Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Nalar Kritis Abu Bakar ash Shiddiq

Nalar Kritis Abu Bakar ash Shiddiq

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 23 Jan 2025
  • visibility 247
  • comment 0 komentar

 

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Sahabat Abu Bakar Ash Shiddiq selalu menjadi trending topik di kalangan da’i terutama menjelang peringatan hari agung isro’ mi’roj. Pasalnya, dialah tokoh islam yang seketika membenarkan klaim Nabi Muhammad yang menyatakan telah mengunjungi Palestina lalu naik menuju langit ke-tujuh dalam waktu semalam. Sebagai catatan, Nabi melaksanakan kegiatan luar biasa tersebut dalam keadaan tersadar, bukan mimpi (setidaknya jumhur ulama’ mengatakan demikian).

Klaim ini tentu sangat ambigu bagi bagi Masyarakat Arab. Satu sisi, Islam mengajarkan untuk selalu berfikir rasional, di sisi lain, peristiwa yang kelak dikenal dengan isro’ mi’roj ini sangat di luar nalar. Mengingat saat itu, Nasa belum dibentuk, teknologi roket dan pesawat supersonic juga belum ditemukan, bahkan penemunya pun belum lahir.

Dengan keterbatasan teknologi, pernyataan Nabi Muhammad ini banyak menuai kritikan, termasuk dari se kalangan ummat islam sendiri. Bahkan ada yang berasumsi bahwa Nabi Muhammad telah gila akibat ditinggal mangkat oleh isteri tercinta.

Hal ini tentu menyakiti rasa spiritual kaum muslimin, tapi apa boleh buat? Kali ini dawuh itu dipatahkan oleh rasionalitas pendek mereka sendiri. Nggak logis! Tak ada argumen realistis untuk membela sang nabi, kecuali dari seorang cerdas nan pemberani yang bernama Abu Bakar.

Akantetapi pertanyaannya, apakah yang dilakukan Abu Bakar hanya berdasar ikatan guru-santri yang harus sami’tu wa atha’tu (saya mendengar dan saya menaatinya)? Apakah ia membenarkan Is’ro’ mi’roj hanya karena nabi tak pernah bohong? Atau sebenarnya rasionalitas Abu Bakar juga menolak, sedangkan ia membenarkan klaim nabi itu cuma demi menyelamatkan agama Islam?

Ternyata ada satu analisa yang menepis segala pertanyaan miring itu. Sebagai disclaimmer, Abu Bakar merupakan salah satu sahabat yang cerdas, jadi tidak mungkin ia menanggalkan rasio dalam membenarkan ucapan seseorang, terlepas bahwa yang mengatakan itu adalah Nabi Muhammad.

Dalam analisa itu, ada dua hal yang membuat Abu Bakar membenarkan ucapan sang nabi: iman dan nalar. Dengan modal iman, Abu Bakar meyakini sepenuh hati bahwa yang sedang berada dihadapannya adalah seorang nabi yang memiliki sifat amanah dan shiddiq. Modal iman kepada kekuasaan Allah SWT. juga menjadi poin utama pembenaran klaim tour ke mustawa dalam waktu hanya semalam ini.

Alasan pembenaran selanjutnya adalah rasio atau nalar yang tentunya—nalar ini—‘bergelantungan’ dibawah dahan keimanan. Nabi Muhammad menyampaikan peristiwa isra; mi’raj dengan bersandar kepada Q.S. Al Isra’ ayat pertama yang artinya (kurang-lebih): “Maha suci dzat yang mengisra’kan (menjalankan) hambanya dalam watu semalam dari masjidil haram menuju masjidil aqsha.”

Mak jleb! Nalar dan iman tingkat tinggi Abu Bakar tak mampu berkutik. Seketika ia membenarkan argumen Nabi berdasarkan kalam Ilahi Al Isra’ ayat 1, yang tentu bersinggungan dengan rasio kebanyakan Bangsa Arab yang seketika menegasi, menolak klaim isra’ mi’raj.

Begini, Jika Nabi Muhammad memberi pengantar: “aku berjalan dari Makkah ke Yerussalem, dan naik ke Mustawa dalam semalam,” barang kali Abu Bakar–seperti kebanyakan Orang Arab–kesulitan mempercayainya.

Namun beliau bercerita bahwa Maha Suci Allah-lah yang menggerakkan beliau sampai ke puncak dari segala puncak. Melewati lapis demi lapis langit untuk ‘bertamu’ kepada Sang Kholiq.

Nah, klau yang menjalankan ialah Allah yang Maha Kuasa, apa yang bisa ditolak oleh Abu Bakar dengan segala kecerdasan dan keluhuran spiritualnya?. Nalar Abu Bakar Ash Shidiq ini juga lah yang kemudian membungkam segala negasi tentang isra’ mi’raj.

Ia tak memakan mentah hidangan isra’ mi’raj. Dirinya memasak terlebih dahulu sebelum berkata “shodaqta” (memang enkau benar wahai Rasulallah).

*Mudir Ponpes Shofa Az Zahro’ Gembong-Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peduli Korban Banjir Rob di Pesisir Pati, Lazisnu Tayu Salurkan Bantuan

    Peduli Korban Banjir Rob di Pesisir Pati, Lazisnu Tayu Salurkan Bantuan

    • calendar_month Kam, 12 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 186
    • 0Komentar

    PATI – Unit Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah (UPZIS) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, menyalurkan bantuan untuk warga terdampak banjir rob di Desa Tunggulsari dan Desa Dororejo, Rabu (11/6/2025). Ketua UPZIS MWCNU Tayu Moh Fatchurrohman mengatakan, pihaknya menyalurkan seratusan paket sembako dan sejumlah uang tunai ke dua desa tersebut. Bantuan didistribusikan oleh […]

  • PKPNU 2025 Tinggal Menghitung Hari, Sekretaris PCNU: Sudah Siap!

    PKPNU 2025 Tinggal Menghitung Hari, Sekretaris PCNU: Sudah Siap!

    • calendar_month Rab, 29 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.229
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Pelaksanaan kegiatan Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKP-NU) Kabupaten Pati tinggal menghitung hari. Kecamatan Gembong menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan acara tersebut. Rencananya, PKP NU tahun 2025 ini akan diselenggarakan di ponpes Raudlatul Falah dan Pondok Thoriqoh Tanwirul Qulub, Bermi, Gembong Pati mulai 31 Oktober hingga 2 Nopember 2025. Dedi Syarif, Sekretaris […]

  • BNSP Dorong Percepatan Sertifikasi, LSP Ma’arif Jateng Siapkan Asesor Baru

    BNSP Dorong Percepatan Sertifikasi, LSP Ma’arif Jateng Siapkan Asesor Baru

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.319
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Semarang – Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P2 Ma’arif Jawa Tengah menggelar Diklat Asesor Kompetensi di Hotel Siliwangi, Semarang, pada 28 Oktober hingga 1 November 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 35 calon asesor dari berbagai daerah yang siap memperkuat pelaksanaan sertifikasi di lingkungan pendidikan Ma’arif NU dan dari LPK Pengembangan Energi & Mineral Indonesia […]

  • PCNU PATI - Ilustrasi Pijat; Cara Tradisional Pulihkan Kebugaran Tubuh. Photo by Camille Brodard on Unsplash.

    Pijat; Cara Tradisional Pulihkan Kebugaran Tubuh

    • calendar_month Jum, 27 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Dua hari yang lalu saya merasakan ketidaknyamanan pada kondisi tubuh saya. Bukan karena sedang lapar, tapi diseluruh badan terasa lesu dan lemas. Mungkin sebab musababnya karena saya jatuh saat hendak menyalakan motor saat pagi sebelum berangkat bekerja. Pagi itu saya hendak menyalakan motor dengan menstandarkan dua penyangganya. Tapi sesuatu hal terjadi. Motor saya tiba-tiba rubuh […]

  • PCNU-PATI

    Mahasiswa Prodi PMI IPMAFA Distribusikan Air Bersih di Desa Trikoyo

    • calendar_month Sel, 24 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Segenap mahasiswa Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam dari Kampus Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati melaksanakan kegiatan sosial berupa distribusi air bersih di Desa Trikoyo, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati. Ahad, (22/9/24). Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat, sekaligus upaya untuk membantu warga desa yang sedang mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau panjang. […]

  • Hadirkan pakar psikologi pendidikan dan keluarga GPAIN Kecamatan Temanggung gelar Capality Building

    Hadirkan pakar psikologi pendidikan dan keluarga GPAIN Kecamatan Temanggung gelar Capality Building

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.729
    • 0Komentar

      Temanggung, 2 Desember 2025. KKG PAI kecamatan Temanggung baru saja menggelar Capality Building dengan tema ” Mendidik dengan hati menyentuh jiwa Transformasi Guru PAI sebagai orang tua kedua disekolah”. Acara ini diikuti oleh 58 guru PAI dan dihadiri oleh Mahalia Putik S. Psi., M. Psi pakar Psikologi Pendidikan dan Keluarga, sebagai pembicara. Dalam sambutan […]

expand_less