Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Menarik, Salafiyah Tumbuhkan Giat Literasi Via Workshop

Menarik, Salafiyah Tumbuhkan Giat Literasi Via Workshop

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 8 Nov 2019
  • visibility 182
  • comment 0 komentar

MARGOYOSO-Lemahnya minat menulis dikalangan pelajar saat ini terbilang sangat memprihatinkan. Indikasi paling sederhana adalah mulai sepinya majalah dinding sekolah dari karya-karya peserta didik. Jika alasan yang digunakan adalah beralihnya tempat berkarya dari konvensional menuju digital, ternyata di dunia elektronik pun kiprah kalangan peserta didik masih sangat minim.

Arif Khilwa, salah satu pemateri saat memberika joke kepada salah seorang peserta.

Oleh karena itu, MA Salafiyah Kajen melalui kegiatan ektrakurikuler jurnalistik Et Diversity mengadakan pelatihan jurnalistik dan kepenulisan. Kegiatan yang diikuti oleh puluhan peserta didik MA Salafiyah ini dilaksanakan pada hari jum’at (8/10). 

Dalam pelatihan yang dihelat di aula MA Salafiyah, Kajen ini, di sampaikan tiga materi antara lain tentang motivasi menulis, penulisan kreatif dan penulisan berita. Dua pemantik ditunjuk pihak Madrasah untuk memaparka materi-materi tersebut, diantaranya Arif Khilwa dan Beni Dewa Brata sebagai pemateri.

Arif Khilwa dalam pemaparannya mengatakan bahwa kemauan menulis mulai minim. Hal ini tentu sangat berbahaya jika dibiarkan. Sebab, bagaimanapun literasi merupakan salah satu metode penyebaran ilmu yang paling memiliki dampak besar. 

“Sekarang ini semua orang bisa menulis, tetapi hanya beberapa orang yang mau menulis. Menulis butuh kemauan dan latihan yang terus menerus.” Tuturnya.

Khilwa menambahkan, kebanyakan orang terlalu sibuk mencari ide, hingga mereka merasa kekurangan ide untuk dituangkan dalam bentuk tulisan. Menurutnya, ini adalah alasan klasik.

“Kadang kebanyakan orang beralasan tidak ada ide atau ada ide tapi susah dituangkan dalam kata-kata. Pada dasarkan ide itu tidak dicari tapi ditemukan, untuk menemukannya bisa dari sebuah peristiwa, fenomena atau momentum. Latihan menulis secara rutin akan terbiasa menuangkan gagasan atau ide dalam sebuah tulisan.” imbuhnya.

Sementara itu, Beni Dewa juga memaparkan bahwa menulis memang kegiatan pembiasaan. Menurutnya, seorang penulis sejati harus terus menulis meskipun lelah dan kehabisan ide. Dengan latihan yang demikian, maka diraihlah pembiasaan menulis.

“Kalau sudah terbiasa, satu hal kecil saja bisa menjadi tulisan. Tapi semua itu butuh latihan ekstra dan rutin. Penulis sejati tidak pernah lelah menulis.” Begitu tuturnya memotivasi.

KH. Abdul Kafi selaku kepala MA Salafiyah Kajen dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menumbuhkan kemampuan menulis di kalangan pelajar. Acara seperti ini menjadi salah satu cara untuk mencapai hal itu.

“Pelatihan kepenulisan khususnya jurnalistik sangat baik dilaksanakan dengan kegiatan ini bisa diambil manfaat dan mendapatkan sesuatu yang baru dari para pemateri. Diharapkan juga bisa memotivasi para siswa untuk mulai latihan menulis hingga tumbuh menjadi budaya menulis dalam diri setiap siswa.” Tutupnya.(AS/MASLF/karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by papazachariasa

    Superbrand

    • calendar_month Rab, 24 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Saat saya sedang menikmati secangkir kopi dan sambil njagong kesana kemari dengan tema yang tak terarah layaknya talkshow yang ada di televisi nasional atau pun chanel chanel YouTube yang di arahkan untuk branding atau menonjolkan sosok seseorang untuk meraih sebuah simpatisan dari orang lain dan sebagian orang yang mempunyai pengaruh […]

  • Photo by Andrew varnum

    Pluralisme sebagai Pilar Kerukunan

    • calendar_month Sab, 11 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Dalam tataran empiris, kerukunan antar-umat beragama di Indonesia sudah mulai kelihatan progres perkembangnya dalam kehidupan sosial-kemasyarakatan. Hal ini tidak lepas dari peran dari elemen masyarakat, lebih-lebih saat Gus Dur menjabat sebagai presiden. Dimana, beliau selalu memberikan contoh sikap yang menjunjung tinggi keadilan dan menghargai kemajemukan tanpa membedakan, agama,ras, etnik, adat-istiadat, dan […]

  • PCNU-PATI

    Sepanjang Tahun 2022 LAZISNU se-Pati Kelola Dana ZIS Mencapai Rp15,6 Miliar

    • calendar_month Sel, 14 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. PATI – Selama tahun 2022, Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah, Nahdlatul Ulama (LAZISNU) se-Kabupaten Pati, telah mengelola dana sebesar Rp15,6 miliar.  Adapun dana itu terdiri atas Rp. 2,087,913,520 dana Zakat, Rp. 742,254,261 penerimaan dana Infak non Koin, Rp. 5,180,900,204 dana Koin NU, dan Rp. 7,603,488,020 yang bersumber dari dana lainnya.  Jika dibandingkan tahun […]

  • PCNU-PATI

    Kitab Alamat KH. Hasyim Asyari

    • calendar_month Sel, 23 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 222
    • 0Komentar
  • Kontingen Kabupaten Pati Diberangkatkan Pj Bupati untuk Mengikuti Porsema Tingkat Jawa Tengah 

    Kontingen Kabupaten Pati Diberangkatkan Pj Bupati untuk Mengikuti Porsema Tingkat Jawa Tengah 

    • calendar_month Kam, 9 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Penjabat Bupati Pati Henggar Budi Anggoro, melepas keberangkatan Kontingen Kabupaten Pati yang akan mengikuti Kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) ke-12 tingkat Jawa Tengah Tahun 2023. Kontingen diberangkatkan dari Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (9/2/2023). Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati KH Yusuf Hasyim, Ketua dan Pengurus […]

  • Photo by Mufid Majnun

    Pedoman Politik ala Nahdlatul Ulama

    • calendar_month Sab, 16 Des 2023
    • account_circle admin
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, M.A Dalam menyambut pesta demokratis yang rutin bergulir setiap lima tahun sekali. Sebagai warga Negara Republik Indonesia tentunya memiliki hak pilih untuk menentukan pilihannya masing-masing. Hal ini sangat wajar karena setiap orang memiliki karakteristik dan pendapat tersendiri. Sehingga sebagai warga negara yang baik, harus bijak dan bisa menyikapi sebuah pemandangan perbedaan demi […]

expand_less