhidmah di organisasi yang didirikan Hadlratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari ini.

Selamat jalan Sang Pemimpin hebat yang selalu aktif mendorong kader-kader muda untuk tampil memberikan kontribusinya demi kebangkitan NU dan bangsa. Engkau dipanggil Pemilikmu Yang Hakiki, Maha Segala Maha di waktu terbaik, Kamis malam jum’at terakhir Ramadhan 1444 H. (Malam 30 Ramadlan) yang bertepatan 20 April 2023. Allah mengampuni, menyayangi, meridloi, dan menempatkanmu di tempat terbaik bersama para pendiri, ulama, dan penggerak Nahdlatul Ulama, amin yaa Rabbal ‘Alamiin.

فتشبهوا ان لم تكونوا مثلهم – ان التشبه بالرجال فلاح
الي روح الحاج امام صفوان الفاتحة ……… أمين يا رب العالمين

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Beda Puasa Nabi Dungan Ummat Masa Kini. Photo by Rauf Alvi On Unsplash.

    Beda Puasa Nabi dengan Ummat Masa Kini

    • calendar_month Kam, 23 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Tahun ke-6 Hijriyah, terjadi kesepakatan antara Nabi Muhammad SAW. (Kaum Muslimin) dengan Kaum Kafir Quraisy di daerah Hudaibiyah, tepian Makkah. Dalam ar Rahiq wal Makhtum milik Syaikh Shafiyyur Rahman al Muarakfuri, berkisah tentang ‘puasanya’ Nabi dalam perjanjian tersebut. Mulanya, Nabi memandatkan Ali bin Abi Thalib untuk menulis kesepakatan. Ali membuka perjanjian […]

  • PCNU-PATI

    About Love

    • calendar_month Sen, 15 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Jatuh cinta adalah salah satu anugerah terbaik. Cinta memberi kita kesempatan untuk memahami banyak hal. Cinta juga menjadikan kita lebih dewasa, lebih berani, dan bertanggung jawab. Cinta pula yang menjadikan manusia sebagai manusia. Masing-masing dari kita memiliki kutipan favorit tentang cinta. Satu, sepuluh, atau bahkan seratus kutipan seperti yang ada dalam buku ini bisa menjadi […]

  • Santri Milineal, KH Abdullah Umar Fayumi (Gus Umar)

    Santri Milineal, KH Abdullah Umar Fayumi (Gus Umar)

    • calendar_month Kam, 10 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Gus Umar, panggilan akrab KH Abdullah Umar Fayumi, adalah Putra pasangan KH Ahmad Fayumi Munji Dan Nyai Hj. Yuhanidz Fayumi. Kedua orangtuanya adalah pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Kajen Tengah, Margoyoso, Pati yang nasabnya tersambung kepada waliyullah Syaikh Ahmad Mutamakkin. Bapaknya, KH Ahmad Fayumi Munji, adalah aktivis NU Pati dan Jawa Tengah. Selain pernah menjadi […]

  • Perkuat Pembelajaran Ke-NU-an, Ma'arif NU Jepara Gelar Workshop

    Perkuat Pembelajaran Ke-NU-an, Ma’arif NU Jepara Gelar Workshop

    • calendar_month Kam, 27 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 189
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.idJepara – Dalam rangka capacity building guru-guru ke- NU-an, LP. Ma’arif NU PCNU Jepara menggelar Workshop Penguatan Aswaja guru MI, MTs, MA, dan SMP se- Kecamatan Donorojo dan Kecamatan Keling. Kegiatan yang digelar di Gedung MWC NU Donorojo hari Selasa 25 Februari 2025 diikuti 70 guru Ke- NU- an di lingkungan LP Ma’arif NU […]

  • PCNU-PATI

    Imam Qusyairi

    • calendar_month Jum, 13 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Oleh : M. Harir Keagungan Persia tanpa sufisme ibarat seekor burung tanpa pita suara. Tak bersiul. Kalaupun punya, ricauanya paling banter hanya ceracau biasa. Ajaran sufisme yang mana memuat nilai kearifan dan hikmah, kicaunya hingga kini senantiasa menelusup di gendang-gendang telinga dan relung-relung hati setiap manusia. Teladannya yang sejuk begitu menghaluskan hati dan makin masyhur […]

  • PCNU PATI - Aswandi Ketum Harus Tegal Lurus dengan PBNU

    Aswandi: Ketum Harus Tegal Lurus dengan PBNU

    • calendar_month Sab, 13 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Aswandi Jailani Ketum PP IPNU menilai kandidat calon penerus Pimpinan Pusat adalah kader unggulan terbaik dalam periode ini. Ia berharap Ketum yang terpilih harus menuntaskan tugas yang belum usai. “Siapapun nanti yang terpilih untuk memimpin organisasi Pelajar NU ini, diminta agar bisa melanjutkan program yang belum usai terealisasi untuk menggarap sekolah negeri,” ujar Aswandi. Ia […]

expand_less