Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » KADER & UMAT BERDAYA, HIV & AIDS TIDAK MEMBUDAYA

KADER & UMAT BERDAYA, HIV & AIDS TIDAK MEMBUDAYA

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 12 Jan 2015
  • visibility 213
  • comment 0 komentar
Kabar NU Pati. Sabtu 10 Januari 2015, bertempat di gedung PCNU Pati. SSR NU Jateng Fatayat 2 berkerjamasa dengan Kader PIKM NU mengadakan Pelatihan HIV&AIDS dengan tema  “KADER&UMAT BERDAYA, HIV&AIDS TIDAK MEMBUDAYA” merupakan sebuah upaya dari SSR NU Jateng Fatayat 2 bersama PC NU Kab. Pati untuk memberikan informasi dan membentuk kader di setiap Kecamatan di Kabupaten Pati. Harapannya, setiap kader ini akan menjadi agent of change dan kader sebaya  di setiap Kecamatan. Sehingga, laju epidemic HIV AIDS dapat tertahan dan kita dapat bersama-sama mengurangi stigma dan diskriminasi kepada Orang Dengan HIV AIDS.  Dalam pelatihan ini, juga diadakan kegiatan VCT Mobile yang merupakan kerjasama antara SSR NU Jateng Fatayat 2 dengan Dinas Kesehatan yaitu RSUD Kayen.

Di Jawa Tengah, program HIV AIDS berada di 17 kota/kabupaten, dimana SSR NU JATENG FATAYAT 2 sebagai lembaga banom  NU pelaksana program HIV AIDS yang diberi amanah oleh PBNU dalam melakukan Penanggulangan dan Pencegahan HIV&AIDS mencakup Kab. Demak, Kab. Jepara dan Kab. Pati. Selaku penggiat di isu HIV&AIDS tim kami konsisten menjaga kapasitas, profesionalisme dan kepedulian dalam melaksanakan program pencegahan dan pananggulangan HIV&AIDS di komunitas resiko tinggi (Pekerja Seks, Laki – Laki Beresiko Tinggi, Lelaki Seks Lelaki, Waria, Pecandu Narkoba Suntik), tempat kerja dan masyarakat yang juga tidak menutup kemungkinan adalah warga Nahdliyin bisa ikut terdampak kasus HIV.
Inisiasi kegiatan ini berdasar temuan kasus HIV AIDS di Kabupaten Pati (menurut Data Dinas Kesehatan Kabupaten Pati) sejak tahun 1996 hingga Nopember 2014 mencapai angka 665 kasus HIV AIDS, 93 meninggal. Kabupaten Pati menempati peringkat keempat di Jawa Tengah untuk angka HIV dan peringkat pertama untuk angka AIDS se Jawa Tengah.
Di seluruh kecamatan di Kabupaten Pati ada angka HIV AIDS. Untuk data HIV AIDS di Kabupaten Pati sendiri, kecamatan Juana menempati peringkat pertama. Jumlah kasus AIDS pada laki-laki lebih banyak ditemukan di populasi laki-laki, karena penderita AIDS baru akan ditemukan ketika sudah fase infeksi opportunistic, atau sudah ada penyakit penyerta.
Angka kasus HIV AIDS dari kalangan Ibu Rumah Tangga menduduki peringkat kedua di Jawa Tengah dan Kabupaten Pati. Jumlah angka yang sangat signifikan di Kabupaten Pati, sekaligus menjadi bahan refleksi bagaimana cara untuk menekan laju epidemic HIV AIDS melalui berbagai strategi.
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU - PATI. Pixabay

    Menjemur Padi di Sebrang Jalan

    • calendar_month Jum, 10 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Sudah menjadi kebiasaan warga desa Sekardadi, ketika musim panen padi tiba mereka menjemur padi hasil panennya di tepian jalan umum (jalan desa) yang mengakibatkan para pengguna jalan melintasi jemuran padi tersebut. Tak jarang perilaku seperti ini menyebabkan pemilik padi dan pennguna jalan merasa dirugikan. NB : Terkadang padi diberi landasan semacam sak yang ukurannya lebar. […]

  • Marak Kekerasan Seksual, PC Pagar Nusa Pati: Seni Beladiri Penting Ditanamkan Sejak Dini

    Marak Kekerasan Seksual, PC Pagar Nusa Pati: Seni Beladiri Penting Ditanamkan Sejak Dini

    • calendar_month Kam, 21 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 200
    • 0Komentar

    PATI – Publik sempat dibuat “jengkel” atas maraknya pemberitaan perbuatan pelecehan seorang laki-laki yang dilakukan kepada seorang wanita akhir-akhir ini. Pelaku kekerasan dan penyimpangan seksual tidak hanya dari lingkungan luar namun juga tak jarang didominasi oleh orang terdekat korban. Pelaku kekerasan seksual lebih sedikit dilakukan oleh orang asing dibandingkan orang yang dikenal. Bahkan jika di […]

  • Membaca Perempuan dalam Perspektif Gender - PCNU PATI

    Membaca Perempuan dalam Perspektif Gender

    • calendar_month Sab, 9 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Berbicara mengenai perempuan, tentunya banyak sekali perspektif yang disematkan kepada-Nya. Mulai dari macak, masak, dan manak. Hal ini tentunya sangat lumrah di kehidupan masyarakat. Selain itu perempuan juga dipandang lemah dan tidak memiliki kekuatan sepertihalnya laki-laki. Sehingga dari situ, perempuan dinilai tidak sepadan dengan laki-lki. Karena dalam kodratnya perempuan memang ditakdirkan sebagai pendamping suami dalam […]

  • NU Pati Dirikan Posko Peduli  Banjir di 5 Kecamatan

    NU Pati Dirikan Posko Peduli Banjir di 5 Kecamatan

    • calendar_month Sen, 8 Feb 2021
    • account_circle admin
    • visibility 201
    • 0Komentar

      PATI, Akibat curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Pati belakangan ini,sejumlah areal persawahan dan permukiman warga di 18 desa dari enam kecamatan tergenang banjir. Melihat hal ini, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati langsung merespon cepat dengan mendirikan posko Peduli yang  tersebar di lima kecamatan terdampak.     “Posko NU Peduli berada di sekitar […]

  • Fundraising Zakat

    Fundraising Zakat

    • calendar_month Jum, 17 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 338
    • 0Komentar

    Pati. MA Ihyaul Ulum Wedarijaksa Pati MA Ihyaul Ulum Wedarijaksa Pati mengadakan pelatihan Zakat oleh Program Studi Manajemen Zakat Wakaf IPMAFA, kemarin 16/11. Lembaga zakat harus dikelola secara profesional. Salah satu divisi yang harus dikembangkan kreativitas dan inovasinya adalah fundraising, yaitu bagian penggalangan dana. Haryanto, mahasiswa Prodi Manajemen Zakat Wakaf IPMAFA semester 3 asal Rembang […]

  • Mempertahankan Tradisi Nilai. Photo by Aditya Nara on Unsplash.

    Mempertahankan Tradisi Nilai

    • calendar_month Kam, 20 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin Ngumbah keris atau gaman (mencuci benda pusaka) menjadi tradisi malam 1 Muharrom di Pulau Jawa. Ritual ini digunakan sebagai ajang untuk menyambung ‘silaturrahim’ antara pemilik keris dan benda keramatnya setidaknya setahun sekali. Hanya saja, kultur yang telah melegenda ini, terancam punah akibat pengkultusan terhadap benda-benda semacam itu sudah mulai langka. Benda […]

expand_less