Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Momen HSN, Santri RF Tuntaskan 100 Khataman al Qur’an

Momen HSN, Santri RF Tuntaskan 100 Khataman al Qur’an

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 23 Okt 2019
  • visibility 283
  • comment 0 komentar

GEMBONG-Yayasan Pendidikan Islam Raudlatul Falah (RF) Desa Bermi Kecamatan Gembong menggelar khataman al qur’an untuk merayakan Hari Santri Nasional (HSN) 2019. bukan khataman biasa, namun sebanya seratus kali khataman al qur’an bin nadlor digelar oleh yayasan asuhan KH. Ahmad Djaelani Al Hafidz ini.

Pidato Dewan Pengurus Yayasan Raudlatul Falah Bermi oleh Astadi Aslam dalam rangka 100 khataman al qur’an memberingati HSN 2019

Sebanyak kurang lebih lima ribu santri bergumul di Masjid Baitul Izzah Bermi untuk mengikuti agenda besar ini. Jumlah tersebut masih ditambah beberapa pengurus Yayasan dan para guru. Santri-santri tersebut merupakan penghuni enam komplek pesantren Yayasan Raudlatul Falah, diantaranya, koplek PPSTQ, PPTKTQ, PPATQ, dan PPRTQ satu hingga tiga.

Dewan Ketua Yayasan, Astadi Aslam mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah bentuk penghargaan kepada para mujahidin dan ulama yang telah berperan melawan penjajah. Terutama, lanjut Astadi, penghargaan tertinggi terhadap Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari yang telah mempelopori resolusi jihad sehingga menyulut semangat bangsa untuk berperang melawan sekutu.

“Dalam konteks yayasan, kita harus berjuang dalam bingkai kebangsaan dan nasionalisme” pesan Astadi kepada para pengurus yayasan dan guru.

Sementara, Ali Nur Said dalam orasi santrinya, berpesan kepada semua hadirin untuk tetap menjaga budaya santri. Ia beranggapan, dengan mempertahankan budaya tawadlu’ dan santun namun berpemikiran kritis ala santri, seseorang tidak akan mudah terjebak oleh isyu-isyu hoax.

Ia juga mengungkapkan bahwa santri bukan lagi bisa dianggap remeh. Terbukti, dalam HSN kali ini, ada dua peristiwa besar yang menunjukkan eksistensi santri di berbagai aspek kehidupan berbangsa.

“Kita para santri menerima kado besar pada HSN tahun ini. Pertama, disahkannya UU Pesantren dan kedua, diangkatnya kalangan santri sebagai wakil presiden.” tuturnya semangat.

Ali juga membeberkan bahwa kedua hal tersebut tentunya lahir dari hasil perjuangan santri. Dengan kata lain, lanjutnya, santri memiliki potensi di segala bidang. Akhirnya, acara tersebut ditutup dengan do’a, salam-salaman dan ramah-tamah.(karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pati Berduka, Ketua Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (KH Ali Fatah Ya’qub telah di panggil yang Esa)

    Pati Berduka, Ketua Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (KH Ali Fatah Ya’qub telah di panggil yang Esa)

    • calendar_month Sab, 19 Sep 2015
    • account_circle admin
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Kabar NU, Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Jumat 18 September 2015, pukul 09.30. Wib Ketua Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama  KH Ali Fatah Ya’qub (Waturoyo) telah pulang kerahmatullah di RSI Pati. Dan di makamkan hari itu juga pada pukul 14.00. Wib.  Yi Fatah para santri biasa memanggilnya. Beliau adalah sosok yang sederhana, sosok yang penuh […]

  • HUT Pati, PCNU : Kedepankan Pembangunan SDM

    HUT Pati, PCNU : Kedepankan Pembangunan SDM

    • calendar_month Kam, 5 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 296
    • 0Komentar

    K. Yusuf Hasyim, ketua PCNU Pati PATI-Tujuh Agustus nanti Kabupaten Pati tepat berusia 698 tahun. Ini merupakan umur yang tergolong matang untuk sebuah kota.  Harapan demi harapan terpanjat dari masyarakat Kabupaten Pati. Tentunya mereka menginginkan Pati yang lebih baik ke depannya.  Nahdlatul Ulama sebagai salah satu organisasi sosial keagamaan di Pati turut menyampaikan pandangannya untuk […]

  • Puisi-Puisi Juita Intifada

    Puisi-Puisi Juita Intifada

    • calendar_month Sab, 7 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 262
    • 0Komentar

      Sabtu Malam Sabtu Malam Minggu kabarmu yang lama ku tunggu tiba bertamu “bagaimana kau tahu?” sedang indomini membisu tersisa aku memeluk rindu   Sore di Tepian Rindu sore di hari minggu satu satu bergegas melaju menyusur tepian rindu dua dua menunggu aku merayu   “kemari, sama-sama mencebur” mereka tersenyum sedang rasaku makin larut dimana […]

  • MENUNGGU GEBRAKAN NU DALAM MENGHADAPI MEA

    MENUNGGU GEBRAKAN NU DALAM MENGHADAPI MEA

    • calendar_month Sen, 1 Jun 2015
    • account_circle admin
    • visibility 445
    • 0Komentar

    Oleh: Faiz Aminuddin*                                                                                 Warga di kawasan Asia Tenggara sebentar lagi akan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean yang akan dimulai pada tanggal […]

  • KH. Asmu’i Sadzali, Musytasyar dan Mantan Rois PCNU Pati, Wafat

    KH. Asmu’i Sadzali, Musytasyar dan Mantan Rois PCNU Pati, Wafat

    • calendar_month Rab, 25 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 423
    • 0Komentar

    JUWANA – Warga NU Kabupaten Pati kembali berduka. KH. Asmu’i Sadzali, ulama sepuh asal Juwana meninggal dunia, Selasa (24/9/2019) malam tadi. Mbah Mu’i (sapaan KH. Asmu’i Sadzali) merupakan kyai sekaligus tokoh NU. Dalam dua periode terakhir beliau menjadi Musytasyar PCNU Pati. Dan sebelumnya, pada periode 2008-2013 beliau menjabat sebai Rois Syuriah PCNU Kab. Pati. Sebelumnya, salah […]

  • PCNU-PATI

    Puasa dari Misuh-misuh

    • calendar_month Sen, 18 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Tahun 2019, saya menulis artikel ilmiah berjudul “Penggunaan Umpatan Thelo, Jidor, Sikem, Sikak sebagai Wujud Marah dan Ekspresi Budaya Warga Temanggung” yang terbit di Ranah Jurnal Kajian Bahasa 8 (2) 2019. Dalam artikel itu, ada temuan yang saya ungkap bahwa orang misuh (mengumpat) itu boleh, karena bentuk ekspresi budaya. Namun jika sudah […]

expand_less