Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Nalar Kritis Abu Bakar ash Shiddiq

Nalar Kritis Abu Bakar ash Shiddiq

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 23 Jan 2025
  • visibility 397
  • comment 0 komentar

 

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Sahabat Abu Bakar Ash Shiddiq selalu menjadi trending topik di kalangan da’i terutama menjelang peringatan hari agung isro’ mi’roj. Pasalnya, dialah tokoh islam yang seketika membenarkan klaim Nabi Muhammad yang menyatakan telah mengunjungi Palestina lalu naik menuju langit ke-tujuh dalam waktu semalam. Sebagai catatan, Nabi melaksanakan kegiatan luar biasa tersebut dalam keadaan tersadar, bukan mimpi (setidaknya jumhur ulama’ mengatakan demikian).

Klaim ini tentu sangat ambigu bagi bagi Masyarakat Arab. Satu sisi, Islam mengajarkan untuk selalu berfikir rasional, di sisi lain, peristiwa yang kelak dikenal dengan isro’ mi’roj ini sangat di luar nalar. Mengingat saat itu, Nasa belum dibentuk, teknologi roket dan pesawat supersonic juga belum ditemukan, bahkan penemunya pun belum lahir.

Dengan keterbatasan teknologi, pernyataan Nabi Muhammad ini banyak menuai kritikan, termasuk dari se kalangan ummat islam sendiri. Bahkan ada yang berasumsi bahwa Nabi Muhammad telah gila akibat ditinggal mangkat oleh isteri tercinta.

Hal ini tentu menyakiti rasa spiritual kaum muslimin, tapi apa boleh buat? Kali ini dawuh itu dipatahkan oleh rasionalitas pendek mereka sendiri. Nggak logis! Tak ada argumen realistis untuk membela sang nabi, kecuali dari seorang cerdas nan pemberani yang bernama Abu Bakar.

Akantetapi pertanyaannya, apakah yang dilakukan Abu Bakar hanya berdasar ikatan guru-santri yang harus sami’tu wa atha’tu (saya mendengar dan saya menaatinya)? Apakah ia membenarkan Is’ro’ mi’roj hanya karena nabi tak pernah bohong? Atau sebenarnya rasionalitas Abu Bakar juga menolak, sedangkan ia membenarkan klaim nabi itu cuma demi menyelamatkan agama Islam?

Ternyata ada satu analisa yang menepis segala pertanyaan miring itu. Sebagai disclaimmer, Abu Bakar merupakan salah satu sahabat yang cerdas, jadi tidak mungkin ia menanggalkan rasio dalam membenarkan ucapan seseorang, terlepas bahwa yang mengatakan itu adalah Nabi Muhammad.

Dalam analisa itu, ada dua hal yang membuat Abu Bakar membenarkan ucapan sang nabi: iman dan nalar. Dengan modal iman, Abu Bakar meyakini sepenuh hati bahwa yang sedang berada dihadapannya adalah seorang nabi yang memiliki sifat amanah dan shiddiq. Modal iman kepada kekuasaan Allah SWT. juga menjadi poin utama pembenaran klaim tour ke mustawa dalam waktu hanya semalam ini.

Alasan pembenaran selanjutnya adalah rasio atau nalar yang tentunya—nalar ini—‘bergelantungan’ dibawah dahan keimanan. Nabi Muhammad menyampaikan peristiwa isra; mi’raj dengan bersandar kepada Q.S. Al Isra’ ayat pertama yang artinya (kurang-lebih): “Maha suci dzat yang mengisra’kan (menjalankan) hambanya dalam watu semalam dari masjidil haram menuju masjidil aqsha.”

Mak jleb! Nalar dan iman tingkat tinggi Abu Bakar tak mampu berkutik. Seketika ia membenarkan argumen Nabi berdasarkan kalam Ilahi Al Isra’ ayat 1, yang tentu bersinggungan dengan rasio kebanyakan Bangsa Arab yang seketika menegasi, menolak klaim isra’ mi’raj.

Begini, Jika Nabi Muhammad memberi pengantar: “aku berjalan dari Makkah ke Yerussalem, dan naik ke Mustawa dalam semalam,” barang kali Abu Bakar–seperti kebanyakan Orang Arab–kesulitan mempercayainya.

Namun beliau bercerita bahwa Maha Suci Allah-lah yang menggerakkan beliau sampai ke puncak dari segala puncak. Melewati lapis demi lapis langit untuk ‘bertamu’ kepada Sang Kholiq.

Nah, klau yang menjalankan ialah Allah yang Maha Kuasa, apa yang bisa ditolak oleh Abu Bakar dengan segala kecerdasan dan keluhuran spiritualnya?. Nalar Abu Bakar Ash Shidiq ini juga lah yang kemudian membungkam segala negasi tentang isra’ mi’raj.

Ia tak memakan mentah hidangan isra’ mi’raj. Dirinya memasak terlebih dahulu sebelum berkata “shodaqta” (memang enkau benar wahai Rasulallah).

*Mudir Ponpes Shofa Az Zahro’ Gembong-Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Imam Sumali Duduki Kursi GP Ansor 1 Kecamatan Gembong 

    • calendar_month Jum, 30 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 284
    • 0Komentar

    GEMBONG – Konferensi PAC GP Ansor Kecamatan Gembong telah usai. Kegiatan yang dilakukan di Gedung MWC NU Gembong pada Jumat (30/9) tersebut berjalan relatif singkat.  Sedikitnya, ada sembilan Ranting yang memberikan Rekomendasi kepada Imam Sumali. Secara singkat, pria asal Klakahkasian itu pun terpilih sebagai ketua PAC GP Ansor Kecmatan Gembong masa khidmat 2022-2024.  “Saya mengajak […]

  • Perayaan Satu Abad NU di Alun-Alun Pati Dibanjiri Jama'ah

    Perayaan Satu Abad NU di Alun-Alun Pati Dibanjiri Jama’ah

    • calendar_month Rab, 22 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 263
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id PATI-Gebyar perayaan Satu Abad Nahdlatul Ulama PCNU Pati banjir pengunjung. Kegiatan yang dipusatkan di Alun-Alun Pati Rabu (22/2) malam tersebut dipadati para pecinta Sholawat. Pasalnya, dalam agenda tersebut, dihadiri oleh Habib Ali Zainal Abidin dan KH. Zulfa Musthofa, Wakil Ketua PBNU. Bahkan, 3000 cup kopi yang dibagikan secara gratis oleh Lazisnu dan LPNU, habis […]

  • Sahkah Sholat Tasbih yang Terlupa Baca Tasbih?

    Sahkah Sholat Tasbih yang Terlupa Baca Tasbih?

    • calendar_month Sab, 24 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 640
    • 0Komentar

    Sah ataukah tidak sholat tasbih yang terlupa membaca tasbih di salah satu bagiannya?. Inilah salah satu permasalahan yang diperdebatkan dalam forum bahtsul masail yang diselenggarakan oleh MWC NU Kec. Jakenan. Lebih lanjut ditanyakan, hukum sholat tasbih yang demikian (lupa membaca bacaan tasbih) di salah satu bagiannya. Sah atau tidak sholatnya? Jika teringatnya masih di dalam […]

  • Memahami Kembali Masyruiyyah Ihtifal

    Memahami Kembali Masyruiyyah Ihtifal

    • calendar_month Jum, 16 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 232
    • 0Komentar

    الحمد لله ثم الحمد لله الحمد حمداً يوافي نعمه ويكافئ مزيده، يا ربنا لك الحمد كما ينبغي لجلال وجهك ولعظيم سلطانك، سبحانك اللهم لا أحصي ثناءاً عليك أنت كما أثنيت على نفسك، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا ونبينا محمداً عبده ورسوله وصفيه وخليله خير نبي أرسله، أرسله […]

  • Salut Komitmen Polres Berantas Pekat, Para Kyia Minta Tutup Karaoke Ilegal

    Salut Komitmen Polres Berantas Pekat, Para Kyia Minta Tutup Karaoke Ilegal

    • calendar_month Sab, 11 Jan 2020
    • account_circle admin
    • visibility 254
    • 0Komentar

    https://www.pcnupati.or.id/-  Polres Pati di bawah kepemimpinan AKBP Bambang Yudhantara Salamun, S.IK baru-baru ini melaksanakan berbagai kegiatan penertiban penyakit masyarakat. Sebagaimana dikabarkan Tribratanews.pati.jateng.polri.go.id. Tim Patroli gabungan dari Piket Fungsi dan Staf Polres Pati dengan Sandi Kebo Landoh melaksanakan Operasi Kepolisian yang ditingkatkan dengan sasaran Miras.  Dengan di Pimpin oleh Kasat Sabhara AKP Sugino, Tim Kebo Landoh […]

  • Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf Melantik Rektor UNU Purwokerto

    Dilantik Ketum Gus Yahya, Achmad Iqbal Resmi Jabat Rektor UNU Purwokerto

    • calendar_month Sab, 9 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 332
    • 0Komentar

    JAKARTA – Achmad Iqbal resmi menjabat Rektor Universitas Nahdaltul Ulama (UNU) Purwokerto. Pelantikann dilaksanakan Kamis (7/4/2022) oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Gus Yahya Cholil Staquf di Jakarta. “Alhamdulillah. Mabruk alfu alfi mabruk untuk pelantikan hari ini. Juga istimewa, karena (pelantikan) disiapkan dengan format pelantikan pejabat-pejabat di istana negara,” kata Gus Yahya. Seprti […]

expand_less