Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » MWCNU Jakenan Bersama Forkopimcam Sambut Hari Santri 2021 Dengan Manakiban

MWCNU Jakenan Bersama Forkopimcam Sambut Hari Santri 2021 Dengan Manakiban

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 22 Okt 2021
  • visibility 205
  • comment 0 komentar

 

Ketua MWC NU Kayen, Aris Sutopo (kiri) didampingi Camat dan Kapolsek setempat

JAKENAN – MWCNU Jakenan bersama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) gelar manakiban dan doa bersama dalam rangka menyambut peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2021, Kamis malam (21/10).

Acara yang dilangsungkan di  di Pendopo Kantor Kecamatan Jakenan, mulai pukul 19.30 WIB dihadiri oleh jajaran pengurus NU Kecamatan Jakenan dan unsur lengkap dari Forkopimcam yang meliputi Camat Jakenan, Aglis Mulyana, SH, Kapolsek Jakenan, Iptu. Suwarno, SH., dan Komandan Koramil Jakenan, Kapten Czi. Sutono. Turut hadir juga Ketua KUA Kecamatan Jakenan. 

Dari jajaran pengurus NU Jakenan tampak hadir Rois Syuriah, KH. Ahmad Suja’i, Ketua Tanfidziyah, Aris Sutopo, S.Pd., MM, Pimpinan Banom NU yang ada di Jakenan, serta jajaran pengurus lainnya.

Pelaksanaan peringatan Hari Santri Tahun 2021 di Kecamatan Jakenan, terpaksa dilaksanakan dalam suasana keprihatinan. Hal ini terkait dengan masih berlangsungnya pandemi akinat Covid-19. Demikian disampaikan oleh Aris Sutopo, S.Pd., MM, Ketua Tanfidziyah MWCNU Jakenan dalam sambutannya.

Untuk itu, jajaran pengurus MWCNU berkordinasi dengan Forkopimcam terkait acara yang dapat digelar.

“Alhamdulillah Pak Camat memberikan izin, bahkan memfasilitasi dengan menyediakan Pendopo Kecamatan sebagai tempat acara,” ungkap Aris Sutopo. “Meski harus dilaksanakan secara sederhana”, tambahnya.

Senada, Camat Jakenan juga mengungkapkan keprihatinannya akan penyelenggaraan peringatan Hari Santri yang mesti dilakukan secara sederhana, bahkan untuk yang kedua kalinya. Kesemua ini memang dikarenakan kondisi pandemi Covid-19 yang masih menjadi ancaman.

Harapannya, dengan penyelenggaraan yang sederhana dan doa yang tulus dari para ulama dan santri, kecamatan Jakenan dan Indonesia pada umumnya akan cepat kembali normal.

Adapun pembacaan Manakib Syeh Abdul Qodir Jaelani dipimpin oleh K. Mubasyir, Mustasyar MWCNU yang juga mantan Rois MWCNU Kec. Jakenan.

Ketua Panitia Hari Santri Kecamatan Jakenan Tahun 2021, Sholihin, S,Pd.I mengungkapkan kepada NU Pati selepas acara, MWCNU Kecamatan Jakenan sengaja berkoordinasi dengan pihak Forkopimcam terkait perayaan Hari Santri. “Dengan situasi pendemi seperti ini, sebagai santri kita harus tetap mengikuti aturan dan kebijakan pemerintah, termasuk dalam melakukan perayaan hari kita, Hari Santri”, ungkap Sholihin yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MWCNU Jakenan ini. (Mun/LTN)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengenang KH Muhammadun Abdul Hadi Kajen

    Mengenang KH Muhammadun Abdul Hadi Kajen

    • calendar_month Rab, 28 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 486
    • 0Komentar

    KH Muhammadun Abdul Hadi adalah salah satu kiai di Kajen Pati. Putra dari Mbah Abdul Hadi ini terkenal dengan kecintaannya pada ilmu, tawadu‘, sekaligus aktivis bahtsul masail dan Nahdlatul Ulama. Kiai yang pernah menjabat sebagai hakim Pengadilan Agama ini bahkan diakui Mbah Abdul Hamid Pasuruan sebagai waliyullah yang zahid dan wara‘. Berikut ini ulasan mengenang KH […]

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    Semua akan NU pada Waktunya

    • calendar_month Kam, 15 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Oleh : Maulana Karim Sholikhin* Dulu, dulu sekali, diceritakan bahwa Imam Syafi’i sudah mengajar di Masjidil Haram sebelum usianya genap 12 tahun. Santrinya bukan anak-anak yang masih belajar a-ba-ta, melainkan para syaikh, pemuka agama. Bukan main! Al kisah, di suatu hari di Bulan Ramadhan, Imam Syafi’i mengajar sejak pagi sampai siang bolong. Saat mencapai tengah […]

  • Pencari Muka, Racun dalam Organisasi

    Pencari Muka, Racun dalam Organisasi

    • calendar_month Sel, 7 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 415
    • 0Komentar

    Oleh: Angga Saputra Pcnupati.or.id – Beberapa waktu lalu, saya bersama teman-teman semasa kuliah di Semarang mengadakan reuni kecil-kecilan. Kami berbincang banyak hal, utamanya ruang lingkup organisasi di daerah masing-masing. Kebetulan, kami sama-sama aktif dalam berorganisasi. Ada yang terjun di organisasi kemasyarakatan, kepemudaan, hingga organisasi sosial. Perbincangan ngalor-ngidul soal organisasi akhirnya mengerucut di satu pembahasan yang […]

  • M. Ngisom (baju hitam) saat menyampaikan materi seputar LTN di Gedung PCNU Kota Semarang

    Pimred NU Online Jateng Apresiasi LTN yang Aktif, Pati Masuk Daftar

    • calendar_month Kam, 14 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 204
    • 0Komentar

    SEMARANG – Pengurus Wilayah NU Jawa Tengah, menggelar FGD penangkalan Hoax, Kamis (14/7) siang ini. Forum diskusi ini diperuntukkab bagi pengurus Lajnah Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN-NU) se-Jawa Tengah. Para peserta yang hadir dalam forum yang digelar di Gedung PCNU Kota Semarang tersebut mendapat pengarahan dari para pemantik. Salah satunya adalah M. Ngisom, Pimpinan […]

  • PCNU-PATI

    Kado Kemerdekaan Untuk Marbot

    • calendar_month Sen, 4 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-Dalam sepekan PC Lazisnu Pati telah melaksanakan kegiatan pendistribusian kado kemerdekaan kepada masyarakat yang membutuhkan. Pada aksinya kali ini, PC Lazisnu Pati menyasar para marbot masjid dan mushola di wilayah kecamatan Pati.  Diketahui pendistribusian bantuan tersebut dimaksudkan dalam rangka turut memeriahkan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78 tahun. Sehingga jumlah penerimanya pun sejumlah […]

  • white and red love print box

    Tanggal Merah, Tanggal Kehidupan Hakiki

    • calendar_month Kam, 30 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 331
    • 0Komentar

      Oleh : Maulana Karim Sholikhin* Agama Konghuchu diakui secara formal oleh Negara Indonesia melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2000. Pada saat itu, Gus Dur lah yang membidani lahirnya Perpres tersebut sebagai wujud pluralitas Bangsa Indonesia. Tentunya dawuh Presiden ini membawa efek domino di beragam aspek. Seperti dalam ranah sosial, pengakuan Agama baru ini […]

expand_less