Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Nalar Kritis Abu Bakar ash Shiddiq

Nalar Kritis Abu Bakar ash Shiddiq

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 23 Jan 2025
  • visibility 339
  • comment 0 komentar

 

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Sahabat Abu Bakar Ash Shiddiq selalu menjadi trending topik di kalangan da’i terutama menjelang peringatan hari agung isro’ mi’roj. Pasalnya, dialah tokoh islam yang seketika membenarkan klaim Nabi Muhammad yang menyatakan telah mengunjungi Palestina lalu naik menuju langit ke-tujuh dalam waktu semalam. Sebagai catatan, Nabi melaksanakan kegiatan luar biasa tersebut dalam keadaan tersadar, bukan mimpi (setidaknya jumhur ulama’ mengatakan demikian).

Klaim ini tentu sangat ambigu bagi bagi Masyarakat Arab. Satu sisi, Islam mengajarkan untuk selalu berfikir rasional, di sisi lain, peristiwa yang kelak dikenal dengan isro’ mi’roj ini sangat di luar nalar. Mengingat saat itu, Nasa belum dibentuk, teknologi roket dan pesawat supersonic juga belum ditemukan, bahkan penemunya pun belum lahir.

Dengan keterbatasan teknologi, pernyataan Nabi Muhammad ini banyak menuai kritikan, termasuk dari se kalangan ummat islam sendiri. Bahkan ada yang berasumsi bahwa Nabi Muhammad telah gila akibat ditinggal mangkat oleh isteri tercinta.

Hal ini tentu menyakiti rasa spiritual kaum muslimin, tapi apa boleh buat? Kali ini dawuh itu dipatahkan oleh rasionalitas pendek mereka sendiri. Nggak logis! Tak ada argumen realistis untuk membela sang nabi, kecuali dari seorang cerdas nan pemberani yang bernama Abu Bakar.

Akantetapi pertanyaannya, apakah yang dilakukan Abu Bakar hanya berdasar ikatan guru-santri yang harus sami’tu wa atha’tu (saya mendengar dan saya menaatinya)? Apakah ia membenarkan Is’ro’ mi’roj hanya karena nabi tak pernah bohong? Atau sebenarnya rasionalitas Abu Bakar juga menolak, sedangkan ia membenarkan klaim nabi itu cuma demi menyelamatkan agama Islam?

Ternyata ada satu analisa yang menepis segala pertanyaan miring itu. Sebagai disclaimmer, Abu Bakar merupakan salah satu sahabat yang cerdas, jadi tidak mungkin ia menanggalkan rasio dalam membenarkan ucapan seseorang, terlepas bahwa yang mengatakan itu adalah Nabi Muhammad.

Dalam analisa itu, ada dua hal yang membuat Abu Bakar membenarkan ucapan sang nabi: iman dan nalar. Dengan modal iman, Abu Bakar meyakini sepenuh hati bahwa yang sedang berada dihadapannya adalah seorang nabi yang memiliki sifat amanah dan shiddiq. Modal iman kepada kekuasaan Allah SWT. juga menjadi poin utama pembenaran klaim tour ke mustawa dalam waktu hanya semalam ini.

Alasan pembenaran selanjutnya adalah rasio atau nalar yang tentunya—nalar ini—‘bergelantungan’ dibawah dahan keimanan. Nabi Muhammad menyampaikan peristiwa isra; mi’raj dengan bersandar kepada Q.S. Al Isra’ ayat pertama yang artinya (kurang-lebih): “Maha suci dzat yang mengisra’kan (menjalankan) hambanya dalam watu semalam dari masjidil haram menuju masjidil aqsha.”

Mak jleb! Nalar dan iman tingkat tinggi Abu Bakar tak mampu berkutik. Seketika ia membenarkan argumen Nabi berdasarkan kalam Ilahi Al Isra’ ayat 1, yang tentu bersinggungan dengan rasio kebanyakan Bangsa Arab yang seketika menegasi, menolak klaim isra’ mi’raj.

Begini, Jika Nabi Muhammad memberi pengantar: “aku berjalan dari Makkah ke Yerussalem, dan naik ke Mustawa dalam semalam,” barang kali Abu Bakar–seperti kebanyakan Orang Arab–kesulitan mempercayainya.

Namun beliau bercerita bahwa Maha Suci Allah-lah yang menggerakkan beliau sampai ke puncak dari segala puncak. Melewati lapis demi lapis langit untuk ‘bertamu’ kepada Sang Kholiq.

Nah, klau yang menjalankan ialah Allah yang Maha Kuasa, apa yang bisa ditolak oleh Abu Bakar dengan segala kecerdasan dan keluhuran spiritualnya?. Nalar Abu Bakar Ash Shidiq ini juga lah yang kemudian membungkam segala negasi tentang isra’ mi’raj.

Ia tak memakan mentah hidangan isra’ mi’raj. Dirinya memasak terlebih dahulu sebelum berkata “shodaqta” (memang enkau benar wahai Rasulallah).

*Mudir Ponpes Shofa Az Zahro’ Gembong-Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PERJUSA di SMA Negeri 1 Tayu

    PERJUSA di SMA Negeri 1 Tayu

    • calendar_month Kam, 19 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 292
    • 0Komentar

    Tayu.Gudep 08.09 – 08.10 SMA Negeri 1 Tayu mengadakan kegiatan yang lebih di kenal dengan PERJUSA ( Pelantikan Jumat Sabtu) Kegiatan tersebut dalam rangka Pelantikan Penegak Bantara Pangeran Diponegoro & RA Kartini Jumat – Sabtu, 13-14 Desember 2024 kemarin Rangkaian jenis kegiatan PERJUSA meliputi, Apel Pembukaan, Hiking, Materi bela negara dan PBB, Outbound, Apel sore, […]

  • Aswaja: Manhaj Nahdlatul Ummah

    Aswaja: Manhaj Nahdlatul Ummah

    • calendar_month Ming, 15 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 222
    • 0Komentar

     Aswaja adalah golongan yang konsisten mengikuti tradisi dan metode yang dipraktekkan Nabi dan para sahabat (ma ana alaihi al-yauma wa ashhabi). Aswaja dalam konteks Indonesia adalah golongan yang secara mayoritas mengikuti Imam Abu Hasan al-Asy’ari dalam bidang akidah, Imam Asy-Syafi’i dalam bidang fiqih, dan Imam Abu Hamid Al-Ghazali dan Imam Abi al-Hasan Asy-Syadzili dalam bidang […]

  • Mandi dan Memakai Wangi-Wangian, ketika Khotib Sudah Khotbah

    Mandi dan Memakai Wangi-Wangian, ketika Khotib Sudah Khotbah

    • calendar_month Jum, 13 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 252
    • 0Komentar

      Pertanyaan : Bagaimana hukumnya mandi dan memakai wangi-wangian, ketika khotib sudah mulai khotbah (Jum`at)?   Jawaban :Hukumnya mandi dan memakai wangi-wangian tetap disunnahkan, apabila aman dari tafwit al-jum`ah (menghabiskan waktu jum`ah).   Referensi : & Nihâyat az-Zain, hal. 142 & Muhadzdzab, vol. 1 hal. 113 & As-syarwâni, vol. 2 hal. 465 & Tausyîh, hal. […]

  • Nanti Malam, Pengurus NU Ajak Doa Bersama

    Nanti Malam, Pengurus NU Ajak Doa Bersama

    • calendar_month Sab, 4 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 255
    • 0Komentar

    PATI-Pengurus Cabang NU Kabupaten mengajak Nahdliyin untuk melaksanakan doa bersama. Ajakan ini terlebih disampaikan kepada para pengurus MWC.Diharapkan, pemangku NU di tingkat kecamatan tersebut bisa menjadi corong kepada warga. Flyer ajakan doa bersama PCNU Pati.  “Ini merupakan usaha bathin yang kita lakukan.” Tanggap K. Yusuf Hasyim, Ketua PCNU. Pengurus Cabang telah menentukan doa yang harus […]

  • PCNU-PATI

    Baru Jalani Diklatsar, Fatimah Langsung Diterjunkan ke Cianjur

    • calendar_month Rab, 30 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 243
    • 0Komentar

    CIANJUR – Kader Garda Fatayat NU (Garfa) Pati turut serta dalam tim relawan NU Care Lazisnu Jateng. Dia adalah Fatimah, lader Garfa dari Juwana yang diberangkatkan ke Cianjur untuk membantu penanganan bencana gempa bumi.  Fatimah beserta relawan Jateng lainnya berangkat pada Senin (28/11) malam dan mendarat di Cianjur pada Selasa (29/11) pagi.  Padahal, dia beserta […]

  • IKA PMII PATI Gelar Silaturahim dan Ngopi Bareng Lintas Generasi

    IKA PMII PATI Gelar Silaturahim dan Ngopi Bareng Lintas Generasi

    • calendar_month Sen, 14 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Ketua PCNU Pati, K. Yusuf Hasyim (kiri), berada di barisan depan dalam acara Sulaturrahim dan Ngopi Bareng IKA PMII yang dilangsungkan di warung kopi Perko PATI – Senin (14/03), Pengurus Cabang Ikatan Alumni (IKA) PMII Kabupaten Pati mengadakan Silaturahim dan Ngopi Bareng bersama Alumni Lintas Generasi. Agenda langka ini bertempat di Sebuah Cafe, Pati.  Ketua […]

expand_less