Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Keistiqamahan Mbah Dullah Salam Kajen

Keistiqamahan Mbah Dullah Salam Kajen

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 15 Jul 2021
  • visibility 353
  • comment 0 komentar

                                                  KH. Abdullah Zain Salam

 KH Abdullah Zain Salam dikenal dengan panggilan Mbah Dullah Salam memiliki teladan-teladan yang mulia. Mulai dari kecintaan mendalam pada ilmu pengetahuan, memiliki kebiasaan mengembara demi mencari ilmu pengetahuan, dan keteladanan lain.

Penulis buku ‘Keteladanan KH Abdullah Zain Salam’ Jamal Makmur Asmani membeberkan keteladanan tersebut di hadapan 250 peserta bedah buku di Masjid Al-Waq, kompleks Pesantren Yanbuul Quran Boarding School 1 Pati. Menurutnya, Mbah Dullah Salam meskipun sudah wafat, namun teladan-teladannya masih patut ditiru para santri dan anak muda zaman sekarang.

“Teladan-teladan itu antara lain pertama, mencintai ilmu pegetahuan atau hubbul ilmi. Mbah Dullah Salam adalah sosok kiai yang sangat mencintai ilmu. Terbukti, beliau mondok dan menimba ilmu dari satu kiai ke kiai lain, dari satu pesantren ke pesantren lain,” terangnya.

Beliau adalah pribadi yang mencintai ilmu sepanjang hayat. Sudah menjadi kiai pun, Mbah Dullah masih tetap mengaji, antara lain berguru kepada Mbah Abdul Hamid Pasuruan dan Mbah Kiai Arwani Amin, besannya sendiri. Kedua, Mbah Dullah yang lahir di Desa Kajen Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati Hubbu Rihlatit Taallum.

Mbah Dullah Salam sosok kiai yang gemar melakukan rihlah atau perjalanan ilmu. Oleh karena dorongan cintanya akan ilmu, beliau sering mondok dan berkunjung kepada para ahli ilmu. Di antara guru-guru beliau adalah Hadhratusysyekh KH Hasyim Asy’ari Jombang, KH Sa’id Sampang Madura, KH Abdul Hamid Pasuruan, KH Muhammad Arwani Amin Kudus,” ucapnya.

Ketiga urai peraih gelar Doktor UIN Walisongo Semarang itu Mbah Dullah termasuk hubbur riyadlah. Mbah Dullah urainya adalah kiai yang suka riyadlah atau tirakat. Saking sukanya dengan tirakat hatinya sama sekali tidak terikat dengan dunia.

“Tirakat santri, menurut Mbah Dullah, adalah mengaji, mengaji, dan mengaji. Jika ada santri melakukan puasa sunnah, sampai mengalahkan ngajinya, maka Mbah Dullah Salam tidak menyukai hal ini, sebab perkara sunnah (puasa sunnah) tidak boleh mengalahkan perkara wajib (mengaji/thalabul ‘ilmi),” kata penulis buku ini.

Keteladanan berikutnya yakni Hubbul Jihad. Mbah Dullah Salam adalah kiai yang gemar berjihad. Jihad di sini, bukan dimaknai sebagai jihad berlaga di medan perang. Melainkan, jihad diartikan sebagai berjuang dengan sekuat tenaga, untuk mengajarkan, menyebarkan dan mengembangkan agama Islam, melalui jalan pendidikan Al-Qur’an, ilmu-ilmu agama dan tarekat.

“Selain mengajar Al-Qur’an dan ilmu-ilmu agama Islam, Mbah Dullah juga menjadi Mursyid Tarekat Naqsyabandiyyah Khalidiyyah,” ungkapnya.

 

Menurut penulis buku Keteladanan KH Abdullah Zain Salam; Kiat Sukses Membangun Pendidikan Keluarga itu Mbah Dullah yang masih punya hubungan kerabat dengan Mbah Mutammakin juga termasuk hubbul ukhuwwah. Beliau sangat suka silaturahim. Kegemaran beliau untuk melakukan silaturahim itu menunjukkan beliau adalah kiai yang cinta kepada persaudaraan.

Menurut Kiai Zaki, Mbah Dullah sangat gemar meminta doa kepada para ulama untuk anak-anaknya. Beliau juga suka meminta doa anak-anak kecil, yang menurut beliau belum memiliki dosa, sehingga doa akan mudah dikabulkan. Teladan keenam Hubbul Jamaah. “Beliau kiai yang istiqamah dalam shalat berjamaah. Bahkan dalam keadaan sakit pun, dengan tertatih-tatih, Mbah Dullah Salam selalu hadir dalam shalat berjamaah lima waktu di mushahla pesantren beliau,” puji dia.

Kepada santri dan asatid Yanbuul Quran 1 Pati, Jamal Makmur membeberkan bahwa Mbah Dullah  adalah sosok yang sangan konsisten atau hubbul istiqamah. Mbah Kiai Abdullah Salam adalah sosok kiai yang sangat disiplin soal waktu. Dalam hal apa pun, baik ibadah, zikir, mengajar, dan hal-hal lain, Mbah Dullah selalu disiplin dan tepat waktu. Hal ini menunjukkan bahwa Mbah Dullah merupakan pribadi yang hubbul Istiqamah, cinta kepada Istiqamah.

“Selain cinta Istiqamah, beliau juga gemar mentarget dan memanage seluruh waktunya, supaya produktif dan bermanfaat bagi orang lain,” tegasnya.

Adapun keteladanan terakhir, ke depalan, hubbus sadaqah. “Mbah Dullah Salam adalah Kiai yang sangat gemar bersedekah. Jika ada orang yang suka pada barang-barang yang beliau miliki, maka seketika beliau akan memberikan, seperti sebuah angin yang mudah berembus ke sana ke mari meniupkan kesejukan. Beliau selalu mengajarkan, jika kita ingin anak-anak kita menjadi orang, gemarlah bersedekah dan niatkanlah untuk anak-anak kita,” pungkasnya.

Dikutip dari laduni.id Mbah Dullah Salam dilahirkan di Kajen Margoyoso Pati adalah keturunan ketujuh dari pihak ayah sampai kepada Syech Mutamakkin. Silsilahnya adalah KH Abdullah Zen Salam bin KH Abdussalam bin KH Abdullah bin Nyai Muntirah binti KH Bunyamin bin Nyai Toyyibah binti KH Muhammad Hendro bin KH Ahmad Mutammakin. Yang jika ditarik garis keturunan menunjukkan beliau Mbah Dullah Salam masih mempunyai garis darah sampai pada Nabiyullah Muhammad SAW yang tepatnya ketururan ke 35.

Sejak seminggu sebelum wafatnya Mbah Dullah Salam tepatnya pada hari Ahad 4 November 2001 kesehatannya mendapatkan masalah yang cukup serius, pada hari Senin tanggal 5 November dengan tertatih beliau memaksakan diri pagi-pagi sekali untuk berziarah ke sarean kakek buyutnya sekaligus guru rohaninya yaitu KH Ahmad Mutamakkin.

Sepertinya beliau sudah sangat menyadari bahwa waktunya sudah akan tiba. Dokter Muhtadi yang sudah puluhan tahun menangani kesehatan beliau sebagai Dokter pribadi memaksa beliau untuk dirawat di RSI (Sunan Kudus) setelah melihat detak jantung beliau yang tampak cepat dan tidak setabil, meski awalnya beliau menolak saat yang meminta adalah putra dan kerabat beliau namun akhirnya beliau mau menuruti ketika yang menyarankan adalah seorang dokter. Saat hendak dibawa ke RS Kudus beliau sempat berpamitan dengan istrinya, Nyai Aisyah.

Pada 1 November 2001 beliau memaksa untuk pulang dari rumah sakit, waktu itu dokter menghendaki agar beliau mau dirawat sampai kondisi kesehatannya relatif membaik namun kepada cucunya Muhammah Ainun na’im beliau malah menegaskan “buat apa lama-lama di sini, saya mau pulang sekarang, saya ini mau meninggal,” ungkapnya.

Memang, sudah lebih setahun terakhir beliau acap kali berkata bahwa beliau sudah tidak punya apa-apa lagi kecuali ini, katanya sambil menunjuk jam tangan yang digunakan beliau. Waktu itu tidak ada yang berfikiran bahwa yang beliau maksud adalah yang beliau miliki tinggal waktu menunggu jemputan ajal.

Pagi itu keinginan beliau untuk pulang tidak bisa dicegah lagi dan beliau akhirnya memang benar-benar pulang kerumahnya di Kajen. Bahkan tampaknya bukan ingin pulang kerumah tapi sekaligus pulang ke kamarnya sendiri. Ini tampak ketika keluarganya menyiapkan kamar khusus di rumahnya yang dimaksud untuk mempermudah perawatan, beliau menolak dan terus memaksa untuk ditempatkan dikamarnya sendiri. Kehendak beliaupun dituruti, beliau ditempatkan di kamarnya sendiri yang sangat sederhana, tempat yang menjadi saksi pengabdian beliau dan juga sebagai saksi bisu kepergian beliau.

Setelah semalaman kondisi kesehatannya tampak tidak stabil, sehabis subuh beliau tampak tertidur nyenyak. Kondisi ini berlangsung sampai ajal menjemputnya pada pukul 14.33 WIB. Terlihat kondisi beliau sedemikian tenang dan damai ketika berangkat menuju kekasih agungnya. Hari itu Ahad 11 November 2001 M yang bertepatan dengan 25 Sya’ban 1422 H, KH. Abdullah Zen Salam kembali kemahariban Allah SWT.

Mbah Dullah Salam adalah sosok figur yang karakternya patut untuk diteladani, amalan ibadah beliau mencakup seluruh amaliyah keseharian yang selalu beliau jaga dan istiqamahkan, tidak ada kata ‘nganggur’ dalam kamus hidup beliau.

Beberapa bidang pengajaran yang beliau aktif terjun di dalamnya adalah sebagai Pengasuh di Pesantren Tahafudz untuk para siswa PIM dan guru tariqat, salah satu staf pengajar di PIM, koordinator Masjid Kajen, pengampu pengajian kitab kuning mingguan pada hari Rabu dan Kamis di ndalem beliau dan lapangan Margoyoso juga banyak aktivitas lain yang beliau turut gawe di dalamnya.

Di samping karakter Mbah Dullah yang tak membiarkan amalannya mejadi kesia-siaan dalam ibadah, beliau adalah sosok fleksibel di mata masyarakat. Mbah Dullah yang dipandang sebagai sosok Sufi, ahli fikih dan tasawuf ini juga paham akan permasalahan selain keilmuan.

Di nilai seperti itu karena konon, dulu saat masyarakat yang datang dari berbagai kelas sosial dan mata pencaharian yang tidak sama datang pada beliau untuk sowan dan mengutarakan permasalahan, belaiu pasti paham dan memberikan solusi dengan tepat. (am/sumber, https://jateng.nu.or.id)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Internasionalisasi, Ma'arif Jateng Blusukan ke Sekolah Indonesia Singapura

    Internasionalisasi, Ma’arif Jateng Blusukan ke Sekolah Indonesia Singapura

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.875
    • 0Komentar

      Singapura — Dalam upaya memperluas wawasan pendidikan dan memperkuat jejaring internasional, Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Jawa Tengah melakukan kunjungan ke Sekolah Indonesia Singapura (SIS) pada Rabu (5/11/2025). Kegiatan tersebut berlangsung di ruang rapat utama SIS dan diikuti oleh jajaran pimpinan LP Ma’arif NU Jateng bersama pihak sekolah. Ketua LP Ma’arif […]

  • PCNU-PATI

    Hj. Nafisah Sahal Mahfudh: Ulama Perempuan Progresif 

    • calendar_month Sab, 19 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Oleh: Jamal Ma’mur Asmani Indonesia berduka, khususnya Jam’iyyah Nahdlatul Ulama. Salah satu putra terbaiknya menghadap Sang Khaliq. Beliau adalah Ibu Nyai Hj. Nafisah Sahal Mahfudh, istri Rais ‘Am Syuriyah PBNU, KH. MA. Sahal Mahfudh. Warga NU dan bangsa Indonesia sangat berduka karena kehilangan sosok ulama perempuan yang memberikan kontribusi besar dalam membangun bangsa, baik di […]

  • Peringati Satu Abad NU, Ketua PCNU Singgung Banjir Pati

    Peringati Satu Abad NU, Ketua PCNU Singgung Banjir Pati

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.694
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Peringatan Se Abad Nahdlatul Ulama’ di Kabupaten Pati diadakan Rabu (28/1) malam di Pendopo Kabupaten Pati. Agenda tersebut dihadiri beberapa tokoh penting dari Forkopomda dan juga PCNU serta para pengurus MWC NU se-Kabupaten Pati. Sayangnya, Risma Ardhi Chandra, PLT Bupati Pati yang dijadwalkan hadir menerima undangan mendadak dari Gubernur Jawa Tengah, sehingga […]

  • PCNU-PATI Photo by Haidan

    Haji dan Transformasi Manajemen Kerumunan Berkelanjutan

    • calendar_month Kam, 6 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Oleh : Prof. Dr. Imam Taufiq, M.Ag. _Rektor UIN Walisongo Semarang_ Haji merupakan ibadah multidimensional, dan multisektoral. Secara multidimensional, haji merupakan ibadah yang utuh, melibatkan hati dalam menata niat, emosi, dan spiritual; optimalisasi fisik dalam ibadah yang membutuhkan mobilitas seperti tawaf, sai,  mabit dan jumrah. Dalam perkembangannya, dimensi ibadah haji tidak hanya berkaitan dengan tiga […]

  • Nabi Muhammad dan Sebutir Delima

    Nabi Muhammad dan Sebutir Delima

    • calendar_month Jum, 9 Mei 2014
    • account_circle admin
    • visibility 246
    • 0Komentar

    PCNU Kab. Pati Dikisahkan, suatu ketika Siti Khadijah r.a. meminta tolong Nabi Muhammad saw. untuk membelikannya buah delima. Ketika itu kebetulan, belum masuk musim buah delima.  Dengan susah payah, Nabi Muhammad saw. berhasil mendapatkan sebutir buah delima. Buah itu pun dibelinya dengan harga yang mahal. Setelah itu, Nabi bergegas pulang. Di tengah jalan, ia menjumpai […]

  • Kader GP Ansor dan IPNU Tambakromo Dirikan Patitech Academy

    Kader GP Ansor dan IPNU Tambakromo Dirikan Patitech Academy

    • calendar_month Ming, 31 Des 2023
    • account_circle admin
    • visibility 247
    • 0Komentar

      TAMBAKROMO -Patitech Academy Gelar kegiatan Gen Z Techno Camp, yang berlangsung pada tanggal 5 hingga 30 Desember 2023 di Yayasan Warna Bhakti, Desa Mangunrekso, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga mahasiswa. Gen Z Techno Camp merupakan salah […]

expand_less