Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pelajaran Penting dari Ronaldo

Pelajaran Penting dari Ronaldo

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 12 Jan 2023
  • visibility 230
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Bintang itu bernama Ronaldo. Paska piala dunia, dirinya bak tebu yang sepahnya dibuang  secara hina setelah manisnya habis dihisap Real Madrid dan Juventus.

Akibat kualitas permainannya jauh dari ekspektasi fans (yang tentunya banyak faktor yang berkontribusi), citra Ronaldo semakin terjun bebas paska pulang dari hajatan piala dunua. Tenggelamnya nama besar bintang Portugal ini tambah dalam akibat adanya pembanding, Lionel Messi yang pada ujungnya memenangi Piala Dunia bersama Argentina.

Selama beberapa saat, hari-hari Messi penuh kegembiraan. Diarak dan dipuja-puja bak Dewa. Sedangkan Ronaldo seratus delapan puluh derajat, dihujat di sana-sini.

Akan tetapi, setelah puas memintal pujian, Messi harus kembali merantau ke PSG di Perancis. Di sana, sambutan terhadap kapten Argentina terasa dingin, hambar dan biasa saja. Mega bintang yang baru saja menyelesaikan misi terbesar, menjawarai World Cup Championship, pulang ke negeri perantauan dengan sambutan yang, yah layaknya pemain biasa.

Tak ada pesta meriah atau setidaknya upacara bakar-bakar bebek. Hanya beberapa fans dan wartawan olah raga yang menyorotnya dengan suasana datar. Kalaupun ada kegembiraan, levelnya masih medium. Njomplang sekali rasanya, usai panen pujian di negeri sendiri, Messi harus menghadapi situasi yang tidak menginterpretasikan dirinya sebagai juara.

Hal ini mungkin karena yang dia kalahkan dalam final Piala Dunia adalah negeri perantauannya, Perancis. Jadi masih ada rasa  nggonduk di hati masyarakat Paris.

Beda dengan Ronaldo yang justru setelah menerima hujatan, semakin kesini namanya malah kian moncer. Al Nassr lah yang membuatnya bersinar kembali. Club padang pasir yang meminangnya, sekaligus mencabut label pengangguran Ronaldo yang tak punya pekerjaan tetap sehabis say good bye dengan MU.

Tak cuma itu, Ronaldo juga sukses memecahkan rekor pemain termahal. Follower Sosmed al Nassr naik drastis bi barkati Ronaldo. Padahal dirinya belum boleh main akibat sanksi Fifa. Sambutan masyarakat bola juga gegap gempita padahal mereka bukan sanak kadang Ronaldo.


Penulis pernah menemui seorang yang bacaan qur’annya terbata-bata serta makhroj huruf hijaiyyahnya sama sekali tidak fasih. Namun dia sangat dihormati sebagai ulama, sebab di daerah tersebut, hanya ada seorang saja yang bisa ngaji, meskipun masih jauh dari standar yanbu’a pun qiro’atu

Di lain sisi, ada seorang gus yang alim, hidup di lingkungan pesantren, namun karirnya tak se moncer bapak-bapak yang terbata baca qur’annya tadi. Jangankan menjadi khotib, ngimami sholat dan mimpin tahlil pun, tak laku akibat kebanyakan orang alim di lingkungan tempat tinggalnya.

Komparasi Messi dan Ronaldo hampir ekuivalen dengan gus dan bapak-bapak tadi. Bedanya, antara Bintang Portugal dan Argentina tersebut sama-sama alim soal urusan mengulik bola.

Messi merantau ke negeri yang dihuni banyak ulama bola, sehingga pijar sinarnya tak terlalu berarti. Sementara Ronaldo hijrah ke Negeri Arab, yang tandus atlet berprestasi (kalaupun ada pasti sudah merantau ke Eropa). Sehingga, di sana, eksistensi Ronaldo benar-benar ‘dianggap’.

Penulis (tanpa mengurangi rasa hormat) lebih mengapresiasi kalau gus-gus yang ngalim itu hijrah dari pondok abahnya menuju lokasi lain yang islamnya masih mentah, biar eksistensinya keluar, sama seperti Ronaldo. Biarlah estafet pesantren dipegang oleh satu atau dua orang saja, yang lain sila hijrah.

Ini bukan urusan pansos, namun ‘dianggap ada’ dalam arti memberi manfaat yang lebih besar juga bagus buat kesehatan mental. Toh masyarakat perlu ulama yang benar-benar alim ditengah dahaga spiritual.

Jia demikian, endingnya, cahaya ilmu plus paket barokah kiai bisa didistribusikan bukan hanya di satu titik pesantren, namun bisa menjalar ke daerah-daerah ‘gersang’, syukur bisa mendirikan pesantren di sana. Bukankah dulu Mbah Hasyim juga melakukan hal semacam ini?.[]

*Penulis adalah Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU- PATI

    Setelah Punya 2 Unit MLU, NU Winong Targetkan Bangun Klinik

    • calendar_month Sen, 22 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 326
    • 0Komentar

    WINONG – MWC NU Winong memang sering menjadi sorotan bagi kaum Nahdliyyin di Kabupaten Pati. Hal itu karena preatasi yang ditorehkan oleh para pengurus MWC NU plus lembaga-lembaganya, terutama Lazisnu.  Pada Minggu (21/8) pagi, MWC NU Winong sukses menggelar Apel Kemerdekaan untuk memperingati HUT-RI ke-77. Kegiatan tersebut dihelat di Lapangan Olahraga Desa Pekalongan, Winong.  Sebelumnya, […]

  • LP Maarif NU Jateng adakan Seminar Kerukunan Umat Beragama

    LP Maarif NU Jateng adakan Seminar Kerukunan Umat Beragama

    • calendar_month Ming, 8 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Semarang – Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah bekerjasama dengan Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama RI menggelar Seminar Kerukunan Pelajar/Mahasiswa Lintas Agama bertajuk “Harmoni dalam Keberagaman” yang bertempat di Universitas Wahid Hasyim Semarang pada Sabtu, 7 Desember 2024. Dalam acara ini dihadiri oleh Rektor Unwahas Prof. Dr. H. Mudzakir Ali, Sekretaris LP […]

  • Fatayat dan Nasyiatul Aisyiah Ikuti Outbond Bersama Bawaslu

    Fatayat dan Nasyiatul Aisyiah Ikuti Outbond Bersama Bawaslu

    • calendar_month Ming, 17 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 213
    • 0Komentar

    PATI-Melalui media outbound, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pati menggelar sosialisasi pengawasn partisipatif dengan organisasi Fatayat NU dan Nasyiatul Aisyiyah, Minggu (17/11). Kegiatan yang dilangsungkan di Hutan Kota Kalidoro Kabupaten Pati diikuti oleh 60 peserta yang terdiri dari 30 orang anggota Fatayat NU dan sisanya dari Nasyiatul Aisyiyah. Semua peserta terlihat sangat antusias mengikuti event […]

  • MWCNU adakan santunan Berbagi dengan Yatama dan Dhuhafa’

    MWCNU adakan santunan Berbagi dengan Yatama dan Dhuhafa’

    • calendar_month Rab, 5 Jul 2017
    • account_circle admin
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pengurus MWCNU Batangan mengadakan santunan anak yatim piatu dan duafa, bersama keluarga besar ikatan remaja masjid dan Ansor ranting desa Klayusiwalan, Batangan Pati 18/6 kemarin. “Meskipun pada tahun ini kami Pengurus MWCNU Batangan baru bisa memberikan santunan 28 anak Yatama dan 200 dhuhafa’, hal ini merupakan sebuah perkembangan bagi kami, semoga kedepannya akan […]

  • Masjid Jami' Kajen Pati: Saksi Bisu Perjuangan Mbah Mutamakkin Membangun Desa Santri

    Masjid Jami’ Kajen Pati: Saksi Bisu Perjuangan Mbah Mutamakkin Membangun Desa Santri

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.345
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, dikenal sebagai salah satu poros pesantren di Bumi Mina Tani. Puluhan pondok pesantren berdiri kokoh di “Desa Santri” ini, menjadi magnet bagi ribuan santri dari berbagai penjuru daerah untuk menimba ilmu agama. ​Tradisi religius yang kuat ini tidak lepas dari sejarah panjang Masjid Jami’ Kajen. Didirikan […]

  • Aswaja: Manhaj Nahdlatul Ummah

    Aswaja: Manhaj Nahdlatul Ummah

    • calendar_month Sen, 27 Jun 2016
    • account_circle admin
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Aswaja adalah golongan yang konsisten mengikuti tradisi dan metode yang dipraktekkan Nabi dan Para sahabat (ma ana alaihi al-yauma wa ashhabi).Aswaja dalam kontek Indonesia adalah golongan yang secara mayoritas mengikuti Imam Abu Hasan al-Asy’ari dalam bidang akidah, Imam Asy-Syafi’I dalam bidang fiqih, dan Imam Abu Hamid Al-Ghazali dan Imam Abi al-Hasan Asy-Syadzili dalam bidang tasawuf. […]

expand_less