Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » LF-NU : Menentukan Arah Kiblat Bisa Dilakukan Sore Ini

LF-NU : Menentukan Arah Kiblat Bisa Dilakukan Sore Ini

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 16 Jul 2019
  • visibility 242
  • comment 0 komentar
PATI. Kiblat merupakan satu hal penting bagi kaum muslimin di seluruh dunia. Bahkan menghadap Kiblat adalah salah satu syarat sah sholat. Letak kiblat berada tepat pada posisi ka’bah di Makkah, Arab Saudi.

Penentuan arah kiblat bisa dilakukan dengan berbagai metode. Di era modern ini, umat islam bisa menggunakan fasilitas kompas, baik kompas konfensional maupun kompas elektronik yang ada pada gadget. Dengan kompas virtual di handphone canggih, cara menentukannya pun mudah. Cukup dengan mengaktifkan kompas di HP kemudian memutar HP sampai kompas menunjukkan angka 294° sampai dengan 295°. Maka arah kiblat sejajar dengan posisi HP. Sebagai catatan, perhitungan ini hanya berlaku di Pulau Jawa.

Namun kebanyakan orang masih belum puas dengan metode ini. Maka langkah paling tepat adalah kalibrasi kiblat. Caranyapun ada dua, yaitu kalibrasi langsung dan kalibrasi antipodal.

Kalibrasi langsung adalah mengukur arah kiblat dengan bayang-bayang benda yang tegak lurus dengan posisi bumi pada saat matahari tepat berada di atas ka’bah. Sedangkan kalibrasi antipodal caranya sama, hanya saja dengan metode terbalik, sebab antipodal adalah posisi dimana matahari berada pada belahan bumi lain yang merupakan kebalikan ka’bah.

Istiwa’ al A’dhom Sore Ini

Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama’ (LF-NU) Kabupaten Pati menegaskan akan ada istiwa’ al a’dhom sore ini, Selasa (16/7) pada pukul 16.27 WIB. Erik Mahendra, salah satu pengurus LF-NU mengkonfirmasi bahwa pada jam tersebut matahari tepat berada di atas ka’bah, sehingga masyarakat Indonesia di zona WIB bisa mengukur kembali akurasi arah kiblatnya dengan cara kalibrasi langsung.

Lebih lanjut, Erik membagikan tips tentang cara kalibrasi arah kiblat. Peratama, siapkan benda yang ditempatkan tegak lurus dengan posisi bumi.

“Bisa tongkat atau bandul. Jika tidak ada, kita bisa menggunakan bangunan yang posisinya tegak lurus dengan bumi” bisik Erik.

Posisikan benda tersebut lima menit sebelum jam istiwa’ al a’dhom, yaitu pukul 16.22 WIB. Kemudian tunggu sampai pukul 16.27 WIB. Apabila masih ragu, dengan jam yang kita miliki, LF-NU mengimbau untuk melakukan akurasi ulang jam di web resmi BMKG di laman www.time.bmkg.go.id.

“Pada jam tersebut (16.27 WIB) matahari benar-benar diatas ka’bah” imbuh Erik.

Arah bayangan yang dihasilkan dari benda tegak lurus pada pukul 16.27 itulah yang merupakan arah kiblat. Langkah ini dinilai cukup mudah untuk dilakukan oleh siapapun, karena tidak perlu nggunakan alat-alat yang sulit. Bukan hanya itu, akurasinya pun mendekati sempurna.(Karim/LTN)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Matsna Ajak Kader IPNU Sambut Bulan Ramadan dengan Kegiatan Positif

    Matsna Ajak Kader IPNU Sambut Bulan Ramadan dengan Kegiatan Positif

    • calendar_month Sel, 5 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 144
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Pati, Matsna Zakiyyatus Salwa mengajak seluruh kader mengadakan kegiatan positif dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan. “Sebagai pelajar mari kita lebih kokohkan semangat dalam belajar berjuang dan bertaqwa yang merupakan perinsip perjuangan dan jati diri seorang pelajar,” ungkapnya. Ia mencontohkan, kegiatan yang dapat […]

  • white and red love print box

    Tanggal Merah, Tanggal Kehidupan Hakiki

    • calendar_month Kam, 30 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 251
    • 0Komentar

      Oleh : Maulana Karim Sholikhin* Agama Konghuchu diakui secara formal oleh Negara Indonesia melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2000. Pada saat itu, Gus Dur lah yang membidani lahirnya Perpres tersebut sebagai wujud pluralitas Bangsa Indonesia. Tentunya dawuh Presiden ini membawa efek domino di beragam aspek. Seperti dalam ranah sosial, pengakuan Agama baru ini […]

  • PCNU-PATI

    Yuk Bantu Korban Gempa Cianjur, Melalui LAZISNU Pati

    • calendar_month Sel, 22 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Pati-PC Lazisnu Pati terhitung mulai kemarin, Senin (21/11) melakukan penggalangan donasi untuk korban gempa Cianjur Jawa Barat.  Berdasarkan data BMKG gempa dengan magnitudo 5,6 tersebut mengguncang Cianjur pada pukul 13.21 WIB pada senin (21/11/2022) dan terasa kuat hingga jakarta.  BMKG juga mencatat guncangan gempa Cianjur tersebut berpusat di darat dengan kedalaman 10 km pada koordinat […]

  • Lima Mahasiswa Untidar Magang Jurnalistik di Media Online Temanggung

    Lima Mahasiswa Untidar Magang Jurnalistik di Media Online Temanggung

    • calendar_month Jum, 8 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Temanggung – Bertempat di Kantor Redaksi Kabartemanggung.com Komplek LBH Temanggung, Jl. Tentara Genie Pelajar No.RT 006, RT.006/RW.004, Cekelan, Madureso, Kec. Temanggung, Kabupaten Temanggung, lima mahasiswa Jurusan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tidar (Untidar) Magelang memulai Magang Jurnalistik di Kabartemanggung.com. Mereka resmi diterima pada Jumat (8/11/2024). Kelima mahasiswa tersebut adalah Laras […]

  • PCNU- PATI Photo by Yoyo Hins

    Lahir untuk Sepakbola

    • calendar_month Sen, 31 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Oleh : M Iqbal Dawami “Saya dilahirkan untuk sepakbola, seperti Beethoven yang dilahirkan untuk musik atau Michelangelo yang dilahirkan untuk seni rupa,”kata Pele melalui situs resmi FIFA. “Kalau begitu, saya adalah paduan Ron Wood, Keith Richards, dan Bono (ketiganya adalah musisi dunia). Sayalah wujud dari gairah sepak bola,” kata Maradona tak mau kalah. Dua orang […]

  • Menghadiri Walimah

    Menghadiri Walimah

    • calendar_month Sel, 21 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Sering kita ketahui orang yang mengadakan acara pernikahan atau khitanan, shôhibul hâjat mengundang tetangga dan para tamu lainnya.Adapun yang diundang tersebut ada yang membawa beras, kado, atau amplop yang berisikan uang dll. Jika menghadiri undangan tersebut karena sudah menjadi adat. Pertanyaan : Bagaimana hukumnya menghadiri undangan tersebut, apabila yang diundang tidak punya apa-apa ? Jawaban […]

expand_less